JAKARTA MSM.COM - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan perluasan pendaftaran tanah melalui
Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP) periode
2025-2029. Dengan dukungan Bank Dunia, program tersebut menjadi bagian dari
upaya Kementerian ATR/BPN memberikan kepastian hukum hak atas tanah masyarakat.
“Dengan target
pendaftaran tanah sistematis seluas 4,8 juta hektare, kita dapat melihat bahwa
ILASPP memiliki cakupan dan dampak yang sangat besar. ILASPP merupakan
investasi yang sangat berharga bagi kita semuanya dalam pembangunan menjadi
fondasi tata kelola pertanahan dan tata ruang, khususnya dalam jangka yang
panjang,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, dalam
Kick-Off Meeting Implementation Support Mission ILASPP, di Kementerian ATR/BPN,
Jakarta pada Senin (26/10/2026).
Dalam pelaksanaannya,
ILASPP turut melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk
Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian Dalam Negeri. Untuk mencapai
target pendaftaran tanah pada periode yang ditentukan, Kementerian ATR/BPN
memprioritaskan integrasi data pertanahan dan tata ruang serta modernisasi
sistem informasi. Kedua hal ini diperlukan agar informasi dari berbagai
instansi terkait dapat saling terhubung dan mendukung pengambilan keputusan
yang lebih akurat.
"Keberhasilan
proyek sangat ditentukan oleh kuatnya komitmen pemerintah, efektivitas
kelembagaan, kemudian kualitas koordinasi di antara seluruh pihak yang
terlibat. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui dukungan yang nyata, baik
dalam bentuk kebijakan, penguatan organisasi pelaksana, penyediaan sumber daya
manusia, maupun percepatan pengambilan keputusan,” tutur Sekjen ATR/BPN.
Melalui ILASPP,
Kementerian ATR/BPN mengarahkan pembenahan administrasi pertanahan dan tata
ruang agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Hasil proyek
ILASP ini diharapkan tidak hanya memenuhi target kegiatan, namun bisa mendukung
kepastian hukum hak atas tanah dan penyelenggaraan tata ruang yang lebih
terintegrasi untuk menunjang pembangunan berkelanjutan.
Adapun dalam Kick-Off
Meeting Implementation Support Mission ILASPP ini, hadir langsung, Willem van
der Muur sebagai Land Tenure Specialist pada World Bank’s Urban, Resilience and
Land Global Practice. Pertemuan ini juga diikuti secara daring dan luring oleh
Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang, Virgo Eresta Jaya,
serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama.
baca berita lainnya di google news
