Senin, 31 Desember 2018

BPBD Gelar Sosialisasi Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Di Desa Lubuk Mas



LUBUKMAS MSM.COM - Usai menghadiri sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di Desa Lubuk Kemang, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Zulkifli, hari ini juga menghadiri acara serupa di Desa Lubuk Mas Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara.

Hadir dalam sosialisasi tersebut, Kepala Desa Lubuk Mas Saharudin, BPD Desa Lubuk Mas, Bidang Desa, Karang Taruna, Pendamping Desa dan tamu undangna lainnya.

Kepala Desa Lubuk Mas, Saharudin menyampaikan kegiatan sosialisasi sangat bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itu ia mengharapkan seluruh peserta dapat memperhatikan materi yang disampaikan oleh nara sumber.



"Masyarakat harus selalu waspada akan terjadinya bencana dilingkungan desa kita" ujar Saharudin.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Muratara Zulkifli mengungkapkan, bahwa sosialisasi yang digelar guna menyampaikan tentang berbagai bencana dan fenomena alam serta simulasi dalam menghadapi bencana tersebut, terutama bencana kebakaran.

"Sesuai dengan kesepakatan antara TNI, Polri dan Kemendagri. Maka saya minta kepada masyarakat, jangan membuka lahan dengan cara membakar" tegas Zulkifli.

Tidak hanya itu, dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk tidak menganggap sepele permasalahan kebakaran. Apalagi rumah - rumah penduduk masih banyak yang terbuat dari kayu.

"Perhatikan betul instalasi listrik dirumah, karena masih banyak warga yang memakai kabel serabut yang sangat mudah terbakar dan tidak tahan panas" paparnya.

Menurutnya, banyak cara yang dapat dilakukan ketika kebakaran terjadi. Salah satunya dengan memasang hydran di sungai. Selain itu, kekompakan menjadi kunci ketika terjadi bencana seperti kebakaran. Jika hal itu dapat diterapkan, maka ketika terjadi kebakaran. Minimal kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalisir.

Diungkapkannya, meskipun Kabupaten Muratara jauh dari laut dan gunung. Namun demikian masyarakat tetap harus waspada dengan datangnya bencana. "Ini sebenarnya multi efek, artinya begitu banyak bencana yang kami tangani. Kedepan diharapkan kades dapat membentuk tenaga sukarela dalam membantu bencana di desa" tutupnya. (ZIL)

Share:

Kesiapsiagaan dan Pelatihan Dalam Menghadapi Bencana Alam, BPBD Muratara Gelar Sosialisasi di Lubuk Kemang



LUBUKKEMANG MSM.COM-Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam di Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu, Senin (31/12).

Acara yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di Balai Desa Lubuk Kemang, dihadiri Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Kepala BPBD Zulkifli, Camat Rawas Ulu melalui Kasi PMD Sutarmin SE, Kades Lubuk Kemang M Sopli.

Selain itu, hadir pula perangkat Desa Lubuk Kemang, Ketua beserta anggota BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, ibu - ibu PKK, masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Kades Lubuk Kemang M Sopli dalam kesempatan itu meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada, terutama kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam.

Sementara itu, Camat Rawas Ulu, melalui Kasi PMD Sutarmin mengharapkan kepada masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan. Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencan alam, ia juga meminta untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

Kepala BPBD Kabupaten Muratara Zulkifli menyampaikan bahwa sosialisasi digelar untuk menindaklanjuti surat edaran pemerintah tentang bahaya bencan alam. Mengingat kondisi cuaca akhir - akhir ini sangat ekstrem.

"Maka dari itu, BPBD mengharap kepada masyarakat untuk selalu berhati - hati baik dilingkungan pribadi maupun di masyarakat umum. Terutama untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena akan berakibat buruk bagi kita semua dan meninbulkan berbagai penyakit" paparnya.

Terkait rencana dibukanya saluran irigasi, dirinya meminta masyarakat untuk mendukung pembangunan irigasi tersebut. Sebab, irigasi merupakan kebutuhan dalam mendukung dan meningkatkan perekonian.

Dengan dibangunnya irigasi, imbasnya akan dirasakan oleh masyarakat itu sendiri. Masyarakat akan mempunyai peluang usaha baik untuk menanam padi maupun usaha kolam ikan dan sebagainya. (ZIL).
Share:

Minggu, 30 Desember 2018

Bunda PAUD , Resmikan Gedung PAUD Baru Bingin Rupit



MURATARA, MSM.COM - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Lia Mustika, resmikan gedung baru paud Nur Faizah Desa Bingin Rupit, Kecamatan Rupit, Kemarin.

Peresmian gedung PAUD tersebut ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan papan perasasti dan doa bersama.

Bunda PAUD Muratara, Lia Mustika pada kesempatan tersebut memberikan arahan, pembangunan gedung paud sebagai program kepala desa adalah sangat bagus.

Menurut ia, pembangunan dibidang pendidikan mulai dari usia dini adalah salah satu upaya mencerdaskan anak bangsa.

"Anak-anak ini adalah generasi emas Muratara. Jadi percuma pemerinta terus melakukan pembangunan finsfrastruktur jika sumber daya manusia masyarakat Muratara tidak dibangun," kata lia.

Untuk itu, dirinya berharap pada Kepala Desa lain dapat mencontoh desa-desa yang kreatif dan inovatif dalam pengelolahan dana desa maupun dalam pelaksanaan pembanggunan desa.

"Dengan ini kita harapkan semua dapat membantu mencerdaskan anak bangsa dan membangun kemajuan desa bingin rupit," paparnya.

Sementara itu, Kades Bingin Rupit, Hengki Basip menyampaikan bahwa pembangunan tersebut menggunakan dana desa tahun anggaran 2018 s3besar Rp.400 juta'an.

"Dengan fasilitas yang ada bisa di manfaatkan dengan baik," kata Hengki.

Namun selain itu, Hengki meminta agar kedepan selalu mendapat bimbingan dan arahan dari dinas pendisikan dan pihak pemerintah Kabupaten, agar anak dididik nantinya dapat menjadi anak yang baik dan berguna bagi bangsa dan negara.

Berdasarkan kondisi dilapangan. tampak hadir dalam peresmian gedung Paud desa Bingin Rupit, Seketaris PMD, Hj. Gusti Rohmani, Kabag Keuangan Linda, Camat Rupit, Usmaun, Kapolsek rupit, lembaga adat, tokoh agama dan pemuda serta tamu undangan lainya.(Hamkam)
Share:

Sabtu, 29 Desember 2018

Setelah 2 Hari Tenggelam, Jasad Alvin Ditemukan Tak Bernyawa



RAWASULU MSM. COM-Dihari kedua setelah dinyatakan tenggelam, akhirnya Sabtu (28/12) sekitar pukul 09.30 WIB Alvin bin Herman ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jasad Alvin ditemukan oleh tim gabungan, tim SAR, Basarnas, dan Tagana yang dibantu oleh masyarakat. Korban ditemukan sekitar delapan ratus meter dari tempat tenggelam, tepatnya di belakang Kemlai. Setelah ditemukan, jasad korban langsung dibawah ke Puskesmas Surulangun.

Saat dikonformasi, salah satu tim Basarnas, Ivan membenarkan penemuan jasad Alvin. "Ya, korban sudah ditemukan"ujarnya singkat.

DN salah satu warga kelurahan Pasar Surulangun menuturkan, penemuan jasad korban bermula dari salah seorang warga yang sedang mencari ikan di Sungai Rawas. Saat sedang mencari ikan, warga tersebut melihat sesuatu yang mencurigakan.

Karena penasaran, warga tersebut mendekat. Betapa terkejutnya warga tersebut melihat sesosok mayat mengapung. Setelah memastikan, warga tersebut melaporkan temuannya ke tim Basarnas yang tengah berusaha mencari korban.

Mandapat laporan dari warga, tim gabungan langsung menuju lokasi penemuan jasad Alvin. Tim gabunganpun langsung mengevakuasi korban. Selanjutnya jasad korban dibawa ke Puskesmas Surulangun. Jasad korban, menurut rencana akan dikebumikan keesokan hari.

Seperti diberitan sebelumnya, Alvin diketahui tenggelam kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. Semula korban diketahui sempat bermain dengan teman temannya sekitar tempay kejadian.  Saat temannya pulang, korban diduga kembali ketempat tersebut untuk mandi.

Karena hari sudah sore, sedangkan korban tak kunjung pulang. Orang tua korban berusaha mencari. Setelah lama mencari korban tak kunjung ditemui. Tak lama berselang warga menemukan celana, baju serta hp korban berada disekitar lokasi tenggelamnya korban.

Mendengar kabar Alvin tenggelam, warga berusaha mencari dengan menyelam dan melakukan penyisiran. Tak lama kemudian, tim gabungan datang ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Saat ini korban sudah dibawa ke rumah duka. Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui wakil Bupati H Devi Suhartoni malam ini juga tampak melayat ke rumah duka. (Frans

Share:

Selisih Paham, Barlian Tewas di Tangan SP




RAWASULU MSM.COM - Kasus perkelahian yang mengakibatkan tewasnya Barlian bin Junaidi (36) menghebohkan warga Desa Lesung Batu Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara, Jumat (28/12).

Barlian tewas ditangan SP (32) warga Desa Lesung Batu Muda setelah duel satu lawan satu. Akibat luka tusukan yang diderita, korban akhirnya diperjalanan menuju Puskesmas Surulangun menghembuskan nafas terakhir.

Kapolsek Rawas Ulu IPTU Ujang AR saat dikonfirmasi via seluler membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskannya, dugaan sementara motif dari pembunuhan tersebut diduga karena selisih paham.

"Awalnya korban meminjam sepeda motor pelaku dengan alasan untuk menjemput anaknya pulang sekolah. Namun, setelah itu korban tidak muncul untuk mengembalikan sepeda motor pelaku" jelasnya.

Mengetahui korban tidak segera mengembalikan sepeda motor, pelaku berusaha mencari informasi keberadaan sepeda motor miliknya. Setelah mencari informasi kesana kemari, pelaku mendapatkan informasi sepeda motor miliknya sudah digadaikan korban kepada saudara US.

Mendengar kabar tersebut, pelaku mendatangi saudara US untuk mengambil sepeda motornya. Namun, setiba ditempat US. US meminta tebusan sebesar Rp. 1,5 juta. Pelaku pun menebus sepeda motor dengan uang sebesar yang diminta US.

