PALEMBANG MSM.COM — Polda Sumatera Selatan memperkuat kesiapsiagaan
dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui
Rapat Koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera
Selatan. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Dr. H.
Herman Deru, S.H., M.M., tersebut berlangsung di Ruang VIP Bandara Sultan
Mahmud Badaruddin II Palembang, Kamis (22/10/2026), mulai pukul 11.00 WIB
hingga selesai.
Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk
menyelaraskan langkah lintas sektor dalam mengantisipasi potensi karhutla,
memperkuat mitigasi dini, serta memastikan kesiapan personel dan sarana
pendukung di lapangan. Upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen Polri dalam
mendukung kebijakan pemerintah dan menjaga keamanan serta keselamatan
masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumatera Selatan
Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., hadir didampingi Wakapolda Sumsel
Brigjen Pol. Irwansyah, S.I.K., M.H., C.L.A., Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol.
Iwan Sonjaya, S.I.K., Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio
Santoso, S.I.K., M.Si., Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James
Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H., serta Dirsamapta Polda Sumsel Kombes Pol.
Ridwan, S.I.K.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri Pangdam
II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., Kajati Sumsel Nurcahyo Jungkung
Madyo, S.H., M.H., Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P.,
M.M., serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan.
Dalam arahannya, Gubernur Sumatera Selatan Dr. H.
Herman Deru menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi seluruh unsur
terkait dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Sinergi pemerintah
daerah, TNI, Polri, dan instansi teknis menjadi bagian penting untuk memastikan
upaya pencegahan dan penanganan berjalan terarah dan efektif.
Kapolda Sumsel Irjen Pol. Rony Samtana menegaskan
kesiapan jajarannya untuk mengoptimalkan langkah preemtif dan preventif melalui
patroli terpadu, pemantauan titik panas, serta edukasi kepada masyarakat. Upaya
pencegahan dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan personel Polda,
Polres, hingga Bhabinkamtibmas agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sedini
mungkin.
Selain mengutamakan pencegahan, koordinasi lintas
sektor juga diarahkan untuk mempercepat respons apabila ditemukan titik api.
Kesiapan personel, pertukaran informasi, dan keterpaduan langkah di lapangan
menjadi faktor penting dalam menekan risiko meluasnya kebakaran serta dampaknya
terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan aktivitas perekonomian.
Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis turut
menegaskan pentingnya soliditas TNI bersama Polri dan pemerintah daerah dalam
mendukung upaya mitigasi karhutla. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat
memperkuat kesiapan operasional, terutama di wilayah yang memiliki potensi
kerawanan kebakaran.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol.
Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polda Sumsel berkomitmen
mendukung langkah pemerintah pusat dan daerah melalui kerja sama lintas sektor,
respons cepat, serta pelayanan kepada masyarakat.
Polda Sumsel juga mengajak masyarakat untuk berperan
aktif dalam mencegah karhutla, antara lain dengan tidak membuka atau
membersihkan lahan melalui pembakaran serta segera melaporkan kepada petugas
apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Melalui rapat koordinasi ini, Polda Sumsel bersama
Forkopimda memperkuat komitmen untuk melaksanakan pencegahan dan penanganan
karhutla secara terpadu. Sinergi tersebut diharapkan mampu melindungi
masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung terpeliharanya
situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Sumatera Selatan.
Polisi Bersama Masyarakat.
baca berita lainnya di google news
