![]() |
| Polda Sumsel melalui jajaran Polres Prabumulih merespon cepat laporan masyarakat terkait temuan jenazah seorang pria di RS Bunda |
PRABUMULIH MSM.COM —
Polda Sumatera Selatan melalui jajaran Polres Prabumulih merespons cepat
laporan masyarakat terkait temuan jenazah seorang pria di RS AR Bunda, Selasa,
28 April 2026.
Laporan
diterima melalui layanan Call Center 110 sekitar pukul 05.00 WIB dan langsung
ditindaklanjuti oleh piket fungsi kepolisian. Personel SPKT, Reskrim, serta Tim
Identifikasi segera bergerak ke lokasi guna melakukan penanganan awal secara
profesional.
Korban
diketahui berinisial M (62), seorang petani yang berdomisili di Kelurahan
Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur. Berdasarkan hasil penyelidikan awal,
korban sebelumnya tengah menjalani perawatan medis pasca-operasi di ruang rawat
inap Ibnu Sina sejak beberapa hari sebelumnya.
Peristiwa
pertama kali diketahui oleh saksi YH (44), yang merupakan anak korban, saat
mendapati tempat tidur korban dalam kondisi kosong. Setelah dilakukan
pencarian, saksi menemukan pintu kamar mandi dalam keadaan terkunci dari dalam.
Pihak rumah sakit kemudian berkoordinasi dengan kepolisian untuk penanganan
lebih lanjut.
Setibanya
di lokasi, petugas langsung melakukan sterilisasi tempat kejadian perkara
(TKP), pemasangan garis polisi, serta olah TKP secara menyeluruh. Tim
Identifikasi turut mengamankan barang bukti berupa satu helai kain batik guna
mendukung proses penyelidikan.
Kapolres
Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa
respons cepat merupakan prioritas utama dalam setiap laporan masyarakat.
“Kami
memastikan setiap laporan yang masuk melalui Call Center 110 ditindaklanjuti
secara cepat, tepat, dan sesuai SOP. Penanganan dilakukan secara profesional
untuk memberikan kepastian kepada masyarakat,” ujar Bobby.
Sementara
itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya,
S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya transparansi dalam setiap penanganan
peristiwa.
“Kami
memastikan proses identifikasi berjalan profesional dengan dukungan semua
pihak. Kami juga mengapresiasi masyarakat yang memanfaatkan layanan 110 sebagai
sarana pelaporan cepat,” ungkap Nandang.
Kepolisian
juga telah memfasilitasi proses administrasi penyerahan jenazah kepada pihak
keluarga. Berdasarkan surat pernyataan resmi, keluarga korban menolak dilakukan
autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.
Saat
ini, situasi di lokasi kejadian telah kembali kondusif. Kepolisian memastikan
seluruh tahapan penanganan dilakukan sesuai prosedur guna menjaga kepercayaan
publik terhadap pelayanan Polri.
baca berita lainnya di google news
