PALEMBANG MSM.COM — Polda Sumatera Selatan bersama jajaran kepolisian
dan Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seluruh korban dalam insiden tiga anak
tenggelam di perairan Sungai Musi, kawasan Plaza 7 Ulu, Kelurahan Tujuh Ulu,
Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang.
Ketiga korban yang sebelumnya dilaporkan hilang
telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Seluruh jenazah kemudian
dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 30 Agustus
2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, lima orang anak
berangkat dari kawasan Rusun 23 Ilir menuju tepian Sungai Musi untuk mandi.
Kelima anak kemudian turun ke perairan melalui
dermaga Plaza 7 Ulu. Dari lima anak tersebut, tiga di antaranya dilaporkan
tenggelam, yakni R (9), AHO (11), dan N (10), sementara dua anak lainnya
berhasil menyelamatkan diri.
Warga bersama petugas yang berada di sekitar lokasi
segera melakukan upaya pertolongan. Korban R sempat ditemukan dalam kondisi
mengapung di dekat kapal yang bersandar dan kemudian dibawa ke rumah sakit.
Namun, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, korban N dan AHO masih dinyatakan
hilang. Personel Ditpolairud Polda Sumsel dan Satpolairud Polrestabes Palembang
bersama Tim SAR Gabungan kemudian melakukan pencarian secara intensif dengan
menyisir perairan Sungai Musi di sekitar lokasi kejadian.
Memasuki hari kedua pencarian, Senin, 31 Agustus
2026, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban N dalam kondisi meninggal
dunia pada pukul 06.12 WIB.
Pencarian kemudian dilanjutkan terhadap korban AHO.
Sekitar pukul 11.00 WIB, Tim SAR Gabungan kembali menemukan korban di perairan
Plaza 7 Ulu Kampung Kapitan, sekitar 10 meter dari titik awal kejadian.
Dengan ditemukannya korban terakhir, seluruh
rangkaian pencarian terhadap tiga anak yang tenggelam tersebut dinyatakan
selesai. Seluruh jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga di rumah
duka untuk dimakamkan.
Dirpolairud Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Heru
Agung Nugroho, S.I.K., mengatakan jajaran kepolisian bersama Tim SAR Gabungan
bergerak sejak laporan kejadian diterima untuk melakukan pencarian dan evakuasi
secara maksimal.
“Kami mengerahkan seluruh potensi SAR dan personel
di lapangan untuk melakukan penyisiran secara intensif hingga seluruh korban
berhasil ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Dirpolairud
Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Heru Agung Nugroho, S.I.K.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol.
Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa proses pencarian dan
evakuasi dapat berjalan optimal melalui sinergi antara kepolisian, Tim SAR
Basarnas, dan masyarakat setempat.
“Kami memastikan proses penanganan musibah ini
dilakukan secara profesional dan transparan,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera
Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Polda Sumatera Selatan menyampaikan belasungkawa
kepada keluarga korban atas musibah tersebut. Kepolisian juga mengimbau para
orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak,
terutama agar tidak melakukan aktivitas mandi atau bermain di perairan yang
memiliki arus deras dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Polda Sumsel mengajak seluruh elemen masyarakat
untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat pentingnya pengawasan anak
serta kewaspadaan terhadap lingkungan perairan, sehingga kejadian serupa dapat
dicegah dan keselamatan anak-anak senantiasa menjadi perhatian bersama.
baca berita lainnya di google news
