-->

IKLAN

IKLAN

​ Pemerintah Kabupaten Muratara Imbau Warga Waspadai Penularan TBC, Perlindungan Anak Jadi Prioritas

mediasinarmuratara
09 Oktober 2026, 14:14 WIB Last Updated 2026-10-09T07:14:01Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penularan penyakit Tuberkulosis (TBC) di lingkungan keluarga


MURATARA MSM.COM — Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penularan penyakit Tuberkulosis (TBC) di lingkungan keluarga. Imbauan ini disampaikan langsung oleh Bupati Muratara H devi suhartoni  melalui akun media sosial resminya pada Jumat (9/10/2026).

​

 

Bupati muratara devi suhartoni  menyampaikan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang memerlukan perhatian serius dan penanganan tepat, terutama guna melindungi kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak.


​"Bagi masyarakat semua, hati-hati di lingkungan keluarga yang terkena TBC karena ini penyakit menular," ujar Bupati dalam pesannya.


​Dalam rilis imbauan tersebut, Pemkab Muratara menekankan beberapa langkah pencegahan harian yang harus diterapkan oleh penderita TBC maupun anggota keluarga:


* Penggunaan Alat Makan Terpisah: Penderita TBC diimbau untuk tidak bergantian memakai sendok, piring, dan gelas dengan anggota keluarga lainnya.

* ​Etika Batuk: Penderita wajib menutup mulut saat batuk guna mencegah percikan Droplet menular ke lingkungan sekitar.

* ​Aturan Saat di Rumah Sakit: Saat berkunjung atau berobat ke rumah sakit, warga dilarang membawa anak-anak masuk ke area ruang isolasi TBC.

* ​Perlindungan Terhadap Anak dan Bayi: Keluarga, kakek-nenek, maupun kerabat diminta tidak mengusel (mencium area wajah/mulut) bayi dan anak kecil. Bupati menyebutkan telah ada laporan indikasi anak-anak di wilayah Muratara yang terinfeksi TBC akibat Kontak erat.

​

 

Guna menekan angka penularan, Pemkab Muratara bergerak cepat dengan menginstruksikan seluruh Puskesmas di wilayah Muratara untuk melakukan pemetaan intensif.


​"Kami pemerintah akan terus berusaha mencegah. Sekarang Puskesmas saya minta laporan langsung mengenai desa mana yang paling banyak kasus TBC beserta data keluarganya, agar penularan tidak makin meluas," tegas Bupati

​

Masyarakat yang mengalami gejala batuk berkepanjangan dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat agar bisa mendapatkan fasilitas pengobatan TBC secara gratis hingga sembuh.


baca berita lainnya di google news

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA