![]() |
| Polda Sumsel menjamin keamanan penuh bagi umat Kristiani yang menjalankan Jumat Agung atau peringatan Wafatnya Yesus Kristus di seluruh wilayah Bumi Sriwijaya |
PALEMBANG MSM.COM — Kepolisian Daerah Sumatera
Selatan (Polda Sumsel) menjamin keamanan penuh bagi umat Kristiani yang
menjalankan ibadah Jumat Agung atau peringatan Wafatnya Yesus Kristus di
seluruh wilayah Bumi Sriwijaya. Dengan mengerahkan ribuan personel gabungan,
Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelayan
masyarakat yang memastikan hak beribadah setiap warga negara terpenuhi tanpa
rasa was-was. Komitmen ini diwujudkan dengan menerjunkan sebanyak 2.671
personel gabungan, yang terdiri dari 2.425 anggota Polri dan 246 personel TNI,
untuk mengawal ketat 404 titik gereja yang tersebar di 17 kabupaten dan kota
se-Sumatera Selatan.
Kehadiran
pimpinan kepolisian di tengah jemaat terlihat nyata pada Jumat (03/04/2026)
melalui aksi monitoring langsung oleh para Kapolres jajaran. Kapolrestabes
Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, meninjau langsung pengamanan
di Gereja Santo Yoseph serta Gereja Katedral Santa Maria Palembang guna
memastikan setiap aspek keamanan berjalan optimal. Langkah serupa dilakukan
oleh Kapolres Banyuasin, AKBP Risnan Aldino, yang menyisir sejumlah rumah
ibadah dari Kelurahan Seterio hingga Kecamatan Betung, serta Kapolres Musi
Rawas, AKBP Agung Adhitya Pranata, yang memimpin pengamanan di wilayah
Tugumulyo demi menjamin kekhusyukan jemaat yang tengah beribadah.
Skala
pengamanan ini terdistribusi secara merata di berbagai wilayah hukum untuk
memastikan tidak ada celah bagi gangguan kamtibmas. Sebagai gambaran, di
wilayah Kota Palembang disiagakan 510 personel untuk mengawal 64 gereja,
sementara di Kabupaten Banyuasin terdapat 171 personel yang menjaga 47 titik
ibadah. Di wilayah lain seperti Ogan Komering Ilir (OKI), sebanyak 122 personel
dikerahkan untuk 41 gereja, dan di Muara Enim diterjunkan 230 personel guna
mengamankan 27 lokasi ibadah. Strategi penguatan ini merupakan bagian dari
Operasi Pengamanan Perayaan Ibadah Paskah 2026 yang berlangsung selama empat
hari, mulai dari Kamis Putih hingga Minggu Paskah mendatang.
Dalam
pelaksanaannya, Polri mengedepankan tindakan preemtif dan preventif dengan cara
bertindak yang sangat humanis serta persuasif. Sebelum rangkaian ibadah
dimulai, Tim Jibom dari Sat Brimob Polda Sumsel telah melakukan sterilisasi
menyeluruh di setiap sudut gereja untuk memastikan lokasi benar-benar aman dari
benda berbahaya. Personel yang bertugas di lapangan pun tampil dengan rompi
warna hijau agar mudah dikenali jemaat yang memerlukan bantuan, menunjukkan
sisi kepolisian yang siaga namun tetap dekat dengan masyarakat. Selain itu,
petugas dilarang menggunakan senjata api tanpa perintah khusus pimpinan untuk
menghindari kesan intimidatif dan menjaga kesucian suasana ibadah.
Di
luar pengamanan area gereja, petugas kepolisian juga sibuk memberikan pelayanan
publik lainnya, mulai dari pengaturan arus lalu lintas oleh Satgas
Kamseltibcarlantas guna mencegah kemacetan, hingga penyediaan tim medis dari
Dokkes Polri bagi jemaat yang membutuhkan pertolongan kesehatan darurat.
Melalui sinergi lintas sektoral dan pendekatan yang melayani ini, Polda Sumsel
bertekad merawat toleransi dan menjaga predikat Sumatera Selatan sebagai
wilayah zero conflict. Kehadiran Polri di setiap gerbang gereja menjadi bukti
nyata bahwa negara senantiasa hadir untuk mendampingi masyarakat, memastikan
kedamaian dan kerukunan umat beragama tetap terjaga di Bumi Sriwijaya.
baca berita lainnya di google news
