-->

IKLAN

IKLAN

Kunker Ke Muratara, Pemkab dan Mabes TNI-AD Diskusi Soal Pengentasan Status Daerah Tertinggal

mediasinarmuratara
28 Oktober 2022, 12:55 WIB Last Updated 2022-10-28T05:55:45Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Bupati Muratara H Devi Suhartoni memaparkan kondisi kabupaten Muratara kepada tim Mabes TNI-AD di ruang BPKAD


 

MURATARA MSM.COM – Pemkab Muratara, melakukan diskusi dengan tim dari Mabes TNI-AD di lantai 2 BPKAD Kabupaten Muratara, Kamis (26/10/2022).

 

Diskusi membahas soal rencana dan strategi Kabupaten Muratara, dalam mengentaskan status daerah tertinggal.

 

Diskusi ini, dihadiri Sekda, kepala OPD dan camat. Sementara, tim dari Mabes TNI-AD antara lain Mayjen TNI Bambang Supardi  Brigjen TNI Ardi Kartono, dan Kolonel Czi Raflan.

 

Tim Mabes TNI-AD didampingi Dandim 0406/MLM Lektol Arm Anggeng Prasetyo Sulistyo.

 

Tim Mabes TNI-AD sendiri melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Muratara, dalam rangka survey dan pengumpulan data kawasan objek wisata yang akan dikembangkan.

 

Dalam pemaparannya, Bupati Muratara H Devi Suhartoni memaparkan alasan Kabupaten Muratara masuk dalam kategori kabupaten tertinggal. Bahkan, satu – satunya kabupaten tertinggal di Sumsel.

 

“Setelah saya pelajari data BPS dengan hasil survey. Kalau surveynya pada musim hujan dan banjir, ya pasti ekonomi masyarakat susah” kata Bupati.


Bupati Muratara H Devi Suhartoni bersama tim Mabes TNI-AD dan pejabat lainnya di ruang BPKAD Kabupaten Muratara



Hal itu lantaran kehidupan masyarakat di Kabupaten Muratara, sangat bergantung pada dua komoditas karet dan sawit. Terlebih saat ini harga kedua komoditas itu turun.

 

Turunnya harga kedua komoditas itu, tentunya saja berdampak pada perekonomian masyarakat, sehingga terjadi kontraksi ekonomi di kabupaten Muratara.

 

Penyebab lainnya, ketika terpilih menjadi Bupati bersama Wabup H Inayatullah, Indonesia mengalami kesulitan dampak dari Covid-19.

 

“Hampir Rp. 400 Milyar APBD dipangkas oleh pusat, ditambah lagi kewajiban membayar hutang Rp. 199 milyar” tambah Bupati.


BACA JUGA : 

Jangan Sungkan Adukan Permasalahan, Bupati Muratara Akan Buka Ruang Konsultasi di Rumah Dinas

 

Ditengah keterbatasan, pembangunan di Muratara menekankan pada pembangunan skala prioritas, yakni fokus pada konektivitas jalan di kecamatan – kecamatan dalam wilayah Kabupaten Muratara.

 

Bupati menjanjikan, di akhir masa jabatannya bersama Wabup H Inayatullah, konektivitas jalan sudah 75 persen selesai. Dengan baiknya konektivitas jalan, maka akan memberikan dampak baik pada masyarakat.

 

Dibidang pendidikan, masih banyak anak putus sekolah. Maka, Pemkab Muratara berfokus pada membangun pola pikir masyarakat tentang arti penting pendidikan, dan pembangunan karakter pendidikan.

 

“Kita juga fokus pada harapan hidup, terus mengkampanyekan hidup sehat, termasuk puskesmes, mengecek ibu hamil dengan alat USG langsung ke desa – desa” kata Bupati.

 

Ditambahkan Bupati, Pemkab Muratara terus berfokus pada pengembangan objek wisata danau Rayo, Bukit Layang dan Goa Napallicin, serta pola fikir masyarakat dalam memanfaatkan objek wisata.

 

“Kita harapkan pihak TNI bisa membantu, kalau bisa ada perlakuan khusus untuk kabupaten Muratara, seperti mengajukan pos anggaran khusus bantuan daerah tertinggal” kata Devi.

 

Tenaga Ahli TK III Kasad Bidang Ekkudag TNI-AD Mayjen TNI Bambang Supardi menyampaikan, diperlukan kreativitas dan kerja keras, ditambah pula harus adanya kebijakan khusus untuk menghilangkan status daerah tertinggal.

 

Dia berjanji, akan mendiskusikan lebih lanjut bersama Pemkab Muratara. Untuk mendapatkan empati dari kementerian terkait untuk membantu Pemkab Muratara.

 

“Tetap semangat, program Bupati dan Wabup sangat bagus. OPD dan masyarakat harus mendukung penuh, agar Kabupaten Muratara bisa terlepas dari status daerah tertinggal” kata Mayjen TNI Bambang Supardi.

 

Jurnalis : A.Majid

 

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA