![]() |
| Polda Sumsel melaksanakan Simulasi Sistem Pengamanan Kota atau Sispamkota Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan operasional menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas |
PALEMBANG MSM.COM — Polda Sumatera Selatan melaksanakan Simulasi
Sistem Pengamanan Kota atau Sispamkota Tahun 2026 sebagai langkah strategis
dalam meningkatkan kesiapan operasional personel menghadapi berbagai potensi
gangguan kamtibmas.
Kegiatan
berlangsung di Lapangan Shooting Range Jakabaring Sport City Palembang, Jumat,
10 April 2026, mulai pukul 09.30 WIB, dipimpin oleh Wakapolda Sumsel Brigjen
Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. mewakili Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi
Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.
Simulasi
ini dihadiri oleh Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.H.,
S.I.K., para Pejabat Utama Polda Sumsel, Kapolres jajaran, Kabagops, serta
Kasat Samapta dari seluruh wilayah hukum Polda Sumsel. Kehadiran unsur pimpinan
dari tingkat Polda hingga Polres menunjukkan keseriusan institusi dalam
membangun standar kemampuan operasional yang seragam dan terukur.
Rangkaian
kegiatan diawali dengan gladi bersih, dilanjutkan apel yang dipimpin Wakapolda
Sumsel, kemudian dilanjutkan dengan peragaan simulasi di lapangan. Setelah itu,
kegiatan ditutup dengan evaluasi serta arahan dari Dansat Brimob, Karo Ops, dan
Wakapolda Sumsel. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.
Pelaksanaan
Sispamkota 2026 menjadi kelanjutan dari program peningkatan kapasitas sumber
daya manusia yang sebelumnya dilaksanakan melalui pelatihan penggunaan kekuatan
berbasis etika dan HAM. Kedua kegiatan ini saling melengkapi dalam membentuk
personel Polri yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki
integritas dan pemahaman etika yang kuat.
Simulasi
ini mengintegrasikan berbagai aspek penting, mulai dari taktik pengendalian
massa, koordinasi lintas satuan, hingga respons cepat terhadap situasi darurat.
Dengan demikian, seluruh personel memiliki standar kemampuan yang sama dalam
menghadapi dinamika tugas di lapangan secara profesional dan proporsional.
Wakapolda
Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P. menegaskan bahwa penggunaan
kekuatan dalam tugas kepolisian harus selalu menjadi pilihan terakhir dan
dilakukan secara terukur. “Setiap personel harus memahami bahwa penggunaan
kekuatan dilakukan secara proporsional, sesuai hukum, dan tetap menjunjung
tinggi hak asasi manusia. Latihan ini menjadi tolok ukur kesiapan kita di
lapangan,” tegasnya.
Kegiatan
ini juga mendukung implementasi program Presisi Polri yang menekankan kemampuan
prediktif, responsibilitas, dan transparansi dalam setiap pelaksanaan tugas
kepolisian. Dengan personel yang terlatih dan profesional, potensi konflik
dapat diminimalkan serta stabilitas kamtibmas dapat terjaga secara optimal.
Kabid
Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
menyampaikan bahwa Sispamkota merupakan bagian dari agenda berkelanjutan dalam
membangun budaya kerja kepolisian yang modern dan humanis. “Penguatan
kompetensi operasional personel menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan
masyarakat. Polda Sumsel berkomitmen menghadirkan personel yang profesional,
humanis, dan responsif,” ujar Kombes Pol Nandang.
Polda
Sumatera Selatan memastikan bahwa kegiatan peningkatan kemampuan personel akan
terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari transformasi menuju Polri
yang Presisi, guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga
stabilitas keamanan di wilayah Sumatera Selatan.
baca berita lainnya di google news
