MUSI RAWAS MSM.COM — Polda Sumatera Selatan melalui Polres Musi Rawas
memperkuat langkah mitigasi dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
dengan mengembangkan inovasi berupa modifikasi kendaraan dinas operasional
menjadi armada respons cepat pemadaman.
Sebanyak 13 unit kendaraan roda empat dinas
operasional dimodifikasi dengan memasang toren atau tedmon air berkapasitas
besar. Inovasi tersebut memungkinkan kendaraan yang sehari-hari digunakan untuk
mendukung tugas kepolisian sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana pemadaman awal
ketika personel menemukan titik api di wilayah rawan Karhutla.
Peluncuran dan penyiagaan armada hasil modifikasi
tersebut berlangsung di wilayah hukum Polres Musi Rawas pada Selasa
(25/8/2026). Dari 13 unit kendaraan, sebanyak sembilan unit dialokasikan untuk
Polsek jajaran, dua unit untuk Satuan Lalu Lintas, serta masing-masing satu
unit untuk Satuan Binmas dan Satuan Sabhara.
Selain toren atau tedmon air, setiap kendaraan
dilengkapi mesin pompa air bertekanan tinggi dan selang pemadam. Polres Musi
Rawas juga menyiapkan 39 pasang sepatu bot bagi personel sebagai perlengkapan
pendukung ketika melaksanakan penanganan titik api di lapangan.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya
memperkuat kemampuan respons awal personel kepolisian terhadap potensi
Karhutla. Dengan sarana yang tersedia di satuan kewilayahan, personel
diharapkan dapat segera melakukan tindakan awal ketika menemukan titik api
sebelum kebakaran berkembang semakin luas.
Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta,
S.H., S.I.K., M.H., CPHR., mengatakan modifikasi kendaraan dilakukan sebagai
langkah proaktif untuk mempercepat respons personel di lapangan.
“Kami mengubah kendaraan dinas harian menjadi armada
pemadam taktis agar personel di lapangan bisa langsung mengambil tindakan
pertama sebelum api membesar dan merugikan masyarakat,” ujar AKBP Agung Adhitya
Prananta, S.H., S.I.K., M.H., CPHR.
Menurutnya, keberadaan armada tersebut di tingkat
Polsek juga diharapkan memperpendek waktu respons ketika terjadi titik api di
wilayah yang jauh dari sumber sarana pemadaman.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat kesiapsiagaan
jajaran Polres Musi Rawas dalam menghadapi potensi Karhutla, terutama pada
wilayah yang memiliki karakteristik lahan dan akses yang membutuhkan respons
cepat.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol.
Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengapresiasi inovasi yang dilakukan
jajaran Polres Musi Rawas sebagai bagian dari penguatan upaya pencegahan
Karhutla.
“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah
demi kesejahteraan masyarakat. Inovasi seperti ini menunjukkan bagaimana sumber
daya yang dimiliki kepolisian dapat dioptimalkan untuk memperkuat pencegahan
dan memberikan respons cepat terhadap potensi Karhutla,” ujar Kombes Pol.
Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Ia menambahkan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan
kesiapan sejak tingkat kewilayahan. Karena itu, penguatan sarana, kesiapan
personel, deteksi dini serta koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah dan
masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran meluas.
Keberadaan armada respons cepat tersebut diharapkan
dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi
risiko meluasnya kebakaran yang dapat berdampak terhadap lingkungan, kesehatan,
aktivitas masyarakat dan sektor perekonomian.
Polda Sumsel bersama jajaran akan terus
mengoptimalkan langkah pencegahan dan mitigasi Karhutla melalui penguatan
sarana prasarana, kesiapan personel, deteksi dini serta sinergi lintas sektor.
Inovasi Polres Musi Rawas melalui pemanfaatan 13
kendaraan dinas tersebut menjadi salah satu bentuk adaptasi kepolisian terhadap
tantangan Karhutla, sekaligus memperkuat kehadiran Polri dalam memberikan
perlindungan kepada masyarakat dan menjaga lingkungan di wilayah Sumatera
Selatan.
baca berita lainnya di google news
