![]() |
| Polda Sumsel terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung program prioritas nasional melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat |
PALEMBANG MSM.COM — Kepolisian Daerah Sumatera
Selatan terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung program prioritas
nasional melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satu
langkah nyata tersebut diwujudkan melalui audiensi antara Kapolda Sumatera Selatan
dengan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Sumatera Selatan yang berlangsung
di Ruang Delegasi Lantai II Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis, 4 Juni 2026.
Audiensi
yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi
Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. tersebut membahas berbagai agenda strategis yang
berkaitan dengan ketahanan pangan nasional, penguatan wawasan kebangsaan, bela
negara, serta upaya bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban
masyarakat di Sumatera Selatan.
Pertemuan
ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan nasional yang menempatkan
ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan bangsa. Dalam diskusi
tersebut, JKSN menyampaikan komitmennya untuk turut berkontribusi melalui
pemberdayaan pondok pesantren dan masyarakat sekitar dalam mendukung program
ketahanan pangan yang saat ini menjadi perhatian utama pemerintah.
Kapolda
Sumsel menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa pondok pesantren
memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan bangsa. Selain sebagai
pusat pendidikan keagamaan, pesantren juga memiliki potensi besar dalam
membangun kemandirian ekonomi masyarakat, memperkuat karakter kebangsaan, serta
menjadi benteng moral dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.
Kolaborasi
antara Polri dan kalangan pesantren dinilai memiliki nilai strategis yang tidak
hanya berdampak pada sektor keamanan, tetapi juga terhadap penguatan ketahanan
sosial masyarakat. Melalui sinergi yang baik antara ulama dan aparat negara,
berbagai program pembangunan dapat dijalankan secara lebih efektif hingga
menjangkau lapisan masyarakat paling bawah.
Selain
membahas ketahanan pangan, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya
penguatan wawasan kebangsaan dan pencegahan penyebaran paham radikalisme.
Pesantren dipandang memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai
moderasi, toleransi, persatuan, dan cinta tanah air kepada generasi muda
sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kapolda
Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menegaskan
bahwa sinergi antara ulama dan umara merupakan kekuatan besar dalam menjaga
stabilitas bangsa sekaligus mendukung keberhasilan program pemerintah.
“Program
ketahanan pangan yang melibatkan pondok pesantren sangat sejalan dengan program
pemerintah. Kami menyambut baik komitmen Jaringan Kiai Santri Nasional untuk
bersama-sama membangun ketahanan pangan, memperkuat wawasan kebangsaan, serta
menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sinergi antara ulama dan Polri merupakan
modal penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung pembangunan
nasional,” tegas Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho.
Sementara
itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol
Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kolaborasi dengan JKSN
merupakan bagian dari upaya Polri membangun kemitraan strategis dengan seluruh
komponen bangsa.
“Kami
berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat.
Melalui sinergi dengan para ulama, kiai, dan santri, kami optimistis program
ketahanan pangan, penguatan wawasan kebangsaan, serta pemeliharaan stabilitas
kamtibmas dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi
masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.
Ke
depan, Polda Sumatera Selatan bersama Jaringan Kiai Santri Nasional Sumatera
Selatan akan menindaklanjuti hasil audiensi melalui berbagai kegiatan pembinaan
masyarakat, edukasi kebangsaan, penguatan ketahanan pangan berbasis pesantren,
serta program-program kolaboratif lainnya yang mendukung pembangunan nasional.
baca berita lainnya di google news
