-->

IKLAN

IKLAN

​ Bupati Muratara Imbau Warga Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan serta Hentikan Pemogokan Ikan

mediasinarmuratara
18 Oktober 2026, 12:05 WIB Last Updated 2026-10-18T05:05:52Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



 

 

 

MURATARA MSM.COM — Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H. Devi Suhartoni, menerbitkan imbauan terbuka kepada seluruh masyarakat Kabupaten Muratara untuk bersama-sama menjaga lingkungan di tengah ancaman musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung cukup panjang.


​Melalui pernyataan resminya pada Minggu (18/10/2026), Devi menekankan bahwa minimnya curah hujan yang tidak merata berpotensi memicu bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pencemaran asap di wilayah Muratara.

​

​Devi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Muratara bersama unsur TNI dan Polri terus bersiaga penuh di lapangan. Selama dua bulan terakhir, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah dikerahkan secara masif untuk melakukan pencegahan dan memadamkan titik api di area rawan.


​"Pemerintah bersama TNI dan Polri terus berada di lapangan. Tim BPBD dan Satpol PP sudah dua bulan ini bekerja keras menjaga wilayah agar tidak terjadi kebakaran," ujar Devi.

​

​Secara khusus, Bupati Muratara meminta masyarakat pemilik lahan, perkebunan, maupun kawasan talang (permukiman perkebunan) untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia mengimbau pemilik kebun agar memantau secara langsung lahannya guna mengantisipasi kelalaian yang dapat memicu kebakaran.


​Menurutnya, kebakaran lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menghancurkan harapan ekonomi masyarakat kecil, terutama pemilik perkebunan muda yang baru berusia satu hingga dua tahun.


​"Kami mengimbau warga untuk menjaga kebun masing-masing. Sangat kasihan jika kebun masyarakat terbakar, padahal itu menjadi tumpuan harapan hidup keluarga. Mari kita saling jaga dan tumbuh rasa empati," tegasnya.


​Ia juga mewanti-wanti seluruh pihak agar tidak melakukan pembakaran lahan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

​

​Selain penanganan karhutla, Devi Suhartoni turut menyoroti praktik penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan Muratara. Ia mengimbau masyarakat untuk menghentikan aktivitas penyetruman (sentrum) maupun pengracunan (nuba) ikan di sungai.


​Hal tersebut ditegaskan mengingat musim hujan mendatang merupakan periode pemijahan bagi populasi ikan lokal.

​

 "Hentikan penyetruman dan penuba-an ikan. Sebentar lagi musim hujan dan ikan akan bertelur. Kita harus memikirkan masa depan anak cucu agar kelestarian ekosistem perairan tetap terjaga untuk jangka panjang," tambahnya.


​Mengakhiri imbauannya, Bupati Muratara menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bertanggung jawab dan bekerja keras menekan potensi karhutla, sembari mengajak seluruh elemen masyarakat mengutamakan kebersamaan dalam menjaga lingkungan daerah.


baca berita lainnya di google news

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA