MURATARA — Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) resmi meliburkan seluruh aktivitas belajar mengajar di tingkat PAUD/TK, SD, hingga SMP akibat semakin menebalnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Rupit dan sekitarnya. Imbauan ini disampaikan langsung oleh Bupati Muratara, Devi Suhartoni, pada Jumat (9/10/2026).
Sebelumnya, libur sekolah baru diberlakukan untuk tingkat TK dan SD kelas 1 hingga 3. Namun, melihat kondisi udara yang semakin memburuk, Pemkab Muratara mengambil langkah tegas untuk meliburkan seluruh tingkatan sekolah.
"Kabut asap sangat tebal dan kita sudah meliburkan TK, SD kelas 1, 2, dan 3. Mulai besok, kita liburkan semua SD kelas 4, 5, 6, serta seluruh siswa SMP," ujar Bupati Devi Suhartoni.
Berdasarkan data pantauan di lapangan, titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbanyak ditemukan di wilayah Kecamatan Karang Dapo (meliputi Desa Karang Dapo, Kelurahan Karang Dapo, Setia Marga, dan Biaro) serta Kecamatan Rawas Ilir.
Pergerakan angin yang mengarah ke utara menyebabkan penumpukan kabut asap pekat mengumpul di wilayah Ibu Kota Muara Rupit dan kawasan sekitarnya.
Salah satu lokasi kebakaran terparah berada di kawasan batas lahan PT PML yang berbatasan langsung antara Karang Dapo dan Macang. Saat ini, pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah lahan tersebut sengaja dibakar oleh warga yang membakar kebun atau dari pihak perusahaan. Kendati demikian, Bupati menegaskan bahwa pihak PT PML tetap harus bertanggung jawab atas insiden kebakaran tersebut.
Imbauan Kesehatan dan Kesiapsiagaan Puskesmas
Menghadapi tingginya risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap, Bupati mengingatkan seluruh warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah.
• Penggunaan Masker: Warga yang terpaksa beraktivitas di luar gedung diimbau wajib menggunakan masker.
• Penanganan ISPA: Pemkab Muratara telah menyiagakanseluruh jajaran Puskesmas serta menyiapkan pasokan obat-obatan guna mengantisipasi melonjaknya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Penjelasan Gangguan Listrik (PLN)
Selain persoalan asap, Bupati Devi Suhartoni juga memberikan klarifikasi terkait gangguan arus listrik (byar-pet) yang terjadi di Muratara.
Gangguan tersebut disebabkan oleh dua kendala utama:
• Perbaikan Penyulingan Jambi: Adanya pemeliharaan jaringan dari arah Jambi yang berdampak pada penurunan tegangan (arus lemah) di jalur Muratara.
• Kendala Lahan Gardu Induk: Upaya penambahan tiang listrik untuk memperkuat jaringan Gardu Induk (GI) setempat masih tertahan akibat masalah pembebasan lahan dengan warga pemilik tanah.
Bupati mengajak masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kesehatan, dan bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membakar hutan dan lahan.