Pada hari peristiwa berdarah tersebut, pelaku sepulang dari kebun sekitar pukul 14.30 WIB tanpa sengaja bertemu korban. Pelaku sempat meminta korban mengembalikan uang tebusan sepeda motor miliknya. Pelaku tidak meminta seluruhnya, tapi hanya Rp. 1 juta.

Mendengar permintaan pelaku, korban tidak terima. Korban pun langsung menikam pelaku dari belakang. Merasa dirinya terancam, dengan pisau yang masih menancap ditubuh, pelaku berusaha mengejar dan menikam korban. "Saat ini pelaku sudah diamankan Polsek Rawas Ulu" jelas IPTU Ujang AR.

Dengan diiringi keluarga dan kerabat, korban dikebumikan hari itu juga di Taman Pemakaman Umun (TPU) Desa Lesung Batu. (03)
Share:

Jumat, 28 Desember 2018

Sungai Rawas Kembali Memakan Korban, Alvin Belum Ditemukan



RAWASULU MSM.COM - Warga Kelurahan Pasar Surulangun Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara, Jum’at (28/12) dihebohkan dengan tenggelamnya Alvin (13) warga Kelurahan Pasar Surulangun.

Berdasarkan keterangan Efran salah satu warga Pasar Surulangun, Alvin yang saat ini masih berstatus pelajar di salah satu Ponpes di Kota Lubuklinggau. Sekitar pukul 16.00 WIB mandi di Sungai Rawas.

“Nah, sekitar pukul 17.00 WIB saya dengar ada heboh - heboh ada anak tenggelam. Untuk memastikan kebenaran berita itu. Saya langsung mengecek ke lokasi. Benar saja ternyata di sungai Rawas warga sudah ramai mencari” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan warga. baik dengan menggunakan motor ketek, maupun dengan cara menyelam. TIM SAR kabupaten Muratara, berdasarkan keterangan warga juga sudah dihubungi.

Lokasi tenggelamnya Alvin, persisnya berada di sungai Rawas tepat dibelakang terminal pasar Surulangun Rawas.(Frans)
Share:

Dengan Alasan Gedung Belum Diserahterima, Puskesmas Surulangun Tolak Pasien



RAWASULU MSM.COM - Pelayanan Puskesmas Surulangun Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara, kembali dikeluhkan oleh masyarakat yang hendak mendapatkan pelayanan kesehatan.

Dengan alasan gedung yang baru belum diserah terima. Petugas yang ada menolak pasien yang datang. Kejadian itu dialami oleh Pimpinan Redaksi Media Sinar Muratara, Muhayan pada Kamis (27/12).

“Kami datang sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu saya hendak mengantarkan anak saya yang sedang sakit untuk berobat. Sesampainya di Puskesmas, petugas menolak dengan alasan gedung yang baru selesai dibangun belum diserahterima oleh kontraktor” paparnya.

Tidak hanya itu, petugas juga beralasan untuk layanan rawat inap juga belum dapat dilakukan oleh Puskesmas Surulangun. Karena kondisi ruangan dan perlengkapan lainnya juga masih berantakan. “Langsung ke RSUD Rupit saja” ujar Muhayan menirukan ucapan petugas malam itu. (002)
Share:

Laksanakan KKN di Muratara. 14 Mahasiswa IAIN Raden Fatah Palembang Disambut Hangat Pemkab Muratara




MUARARUPIT MSM. COM-Sebanyak 14 orang mahasiswa IAIN Raden Fatah Palembang akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kabupaten Musi Rawas Utara. Dijadwalkan, mereka akan melaksanakan KKN di Bumi Beselang Serundingan selama 40 hari kedepan.

Kedatangan mahasiswa mahasiswi Fakultas Usuludin Program Study Ilmu Hadist, Kamis (27/12) disambut Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Sekretaris Daerah (Sekda) H Abdullah Makcik di ruang auditorium lantai 2 Setda Muratara.

Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Sekda H Abdullah Makcik mengatakan, Pemkab Muratara menyambut baik kedatangan mahasiswa IAIN Raden Fatah Palembang untuk melaksanakan KKN di Bumi Beselang Serundingan.

Dia juga memberikan apresiasi kepada pihak universitas yang telah memilih kabupaten Muratara menjadi salah satu tempat untuk melaksanakan KKN. Terlebih, selama KKN mereka akan membantu Pemkab Muratara dalam meningkatkan sosial kemasyarakatan dan keagamaan.

Sebanyak 14 orang mahasiswa akan ditempatkan di Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit. Namun, demikian dalam kegiatannya tidak hanya berfokus pada satu tempat saja. Melainkan disebarkan (mobile). Kegiatan KKN ini juga merupakan kegiatan pertama, yang akan diikuti oleh mahasiswa angkatan berikutnya.

“Sesuai dengan motto kabupaten Muratara, yakni “Muratara Bangkit” kita ingin bangkit dari ketertinggalan ekonomi, sosial dan budaya. Apabila dimasuki oleh orang - orang kampus, pendekatan dan pengembangan intelektualitas akan mudah menyentuh mereka. Sebab mahasiwa merupakan calon pemimpin masa depan dan harus mengerti bagaimana kehidupan di desa” jelasnya.

Sementara, salah satu dosen pembimbing Sulaiman Muhamad Nur mengungkapkan bahwa kegiatan KKN Fakultas Usuludin Program Study Ilmu Hadist merupakan angkatan pertama sekaligus kegiatan KKN mandiri yang pertama.

“Kabupaten Muratara merupakan FileProject pertama. Insya Allah kedepan, kalau ini yang pertama, akan ada kedua, ketiga dan selanjutnya” ujarnya.

Ia memaparkan, ada beberapa alasan mengapa memilih kabupaten Muratara sebagai fileproject. Salah satunya pihaknya merasa kagum dengan spirit Bupati dalam membangun Kabupaten Muratara yang diawali dengan perbaikan mental.



“Tidak hanya itu, selama ini saya lihat, perhatikan dan dikuti sendiri. Bupati sangat mensuport kegiatan keagamaan. Oleh karena itu kami memilih Kabupaten Muratara. Kami juga akan mendukung program Bupati tersebut. Apalagi Kabupaten Muratara juga akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi” sambungnya.

Ia juga mengungkapkan, kedatangannya ke Kabupaten Muratara dirasa sangat luar biasa. Dari tiga lokasi yang menjadi tempat KKN, baru di Kabupaten Muratara disambut oleh Bupati yang diwakili oleh Sekda, serta pejabat - pejabat lainnya.

“Jadi sambutan ini luar biasa. Nanti akan kami laporkan ke pimpinan rektor LP2M bahwa kedepan KKN Mandiri ini harus diteruskan untuk yang kedua, ketiga dan seterusnya” tukasnya.(MJ)
Share:

Kamis, 27 Desember 2018

Satpol PP Gelar Rakor Penertiban PKL dan Bangunan Liar. Haidir Kalingi : Kita Akan Beri Teguran Terlebih Dahulu



MURATARA MSM. COM- Satuan Polisi Pamong praja (Satpol PP) melakukan Rapat Koordinasi dalam rangka penertiban para pedagang kaki lima dan bangunan liar di area terlarang. Kamis (27/12)

Dalam Sampainya Kasat Pol PP Haidir Kalingi, mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah menerima beberapa pengaduan dari masyarakat bahwa ada beberapa bangunan liar pada area terlarang

"Ada sampaian dari beberapa warga bahwa ada beberapa bangunan yang dibangun ditaman hijau yang merupakan area terlarang untuk dibangunkan bangunan " jelas haidir

Haidir menambahkan pihaknya akan melakukan teguran terlebih dahulu kepada masyarakat yang melakukan pembangunan di area terlarang tersebut

"Kami akan menyurati masyarakat yang melakukan pembangunan terlarang tersebut"tambah haidir

Haidir melanjutkan bila masih tidak di tangapi pemberitahuan tersebut pihaknya akan melakukan penertiban atas bangunan terlarang tersebut, karena bangunan tersebut telah melanggar peraturan yang ada, pihaknya akan berkoordinasi pada pihak berwajib dalam penertiban nanti

"Dalam melakukan penertiban kepada pedagang yang mendirikan bangunan untuk usaha seperti di jalan samping jalan protokol dan taman hijau nantinya Satpol-PP meminta di dampingi oleh pihak kepolisian,kodim,dan intansi terkait" lanjut haidir

Perwakilan Camat muara Rupit Abdullah Amin menanggapi hal tersebut dengan menyarankan pihak terkait dalam hal ini satpol pp untuk terlebih dahulu memberikan peringatan kepada masyarakat yang melakukan pelanggaran

"Menyarankan untuk memberikan surat peringatan kepada masyarakat dahulu,jika sudah di berikan peringatan sampai 3 kali baru melakukan pembongkaran, jika tidak diindahkan dalam pemberitahuan" saran Abdullah

Abdullah menambahkan jika sudah diberikan peringatan terlebih dahulu kita berharap pada saat penertiban tidak ada perlawan dari masyarakat

"Mengingat dalam pengalaman sebelumnya,menghindari perlawanan kepada masyarakat dan mengelak kemungkinan yang tidak di inginkan" tambahnya (MJ)
Share:

Misi Kemanusiaan, Bupati dan Bunda Lia Syarif Liburan Bersama Warga SAD




MURATARA MSM. COM- Bupati Musi Rawas Utara, HM. Syarif Hidayat bersama Bunda Lia Mustika Syarif liburan bersama warga Suku Anak Dalam bertempat Desa Sungai Jernih dan Sungai Kijang.

Dalam suasana kekeluargaan Bunda Lia Syarif dan Bupati bercanda dan memotivasi anak-anak SAD untuk mendapatkan penghidupan yang layak.

"Bunda dan bapak Bupati tahun ini sama seperti tahun lalu, kami mengisi hari libur akhir tahun di Kabupaten yang kita cintai Muratara, kita kali ini bangun suasana kekeluargaan bersama warga kita SAD,"ucap Bunda Lia Syarif kepada koran ini, Rabu (26/12)



Dikatakan Bunda Lia Syarif, warga SAD ini hidupnya masih berpindah-pindah, sampai ke kebun sawit di Kecamatan Nibung.

Tentunya ini menjadi perhatian, sebab menurutnya keadaan ini tidak perlu terjadi, dan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara sudah membuat terobosan baru yang baru ada di Sumsel yakni mess serba guna di Kecamatan Rupit yang sudah diisi warga SAD lainnya.

Ditambahkan Bunda Lia Syarif, pendekatan secara kekeluargaan ini agar mereka (warga sad. Red) mau menitipkan anak-anaknya untuk sekolah dan mendapatkan kesehatan yang layak.



"Misi kemanusiaan ini yang penting, kita wujudkan Muratara bangkit dan Masyarakat Muratara harus merasakannya,"tuturnya.

Lanjut Bunda Lia Syarif, Alhamdulillah warga SAD yang ada bersedia untuk mendapatkan pendidikan di Mess Serbaguna, tentunya nanti dikoordinir instansi terkait agar mereka dapat bergabung di tahun baru 2019 ini.

Ini tentunya ungkap Bunda Lia Syarif, membanggakan secara pribadi mengingat pendidikan itu penting dapat dirasakan warga Indonesia.

"Mereka bagian dari kita, kita Indonesia dan peran pemerintah kita Kabupaten Muratara hadir di tengah-tengah mereka,"ungkapnya

Lanjut Bunda Lia Syarif, dia juga merasa sedih dikarenakan beberapa anak-anak  ada yang bibir sumbing, tuli, tuna wicara , tuna netra.

Sambung Bunda Lia Syarif tentunya ini  miris bagi melihatnya ada ibu-ibu yang hamil tapi kondisi gizinya kurang

"Semua itu salah satu penyebab lahir cacat karena waktu hamil, ibu hamil kurang gizi dan tidak tau mengenai bahaya kehamilan, dan ini jadi bahan kita dan sebagai ketua PKK akan berkoordinasi dengan dinas Kesehatan untuk turun kelapangan melihat kondisi real yang ada yang dirasakan warga SAD,"jelasnya.

Dia berharap kedepannya Muratara benar-benar maju, mengingat Bupati sangat konsen dengan pendidikan dan kesehatan warganya.

Sementara itu Bupati Musi Rawas Utara, H.Syarif Hidayat mengungkapkan dirinya akan terus turun ke bawah memastikan visi misi Bupati dapat dirasakan warga masyarakat Muratara secara luas.

Dikatakannya apa yang dilakukan dapat dicontoh kepala OPD untuk turun sesuai tupoksi yang ada.

"Saya serius membangun, komit membangun untuk tanah kelahiran, Saya ingin mereka maju dan semangat bangkit jadi motivasi kita bersama,"ungkapnya. (M
Share:

Sebagai Upaya Antisipasi dan Persiapan Menghadapi Bencana, BPBD Gelar Sosialisasi





MURATARA MSM.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar sosialisasi Persiapan Antisipasi bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

Acara yang digelar di Aula Siti Rahma RM Sederhana Muara Rupit, Rabu (26/12) dihadiri Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Sekretaris Daerah (Sekda) H. Abdullah Makcik.

Hadir pula BPBD provinsi H Syaipudin, BPBD Kabupaten Muratara, Dinas Kesehatan (Dinkes) Krisyanto, Basarnas, Kodim, camat, dan para relawan siaga bencana.

Kepala BPBD, Zulkipli melalui Kabid Penanggulangan Bencana Alam dan Logistik Drs Kasir Masuli mengungkapkan, digelarnya sosialisasi sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana.

“Supaya kita tetap waspada dan juga tahu cara menangani bencana. Apalagi daerah kita setiap tahunya terjadi banjir. Kita harus mempunyai keterampilan (dalam menghadapi kondisi bencana.red) dan kepedulian terhadap masyarakat” jelasnya.

Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Sekda H Abdullah Makcik memberikan apresiasi atas terselenggaranya sosialisasi penanggulangan bencana. Sosialisasi ini sangat penting dalam menghadapi bencana, mengingat secara geografis Kabupaten Muratara dialiri oleh 2 sungai.

“Sosialisasi ini merupakan upaya untuk mengurangi dan mencegah terjadinya bencana. Dari acara ini kita berharap dihasilkan rumusan - rumusan terbaik untuk mengatasi dan meningkatkan peran BPBD Kabupaten Muratara ke depan” jelasnya.

Melalui sosialisasi ini juga, diharapkan dapat terwujud perencanaan yang matang dalam bidang penanggulangan bencana. Serta terjalinnya sinergi antara BPBD se Kabupaten Muratara dengan stakeholder lainnya. (MJ).
Share:

Rabu, 26 Desember 2018

20 Atlet Berprestasi, Terima Beasiswa Dari Dispora





MURATARA MSM. COM-Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memberikan beasiswa kepada 20 atlet berprestasi. Beasiswa diberikan kepada atlet tingkat SD dan SMP.

Penyerahan beasiswa kepada 20 atlet berprestasi dilakukan di kantor Dispora Kabupaten Muratara. Beasiswa diserahkan langsung oleh Kepala Dispora Erwin Abdul Karim melalui Kepala Bidang (Kabid) peningkatan prestasi olahraga, Nungcik, S.Pd.

Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Kepala Dispora, Erwin Abdul Karim yang diwakili Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Nungcik berharap, dengan adanya beasiswa ini dapat meningkatkan prestasi para atlet pada ajang - ajang selanjutnya. Baik ditingkat kabupaten, provinsi bahkan hingga ke tingkat nasional.(MJ)
Share:

Selasa, 25 Desember 2018

Dinkes Muratara Adakan Pertemuan Dengan Puskesmas





MURATARA MSM.COM- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menggelar pertemuan dengan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada dalam wilayah Kabupaten Muratara, Kemarin.


Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan puskesmas, baik yang sudah Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) maupun yang belum IPWL untuk melayani rehabilitasi terhadap pecandu narkoba yang ingin berhenti menggunakannya.


Pertemuan itu dihadiri oleh seluruh Kepala Puskesmas dalam wilayah Kabupaten Muratara, dokter Puskesmas, pengelola program jiwa, dan pengelola IPWL Puskesmas. Sebagai nara sumber dr Farah Syafitri Karim SPKJ dari Dinkes Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bertempat di Aula Rumah Makan Syifa kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.


Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Muratara melalui Kepala Bidang (Kabid) P2P pada Dinkes Muratar Fatahul Rachman mengatakan Kegiatan ini adalah pertemuan pasilitas pelayanan kesehatan institusi penerima wajib lapor atau (IPWL).
“IPWL ini salah satu program kesehatan yang mendukung visi misi Bupati Muratara untuk bebas narkoba,” kata Fatahul Rachman. Kemarin.


Diungkapkannya, di Kabupaten Muratara baru ada empat Puskesmas yang sudah menjadi IPWL sesuai dengan Surat Keterangan (SK) Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI). Diantaranya, Puskesmas Karang Jaya , Puskesmas Rupit, Puskesmas Nibung dan Puskesmas Bingin Teluk.


“Kita Ini ada 8 Puskesmas, namun yang baru IPWL ada 4 Puskesmas. IPWL itu bisa institusi, bisa di puskesmas, bisa RSUD, bisa BNN atau yang ditunjuk dari BNN,” ungkapnya.


Ia menyarankan bagi pemakai atau pecandu narkoba yang ingin berhenti menggunakannya datang saja ke Puskesmas yang sudah IPWL, lalu berkonsultasi kemudian berobat di Puskesmas tersebut.


“Misalnya kita ini pemakai atau pecandu, kita datang saja ke Puskesmas kemudian konsultasi dengan Puskesmas bahwa kita ingin berhenti makai narkoba. Nah, dari Puskesmas nanti akan memeriksanya kemudian dia berobat di sana (Puskesmas yang bersangkutan) dengan cara rawat jalan, seluruh biaya ditanggung oleh Kementerian Kesehatan. IPWL juga bekerjasama dengan kepolisian setempat (Polsek),” terangnya.


Diungkapkannya, IPWL yang sudah berjalan di Muratara yakni Puskesmas Bingin Teluk yang sudah menangani pasien sebanyak 38 orang selama tahun 2018.
“Bagi pasien yang sudah dilayani, mereka akan mendapat kartu berobat dari puskesmas IPWL sebagai rehab narkoba,” tuturnya.


Sementara itu, Kepala Puskesmas Bingin Teluk Kecamatan Rawas Ilir, dr Lucky Century membenarkan jika Puskesmas Bingin teluk sudah menangani pasien sebanyak 38 orang.


“Memang benar kita sudah menangani pasien sebanyak 38 orang beberapa bulan lalu, namun sekarang kita sudah menangani pasien sebanyak 43 orang,” ujarnya.


Diceritakannya, IPWL Puskesmas Bingin Teluk aktif semenjak bulan februari 2018 lalu dan sudah dilakukan terapi sebanyak 3 kali dan konseling 10 kali. Dengan hasil akhir yang berpariasi tergantung dari keparahan penyakitnya.


“Yang pasti Puskesmas Bingin Teluk selalu memantau perkembangan pasien dibantu oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dilanjutkan ke forum pembersih narkoba,” ungkapnya.


Untuk dilapangan lanjut dr Lucky, forum itu (Forum pembersih narkoba) yang memantau perkembangannya. “Kalau kita sebagai tempat rehabilitasi dan konseling untuk fisik dan kejiwaan atau psikisnya,” terangnya.


Ditambahkannya, IPWL ini sebagai wujud kepedulian Puskesmas Bingin Teluk terhadap dampak narkoba, khususnya daerah Kecamatan Rawas Ilir, Kecamatan Nibung dan Kecamatan Karang Dapo.

 “Selain rehab, kita juga sosialisasi ke sekolah, atau komunitas yang berisiko (klub malam), polisi dan TNI,” pungkasnya.(Hamkam)
Share:

Minggu, 23 Desember 2018

Bawaslu Muratara Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu




MURATARA, MSM.COM - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Musi Rawas Utara menggelar kegiatan sosialisasi Pengawasan Pemilihan Umum di gedung Aula Siti Rahma, Muara Rupit, Sabtu (22/12).

Hadir Ketua Bawaslu provinsi Sumatera Selatan Yenli Manoveri, Ketua Bawaslu Kabupaten Muratara Munawir, perwakilan Kesbangpol Heni Mardiana dan diikuti Panwascam se Kabupaten Muratara dan beberapa elemen masyarakat.

Ketua Bawaslu Sumsel, Yenli Manoveri sekaligus pemateri menyampaikan bahwa pileg 2019 di Kabupaten Muratara merupakan pertama kali digelar sejak berstatus devinitif.

Begitu juga, saat ketika di Kabupaten Musi Rawas masih bernama Panwascam."Alhamdulillah sekang menjadi Bawaslu" ucapnya.

"Kita mengantisiapasi dari awal begitu hari H semuanya dalam pengawasan,insya allah kegiatan pemilihan ulang bisa kita hindari maka dari itu rekan rekan semua adalah perpanjangan tangan dari kami dapat melakukan pengawasan yang maksimal,"katanya.

Ia mengatakan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membuahkan hasil yang positif. Seperti jika ada temuan - temuan untuk dilaporkan. Begitu juga bila ada indikasi kecurangan harus segera diantisipasi.

Dengan demikian, pemilu di 2019 nanti dapat berjalan jujur dan adil sehingga menjadi pemilu yang demokratis. "Kami mohon pengawasan, kami tidak menginginkan adanya kecurangan di Kabupaten Muratara" terangnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Muratera Munawir menegaskan sesuai dengan komitmen. Maka pihaknya mengajak peserta partisipatif, masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama untuk ikut mengawasi pemilu mendatang. Karena pengawasan tidak cukup hanya dari Bawaslu saja.

"Kita harapan dengan adanya kegiatan ini outputnya masyarakat ikut berperan aktip dalam pengawasan. Apabila terjadi pelangaran dengan tahapan yang ada bisa memberi informasi kepada kami dan melaporkan baik itu jajaran dari tingkat desa sampai kabupaten," pungkasnya. (Hamkam)
Share:

Bunda Lia Syarif Juara 3 Wanita Inspiratif Tingkat Provinsi





MURATARA MSM. COM - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Rawas Utara, Ny. Lia Mustika Syarif meraih juara tiga sebagai wanita inspiratif tingkat provinsi Sumatera Selatan.

Penghargaan langsung diserahkan Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru di Griya Agung Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (22/12) tadi malam.

Ny. Lia Mustika Syarif menyampaikan penghargaan sebagai wanita inspiratif ini dipersembahkan untuk masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara.



Dikatakan Ny. Lia Mustika Syarif, khususnya masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) sebagai karya ilmiahnya dalam mengikuti nominasi wanita inspiratif se Provinsi Sumatera Selatan.

"Kita bersaing 17 kabupaten kota yang ada di Sumsel, karya yang kita angkat bagaimana konsep memanusiakan manusia, kita punya ide membuat asrama sekaligus sekolah anak-anak suku anak dalam di Kecamatan Rupit, Alhamdulillah telah terlaksana, PKK terus mencari ide agar anak-anak SAD dapat sama dengan anak-anak lainnya,"Jabar Ny. Lia Mustika Syarif, kemarin.



Lanju Ny. Lia Mustika Syarif, kedepannya penghargaan ini jadi motivasi dirinya bersama tim Penggerak PKK lainnnya untuk terus berkontribusi, bersinergi dengan instansi terkait dalam turut serta membangun Kabupaten Musi Rawas Utara.

Dikatakan Ny. Lia Mustika Syarif usia satu tahun kepemimpinannya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, nama Kabupaten Musi Rawas Utara terus menggema, disebut-sebut dengan prestasi yang diraih.

"Image kabupaten Musi Rawas Utara yang berprestasi ini akan terus kita pertahankan, sehingga Muratara memang benar-benar bangkit dari sisi sumber daya manusianya dan juga perekonomiannya,"kata Ny. Lia Mustika Syarif.

Ny. Lia Mustika Syarif mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat di setiap acara yang digelar di Kabupaten Muratara dan memohon doa terus menelurkan prestasi untuk Kabupaten Musi Rawas Utara.

"Sesuai semangat pak Bupati, kita bangkit, kita selanjutnya berlari untuk memajukan Kabupaten Muratara sejajar dengan kabupaten kota lainnya,"ungkapnya.

Sementara itu Bupati Musi Rawas Utara, H. Syarif Hidayat mengucapkan selamat atas pencapaian yang di raih Tim penggerak PKK Kabupaten Muratara.

"Ini sebuah prestasi yang diraih bukan dengan cuma-cuma sebab melalui penilaian dan paparan dihadapan juri penilai, tentunya saya ucapkan selamat kepada Ketua Tim Penggerak PKK dan timnya,"ucapnya.

Orang nomer satu di Bumi Berselang Serundingan ini mengajak Tim Penggerak PKK Kabupaten untuk terus berkontribusi membangun Kabupaten Muratara.

"Saya yakin dibawah kepemimpinan Ny. Lia Mustika Syarif kedepan banyak terobosan baru untuk masyarakat Muratara seutuhnya,sekali lagi saya ucapkan selamat,"ungkap H.Syarif Hidayat. (MJ)
Share:

Gelar Acara Akhir Tahun, Edy Paparkan Prestasi SMKN Rawas Ulu



RAWASULU MSM.COM - Selama tahun pelajaran 2017/2018, berbagai prestasi diraih oleh SMK Negeri Rawas Ulu. Mulai dari seni bela diri, taekwondo, silat, karya ilmiah dan segudang prestasi lainnya.

"Kita patut berbangga dengan prestasi itu. Mari kita sama - sama kita tingkatkan prestasi yang sudah diraih" ucap Kepala SMK Negeri Rawas Ulu, Edy Sutriono M.Pd dihadapan seluruh undangan, Sabtu (22/12).

Pada acara akhir tahun yang digelar SMKN Rawas Ulu, sekaligus pengambilan raport yang dihadiri Pengawas sekolah Ahyar Fauzi, staf Dispora Muratara, para dewan guru, ketua dan anggota komite sekolah serta orang tua wali murid. Ia juga mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan putra - putrinya.

"Terutama kepada anak - anak kita yang belum berprestasi. Ayo kita sama - sama memberikan arahan kepada anak- anak kita tercinta. Agar tidak menjadi penyesalan dikemudian hari" pinta Edy.

Sementara itu, pengawas sekolah Ahyar Fauzi memberikan apresiasi atas keberhasilan yang diraih oleh SMK Negeri Rawas Ulu. Prestasi yang diraih tersebut, tak lepas dari peran Kepala SMK Negeri Rawas Ulu. Sehingga mampu meraih berbagai prestasi.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komite Sekolah mengucapkan terima kasihnya atas kegigihan Kepsek SMKN Rawas Ulu yang bekerja keras menjadikan SMKN lebih maju.

"Saya berharap, mudah - mudahan masyarakat Rawas Ulu umumnya masyarakat Kabupaten Muratara dapat mendukung program - program SMKN Rawas Ulu" pungkasnya. (ZIL).
Share:

Sabtu, 22 Desember 2018

Ketua Batu Akik Bangga Gubernur Sumsel Gunakan Batu Khas Muratara #Awal Tahun Gelar Lomba Batu Kelas Anggur



MURATARA MSM. COM - Ketua Batu Akik Musi Rawas, Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara H. Ifwan Setiabudi merasa bangga batu khas Musi Rawas Utara mendapat sambutan hangat dari Gubernur Sumatera Selatan, H.Herman Deru.

H. Ifwan Setiabudi menyampaikan sambutan hangat orang nomor satu di Sumatera Selatan kembali mengangkat geliat perbatuan di tiga wilayah khususnya Kabupaten Musi Rawas Utara.

Untuk membangkitkan kembali dunia perbatuan,  Kak Ifwan sapaan akrabnya ini akan menggelar lomba batu akik di halaman rumahnya.

Dikatakan K Ifwan cabang batu yang akan dilombakan yakni jenis anggur yang lagi trend saat ini.

"Insya Allah 19 Januari ini kita laksanakan,  kebetulan bertepatan rencana aqiqah dannkhitanan anak saya, ungkapan rasa syukur tadi saya mengundang teman-teman yang hobi batu untuk mengikuti lomba tersebut,"ungkapnya H.Ifwan Setiabudi kepada koran ini, Sabtu (22/12)

Menambah minat para pecinta batu mengikuti lomba, Kak Ifwan juga menyiapkan hiburan band Bunayu asli wong Lubuklinggau.

Dia berharap ajang lomba dan tali silaturrahmi ini di tahun 2019 ini dapat kembali memacu semangat dunia perbatuan di tiga wilayah.

Kak Ifwan yakin, dunia perbatuan akan kembali menggeliat, tentunya perlu peran dan dorongan pemerintah setempat agar timbul ide-ide kreatif dalam seni perbatuan.

"Batu banyak macamnya dan tidak hanya akik saja bisa diukir menjadi hal lain seperti hiasan ikat pinggang atau yang lainnya, kita siap membantu pemerintah,"utaranya.(MJ)
Share:

SMAN Rupit Sukses Gelar Sosialisasi Kewirausahaan #35 Stand Dibuka Pamerkan Hasil Kegiatan Siswa



MUARA RUPIT MSM.COM - Guna menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan pada siswa - siswi. SMA Negeri Rupit menggelar Sosialisasi Program Kewirausahaan, Sabtu (22/12).

Selain kegiatan sosialisasi, juga digelar bazar yang memamerkan hasil kegiatan kewirausahaan dan kegiatan ekstrakurikuler para siswa - siswi SMAN Rupit. Sebanyak 35 stand dibuka pada kegiatan tersebut.



Acara yang digelar di Aula SMA Negeri Rupit Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara, dihadiri Kepala SMAN Rupit Hj. Suprihartini, Ketua dan pengurus Komite Sekolah, orang tua wali dan tamu undangan lainnya.

Ketua pelaksana kegiatan Rosa menyampaikan bahwa kegiatan bazar ini merupakan puncak dari program kewirausahaan di SMAN Rupit. Dimana program tersebut merupakan program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.



"Program ini hanya untuk 204 SMA di seluruh Indonesia dan kita adalah salah satunya. Kita bangga SMAN Rupit menjadi satu - satunya SMAN di Muratara yang diberi kepercayaan untuk menjadi SMA kewirausahaan" ungkap Rosa.

Dari program ini, pemerintah mengharapkan para pelajar nantinya memiliki keterampilan dalam berwirausaha. Khususnya lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke jenjang perkuliahan, diharapkan bisa berwirausaha.



Untuk lebih mendekatkan jiwa kewirausahaan, dibentuklah beberapa kelompok usaha. Seperti di kelas sepuluh muncul kelompok usaha kerajinan. Untuk bubidaya tanaman, dikelompok tersebut membudidayakan tanaman jagung, kangkung dan sayur bayam. Sedangkan dibidang peternakan, bergerak pada usaha peternakan kolam ikan lele.

"Kegiatan kewirausahaan ini tidak difokuskan hanya untuk anak kelas sepuluh saja. Tetapi seluruh kelas kita libatkan. Jadi intinya kegiatan kewirausahaan ini bertujuan mengajarkan bagaimana mencari keuntungan dan bisa memenuhi kebutuhan" jelasnya.


Sementara itu, Kepala SMAN Rupit Hj. Suprihartini mengaku bangga dengan telah dipercayakannya SMAN Rupit menjadi SMA kewirausahaan. Hal itu tak lepas dari berbagai terobosan yang dilakukan dalam mengantisipasi siswa yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang perkuliahan dengan berwirausaha. Sehingga dengan prestasi itu, dalam bidang pendidikan SMAN Rupit masuk dalam 40 besar sekolah negeri dan swasta se Provinsi Sumatera Selatan.

"Anak - anak kita yang tidak bisa kuliah, atau yang belum kuliah maupun yang tidak mampu kuliah sekolah tempat siswa belajar harus memberikan bekal. Itulah tujuan awal kegiatan ini" ungkap Hj Suprihartini.

Ia berharap, orang tua murid dapat mendukung dan bekerjasama dalam mendidik putra putrinya khususnya dalam keluarga sehingga terbentuk karakter mandiri. (MJ).
Share:

Gelar Rapat Akhir Tahun, Kades Lubuk Kemang Minta Terus Tingkatkan Kedisiplinan



RAWASULU MSM.COM - Kepala Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara, M Sopli menegaskan, para perangkat desa harus selalu meningkatkan kedisiplinan dalam melayani masyarakat.

Hal itu diungkapkannya pada rapat akhir tahun yang digelar di kantor Desa Lubuk Kemang, Sabtu (22/12). Rapat yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, diawali dengan pembacaan surah Yassin yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa.

"Terutama untuk meningkatkan pelayanan, tentu kantor harus selalu aktif. Para perangkat desa harus menjalankan tugas sesuai dengan jadwal piket masing - masing" tegas Sopli.

Hal senada disampaikan Ketua BPD Desa Lubuk Kemang, Aila. Ia mengharapkan kepada anggotanya untuk terus proaktif dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksinya masing - masing. Sebab anggota BPD adalah wakil dari masyarakat. (ZIL).

Share:

Ketua PKK Gandeng 7 Pengrajin Lokal Muratara #Optimis Potensi UKM Bersaing Tingkat Provinsi



MURATARA MSM. COM- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Rawas Utara, Ny.Lia Mustika Syarif menggandeng 7 Pengrajin lokal Musi Rawas Utara untuk mengikuti pameran  tingkat provinsi di Griya Agung Provinsi Sumatera Selatan beberapa hari ini dalam rangka memperingati Hari Ibu Tingkat Provinsi.

Bunda Lia Syarif sapaan akrabnya mengungkapkan ketujuh pengrajin ini dari berbagai usaha kecil menengah yang selama ini potensinya belum ditunjukkan di luar daerah.

Padahal menurutnya potensi ini dapat meningkatkan perekonomian rakyat mengingat usaha kecil menengah merupakan penopang kehidupan ekonomi ditengah situasi perekonomian yang tidak menentu.

"Mereka punya kemampuan, mereka punya karya sudah saatnya kita bersaing dan tampil dihadapan kabupaten lain,"ucap Bunda Ny. Lia Mustika Syarif, Sabtu (22/12)


Lanjut Bunda Lia,  potensi pengrajin yang ditampilkan yakni pengrajin batu, pengrajin batik, pengrajin songket, anyaman dan untuk makanan yakni pedo dan sirup khas Muratara.

Bunda Lia menyampaikan potensi pengrajin ini kelak dapat menarik para wisatawan maupun pengrajin dari daerah lain untuk berkunjung ke Kabupaten Musi Rawas Utara.

Dan tentu ini, harus disiapkan kedepannya dalam menjaring potensi UKM yang ada, PKK siap nantinya bekerjasama dengan Disperindag kop dalam mempromosikan dan mengangkat pengrajin Muratara untuk berkembang sesuai keahliannya.

"Bisa nanti bersama pariwisata membangun kampung wisata kampung pengrajin yang kedepannya dapat dikunjungi oleh daerah lain,"ungkapnya.

Ny Lia  Mustika Syarif menyampaikan optimisme ini bukan tidak berdasar mengingat di beberapa kali even provinsi Muratara dapat menjuarai bahkan siap tampil di tingkat nasional.

"Sekarang Muratara sudah mulai diperhitungkan salah satunya lomba posyandu kemarin kita dapat meraih peringkat dua tngkat provinsi,"ucapnya.


Tentunya ungkap Ny. Lia Mustika Syarif, meski daerah baru ini modal bagi Muratara untuk bangkit, Muratara terus berkarya, terus bersolek dalam mewujudkan Kabupaten Muratara yang maju dan berdaya saing.

"Kita berharap 7kecamatan di Kabupaten Muratara dapat membentuk usaha rumahan yang kedepannya menjadi potensi wisata yang dapat meningkatkan perekonomian rakyat kita, mari sama-sama kita membangun untuk Muratara yang lebih baik lagi,"ajaknya dengan penuh semangat. (MJ)
Share:

Jumat, 21 Desember 2018

Lalat Beterbangan Pemilik Warung Nasi Mengeluh



RAWASULU MSM. COM-Beberapa warga di Kelurahan Pasar Surulangun Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara, terutama yang memiliki usaha warung nasi mengeluhkan banyaknya lalat yang beterbangan di warung nasi milik mereka.

Seperti yang diungkapkan Naupal, salah satu pemilik warung nasi kepada MSM. COM,  Jumat (21/12). Dia menuturkan, kondisi seperti itu sudah terjadi beberapa hari terakhir. Ia sendiri tak mengetahui secara pasti apa penyebab banyaknya lalat.

Namun ia menduga, keberadaan kandang ayam yang mana saat ini sudah mulai penen,  diduga menjadi penyebab banyaknya lalat yang beterbangan di warung nasi miliknya.

"Saya menduga karena pemilik usaha ayam potong sudah panen. Terus kandangnya juga dibersihkan. Maka lalat lalat itu terbang ke pemukiman warga. Warung saya termasuk yang terkena dampaknya"ujar Naupal.

Ia khawatir, lalat lalat yang datang akan membawa bibit penyakit. Apa lagi sampai hinggap dimakanan. "Berbagai upaya semampunya sudah saya lakukan untuk mengusir lalat. Tapi tetap saja banyak lalat. Saya khawatir akan berimbas pada usaha saya"tuturnya. Dirinya berharap, pihak terkait dapat memperhatikan keluhannya. (ZIL)
Share:

Ustad Inayatullah Nostalgia Bersama Masyarakat Ulu Rawas



MUARA KUIS MSM. COM- Pengajian Akbar bulanan di Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara kali ini digelar di Masjid Jamila Azom Desa Muara Kuis, Rabu (19/12)

Hadir dalam acara ini sebagai penceramah yakni Ustad Kondang Musi Rawas Utara, Lubuklinggau dan Muratara, Ustad Inayatullah.

Dalam tausiyahnya, Ustad Inayah menyampaikan bernostalgia bersama masyarakat Ulu Rawas khususnya desa Muara Kuis.

Pasalnya, Ustad kondang ini hadir di tengah-tengah masyarakat Muara Kuis 15 tahun yang lalu. Dan kali ini hadir kembali dalam sambutan yang luar biasa oleh masyarakat Muara Kuis dan desa lainnya.

"Saya pertama kali hadir masih bujangan kesini, diundang kades Muara kuis waktu itu masih bapaknya kades yang sekarang dan kali ini hadir kembali, saya serasa bernostalgia dalam suasana Keimanan dan keislaman di majelis taklim ini,"ucap Ustad Inayah sapaan akrabnya.

Lanjut Ustad Inayah, merasa ada aura tersendiri ketika tau pengajian bulanan ini merupakan komitmen Camat Ulu Rawas, Mukhtaredi dalam menggalakkan pengajian bulanan.

Sebab dia tau betul Mukhtaredi semasa kecil memang aktif dalam menggalakkan pengajian di tempat tinggalnya.

Ustad Inayah berharap pengajian ini terus aktif, tak hanya tingkat kecamatan melainkan hingga tiap desa dalam menambah keimanan masyarakat Ulu Rawas.

"Adanya pengajian ini adalah adanya perubahan dalam diri kita sesuai syariat berdasarkan Al Qur'an dan Al Hadits,"ungkapnya.

Dia menyatakan adanya pertemuan ini sebagai pengikat tali silaturahmi antar desa di Kecamatan Ulu Rawas, meski kepentingan dunia berbeda masyarakat terikat dalam ukhuwah Islamiyah yang baik.

"Meraih cinta Allah sangat pas dalam tema pertemuan ini, saya harapkan dengan adanya tausyiah tadi terus tumbuh cinta kita kepada yang Maha Kuasa,"utaranya.

Sementara itu, Camat Ulu Rawas, Mukhtaredi menyampaikan pengajian ini akan terus digalakkan dalam menangkal hal hal yang negatif ditengah masyarakat.

Dengan adanya pengajian ini diharapkan keimanan meningkat, persatuan dan kesatuan masyarakat tetap terjaga.

"Mari kita jaga keislaman kita, keimanan kita dalam menggapai Ridha Allah dalam suasana masyarakat Madani sesuai syuri tauladan Baginda kita Rosululloh SAW,"ajaknya. (ZIL)
Share:

Kamis, 20 Desember 2018

Dinas Pertanian Bantu Alat Pertanian



MURATARA, MSM.COM - Dalam rangka meringankan serta membantu pekerjaan para petani di Bumi Berselang Serundingan, Dinas Pertanian dan Perikanan menyalurkan bantuan alat pertanian, bibit dan sebagainya kepada para petani.


Adapun bantuan yang di salurkan kepada para petani adalah alat alsinta sebanyak 346 yunit di ambil dari APBN, sedangkan untuk dana APBD hanya di pokuskan membantu pada bibit dan beni seperti padi, karet, kakau, kopi. Untuk di bidang peternakan ada ikan, itik, kolam terpal serta bibit ikan pakan, kemudian obat-obatan pertanian, mesin pemotong rumbut dan lain sebagainya.


Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Muratara Suhardiman mengatakan, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Muratara selama tahun anggaran 2018 telah menyalurkan berbagai macam bantuan khususnya di Bidang Pertanian dan Perikanan Juga peternakan.


"Program ini kami lakukan tiada lain hanya untuK mendukung visi dan misi Bupati Syarif dan Devi yaitu mengoftimalisasi pemanpaatan lahan terlantar."ungkap ia.


Di jelaskan Kadis, adapun yang di salurkan pada para petani adalah jenis bantuan alsinta Traktor roda 4 sebanyak  14 unit, traktpr roda 2 sebanyak 87 yunit, hensplayer sebanyak 100 yunit, ricetran splanter sebanyak 19 yunit, kultipator sebanyak 11 yunit, alat tanam kagung sebanyak 12 yunit, kombine hastester kecil sebanyak 1 yunit.

Pompa air sebanyak 56 yunit, power treser multiguna sebanyak 10 yunit, alat pengolah pupuk organik sebanyak 7 yunit, motor roda 3 sebanyak 7 yunit, damparit sebanyak 4 yunit, sumur bor sebanyak 18 yunit, jalan produksi sepanjang 2 kg, embung sebanyak 1 yunit, normalisasi sungai lebih kurang sepanjang 1.5 kg, perbaikan jaringan irigasi tersier seluas 250 Hektar, jumlah keseluran sebanyak 346 yunit, itu di ambil dari APBN.


"Sedangkan dari anggaran APBD, itu di pokuskan pada bibit dan beni seperti  padi, karet, kakau, kopi. Untuk di bidang peternakan ada bantuan yang di salurkan berupa ikan, itik, kolam terpal serta bibir ikan pakan, kemudian obat-obatan pada pertanian, mesin pemotong rumbut dan lain sebagainya."ungkap ia.


Lanjut yang biasa Pak Diman, bantuan ini bertujuan untuk meringankan dan meningkatkan beban serta pendapatan para petani di kabupaten Muratara.


"Saya hanya berharap kedepan agar para petani dapat memelihara dan merawat apa yang telah di berikan oleh pemerintah kabupaten Muratara, manpaatkan semaksimal mungkin."pinta ia.


Sambung Diman, alat di berikan untuk membantu kelancaran atau aktipitas petani dalam berusaha sebagai petani sehingga di harapkan para petani agar  dapat meningkatkan penghasilan secara meksimal.


"Kedepan saya akan terus berusaha agar apa yang di butuhkan masyarakat dalam bidang pertanian akan terealisasi sesuai harapan."tegas ia.


Sementara Kepala Desa Bingin Kecamatan Rupit Henki Basyif mengatakan, ia membenarlan adanya bantuan dari Pemkab Muratara melalui Dinas Pertanian da Perikanan, batuan tersebut berupa alat pertanian, bibit atau beni seperti bibit sawit, padi, karet dan sebagainya, kemudian ada bantuan ikan serta banyak yang lainnya yang tidak bias di jelaskan karena lupa.


"Saya afresiasi kerjanya Dinas Pertanian dan Perikanan, dengan banyaknya bantuan untuk masyaralat khususnya pada bidang pertanian, masyarakat kami merasa sangat terbantu perekonomiannya."ungkap ia.


Lanjut Kades, selama ini masyarakat tidak terpikirkan untuk bersawah, dengan adanya bantuan dari pemkab di Desa Bingin saat ini sudah banyak yang bersawah, beternak ikan dan sebagainya sehingga masyarakat Bingin perekonomiannya sedikit terbantu.


"Sekali lagi saya acung jempol pada Pemkab Muratara terkhusus Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan."tutup nya. (Hamkam)
Share:

Rabu, 19 Desember 2018

Simpang Nibung Resmi Milik Jambi



MURATARA, MSM.COM- Setelah sekian lama peroses sengketa lahan perbatasan Simpang Nibung yang berada di Desa Sungai Jauh, Kecamatan Rawas Ulu akhirnya di menangkan oleh Provinsi Jambi atau Kabupaten Sarolangun Jambi.

Hal itu sesuai dengan terbitnya Permendagri Nomor 131 tahun 2017 tentang perbatasan kabupaten Muratara dengan Provinsi Jambi yang berada di simpang Nibung.


Dimana terbitnya permen tersebut sesuai dengan batas DOB pada tahun 2013. Dimana dari titik batas atau P0 hingga ke titik ikat (Dopler hingga ke titik patok pilar (P26) masuk dalam wilayah Provinsi.
Termasuk aset tugu perbatasan yang dibangun oleh Provinsi Sumatra masuk dalam wilayah Jambi hingga aset-aset lainya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kabag Tata Pemerintahan saat dikonformasi diruanganya masih Dinas Luar. Sementara stafnya yang dikonfirmasi belum berani menjelaskan mengenai batas wilayah tersebut.

 "Mengenai perbatasan tersebut saya takut salah menjelaskan. Dan lebih baik konfirmasi kembali dengan atasan saya," katanya sambil berpesan jangan disebutkan namanya.


Sedangkan Kabag Hukum Muratara, Efendi saat dikonfirmasi menjelaskan mengenai terbitnya Permendagri tersebut benar adanya. Dan saat ini pihaknya masih dalam proses minta pendapat mengenai upaya hukum yang akan dilakukan untuk perbatasan tersebut.

"Kami sekarang masih dalam konsultasi minta pendapat kepada Legal (Kuasa Hukum) Pemkab Muratara mengenai terbitnya Permendagri No. 131 tahun 2018 tersebut," ujarnya singkat. (Hamkam)
Share:

Selasa, 18 Desember 2018

Warga Karang Anyar Heboh Mayat Ditemukan Mengambang



MURATARA MSM. COM- Warga menemukan sesosok mayat laki-laki di Sungai Desa Karang Anyar Kecamatan Rupit, Kabupaten Musirawas Utara(Muratara), Selasa, (18/12)pagi.

Penemuan sesosok mayat itu sempat menghebohkan masyarakat desa Karang Anyar.

Menurut Aspin(21) salah satu warga setempat menuturkan bahwa saat dirinya hendak mandi kesungai tiba tiba dirinya mendengar suara orang meminta tolong ada mayat,

"waktu dengar orang minta tolong ada mayat tidak percaya setelah menengok dan benar ada mayat hanyut" paparnya

Setelah melihat ada mayat di seberang bergegaslah mengajak teman teman yang lain untuk mengambil mayat tersebut
"ngajak kawan-kawan yang lain membawa motor ketek mengambil mayat yang hanyut, kami ikat mayatnya ke perahu dan kami bawa ke tepih sungai" tambahnya

Kanit reskrim polsek Rupit Agus Priadi menyatakan pada saat itu ada warga yang lagi jalan di atas jembatan melihat mayat dan berteriak minta tolong ada mayat, dan dibantulah oleh warga yang lain

Personel Polsek kemudian juga turun ke TKP dan membawa jasad korban untuk dilakukan divisum ke RSUD Muara Rupit

Menurut Kapolsek, korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan keadaan memakai baju singlet warna putih membawa tas warna hitam menggunakan sepatu santai untuk kekebun berkaos kaki hitam bercelana pendek warna merah dan dirijen terselempang di tubuhnya dan ditemukan luka robek.

"Terdapat luka bagian tubuh ada tusukan  dibawa dagu,  sayatan dibawa leher dan sayatan pada lengan dan pergelangan tangan "ucapnya

Pihak kepolisian belum memastikan identitas korban karen tidak terdapat identitas apapun pada tubuh korban

"mayat di perkirakan berusia 30-40 tahun dengan ciri ciri bertubuh tinggi sekitar 175 berbadan gempal dan berambut mohak" tambahnya.(MJ)
Share:

Peringatan Hari Ibu ke-90 Bupati ; Kesetaraan Peran Perempuan dan Laki - Laki Untuk Mewujudkan Pembangunan Yang Berkelanjutan Dan Berkeadilan.



MURATARA MSM.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, melalui Dinas DPMPD-P3A sukses menggelar peringatan Hari Ibu ke-90. Peringatan hari ibu yang mengusung tema "Bersama Meningkatkan Peran Perempuan dan Laki - laki Dalam Membangun Ketahanan Keluarga untuk Kesejahteraan Bangsa" dilaksanakan di Aula Siti Rahma Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit, Rabu (12/12).

Hadir Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, Ketua TP PKK Ny.Lia Mustika, Sekretaris Daerah H. Abdullah Makcik, Kepala Dinas PMD Firdaus, Camat, Kapolsek, Koramil, para kepala FKPD dan ibu - ibu PKK Kabupaten Muratara.



Ketua Pelaksana kegiatan, Ny. Rosmiati menyampaikan bahwa sesuai dengan tema peringatan hari ibu. Maka, ia mengingatkan peran wanita dalam bermasyarakat menuju berkeadilan bersama meningkatkan peran perempuan dan laki - laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa.

Sementara itu, Bupati Muratara HM. Syarif Hidayat dalam sambutannya memaparkan tentang Hari Ibu Indonesia lahir dari pergerakan Indonesia. Setiap diselenggarakan peringatan hari ibu Indonesia, dapat dimaksudkan dan diarahkan untuk selalu membangkitkan semangat perjuangan tentang keluhuran dan keagungan peran perempuan sebagai ibu terhadap kehidupan.



"Perayaan hari ibu ditetapkan setiap 22 Desember sebagai bentuk perhatian dan pengakuan begitu pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan serta mendorong perempuan dan masyarakat untuk selalu menghargai hak - haknya sebagai perempuan" papar Bupati.

Tema ini dibangun, dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia tahun 2018 untuk menyeleraskan dengan arah kebijakan pembangunan sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2015-2019 serta mewujudkan Nawacita sebagai salah satu agenda nasional.

"Sebagai ibu bangsa, perempuan berperan mewujudkan ketahanan keluarga sebagai pilar membangun negara yang adil dan sejahtara sekaligus menjadi pondasi dalam menerapkannya dalam kehidupan harmonis, damai, dan religius" sambung Bupati.

Dikatakan orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini bahwa ibu dalam sebuah keluarga adalah sosok yang dengan tulus dan ikhlas merawat, mengasuh dan mendidik anak - anaknya. Sehingga menjadi orang yang berguna dan mandiri di era modernisasi.

