![]() |
| Polda Sumatera Selatan memberikan klarifikasi terkait beredarnya video keributan warga di SPBU Poligon yang viral di media sosial |
PALEMBANG MSM.COM — Polda Sumatera Selatan
memberikan klarifikasi terkait beredarnya video keributan warga di SPBU Poligon
yang viral di media sosial. Kepolisian menegaskan bahwa langkah pengamanan
telah dilakukan oleh personel di lapangan jauh sebelum video tersebut tersebar
luas.
Insiden
terjadi pada Selasa, 7 April 2026, sekira pukul 09.30 WIB di kawasan Jalan
Alamsyah Ratu Perwira Negara, Kecamatan Gandus, Kota Palembang. Berdasarkan
laporan, korban segera melapor ke Polsek Gandus setelah kejadian.
Merespons
laporan tersebut, unit piket SPKT bersama personel Reskrim langsung bergerak ke
lokasi sekitar pukul 10.30 WIB. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP),
petugas segera mengamankan situasi, meredam ketegangan, serta membawa
pihak-pihak yang terlibat ke lokasi aman untuk dilakukan mediasi.
Kabid
Humas Polda Sumatera Selatan Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa kehadiran
polisi bukan merupakan reaksi atas viralnya video, melainkan bagian dari
prosedur respons cepat atas laporan masyarakat.
“Personel
kami sudah berada di lokasi dan menangani situasi sebelum video tersebut
beredar luas. Ini adalah bagian dari standar operasional kami dalam merespons
setiap laporan warga,” jelasnya.
Kasat
Reskrim Polrestabes Palembang Musa Jedi Permana menjelaskan bahwa keributan
dipicu oleh tindakan seorang pengendara yang menyerobot antrean pengisian bahan
bakar.
“Tindakan
tersebut memicu cekcok antar warga. Namun situasi berhasil segera kami
kendalikan oleh personel di lapangan melalui pendekatan persuasif,” ungkapnya.
Kapolrestabes
Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan memastikan bahwa setiap
laporan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan.
Langkah
cepat ini sejalan dengan arahan Kapolda Sumsel Sandi Nugroho dalam mewujudkan
pelayanan kepolisian yang prediktif, responsif, dan humanis.
Lebih
lanjut, pihak kepolisian menyampaikan bahwa permasalahan telah diselesaikan
secara kekeluargaan melalui pendekatan restorative justice dengan disaksikan
pihak terkait di lokasi.
Kabid
Humas kembali mengimbau masyarakat agar bijak dalam menyikapi informasi di
media sosial serta tidak mudah membentuk opini tanpa mengetahui fakta
sebenarnya.
“Kami
memastikan setiap gangguan kamtibmas ditangani secara profesional sejak awal
kejadian. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mempercayakan penanganan
kepada pihak kepolisian,” tegasnya.
Melalui
penanganan cepat ini, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus
menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera
Selatan.
baca berita lainnya di google news
