![]() |
| Tim Pencegahan Satgaswil Sumsel Densus 88 Antiteror Polri menghadiri sekaligus memberikan sosialisasi pada kegiatan Piala RDPS Cup Kejuaraan Anggar Tingkat Nasional |
PALEMBANG MSM.COM — Tim
Pencegahan Satgaswil Sumatera Selatan Densus 88 Antiteror Polri menghadiri
sekaligus memberikan sosialisasi pada kegiatan Piala RDPS Cup Kejuaraan Anggar
Tingkat Nasional yang diselenggarakan bekerja sama dengan KONI Kota Palembang.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat upaya pencegahan paham
Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta kampanye stop
bullying di kalangan generasi muda.
Kegiatan
yang berlangsung di Kota Palembang tersebut diikuti oleh sekitar 200 atlet
anggar dari 19 provinsi di Indonesia. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IKASI
Indonesia H. Agus Suparmanto, Ketua Pengprov IKASI Sumatera Selatan Lukman
Ahmady, Staf Ahli Wali Kota Palembang H. Edison, Ketua KONI Kota Palembang
Anton Nurdin, serta Ketua Harian KONI Kota Palembang Ali Ruben.
Dalam
kegiatan tersebut, Tim Pencegahan Satgaswil Sumsel yang diwakili oleh Brigpol
Putra Yesa, S.H., M.H., dan Briptu Robby Saputra, S.H., menyampaikan sejumlah
materi terkait upaya pencegahan penyebaran paham radikal dan ekstremisme di
tengah masyarakat, khususnya generasi muda.
Materi
yang disampaikan meliputi dasar hukum pelaksanaan tugas pencegahan Densus 88 AT
Polri serta pentingnya memahami dan mengamalkan empat konsensus dasar bangsa
Indonesia sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu,
peserta juga diberikan pemahaman mengenai sarana penyebaran radikalisme,
sasaran aksi kelompok radikal, klaster ekstremisme berbasis kekerasan, hingga
faktor-faktor yang menyebabkan kalangan muda rentan terpapar paham tersebut.
Tim
Pencegahan Satgaswil Sumsel juga mengingatkan bahwa kelompok ekstremisme saat
ini terus mengembangkan berbagai modus baru dalam menyebarkan pengaruhnya.
Tidak hanya menyasar orang dewasa, namun juga mulai menargetkan anak-anak dan
remaja melalui berbagai platform digital, termasuk media sosial dan permainan
daring (game online).
Pada
kesempatan tersebut, tim juga menyoroti dampak negatif bullying yang tidak
hanya berpengaruh terhadap kondisi psikologis korban, tetapi juga dapat menjadi
celah yang dimanfaatkan kelompok radikal untuk melakukan pendekatan dan
perekrutan terhadap remaja yang sedang mengalami tekanan sosial.
Sebagai
bentuk pencegahan, Tim Pencegahan Satgaswil Sumsel mengapresiasi
terselenggaranya kejuaraan olahraga seperti RDPS Cup yang dinilai mampu menjadi
wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan prestasi, membangun
karakter, serta menjauhkan diri dari pengaruh negatif, termasuk perundungan dan
paham radikal.
Selain
itu, peran orang tua juga menjadi perhatian penting dalam sosialisasi tersebut.
Orang tua diharapkan lebih aktif mengawasi aktivitas dan pergaulan anak, baik
di lingkungan nyata maupun dunia digital, guna mencegah potensi paparan paham
ekstremisme sejak dini.
Secara
keseluruhan, kegiatan sosialisasi dan kehadiran Tim Pencegahan Satgaswil
Sumatera Selatan Densus 88 AT Polri pada Kejuaraan Anggar Tingkat Nasional RDPS
Cup berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini sekaligus
memperkuat sinergi antara aparat, organisasi olahraga, pemerintah daerah, dan
masyarakat dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap ancaman paham
Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme di wilayah Sumatera
Selatan.
Melalui
pendekatan edukatif dan kolaboratif seperti ini, Densus 88 AT Polri berkomitmen
untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam rangka menjaga kondusivitas
wilayah serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan demi terwujudnya Indonesia yang
aman, damai, dan harmonis.
baca berita lainnya di google news
