-->

IKLAN

IKLAN

Polda Sumsel Satukan Tokoh Lintas Agama dalam Doa Bersama Hari Bhayangkara ke-80, Forkopimda hingga Sultan Palembang Hadir

mediasinarmuratara
30 Juni 2026, 19:21 WIB Last Updated 2026-06-30T12:21:24Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menggelar Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat persatuan, kerukunan, serta sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di Bumi Sriwijaya

 

PALEMBANG MSM.COM — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menggelar Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat persatuan, kerukunan, serta sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di Bumi Sriwijaya. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., tersebut berlangsung di Gedung Presisi Lantai 7 Mapolda Sumsel, Selasa (30/6/2026), dan dihadiri sebanyak 367 peserta dari unsur Forkopimda, tokoh lintas agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan masyarakat.

 

Doa Bersama Lintas Agama menjadi salah satu rangkaian puncak Bulan Bakti Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema “80 Tahun Polri Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”. Kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan seluruh komponen bangsa dalam mendukung terpeliharanya keamanan, persatuan, dan keharmonisan sosial di Sumatera Selatan.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edwar Chandra, S.H., M.H., mewakili Gubernur Sumatera Selatan, Kapoksahli Pangdam II/Sriwijaya Brigjen TNI M. Junaedi, S.Sos., M.Si., mewakili Pangdam II/Sriwijaya, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Anton Delianto, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Tinggi Palembang Dr. Herdi Agusten, S.H., M.Hum., perwakilan Pengadilan Tinggi Agama Palembang, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, perwakilan BIN Daerah Sumatera Selatan, perwakilan Danrem 044/Garuda Dempo, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Palembang, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Sri Mulyono Herlambang, serta Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.

 

Kegiatan juga dihadiri para tokoh lintas agama yang mewakili umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, di antaranya Ustaz Amak Shahab, Pendeta Robert Simanjuntak, S.Th., Uskup Mgr. Dr. Yohanes Harun Yuwono, Tjik Harun, S.E., S.H., M.H., Dr. I Gusti Bagus Surya Negara, CFrA., C.A., serta J.S. Agus Zheng, S.T. Hadir pula Sultan Palembang Darussalam RM Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn., Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Sumatera Selatan, Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Ketua GP Ansor Sumatera Selatan, Ketua DPW LDII Sumatera Selatan, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, unsur perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serikat pekerja, pondok pesantren, anak yatim, serta jajaran personel Polda Sumatera Selatan.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dan sambutan Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa secara bergantian oleh para pemuka agama, penyerahan plakat sebagai bentuk apresiasi, foto bersama, serta mengikuti doa bersama nasional yang diselenggarakan secara serentak oleh Mabes Polri.

 

Pelaksanaan Doa Bersama Lintas Agama merupakan implementasi nyata nilai-nilai Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta Program Presisi Polri yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Kegiatan ini juga sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam memperkuat persatuan bangsa, memperkokoh toleransi, serta membangun ketahanan sosial sebagai modal utama menuju Indonesia Maju.


baca berita lainnya di google news

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA