![]() |
| Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipusatkan di Halaman Kantor Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Selasa (3/11/2026) |
MURATARA MSM.COM — Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Pemkab
Muratara) melalui Dinas Ketahanan Pangan terus memperkuat langkah nyata dalam
menekan angka inflasi daerah serta menjaga daya beli masyarakat. Langkah
konkret tersebut diwujudkan melalui gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) yang
dipusatkan di Halaman Kantor Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Selasa
(3/11/2026).
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muratara, Yusnadi, serta didampingi
oleh jajaran pejabat daerah lintas sektor. Turut hadir perwakilan Inspektorat,
Camat Rupit, Kepala Desa Lawang Agung, serta perwakilan Bagian Ekonomi
Sekretariat Daerah Kabupaten Muratara. Selain unsur pemerintah, jajaran
pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Ketapang juga hadir mendukung penuh
kelancaran pelaksanaan operasi pasar murah ini.
![]() |
| Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipusatkan di Halaman Kantor Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Selasa (3/11/2026) |
Mewakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muratara,
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Aprianto, menyampaikan bahwa
dalam pelaksanaan GPM kali ini pihaknya menyalurkan komoditas beras murah
berkualitas jenis SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sebanyak dua ton
untuk warga setempat.
"Hari ini, Selasa 3 November 2026, kami
menyelenggarakan kegiatan Gerakan Pangan Murah di Desa Lawang Agung, Kecamatan
Rupit. Adapun produk pangan utama yang kami distribusikan adalah beras SPHP
sebanyak dua ton," ujar Aprianto di lokasi kegiatan.
Beras SPHP kemasan 5 kilogram tersebut dibanderol
dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp57.500 per sak. Harga ini berada
jauh di bawah harga pasaran umum, sehingga diharapkan dapat langsung
meringankan beban ekonomi warga.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini mengusung dua
misi utama:
* Pengendalian Inflasi Daerah: Menjaga stabilitas
pasokan serta menahan gejolak harga komoditas pangan pokok di pasar lokal.
* Perlindungan Social & Daya Beli: Membantu
masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera, agar tetap dapat memenuhi
kebutuhan pokok gizi keluarga dengan harga yang ramah kantong.
"Tujuan utama digelarnya GPM ini adalah untuk
pengendalian inflasi pangan, selain tentunya untuk meningkatkan keterjangkauan
daya beli masyarakat, khususnya bagi warga yang kurang mampu," tegas
perwakilan pemerintah daerah di sela-sela peninjauan.
Pemkab Muratara berharap keberadaan program
intervensi harga di tingkat desa ini dapat secara signifikan mengurangi beban
pengeluaran harian rumah tangga. Kehadiran pangan bersubsidi yang terjangkau
dan tepat sasaran ini merupakan wujud hadirnya negara di tengah masyarakat.
"Harapan kami ke depan, melalui kegiatan yang
menyentuh langsung akar rumput seperti ini, masyarakat dapat terbantu secara
nyata dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari," pungkasnya.
baca berita lainnya di google news

