![]() |
| Polda Sumsel memperkuat kemanan nasional sekaligus menjamin kebebasan beragama melalui pengamanan ketat rangkaian ibadah Jumat Agung 2026 di seluruh wilayah Sumsel |
PALEMBANG MSM.COM — Polda Sumatera Selatan
memperkuat stabilitas keamanan nasional sekaligus menjamin kebebasan beragama
melalui pengamanan ketat rangkaian ibadah Jumat Agung 2026 di seluruh wilayah
Sumatera Selatan. Langkah ini merupakan implementasi nyata kebijakan Kapolri
Listyo Sigit Prabowo dalam mendukung agenda pemerintah menjaga toleransi dan
kondusivitas nasional.
Kapolda
Sumsel, Sandi Nugroho, memastikan kehadiran negara melalui jajaran kepolisian
untuk memberikan rasa aman kepada umat Kristiani yang menjalankan ibadah
peringatan Wafatnya Yesus Kristus.
Pengamanan
berskala besar ini melibatkan sebanyak 2.671 personel gabungan yang terdiri
dari 2.425 anggota Polri dan 246 personel TNI. Seluruh personel tersebut
disiagakan untuk mengamankan 404 gereja yang tersebar di 17 kabupaten dan kota
se-Sumatera Selatan pada Jumat (3/4/2026).
Monitoring
langsung dilakukan oleh para pejabat utama kewilayahan guna memastikan seluruh
prosedur pengamanan berjalan optimal. Kapolrestabes Palembang, Sonny Mahar Budi
Adityawan, meninjau langsung situasi di sejumlah gereja besar, sementara
Kapolres jajaran turut memimpin pengamanan di wilayah masing-masing.
Pengamanan
ini merupakan bagian dari Operasi Pengamanan Perayaan Paskah 2026 yang
berlangsung selama empat hari, mulai dari Kamis Putih hingga Minggu Paskah. Di
Kota Palembang sendiri, sebanyak 510 personel disiagakan untuk mengamankan 64
gereja, sementara wilayah lain seperti Banyuasin dan Musi Rawas juga
mengerahkan ratusan personel sesuai kebutuhan wilayah.
Dalam
pelaksanaannya, Polda Sumsel mengedepankan langkah preemtif dan preventif
secara humanis sesuai prinsip Presisi Polri. Tim Jibom dari Sat Brimob Polda
Sumsel melakukan sterilisasi di setiap gereja sebelum ibadah dimulai guna
mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Selain
itu, personel di lapangan juga memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat,
termasuk pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi ibadah serta dukungan layanan
kesehatan dari tim medis. Pendekatan ini memastikan tidak hanya keamanan,
tetapi juga kenyamanan jemaat selama beribadah.
Kapolrestabes
Palembang menegaskan bahwa seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis
dalam bertugas.
“Kami
hadir sebagai pelayan dan pelindung masyarakat. Pengamanan dilakukan secara
maksimal tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah,” ujarnya.
Sementara
itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan
bahwa pengamanan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga
stabilitas nasional.
“Sinergi
TNI-Polri dalam pengamanan ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk
menjamin kebebasan beragama dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,”
tegasnya.
Dengan
kesiapan personel dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Polda Sumatera
Selatan optimistis rangkaian ibadah Jumat Agung dan Paskah 2026 dapat
berlangsung aman, damai, dan penuh toleransi.
Pengamanan
ini sekaligus memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai wilayah yang kondusif
dan dikenal dengan predikat zero conflict, sehingga mendukung keberlanjutan
pembangunan daerah dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
baca berita lainnya di google news
