-->

IKLAN

Jadi Basis Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Muratara Fokus di 4 Komoditas Unggulan

06 Desember 2022, 19:52 WIB Last Updated 2022-12-06T12:52:19Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Utara Ade Meiri menjelaskan ada empat komoditas yang menjadi fokus kegiatan ketahan pangan di tahun 2023


 

MURATARA MSM.COM – Ada empat komoditas yang menjadi fokus kegiatan ketahanan pangan di tahun 2023 mendatang.

 

Empat komoditas tersebut adalah bawang merah, jagung, padi dan cabai merah. Keempat komoditas itu, merupakan komoditas unggulan.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Muratara Ade Meiri menyebut, empat komoditas itu, menjadi basis ketahanan pangan dan gerakan Sumsel mandiri pangan (GSMP).

 

“Tujuannya mengatasi dampak resesi ekonomi serta untuk mengoptimalisasi lahan terlantar supaya lebih produktif” kata Ade Meiri, Selasa (6/12/2022).


BACA JUGA : 

Medco E&P Grissik Serahkan Beasiswa Bagi 360 Mahasiswa dan Guru Honorer

.

Lantaran menjadi komoditas unggulan, Pemkab Muratara pada tahun ini, sampai 2023 mendatang, memfokuskan kegiatan ketahanan pangan pada empat komoditas bawang merah, jagung, padi dan cabai merah.

 

Rencananya pada 2023, kata Ade Meiri, ada 20 hektar lahan terlantar di Kecamatan Rawas Ulu yang akan ditanami komoditas bawang.

 

Ade Meiri mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Muratara sudah menggarap ratusan hektar lahan agar lebih produktif, di sepanjang tahun 2022 ini, yang tersebar di lima kecamatan.


BACA JUGA : 

Pemkab Muratara Gelar Desiminasi Kasus Stunting

 

Masing – masing 5 hektar lahan bawang merah, dan 100 hektar jagung di tiga kecamatan, yakni kecamatan Nibung, Rawas Ulu dan Karang Jaya.

 

Ditambah 10 hektar cabai merah, padi pembukaan lahan seluas 90 hektar di Kecamatan Ulu Rawas, Rawas Ulu, Nibung dan Kecamatan Rupit.

 

“Nah, lahan sawah tidur dimanfaatkan untuk dikelola kembali. Soalnya lahan sawah tidur ada sekitar 3 ribu hektar. Sementara yang sudah dibuka baru sekitar 90 hektar” terangnya.

 

Ditargetkan, optimalisasi pertama di tahun depan, untuk lahan produktif. Hal ini untuk mencapai peningkatan Indeks Penanaman (IP) dari 100 menjadi 200.

 

Jurnalis : A.Majid

 

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA