-->

IKLAN

IKLAN

Pantauan 648 Titik Panas, Polda Sumsel Perkuat Operasi Karhutla dengan 1.000 Personel

mediasinarmuratara
05 September 2026, 12:47 WIB Last Updated 2026-09-05T05:47:03Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Polda Sumatera Selatan meningkatkan kekuatan personel penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari 548 menjadi 1.000 personel. Penebalan kekuatan tersebut dilakukan sebagai langkah responsif menghadapi dinamika potensi karhutla sekaligus mempercepat pencegahan dan penanganan di wilayah rawan


PALEMBANG MSM.COM — Polda Sumatera Selatan meningkatkan kekuatan personel penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari 548 menjadi 1.000 personel. Penebalan kekuatan tersebut dilakukan sebagai langkah responsif menghadapi dinamika potensi karhutla sekaligus mempercepat pencegahan dan penanganan di wilayah rawan.

 

Berdasarkan pantauan data satelit Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang terintegrasi dalam aplikasi Sistem Terpadu Operasi Karhutla (Stop Karhutla) Polda Sumsel di Palembang, Jumat, 4 September 2026, terdeteksi 648 titik panas di wilayah Sumatera Selatan.

 

Dari jumlah tersebut, 590 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah (medium) dan 58 titik pada tingkat kepercayaan rendah (low). Sementara itu, tidak terpantau titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi (high).

 

Merespons kondisi tersebut, Polda Sumsel menambah kekuatan personel hingga mencapai 1.000 personel. Penebalan ini difokuskan untuk memperkuat pengawasan dan respons di 20 posko siaga karhutla yang tersebar pada lima satuan wilayah (Satwil), terutama wilayah yang memiliki potensi kerawanan lebih tinggi.

 

Kekuatan tambahan tersebut didukung sarana operasional untuk menjangkau lokasi dengan karakteristik medan yang sulit. Armada taktis perairan Ditpolairud serta kendaraan roda dua dari Samapta dan Brimob turut disiapkan untuk mendukung mobilitas personel menuju kawasan yang sulit dijangkau kendaraan darat biasa, termasuk wilayah dengan karakteristik lahan gambut.

 

Peningkatan kekuatan tersebut diarahkan untuk mempercepat verifikasi lapangan atau ground check terhadap informasi titik panas, memperkuat patroli preventif, serta melakukan pemadaman sedini mungkin apabila ditemukan api. Kesiapsiagaan selama 24 jam menjadi bagian dari strategi untuk mencegah potensi kebakaran berkembang dan memberikan dampak lebih luas terhadap masyarakat.

 

Karo Ops Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa penambahan kekuatan merupakan langkah cepat Polda Sumsel dalam menyesuaikan kemampuan operasional dengan dinamika di lapangan.

 

“Menyikapi perkembangan dinamika cuaca dan pantauan titik panas, Polda Sumsel langsung mengambil langkah cepat dengan meningkatkan jumlah perkuatan yang awalnya 548 personel kini menjadi 1.000 personel. Kekuatan ini kami sebar untuk mempercepat pemadaman dini di setiap posko, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan tenang,” tegas Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si.

 

Menurutnya, keberadaan personel di lapangan tidak hanya ditujukan untuk merespons kebakaran yang telah terjadi, tetapi juga memastikan setiap informasi mengenai titik panas segera diverifikasi. Dengan demikian, langkah penanganan dapat dilakukan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

 

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan penebalan kekuatan merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam penanggulangan karhutla. Identitas dan jabatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.,.

 

“Polda Sumsel berkomitmen penuh mendukung agenda strategis pemerintah dalam penanggulangan karhutla dan menjaga stabilitas kamtibmas. Kami mengimbau masyarakat untuk terus bersinergi menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar demi kenyamanan kita bersama,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

 

Polda Sumsel juga terus memperkuat koordinasi lintas sektoral dalam penanganan karhutla. Sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, instansi terkait, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat deteksi, pemadaman, pendinginan, serta pemantauan setelah api berhasil dikendalikan.

 

baca berita lainnya di google news   

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA