-->

IKLAN

IKLAN

Rekontruksi Pembangunan Pengaman Sungai Diduga Dibangun Asal-Asalan. Masyarakat Menduga Pemasangan Tiang Pancang Kurang Dalam

mediasinarmuratara
04 April 2026, 15:33 WIB Last Updated 2026-04-04T08:33:48Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Rekontruksi pembangunan pengamanan sungai diduga dibangun asal - asalan. Masyarakat menduga pemasangan tiang pancang kurang dalam

 


MURATARA  MSM.COM – Rekontruksi Pembangunan Pengaman Sungai Diduga Dibangun Asal-Asalan mendapat sorotan dari masyarakat.

 

Bangunan rekontruksi Pembangunan pengaman sungai di Kelurahan Rupit, Kecamatan Rupit dengan anggaran Rp. 12 milyar lebih sangat wajar dikatakan diduga dibangun asal-asalan.

 

Kenapa? Karena baru selesai dibangun tiangnya sudah banyak yang condong alias miring. Kuat dugaan miringnya tiang pancang penahan tebing itu, karena tiang di tanam kurang dalam.

 

“Ada kemungkinan berdasarkan pandangannya sebagai masyarakat awan. Mengapa tiang miring, kemungkinan saat dipasang kurang dalam, ” Kata Dn kepada awak media, Sabtu (4/4/2026).

 

Dengan kurang dalamnya pemasangan tiang. Sudah barang tentu tiangnya menjadi miring.

 

Selanjutnya pemasangan tiang harus miring ke tebing sungai, jangan tegak lurus. Kenapa karena kalau tegak lurus tiangnya tidak kuat menahan arus sungai yang deras.

 

” Seharusnya pemasangan tiang miring ke Arah tebing sungai jangan tegak lurus supaya tiang tidak miring, “ucapnya.

 

Kondisi ini diperparah dengan penambangan pasir yang tidk jauh dari lokasi pembangunan.

 

” Ada baiknya antara tebing sungai dengan tiang penahan sungai diisi dengan tanah supaya tidak terjadi longsor,”jelasnya.

 

Diakuinya pembangunan pengamanan itu memang sangat bagus untuk menahan jangan sampai longsor. Namun demikian harus di pikirkan juga positif dan negatifnya.

 

Kemudian, kalau bisa panjangnya ditambah, kehilir atau kehulu supaya longsor tidak terjadi. Kalau yang sudah di bangun tidak diketahui berapa panjangnya.

 

Dan lagi beton diatas tiang yang sudah dibangun sudah banyak yang rusak. Kuat dugaan materialnya kurang bagus atau tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.

 

 

 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Fantastis. Pembangunan proyek pengamanan sungai Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara di Kelurahan Muara Rupit, menelan anggaran Rp. 12 milyar.

 

Menariknya walaupun anggaran yang dikucurkan belasan milyar proyek tersebut terkesan diduga dikerjakan asal-asalan. Dugaan ini menguat setelah setelah dikerjakan material pengamanan sungai tersebut sudah banyak yang rusak.

 

Kerusakan itu menuai sorotan dari aktivia Muratara. Seperti diungkapkan seorang aktivis Muratara, Hikmi Wahyudi, diunggah di laman grup FB Rupit Rawas Comunity, Sabtu (28/3/2026).

 

Disana Hikmi Wahyudi meminta Kejaksaan Negeri Lubuklinggau turun ke Kabupaten Musi Rawas Utara untuk mengecek pembangunan pengamanan sungai di Kelurahan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara.

 

“Kejaksaan Negeri Lubuklinggau harus turun ke Musi Rawas Utara untuk mengecek pembangunan pengamanan sungai, “pintanya.

 

Karena menurutnya pembangunan pengamanan sungai tersebut dikerjakan asal-asalan tanpa pertimbangan kontruksi yang kokoh.

 

” Pembangunan diduga tanpa pertimbangan kontruksi yang kokoh terkesan asal jadi,”ucapnya.


baca berita lainnya di google news

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA