29 Desember 2020

Ratusan Petugas Kebersihan DLHP, Sambangi Kantor Bupati Muratara

 



MURATARA MSM.COM - Ratusan  petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP), mendatangi kantor Bupati Muratara, Selasa (29/12)


Kedatangan petugas kebersihan yang terdiri dari ibu - ibu sekitar pukul 11.30 WIB. Ingin menyampaikan aspirasi kepada Bupati Muratara, mengenai baju dinas mereka sebagai petugas kebersihan. 


Pasukan kuning ini menuntut baju kerja mereka yang belum kunjung dikeluarkan. Beragam spanduk dibawa para ibu - ibu ini. Diantara bertuliskan "Jangan Makan Hak Kami, Keluarkan Baju Kami dan Mana Hak Kami". 


Koordinator lapangan, Yeni dalam orasinya menyampaikan, kedatangan mereka ke kantor Bupati, untuk mengadu dan meminta kejelasan menenai baju dinas mereka. Sebab, sudah hampir dua tahun belum juga mendapatkan baju. 


Bahkan, sebelumnya mereka sudah dua kali melakukan pengukuran baju. Namun, hingga saat ini belum juga ada kejelasan kapan baju mereka dibagikan. 


"Kami meminta kejelasan mengenai baju tersebut, sebab sudah dua tahun belum mendapatkan baju,"ungkapnya.


Ia mengancam apabilah tidak ada kejelasan maka kami akan melakukan mogok kerja. "Kami akan melakukan mogok kerja,"ancamnya.


Ia menjelaskan pekerjaan kami merupakan pekerjaan yang mulia, apabilah tidak ada kejelasan maka kami akan melakukan demo lagi dengan jumlah yang lebih banyak. "Nanti akan melakukan demo lagi dan akan menumpukan sampah didepan kantor Bupati,"tegasnya.


Senada Nur (50) menuturkan ia bekerja sejak tahun tahun 2013 hingga sekarang, kemudian dirinya bersama dengan yang lainnya sudah mengukur baju. Dan bahkan sudah berkoordinasi dengan Kadis DLHP akan tetapi jawabannya karena tidak ada anggaran.


"Sudah 7 tahun bekerja dek, akan tetapi baru sekarang baju kami katek dan biasanyo ado,"katanya.


Kasat Pol-PP H Firdaus mengatakan mereka datang kesini mengadu mengenai baju. Namun dikarenakan memang kondisi yang tidak memungkinan karena tidak ada pejabat sedang tidak ada dikantor, sehingga tidak bisa menemui mereka.


"Setelah dilakukan pendekatan secara persuasif, alhamdulilah mereka bisa dibubarkan,"imbuhnya.


Berdasarkan pantauan mediasinarmuratara.com, puluhan ibu - ibu pasukan kuning ini harus memendam kecewa. Pasalnya pejabat yang ingin ditemui tidak ngantor. Puluhan ibu - ibu ini juga memaksa masuk ke kantor Bupati.  (MJ)


Share: