PALEMBANG MSM.COM — Polda Sumatera Selatan
kembali mempertegas pendekatan humanis Polri melalui program Jumat Curhat yang
digelar langsung bersama masyarakat di Masjid Ar-Rahman, Jalan Rimbo Mulyo,
Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Jumat, 8 Mei 2026.
Forum
dialog terbuka yang berlangsung usai salat Jumat berjamaah tersebut dipimpin
langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K.,
S.H., M.Hum., didampingi Wakapolda Sumsel, Irwasda Polda Sumsel, Pejabat Utama
Polda Sumsel, unsur Forkopimcam Sukarami, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta
warga Kelurahan Talang Betutu.
Berbeda
dengan forum formal pemerintahan, Jumat Curhat dikemas dalam suasana santai dan
setara, di mana masyarakat diberikan ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan
aspirasi secara langsung kepada pimpinan tertinggi kepolisian daerah. Forum ini
menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi yang menempatkan komunikasi dua
arah dan pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat sebagai fondasi pelayanan
publik.
Dalam
dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan strategis yang berkaitan
langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dan kualitas hidup lingkungan
sekitar.
Warga
bernama Muhammad Khadafi menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan
sosial yang telah diberikan Polda Sumsel kepada masyarakat Talang Betutu. Ia
berharap program bantuan dan pemberdayaan masyarakat dapat terus dilanjutkan
secara berkelanjutan serta tepat sasaran.
Kapolda
Sumsel merespons dengan menegaskan bahwa seluruh bantuan sosial dan program
kemasyarakatan akan terus dievaluasi agar benar-benar menyentuh masyarakat yang
membutuhkan. Kapolda juga memastikan seluruh aspirasi warga akan
ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan jajaran terkait.
Aspirasi
berikutnya disampaikan oleh Habibullah yang mengusulkan pemanfaatan kolam-kolam
masyarakat sebagai sarana budidaya ikan produktif guna mendukung program
ketahanan pangan berbasis komunitas. Menurutnya, potensi perikanan lokal dapat
menjadi sumber ekonomi tambahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan warga di
tingkat kelurahan.
Selain
itu, Habibullah juga menyoroti masih adanya kawasan permukiman yang mengalami
keterbatasan akses air bersih, khususnya saat musim kemarau.
Kapolda
Sumsel menyambut baik usulan tersebut dan menilai gagasan pemberdayaan kolam
ikan memiliki nilai strategis apabila dikelola secara berkelanjutan bersama
pemerintah daerah dan kelompok masyarakat.
“Kami
sangat terbuka terhadap gagasan masyarakat yang produktif seperti ketahanan
pangan berbasis kolam ikan. Yang penting konsep pengelolaannya jelas dan
berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka
panjang,” ujar Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.
Sementara
itu, warga lainnya, Adiansyah, menyampaikan keluhan terkait kondisi sejumlah
ruas jalan yang rusak serta minimnya penerangan jalan di beberapa titik
lingkungan permukiman. Kondisi tersebut dinilai mengganggu mobilitas warga dan
berpotensi memunculkan gangguan keamanan terutama pada malam hari.
Menanggapi
hal tersebut, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa persoalan infrastruktur juga
berkaitan erat dengan aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat. Karena itu,
seluruh masukan warga akan diteruskan kepada pemerintah daerah dan instansi
terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
Kapolda
juga meminta jajaran Bhabinkamtibmas, Kapolsek, dan Kapolres untuk terus aktif
menyerap informasi lapangan terkait kebutuhan masyarakat hingga tingkat RT dan
RW.
Program
Jumat Curhat dinilai memiliki nilai strategis sebagai bentuk intelijen sosial
modern, di mana kepolisian memperoleh gambaran nyata mengenai persoalan
masyarakat secara langsung dari lapangan. Pendekatan ini memperkuat fungsi
Polri bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga mitra sosial
masyarakat dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan warga.
baca berita lainnya di google news
