BANYUASIN MSM.COM — Polda Sumatera Selatan melalui Polres Banyuasin
terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di
wilayah Kabupaten Banyuasin. Berdasarkan data penanganan terkini, dari total
lahan terbakar seluas 26,5 hektare, sebanyak 16,5 hektare telah berhasil
dipadamkan, sementara sekitar 10 hektare masih dalam proses penanganan.
Personel di lapangan terus melakukan penyisiran,
pemadaman dan pendinginan pada area terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk
memastikan api maupun bara yang masih tersisa dapat ditangani secara menyeluruh
sekaligus mencegah munculnya kembali titik api.
Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si.
mengatakan personel akan terus berada di lapangan hingga seluruh area terdampak
dapat dikendalikan dan dipastikan aman.
“Saat ini pemadaman dan pendinginan terus dilakukan.
Dari luas lahan terbakar 26,5 hektare, sebanyak 16,5 hektare sudah berhasil
dipadamkan. Penanganan terhadap sekitar 10 hektare sisanya terus kami
maksimalkan, termasuk melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara api
yang berpotensi kembali menyala,” ujar Risnan.
Menurutnya, proses pendinginan menjadi tahapan
penting setelah pemadaman karena pada kondisi tertentu bara api masih dapat
tersimpan di bawah permukaan. Karena itu, personel terus melakukan pembasahan
dan pengecekan berulang terhadap area yang telah dipadamkan.
“Kami tidak hanya mengejar api padam, tetapi
memastikan lokasi benar-benar dingin dan aman. Personel akan terus bekerja dan
melakukan pemantauan agar kebakaran tidak kembali muncul maupun meluas ke
wilayah lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan
Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa jajaran Polda
Sumsel terus mengoptimalkan seluruh tahapan penanganan karhutla, mulai dari
pemadaman hingga pendinginan dan pemantauan pascapemadaman.
“Penanganan tidak berhenti ketika api sudah padam.
Pendinginan dan pengecekan kembali harus dilakukan untuk memastikan tidak ada
bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Seluruh jajaran terus
dimaksimalkan agar karhutla dapat segera dikendalikan,” ujar Nandang.
Polda Sumatera Selatan juga mengimbau masyarakat
untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat
diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun
kepulan asap di lingkungan sekitar.
Upaya pemadaman, pendinginan dan penyisiran di
wilayah Banyuasin akan terus dilakukan hingga seluruh area terdampak dipastikan
aman. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Sumsel dalam
memberikan respons cepat terhadap karhutla, melindungi masyarakat, mencegah
meluasnya kebakaran serta meminimalkan dampak asap terhadap lingkungan.
baca berita lainnya di google news
