OKU SELATAN MSM.COM — Polda Sumatera Selatan memperkuat dukungan
terhadap program strategis nasional di bidang ketahanan pangan melalui
keberhasilan melampaui target tanam jagung tahun 2026 dan pelaksanaan panen
raya serentak kuartal kedua yang dipusatkan di Kabupaten Ogan Komering Ulu
Selatan.
Langkah
ini menjadi bukti konkret keterlibatan aktif institusi kepolisian dalam
mendukung visi Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan swasembada pangan
nasional pada tahun 2026 sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan
sosial masyarakat di daerah.
Kegiatan
panen raya dipusatkan di Desa Bumi Agung Jaya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten
Ogan Komering Ulu Selatan, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Agenda tersebut juga
terhubung secara virtual bersama Presiden Republik Indonesia dan diikuti secara
serentak oleh jajaran kepolisian di seluruh Indonesia melalui Gugus Tugas
Ketahanan Pangan Polri.
Melalui
program pendampingan pertanian yang dilakukan secara berkelanjutan, Polda
Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah, kelompok tani, dan instansi terkait
berhasil meningkatkan luas lahan pertanian jagung secara signifikan di wilayah
Sumatera Selatan.
Data
verifikasi tahun 2026 mencatat potensi luas lahan jagung di Sumatera Selatan
mencapai 31.891,74 hektare, meningkat tajam dibandingkan tahun 2025 yang berada
pada angka 25.551,49 hektare.
Sementara
itu, realisasi tanam pada kuartal kedua tahun 2026 berhasil mencapai 8.421,48
hektare dari target awal seluas 7.796,35 hektare atau mencapai 108,02 persen
hingga pertengahan Mei 2026.
Keberhasilan
tersebut memperlihatkan efektivitas sinergi lintas sektor yang dibangun antara
kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan
nasional dari tingkat daerah.
Karo
SDM Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Sudrajat Hariwibowo, S.I.K., M.Si.,
menjelaskan bahwa total luas lahan jagung yang telah dipanen oleh seluruh
jajaran Polda Sumsel saat ini mencapai 11.867,81 hektare dengan total produksi
sebesar 66.938,22 ton jagung.
“Hasil
panen ini langsung terserap oleh Perum Bulog, pabrik pakan ternak, dan pasar
lokal di berbagai daerah. Melihat tingginya produktivitas tersebut, panen raya
serentak kuartal kedua untuk wilayah Sumatera Selatan dipusatkan di Kabupaten
OKU Selatan,” ujar Kombes Pol Sudrajat Hariwibowo, S.I.K., M.Si.
Kabupaten
Ogan Komering Ulu Selatan dipilih sebagai pusat kegiatan karena wilayah hukum
Polres OKU Selatan menjadi salah satu kontributor terbesar dalam program
ketahanan pangan jagung di Sumatera Selatan.
Di
wilayah tersebut, luas lahan siap panen tercatat mencapai 113 hektare dengan
estimasi produksi sekitar 678 ton jagung. Proses panen di lokasi utama juga
dilakukan menggunakan teknologi modern Corn Combine Harvester guna meningkatkan
efisiensi dan produktivitas pertanian.
Selain
pelaksanaan panen raya, Polda Sumatera Selatan bersama instansi terkait turut
melepas distribusi 30 ton jagung menggunakan tiga unit truk menuju gudang Bulog
OKU Timur sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan kepastian
harga pangan di pasar.
Kabid
Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.,
menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan representasi nyata komitmen Polri
dalam mengawal program prioritas nasional di sektor pangan.
“Keberhasilan
Polda Sumsel melampaui target tanam jagung hingga lebih dari 108 persen
menunjukkan bahwa sinergitas lintas sektor berjalan sangat progresif.
Dipusatkannya panen raya di OKU Selatan menjadi simbol keseriusan kami dalam
mendorong sentra pertanian lokal agar semakin produktif demi tercapainya
swasembada pangan nasional tahun 2026,” tegas Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya,
S.I.K., M.H.
Polda
Sumatera Selatan memastikan akan terus mengawal program ketahanan pangan secara
berkelanjutan melalui pendampingan terhadap petani, penguatan distribusi hasil
panen, serta optimalisasi pemanfaatan lahan produktif di seluruh wilayah
Sumatera Selatan.
baca berita lainnya di google news
