![]() |
| Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sarolangun menggelar pertemuan konsolidasi demokrasi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sarolangun |
SAROLANGUN MSM.COM —
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sarolangun menggelar
pertemuan konsolidasi demokrasi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Kabupaten Sarolangun, Rabu (24 Juni 2026). Kegiatan berlangsung di Kantor
Bawaslu Sarolangun dengan tujuan memperkuat peran media dalam mendukung
pengawasan demokrasi di daerah.
Ketua
Bawaslu Sarolangun, Mudrika, menyampaikan kemajuan demokrasi tidak dapat
dicapai sendiri, melainkan butuh dukungan dan kerja sama erat lintas elemen
masyarakat. “Kami telah melihat dan merasakan langsung beragam persoalan muncul
dalam penyelenggaraan pemilu hingga kini. Oleh sebab itu kami mengundang teman‑teman wartawan menyampaikan
inspirasi, pandangan, kritik, dan saran membangun terkait kelembagaan serta
mekanisme pemilihan,” ujarnya.
Seluruh
masukan yang dikumpulkan akan disaring, disusun menjadi data acuan jajaran
pengawas pemilu, lalu disampaikan ke Komisi II DPR RI sebagai bahan pembahasan
revisi Undang‑Undang
Pemilu. Penyempurnaan aturan ini disiapkan menjelang pelaksanaan pemilu tahun
2029. Masyarakat pun masih menanti kepastian apakah revisi nanti akan
menyatukan pengaturan Undang‑Undang
Pemilu, Undang‑Undang
Pilkada, maupun Undang‑Undang
Partai Politik.
![]() |
| Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sarolangun menggelar pertemuan konsolidasi demokrasi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sarolangun |
Sementara
itu, Ketua PWI Kabupaten Sarolangun yang diwakili Wakil Ketua, Asmara,
menyampaikan apresiasi atas undangan dan kepercayaan tersebut. Ia menegaskan
dukungan penuh terhadap penyelenggaraan pemilu mendatang, namun tetap
menyampaikan catatan dan pengalaman di lapangan—termasuk hal yang dinilai masih
kontroversial pada penyelenggaraan sebelumnya.
“Sebagai
elemen masyarakat, kami berharap masukan ini bermanfaat demi kelancaran revisi
aturan serta penyelenggaraan pemilu yang lebih baik,” kata Asmara. Ia juga
mengingatkan publikasi wartawan anggota PWI memiliki peran strategis membangun
demokrasi daerah, khususnya menyebarluaskan informasi termasuk hasil pengawasan
Bawaslu ke masyarakat luas.
Asmara
menyambut baik rencana penandatanganan nota kesepahaman sebagai landasan kerja
sama formal dan berkelanjutan. Melalui kesepakatan itu, ia berharap hasil
pengawasan Bawaslu dapat terpublikasi lebih luas, akurat, dan mudah dipahami
seluruh lapisan masyarakat. “Publikasi adalah bagian integral demokrasi. Dengan
nota kesepahaman ini, informasi hasil pengawasan bisa tersampaikan dengan baik
hingga ke masyarakat,” pungkasnya.
Acara
di tutup dengan penandatangan nota kesepahaman antara Bawaslu dan PWI
sarolangun.
baca berita lainnya di google news

