-->

IKLAN

IKLAN

Ngeri! Dua Petani Desa Lesung Batu Muda Diserang Beruang Liar di Kebun Karet

mediasinarmuratara
03 Agustus 2026, 15:28 WIB Last Updated 2026-08-03T08:28:04Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Dua petani asal Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), diserang beruang liar saat sedang menyadap karet di wilayah Sungai Punti


MURATARA MSM.COM  Dua petani asal Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), diserang beruang liar saat sedang menyadap karet di wilayah Sungai Punti, Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.

 

Kedua korban yang menjadi sasaran serangan beruang liar tersebut adalah Dunia (42) dan Ibrahim (60). Serangan terjadi secara berurutan di lokasi yang tidak berjauhan.

 

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, saat kejadian Dunia sedang menyadap karet bersama istrinya, Maisari. Tiba-tiba seekor beruang liar muncul dan langsung menyerang. Dunia mengalami luka di tangan kanan dan lengan kiri.

 

Meski diserang secara tiba-tiba, Dunia berani melawan menggunakan pahat sadap karet. Pukulan tersebut membuat beruang panik dan kemudian melarikan diri ke arah kebun warga lain berjarak sekitar 300 meter dari lokasi pertama.

 

Di lokasi kedua, beruang yang melarikan diri itu kemudian menyerang Ibrahim (60) yang sedang beraktivitas di kebunnya. Akibat serangan itu, Ibrahim mengalami luka robek parah pada tangan kanan hingga tulang remuk. Setelah menyerang, beruang langsung melarikan diri ke arah hutan.

 

Kapolres Muratara AKBP Rendy Surya Aditama melalui Kapolsek Rawas Ulu Iptu Hari Suharto membenarkan peristiwa tersebut.

 

"Benar terjadi peristiwa penyerangan beruang liar terhadap dua warga yang sedang beraktivitas di kebun karet. Korban pertama diserang lalu beruang kabur dan menyerang korban kedua," jelas Kapolsek.

 

Saat ini kedua korban telah dirujuk dan mendapat perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

 

Terkait hal itu, Kapolsek Rawas Ulu mengimbau seluruh warga yang beraktivitas di ladang maupun kebun agar meningkatkan kewaspadaan.

 

"Kami imbau masyarakat yang pergi ke kebun agar tidak sendirian, membawa alat pelindung diri, dan segera melapor ke Polsek atau BKSDA jika melihat keberadaan hewan liar," tegas Iptu Hari Suharto.

 

Hingga saat ini, kepolisian bersama warga setempat masih melakukan pemantauan dan pengawasan di sekitar lokasi kejadian. Koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan juga terus dilakukan untuk langkah penanganan selanjutnya. (**)

 

baca berita lainnya di google news 

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA