MURATARA MSM.COM — Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H. Devi
Suhartoni, menerbitkan imbauan terbuka kepada seluruh masyarakat Kabupaten
Muratara untuk bersama-sama menjaga lingkungan di tengah ancaman musim kemarau
yang diperkirakan masih akan berlangsung cukup panjang.
Melalui pernyataan resminya pada Minggu
(18/10/2026), Devi menekankan bahwa minimnya curah hujan yang tidak merata
berpotensi memicu bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pencemaran
asap di wilayah Muratara.
Devi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Muratara
bersama unsur TNI dan Polri terus bersiaga penuh di lapangan. Selama dua bulan
terakhir, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah dikerahkan secara masif untuk
melakukan pencegahan dan memadamkan titik api di area rawan.
"Pemerintah bersama TNI dan Polri terus berada
di lapangan. Tim BPBD dan Satpol PP sudah dua bulan ini bekerja keras menjaga
wilayah agar tidak terjadi kebakaran," ujar Devi.
Secara khusus, Bupati Muratara meminta masyarakat pemilik lahan, perkebunan, maupun kawasan talang (permukiman perkebunan) untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia mengimbau pemilik kebun agar memantau secara langsung lahannya guna mengantisipasi kelalaian yang dapat memicu kebakaran.
Menurutnya, kebakaran lahan tidak hanya merusak
lingkungan, tetapi juga menghancurkan harapan ekonomi masyarakat kecil,
terutama pemilik perkebunan muda yang baru berusia satu hingga dua tahun.
"Kami mengimbau warga untuk menjaga kebun
masing-masing. Sangat kasihan jika kebun masyarakat terbakar, padahal itu
menjadi tumpuan harapan hidup keluarga. Mari kita saling jaga dan tumbuh rasa
empati," tegasnya.
Ia juga mewanti-wanti seluruh pihak agar tidak
melakukan pembakaran lahan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
Selain penanganan karhutla, Devi Suhartoni turut
menyoroti praktik penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan Muratara.
Ia mengimbau masyarakat untuk menghentikan aktivitas penyetruman (sentrum)
maupun pengracunan (nuba) ikan di sungai.
Hal tersebut ditegaskan mengingat musim hujan
mendatang merupakan periode pemijahan bagi populasi ikan lokal.
Mengakhiri imbauannya, Bupati Muratara menegaskan
komitmen pemerintah daerah untuk terus bertanggung jawab dan bekerja keras
menekan potensi karhutla, sembari mengajak seluruh elemen masyarakat
mengutamakan kebersamaan dalam menjaga lingkungan daerah.
baca berita lainnya di google news
