![]() |
| Rekontruksi pembangunan pengamanan sungai diduga dibangun asal - asalan. Masyarakat menduga pemasangan tiang pancang kurang dalam |
MURATARA MSM.COM – Rekontruksi
Pembangunan Pengaman Sungai Diduga Dibangun Asal-Asalan mendapat sorotan dari
masyarakat.
Bangunan
rekontruksi Pembangunan pengaman sungai di Kelurahan Rupit, Kecamatan Rupit
dengan anggaran Rp. 12 milyar lebih sangat wajar dikatakan diduga dibangun
asal-asalan.
Kenapa?
Karena baru selesai dibangun tiangnya sudah banyak yang condong alias miring.
Kuat dugaan miringnya tiang pancang penahan tebing itu, karena tiang di tanam
kurang dalam.
“Ada
kemungkinan berdasarkan pandangannya sebagai masyarakat awan. Mengapa tiang
miring, kemungkinan saat dipasang kurang dalam, ” Kata Dn kepada awak media,
Sabtu (4/4/2026).
Dengan
kurang dalamnya pemasangan tiang. Sudah barang tentu tiangnya menjadi miring.
Selanjutnya
pemasangan tiang harus miring ke tebing sungai, jangan tegak lurus. Kenapa
karena kalau tegak lurus tiangnya tidak kuat menahan arus sungai yang deras.
”
Seharusnya pemasangan tiang miring ke Arah tebing sungai jangan tegak lurus
supaya tiang tidak miring, “ucapnya.
Kondisi
ini diperparah dengan penambangan pasir yang tidk jauh dari lokasi pembangunan.
” Ada
baiknya antara tebing sungai dengan tiang penahan sungai diisi dengan tanah
supaya tidak terjadi longsor,”jelasnya.
Diakuinya
pembangunan pengamanan itu memang sangat bagus untuk menahan jangan sampai
longsor. Namun demikian harus di pikirkan juga positif dan negatifnya.
Kemudian,
kalau bisa panjangnya ditambah, kehilir atau kehulu supaya longsor tidak
terjadi. Kalau yang sudah di bangun tidak diketahui berapa panjangnya.
Dan
lagi beton diatas tiang yang sudah dibangun sudah banyak yang rusak. Kuat
dugaan materialnya kurang bagus atau tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.
Sebagaimana
diberitakan sebelumnya Fantastis. Pembangunan proyek pengamanan sungai Rupit,
Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara di Kelurahan Muara Rupit, menelan
anggaran Rp. 12 milyar.
Menariknya
walaupun anggaran yang dikucurkan belasan milyar proyek tersebut terkesan
diduga dikerjakan asal-asalan. Dugaan ini menguat setelah setelah dikerjakan
material pengamanan sungai tersebut sudah banyak yang rusak.
Kerusakan
itu menuai sorotan dari aktivia Muratara. Seperti diungkapkan seorang aktivis
Muratara, Hikmi Wahyudi, diunggah di laman grup FB Rupit Rawas Comunity, Sabtu
(28/3/2026).
Disana
Hikmi Wahyudi meminta Kejaksaan Negeri Lubuklinggau turun ke Kabupaten Musi
Rawas Utara untuk mengecek pembangunan pengamanan sungai di Kelurahan Muara
Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara.
“Kejaksaan
Negeri Lubuklinggau harus turun ke Musi Rawas Utara untuk mengecek pembangunan
pengamanan sungai, “pintanya.
Karena
menurutnya pembangunan pengamanan sungai tersebut dikerjakan asal-asalan tanpa
pertimbangan kontruksi yang kokoh.
”
Pembangunan diduga tanpa pertimbangan kontruksi yang kokoh terkesan asal
jadi,”ucapnya.
baca berita lainnya di google news
