![]() |
| Polda Sumsel menginformasi penanganan intensif terhadap kecelakaan lalu lintas menonjol yang terjadi di Jalinsum Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Muratara |
PALEMBANG MSM.COM — Polda Sumatera Selatan
mengonfirmasi penanganan intensif terhadap kecelakaan lalu lintas menonjol yang
terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya,
Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Peristiwa kecelakaan ganda yang melibatkan
Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sebuah mobil tangki tersebut mengakibatkan
16 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka.
Kabid
Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan
bahwa insiden memilukan ini terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026, sekitar pukul 12.00
WIB. Saat ini, Polda Sumsel telah mengaktifkan Operasi Disaster Victim
Identification (DVI) Polri untuk mengidentifikasi jenazah para korban yang
sebagian besar mengalami luka bakar serius.
Kecelakaan
bermula saat Bus ALS dengan nomor polisi BK-7778-DL yang dikemudikan Alif (44)
melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi. Setibanya di lokasi kejadian, bus
diduga berupaya menghindari lubang jalan sehingga hilang kendali dan berbelok
ke jalur kanan. Pada saat bersamaan, muncul Mobil Tangki R6 Seleraya yang
dikemudikan Aryanto (49) dari arah berlawanan, sehingga tabrakan frontal tidak
terhindarkan dan memicu ledakan serta kebakaran hebat pada kedua kendaraan.
Berdasarkan
data terbaru dari tim di lapangan, total korban meninggal dunia berjumlah 16
orang, terdiri dari 14 penumpang bus serta pengemudi dan penumpang mobil
tangki. Selain itu, terdapat tiga korban luka berat yang saat ini dirawat
intensif di RSUD Rupit, serta satu orang kenek bus mengalami luka ringan.
Seluruh jenazah korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Bhayangkara Mohammad
Hasan Palembang untuk proses identifikasi oleh Tim DVI Polri.
Kapolres
Musi Rawas Utara AKBP Rendy Surya Aditama, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan
bahwa dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah
barang bukti di dalam bus yang menjadi perhatian penyidik. Temuan tersebut
meliputi tabung gas di bagasi, kursi kayu, mesin motor, hingga dua unit sepeda
motor yang berada di dalam dan di depan bus. Barang-barang ini diduga
memperparah dampak kebakaran saat ledakan terjadi.
Kombes
Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa Polda Sumsel berkomitmen penuh dalam
memberikan kepastian kepada keluarga korban melalui proses identifikasi yang
akurat. “Kami menyampaikan duka cita mendalam. Tim DVI Pusdokkes Polri bersama
ahli forensik dari Laboratorium DNA saat ini bekerja tanpa henti di RS
Bhayangkara untuk mengidentifikasi 16 kantong jenazah agar segera bisa
diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Nandang.
Penyidik
Satlantas Polres Muratara juga tengah mendalami faktor kelalaian dan kondisi
infrastruktur jalan di lokasi kejadian. Estimasi kerugian materiel akibat
hangusnya kedua kendaraan mencapai Rp500.000.000. Saat ini, kepolisian terus
berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran lalu lintas
di area tersebut dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Polda
Sumsel mengimbau kepada masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang
menumpang Bus ALS tersebut untuk segera melapor ke Posko DVI di RS Bhayangkara
Mohammad Hasan Palembang atau menghubungi nomor darurat yang telah disediakan.
DAFTAR
KORBAN SELAMAT:
1.
Jumiatun (35), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan
dirawat di RSUD Rupit.
2.
Ngadiono (44), penumpang bus asal Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan
dirawat di RSUD Rupit.
3.
Muhammad Fahrul Hubaidi (31), penumpang bus asal Tegal — mengalami luka bakar
dan dirawat di RSUD Rupit.
4. M.
Fadli bin Ibrahim (30), kenek bus asal Riau — mengalami luka lecet di kaki dan
tangan serta diamankan di Kantor Satlantas Polres Muratara.
⠀
DAFTAR
KORBAN MENINGGAL DUNIA (TERIDENTIFIKASI AWAL):
1.
Aryanto (49), pengemudi Mobil Tangki Seleraya, warga Lubuk Linggau.
2.
Martono (48), penumpang Mobil Tangki Seleraya, warga Desa Belani, Muratara.
3.
Alif (44), pengemudi Bus ALS, asal Jawa Tengah.
4. Saf
(50), kenek Bus ALS,
baca berita lainnya di google news
