-->

IKLAN

IKLAN

Nilai Bahan Bangunan Bedah Rumah di Pulau Kidak Diduga Tak Sesuai, Warga Mengeluh

mediasinarmuratara
23 Januari 2023, 20:46 WIB Last Updated 2023-01-23T23:37:02Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Salah satu bangunan bantuan bedah rumah warga Desa Pulau Kidak Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara


 

 

MURATARA MSM.COM – Sejumlah warga penerima bantuan bedah rumah di Desa Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara, mengeluhkan soal bahan bangunan yang mereka terima untuk pengerjaan bedah rumah.

 

Mereka menduga, bahan bangunan bedah rumah tidak sesuai dengan besarnya dana yang dianggarkan untuk satu unit bedah rumah. Nilai bahan bangunan yang mereka terima, lebih kecil dari nilai dana yang seharusnya.

 

Salah seorang warga Desa Pulau Kidak yang enggan disebutkan namanya menilai, bantuan bedah rumah tersebut sudah tepat sasaran. Namun, ia mengeluhkan nilai bahan bangunan yang kurang sesuai.

 

Dia menuturkan, bantuan bedah rumah di desa Pulau Kidak sebanyak 13 titik, dengan luas bangunan 4 x 6 meter persegi. Total dana yang dianggarkan untuk bedah rumah perunit sebesar Rp. 20 juta.


BACA JUGA  :

 

Sementara, bahan bangunan untuk satu unit bedah rumah yang ia terima hanya berupa 26 sak semen, 2 kodi seng sebanyak 40 keping, 4.200 batu bata, Koral dan pasir 5 meter kubik,

 

Besi behel 8 inc sebanyak 7 batang, besi behel 10 inc 16 batang, 1 buah kusen pintu, 2 buah kusen jendela, paku seng 2 kilogram, paku lain 2 kilogram, kawat ikat 1 kilogram, watapel 1 buah, kunci ensil pintu 2 set.

 

“Ditambah upah tukang sebesar Rp. 2,5 juta, itupun dipotong Rp. 3 ratus ribu. Warga penerima bantuan bedah rumah mengeluh, soalnya mereka merasa bahan bangunan yang diberikan kurang dari Rp. 20 juta” ujarnya, Jumat (20/1/2023).

 

Salah seorang yang mengerjakan bangunan bedah rumah, mengaku prihatin dengan keluhan warga penerima bantuan bedah rumah tersebut.


BACA JUGA  :

 

“Saya selaku tukang yang mengerjakan bantuan bedah rumah untuk membantu mereka. Saya merasa kasihan, karena ekonomi mereka benar – benar dibawah standar. Seharusnya, jangan dipotong hak mereka” imbuhnya.

 

Berdasarkan perhitungannya, bahan bangunan untuk mengerjakan satu unit bedah rumah  tidak lebih dari Rp. 13 juta. Jika ditambah upah pengerjaan bedah rumah Rp. 2,5 juta, total baru 15,5 juta.

 

“Masih ada sisa Rp. 4,5 juta dari Rp. 20 juta tersebut. Sisa uang tersebut kan bisa untuk menyelesaikan pembuatan WC dan menambah upah pengerjaan” katanya.

 

Iken warga Desa Pulau Kidak yang dipercaya membantu menyerahkan bahan bangunan kepada penerima bantuan bedah rumah mengaku, dirinya hanya membantu menyerahkan saja bahan bangunan kepada warga penerima.

 

“Saya cuma membantu, soalnya Kades lama tidak menjabat lagi. Sedangkan bantuan ini adalah bantuan pada masa Kades lama, kan tidak mungkin Kades lama mengurus bantuan ini. Maka, diserahkan ke saya, saya juga tidak dapat gaji dari kegiatan ini” tuturnya.

 

Menurutnya, apa yang diserahkan dari atas ke dirinya, itulah yang ia sampaikan kepada penerima bantuan bedah rumah.

 

“Untuk upah pengerjaan rumah itu sebesar Rp. 2,5 juta, dibayar setelah pekerjaan selesai. Itu Cuma saya potong sesuai dengan apa yang mereka pinjam dari saya” katanya.

 

“Saya pernah menyampaikan kepada warga penerima bantuan, kalau mereka mau mengambil sendiri ke Lubuklinggau silahkan. Tapi, kalau saya yang mengambil ke Lubuklinggau tentu ada ongkos pengangkutan” tukasnya. (008)

baca berita lainnya di google news

 

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA