-->

IKLAN

IKLAN

Pembangunan Penahan tebing Sungai Rawas di Kelurahan Muara Rupit Diduga Dikerjakan Asal-Asalan. Aktivis Minta Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Lakukan Pengecekan

mediasinarmuratara
29 Maret 2026, 10:16 WIB Last Updated 2026-03-29T03:16:24Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Pembangunan proyek penahan tebing sungai Rawas di Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit menelan anggaran Rp. 12 Milyar


 

MURATARA  MSM.COM -  Fantastis. Pembangunan proyek penahan tebing sungai Rawas di kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara propinsi sumatera selatan menelan anggaran Rp. 12 milyar.

 

Menariknya walaupun anggaran yang dikucurkan belasan milyar proyek tersebut terkesan diduga dikerjakan Asal-Asalan. Dugaan ini menguat setelah dikerjakan material penahan tebing sungai rawas tersebut sudah banyak yang rusak.

 

Kerusakan itu menuai sorotan dari aktivis Muratara. Seperti diungkapkan seorang aktivis Muratara, Hikmi Wahyudi, diunggah di laman  grup FB Rupit Rawas Comunity, Sabtu (28/3/2026).

 

Disana Hikmi Wahyudi meminta Kejaksaan Negeri Lubuklinggau turun ke Kabupaten Musi Rawas Utara untuk mengecek pembangunan penahan tebing sungai rawas di Kelurahan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara.

 

"Kejaksaan Negeri Lubuklinggau harus turun ke Musi Rawas Utara untuk mengecek pembangunan penahan tebing sungai,rawas "pintanya.

 

Karena menurutnya pembangunan penahan tebing sungai rawas tersebut dikerjakan asal-asalan tanpa pertimbangan kontruksi yang kokoh.

 

" Pembangunan diduga tanpa pertimbangan kontruksi yang kokoh terkesan asal jadi,"ucapnya.

 

Masih katanya proyek yang dikerjakan dengan anggaran Rp. 12 milyar lebih yang dibidangi oleh BPBD Musi Rawas Utara dan dikerjakan oleh CV DJA asal Palembang sudah banyak yang hancur. (**)


baca berita lainnya di google news

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA