![]() |
| Polda Sumsel menggelar konferensi pers terkait perkembangan proses identifikasi korban kecelakaan maut Bus ALS di jalur lintas sumatera kabupaten Muratara |
PALEMBANG MSM.COM — Polda Sumatera Selatan menggelar konferensi
pers terkait perkembangan proses identifikasi korban kecelakaan maut Bus ALS di
jalur Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), sebagai bentuk
transparansi dan akuntabilitas publik dalam penanganan musibah nasional yang
menjadi perhatian luas masyarakat.
Konferensi
pers yang berlangsung di Mapolda Sumsel, Palembang, pada Jumat, 15 Mei 2026,
memaparkan keberhasilan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dalam
mengidentifikasi jenazah korban melalui metode pemeriksaan DNA secara ilmiah,
rigid, dan profesional.
Kecelakaan
tragis antara Bus ALS dan truk tangki tersebut terjadi di Jalan Lintas
Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, pada Rabu, 6 Mei 2026. Peristiwa tersebut
mengakibatkan 19 korban meninggal dunia, dengan rincian 17 korban meninggal di
lokasi kejadian dan dua korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan
medis di Rumah Sakit Bhayangkara M. Hasan Palembang.
Sejak
8 Mei 2026, tim gabungan dari Pusdokkes Polri bersama Bid Dokkes Polda Sumatera
Selatan bekerja intensif melakukan proses identifikasi terhadap seluruh korban.
Pemeriksaan dilakukan melalui pencocokan sampel DNA post mortem dari jenazah
dengan DNA ante mortem milik keluarga korban.
Dari
hasil pemeriksaan tersebut, sebanyak 11 jenazah tambahan berhasil
diidentifikasi secara medis dan legal melalui analisis profil DNA. Dengan
demikian, total korban yang telah berhasil diidentifikasi hingga saat ini
mencapai 14 orang.
Dalam
proses identifikasi, tim DVI menemukan fakta bahwa dari total 16 kantong
jenazah yang dievakuasi dari lokasi kejadian, terdapat 17 jenazah karena adanya
bagian tubuh berbeda yang berada dalam satu kantong jenazah. Kondisi tersebut
membuat proses identifikasi membutuhkan ketelitian dan standar pemeriksaan
forensik tingkat tinggi.
Saat
ini, tiga jenazah lainnya masih dalam proses pemeriksaan lanjutan di
laboratorium DNA guna memastikan akurasi pencocokan data sebelum identitas
resmi diumumkan kepada pihak keluarga.
Kepala
Biro Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Dr. dr.
Sumy Hastry Purwanty, DFM., Sp.FM., menegaskan bahwa seluruh proses
identifikasi dilakukan sesuai standar ilmiah forensik internasional untuk
memastikan ketepatan data identitas korban.
“Kami
menerima sampel DNA post mortem dan ante mortem untuk dilakukan analisis profil
DNA secara menyeluruh mulai dari ekstraksi, kuantifikasi, hingga pencocokan
akhir sebelum diterbitkan hasil pemeriksaan resmi,” jelas Brigjen Pol Dr. dr.
Sumy Hastry Purwanty, DFM., Sp.FM.
Wakapolda
Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa
kehadiran tim ahli dari Mabes Polri menunjukkan komitmen institusi dalam
memberikan kepastian informasi kepada keluarga korban secara profesional dan
humanis.
“Polda
Sumatera Selatan memastikan seluruh proses penanganan korban kecelakaan ini
dilakukan dengan standar operasional terbaik, mulai dari evakuasi,
identifikasi, hingga pemulangan jenazah kepada keluarga,” tegas Brigjen Pol
Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.
Kabid
Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.,
menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tersebut dan memastikan pelayanan
kepada keluarga korban menjadi prioritas utama.
“Kami
memastikan proses identifikasi berjalan secara transparan, akurat, dan
profesional. Polda Sumsel bersama seluruh unsur terkait terus memberikan
pelayanan terbaik kepada keluarga korban dalam proses identifikasi maupun
pemulangan jenazah,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Polda
Sumatera Selatan juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota
keluarga dalam insiden kecelakaan Bus ALS agar terus berkoordinasi dengan Posko
DVI di RS Bhayangkara Palembang guna membantu percepatan proses identifikasi.
Langkah
ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan kepastian informasi,
perlindungan kemanusiaan, dan penanganan profesi
baca berita lainnya di google news