Ibu memiliki tugas bukan hanya mengurus suami dan anak anaknya. Tetapi juga ikut berjuang menopang perekonomian keluarga. Dalam konteks yang demikian itu wanita sebagai salah satu bagian dalam keluarga berposisi sebagai istri pendamping suami atau sebagai ibu dari anak anak yang dilahirkan memiliki peranan yang sangat besar dalam menciptakan ketahanan keluarga.
Bupati menegaskan, tanpa dukungan wanita, kaum laki - laki dalam hal ini suami tidak memiliki kekuatan yang memadai untuk menciptakan keluarga yang sejahtara. Untuk itu, Bupati berharap melalui peringatan Hari Ibu ke-90 ini, dapat mendorong terciptanya kesetaraan peran perempuan dan laki - laki untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Ketua TP PKK, Ny. Lia Mustika menyampaikan ucapan selamat hari ibu seraya berpesan untuk menjadi ibu yang cerdas yang akan tumbuh nantinya anak yang cerdas pula. (MJ).
Share:

Jumat, 14 Desember 2018

Bupati Ajak OPD Gali Potensi PAD



MURATARA, MSM.COM- Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kabupaten Muratara, menggelar kegiatan bulan bakti dan pemberian penghargaan Pajak Bumi Dan Bangunan, Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) kepada wajib pajak tahun 2018.

Acara bulan bakti dan pemberian penghargaan PBB-P2 tersebut, berlangsung di gedung serbaguna kelurahan Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, yang mengusung tema 'Melalui bulan bakti dan pemberian penghargaan PBB-P2 tahun 2018, mari kita tingkatkan ketaatan sebagai wajib pajak untk Muratara Bangkit', Kemarin.


dihadiri langsung oleh Bupati Muratara, H. Syarif Hidayat, Kepada BKD Muratara, H. Duman Faichiyal, kepala OPD, Camat, Kepala Desa, tokoh masyarakat, pemuda dan tamu undangan lainya. Yang dimeriakan dengan penampilan tari dari sanggar tari di Kecamatan Karang Dapo.

Dimana dalam rangkaian acara bulan bakti dan pemberian penghargaan Pajak Bumi Dan Bangunan, Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) kepada 11 orang yang mendapat penghargaan dari pemerintah Kabupaten Muratara.

11 orang tersebut yakni : Camat Rawas Ulu, katagori wilayah tercepat pelunasan PBB, Camat Nibung katagori wilayah tertinggi PBB-P2, Kelurahan Muara Kulam, wilayah tercepat pelunasan PBB-P2. Sementara ada 7 desa dari 7 Kecamatan sebagai desa terbaik PBB-P2 dan tercepat dalam pelunasan PBB-P2 yakni: Desa Lawang Agung, Lesung Batu Muda, Kelupang Jaya, Pauh 1, Biaro Baru, Rantau Jaya dan Napalicin. Serta ditambah pemberian harga kepada pihak swasta sebagai objek pajak potensial yakni Pt. Bumi Mekar Tani.

Bupati Muratara, H. M Syarif Hidayat, dalam sambutanya mengatakan target PBB tahun 2018 dengan nilai Rp.900 juta terpenuhi hingga 100 persen. Namun target tersebut masih tergolong kecil dengan potensi daerah yang ada.

"Saya meminta tahun mendatang setiap OPD dan Camat menggali setiap sektor potensi menunjang APBD Kabupaten Muratara," imbuh H.M Syarif Hidayat.

Diterangkanya, APBD Kabupaten yang ada tersebar dari Pajak. Yang nantianya kembali didistribusikan melalui alokasi umum, khusus dan dana lain-lai  untuk pembangunan dalam wilayah di Bumi Berselang Serundingan.

"Dan kami tetap komitmen, untuk pembangunan 70 persen dan dana kegiatan rutin 30 persen dari APBD Kabupaten Muratara," ujarnya.

Kenapa begitu ?, tanya H.M Syarif Hidayat, sebagai kabupaten yang baru tentu masih banyak wilayah di Kabupaten Muratara membutuhkan pembangunan. "Sehingga tahun 2019 kami rencanakan akan memusatkan di 4 kecamatan," paparnya.

Untuk itu, dirinya menghimbau, lurah, camat, kepala desa hingga pihak terkait agar lebih intensif melakukan sosialisasi dan pendekatan guna meningkatkan kesadaran dan pengertian masyarakat akan pentingnya pembayaran pajak PBB-P2, untuk kelangsungan pembangunan Kabupaten Muratara.

Taklupa dirinya sampaikan, ucapan terimah kasih kepada OPD dan semua pihak serta masyarakat dalam membantu pendapata daerah. Dimana setiap tahunnya mengalami peningkatan. "Alhamdulillah APBD Kita setiap tahun mengalami peningkatan," paparnya.

Terpisa Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Musi Rawas Utara (Muratara) H. Duman Faichiyal menyampaikan, dengan adanya bulan bakti dan pemberian penghargaan PBB-P2 dapat memberikan motivasi pada wajib pajak serta lebih taad dan patuh dalam membayar pajak.

Dilanjutkanya, bahwa sampai tanggal 20 Agustus 2018 realisasi pajak Muratara adalah 87,91 persen. Jika dilihat perbandinganya dari tahun 2017 ada kenaikan dari 87,86 persen menjadi 87,91 persen. 

"Kenaikan ini dari pajak 80 Desa dan 5 kelurahan. Sementara 2 kelurahan dan 2 desa yang tersisa belum lunas," jelas ia. (Hamkam)
Share:

Kamis, 13 Desember 2018

Terangi Bangsa Dengan Pendidikan. PT PLN (Persero) Lakukan Kegiatan Mengajar di MTsN 1 Muratara



MURATARA MSM.COM - Melalui program dengan tema “Terangi Bangsa Dengan Pendidikan”, PT PLN (Persero) UP3 Rayon Lubuk Linggau area Lahat Provinsi Sumatera Selatan mengelar kegiatan mengajar di sekolah - sekolah. Kali ini yang mendapat kunjungan MTs Negeri 1 Muratara. Senin (10/12).

Kegiatan tersebut diikuti antusias oleh seluruh siswa siswi MTsN 1 Muratara yang beralamat di Desa Lesung Batu Muda Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara. Pelajar mulai dari kelas VII hingga IX terlihat semangat mengikuti materi yang diajarkan oleh PT PLN (Persero).

“Kita sangat senang sekaligus berterima kasih kepada pihak PT. PLN (Persero) yang telah memberikan ilmu kepada anak - anak tentang litrik dan fungsinya sebagai kebutuhan dalam kegiatan sehari - hari” ungkap Kepala MTsN 1 Muratara, Tri Widayati.

Ditempat yang sama, Manager PT. PLN (Persero) UIP Kota Lubuk Linggau menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan pihaknya adalah kegiatan lingkungan yang merupakan salah satu program PLN Mengajar, bersosialisasi dengan sekolah - sekolah yang ada di sekitar kantor PLN untuk menjelaskan masalah masalah kelistrikan.

“PT PLN (Persero) juga memberikan bantuan untuk sekolah - sekolah yang dikunjungi dengan harapan bisa bermanfaat. Khususnya bagi MTsN 1 Muratara” pungkasnya. (ZIL)
Share:

Peringatan Hari Ibu Ke-90. Bupati ; Ibu Akar Pilar Pembangunan Bangsa



MURATARA, MSM.COM-TP PKK Kabupaten Musi Rawas Utara bekerjasama dengan DPMD-P3A menggelar peringatan Hari Ibu ke-90 Tahun 2018. Peringatan Hari Ibu tahun ini mengusung tema “Bersama Meningkatkan Peran Perempuan dan Laki - laki Dalam Membangun Ketahanan Keluarga untuk Kesejahteraan Keluarga”. 

Ketua TP PKK Kabupaten Muratara, Ny Lia Mustika Syarif mengucapkan selamat hari ibu seraya menegaskan, wanita mesti mempunyai peran dan berkewajiban untuk mendidik generasi penerus bangsa.

“Pada tahun 1959, ditetapkan 22 Desember sebagai hari ibu. Mulai saat itu, kekuatan ibu dan anak dalam membangun bangsa dan negara mulai ada” ulasnya..

Hal itu, tak lepas dari kekuatan kerjasama antara ibu dan bapak dalam membina, memberikan edukatif, tauladan dan perencanaan yang baik. Ia berharap kepada para ibu, jadilah ibu yang cerdas. Sebab, perempuan merupakan madrasah bagi anak - anak.

“Ibu adalah tiang negara. Artinya pembangunan negara, kabupaten hingga desa tergantung pendidikan yang diberikan ibu kepada anak kita” jelasnya..

Ditempat yang sama, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat menyampaikan pentingnya eksistensi perempuan di masyarakat. Karena perempuan merupakan ibu bangsa, dan akar pilar bangsa sekaligus pondasi dalam menjalankan kehidupan yang damai.

“Ibu bertugas mengasuh anak - anak, untuk menjadi anak bangsa yang berguna. Dalam konteks ini, wanita sebagai pendamping anak - anak” kata orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini.

Namun demikiang, sambung Bupati, sering dengan kemajuan dan perkembangan dunia, wanita juga bisa berkreasi, berkreativitas layaknya laki - laki dalam memenuhi ekonomi keluarga. (Hamkam)

Namun, sambung Syarif seiring kemajuan dan perkembangan dunia,  sehingga wanita juga bisa berkreasi,  berkreativitas layaknya lelaki dalam memenuhi ekonomi keluarga.(hamkam)
Share:

Rabu, 12 Desember 2018

Buka Lomba Karya Tulis Ilmiah, Sekda Beri Apresiasi ke Dispora




MURATARA MSM.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar lomba Kreasi dan Karya Tulis Ilmiah, Rabu (12/12) yang dipusatkan di gedung SMP Negeri 1 Muara Rupit Kecamatan Rupit.

Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Sekda H Abdullah Makcik didampingi Kepala Dispora, Erwin Abdul Karim membuka secara resmi kegiatan lomba yang diikuti oleh peserta tingkat SMA/SMK sederajat. Kegiatan lomba sendiri sudah dimulai sejak 3 Desember lalu.



“Kami sangat mendukung sekali dan memberi apresiasi yang tinggi atas inisiatif Dispora dalam mengembangkan kreativitas generasi muda dalam menulis. Dengan adanya lomba ini, akan menghasilkan suatu tulisan yang lebih luas dan konprehensif” kata Sekda.

Dirinya berharap, kedepan Dispora dapat mengembangkan lagi kegiatan serupa. Tidak hanya tingkat SMA/SMK sederajat, melainkan hingga ke tingkat SMP sederjat dengan tujuan dapat menambah wawasan dalam membuat suatu karya tulis.



Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Muratara Erwin Abdul Karim melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Pemuda M. Said Sarmidi mengatakan bahwa kegiatan lomba karya tulis ilmian yang diikuti pelajar tingkat SMA, SMK dan MAN se Kabupaten Muratara terdiri dari dua tahap.

Kegiatan lomba hari ini merupakan tahap seleksi terakhir, dimana dari 50 peserta yang berhak maju ke grandfinal hanya 25 peserta. Dari 25 peserta tersebut, terdiri dari 11 orang peserta lomba kreasi dan 14 orang peserta lomba karya tulis ilmiah.



‘Dengan adanya lomba ini, kita harapkan dapat memacu kreativitas sesuai dengan visi misi Bupati Wakil Bupati Muratara, yakni Muratara Bangkit” tukasnya. (MJ)
Share:

Anak PAUD Harus Belajar di Bawah Atap




MURATARA MSM. COM- Akibat belum memiliki gedung sendiri serta belum adanya bantuan dari dinas terkait di Desa Lubuk Rumbai Baru Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara. Anak-anak PAUD Nurul Islam terpaksa harus bermain dan belajar di gedung yang atapnya nyaris ambruk.

Kondisi gedung PNPM yang sejak tahun 2014 dipinjam pakai oleh masyarakat untuk dijadikan tempat belajar anak-anaknya di PAUD Nurul Islam Desa Lubuk Rumbai Baru, kondisinya sangat tidak memungkinkan menjadi tempat belajar dan bermain anak-anak PUAD yang masih terbilang belia. Selain  atap gedung yang nyaris ambruk anak-anak PAUD harus belajar dan bermain didalam satu ruangan yang di sekat-sekat mengunakan triplek.

Diungkapakan kepala sekolah PAUD Nurul Islam Nuni Astuti kemarin . Mengaku sejak berdiri tahun 2014  PAUD Nurul Islam telah  mengunakan dan meminjam pakai gedung PNPM yang dari awal kondisinya seperti ini,  terkadang kami merasa khawatir saat anak-anak bermain diluar karena kondisi atap yang mulai runtuh dan sarana persana yang belum memadai.

Menurutnya, belum ada gedung PAUD Nurul Islam ini karena belum ada lahan untuk pembangunan gedung serta upaya perhatian dinas  terkait untuk hal ini, karena selama ini pihaknya telah berusaha untuk mencari masyarakat yang mau menghibahkan tahahnya untuk gedung PAUD ini tetapi hingga saat ini kami belum mendapatkannya.

Oleh kami berharap pemerintah dapat memberikan solusi untuk hal ini karena selain kondisi gedung seperti ini, disini anak-anak harus berain dan belajar didalam satu ruagan memang benar sistem belajar PAUD adalah bejalajar sambil bermain tetapi kalau tempat belajar menajdi satu dengan area bermain pastinya anak-anak tidak konsen bisa saat belajarnya. Kalau suatu saat kami bisa memiliki gedung sendiri kami bisa lebih maksimal dalam menarik minat anak-anak yang mana untuk belajar dengan membuat hiasan dan konsep menarik bagi anak-anak untuk bersekolah dan belajar disini harapnya. (Hamkam)
Share:

Selasa, 11 Desember 2018

31 Desember 2018 Jamsoskes Sumsel Semesta Dihentikan




MURATARA MSM.COM - Terhitung 31 Desember 2018 mendatang, Program Jaminan Sosial Kesehatan (Jamsoskes) Sumsel Semesta, resmi dihentikan. Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Sumsel Nomor 07/SE/Dinkes/2018 tertanggal 5 Desember 2018.

Sebagai gantinya, program yang dikhususkan bagi masyarakat tidak mampu tersebut, diintegrasikan ke BPJS. Dengan iuran yang ditanggung oleh pemerintah daerah melalui anggaran APBD.

“BPJS itu kan ada dua jenis, BPJS Mandiri dan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). PBI itu terbagi lagi ke dalam Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan juga program yang dianggarkan melalui APBN” kata Kepala Dinas Kesehatan Muratara dr. Mahendra melalui Kabid Sumber Daya Kesehatan Agus Redo diruang kerjanya, Selasa (11/12).

Jadi, kata Agus Redho, bagi masyarakat yang kurang mampu dan belum mendaftar BPJS tak perlu merasa khawatir dengan berakhirnya program tersebut. Sebab, pihaknya akan mendaftarkan masyarakat sebagai anggota BPJS dengan iuran yang ditanggung oleh APBD.

“Sebenarnya program ini sudah berjalan satu tahun ini, cuma sekarang yang terdaftar baru 3 ribuan orang. Kita masih menunggu data dari Dinas Sosial, mudah - mudahan tahun depan semuanya sudah terdata” tambahnya.

Untuk itu, ia mengharapkan kepada para kades, Lurah maupun Camat untuk segera mendata warganya yang kurang mampu. Sehingga semua warga yang kurang mampu dan berhak masuk dalam program tersebut semuanya dapat terdata.

“Wewenang pendataan itu ada di Dinas Sosial, tinggal sekarang kita berharap baik Kades, Lurah maupun Camat dapat berkoordinasi dengan Dinsos. Disamping itu kami juga bersama dengan BPJS akan melakukan sosialisasi” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, melalui Dian Winani, S.Kep.Ns menjelaskan bahwa terkait penghentian program Jamsoskes Sumsel Semesta, pihaknya sudah memberikan edukasi kepada pasien yang masuk kategori masyarakat miskin untuk segera mendaftarkan diri.

“Yang mempunyai wewenang Dinas Kesehatan. Kami hanya melayani, mengedukasi dan mensosialisasi tentang kepastian penghentian program Jamsoskes yang selanjutnya diintegrasikan ke BPJS” ujarnya.(MJ)
Share:

Senin, 10 Desember 2018

Polres Lakukan Pelayanan Terpadu Keliling




MURATARA MSM. COM - Polres Musi Rawas melaksanakan kegiatan pelayanan Kepolisian terpadu di Kabupaten Musi Rawas Utara, Senin (9/12).

Kegiatan pelayanan Kepolisian terpadu ini langsung dipimpin oleh IPDA Graciano bersama dengan personel Polres Musi Rawas. Dengan adanya kegiatan Kepolisian terpadu ini masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara dapat membuat SIM, Sidik Jari Dan SKCK.

Pantauan wartawan MSM. COM Lokasi pelayanan Kepolisian terpadu ini berada tidak jauh dari Kantor Bupati Muratara dipinggir jalan lintas sumatera Kel. Muara Rupit Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara.

Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro, SIK saat dikonfirmasi MSM. COM membenarkan adanya kegiatan pelayanan Kepolisian terpadu.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempermudah warga masyarakat untuk membuat SIM, SKCK dan Sidik Jari. Dengan adanya pelayanan ini masyarakat Kabupaten Muratara tidak jauh lagi untuk datang ke Polres Musi Rawas cukup di Rupit saja membuatnya.

Sudah kami siapkan satu mobil dan Anggota Polres Musi Rawas untuk melayani masyarakat Kabupaten Muratara, tutur Kapolres.(MJ)
Share:

Warga Harapkan Semprot Fogging



MURATARA, MSM.COM-  Pasca banjir beberapa hari lalu hingga masuk dipermukiman warga Kampung 6, Desa Bukit Langkap, Kecamatan  Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), warga setempat mengharapkan perhatian Dinas Kesehatan Muratara.

Hal itu, seperti yang dikatakan oleh, Roni (34), bahwa tingginya curah hujan beberapa hari lalu menyebabkan air sungai meluap hingga perkampungan warga.

"Dari banjir tersebut banyak terdapat genangan-genangan air yang menimbulkan banyaknya nyamuk," ungkapnya kepada Wartawan koran ini.

Oleh karena itu, warga khawatir akan terserang penyakit Malaria. "Habis banjir kemarin banyak  nyamuk dipermukiman. Mungkin karena adanya genangan air," kata dia

Untuk itu, pihaknya mengharapkan adanya perhatian pihak dinas kesehatan agar melakukan penyemprotan Fogging. "Kami minta adanya pembasmian nyamuk. Agar warga tidak teserang malariah," jelas ia.

Serupa yang diceritakan, Tini (42) bahwa setiap kali musim penghujan di kampungnya selalu banyak terdapat nyamuk. Terutama sesudah musim banjir.

"Tiap kali habis banjir. Serangan nyamuk pirumah warga selalu banyak. Selain cuaca dingin, juga banyak terdapat genangan air. Sehingga nyamuk ini cepat berkembang," ujarnya.

Mengenai hal ini, tentu pihaknya mengharapkan jika ada perhatian pemerintah kabupaten melalui Dinas Kesehatan. "Tentu kami harapkan jika ada kepedulian pemerintah untuk melakukan penyemprotan pogging dilingkungan masyarakat," ungkapnya.

Sementara Itu, Kabid P2P Dinkes Muratara, Fatahul saat dikonfirmasi melalui Via telpon tidak ada jawaban.(hamkam)
Share:

Ketua TP PKK Berikan Bantuan Kepada Anak Anak SAD




MURATARA MSM. COM-Dalam rangka peringatan hari ibu ke 90 dan dharma wanita ke 19, Ketua Tim Penggerak (TP) Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Lia Mustika Syarif berikan bantuan kepada Anak anak Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di Mes serbaguna SAD yang beralamat di Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.


Pemberian bantuan berupa Alat tulis, makanan tambahan, dan lain lain bertujuan untuk membantu Anak anak SAD yang sedang mengenyam pendidikan, baik SD, SMP maupun SMA di Mes serbaguna yang berjumlah sekitar 74 orang.


Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Muratara Lia Mustika Syarif mengatakan, hari ini pihaknya mengadakan bakti sosial dalam rangka hari ibu ke 90 dan hari dharma wanita ke 19."Anak anak, hari ini ibu akan berikan bantuan kepada kalian tapi bantuan ini bukanlah jajanan semua. Bantuan ini ada buku tulis untuk kalian sekolah, ada bantuan bantuan lainnya. Setelah acara ini kita akan periksa kesehatan supaya anak anak sehat, supaya anak anak pintar,"Katanya Lia Mustika Syarif didepan Anak anak SAD. Sabtu (8/12/2018)


Lia menegaskan, Anak anak SAD adalah bagian dari masyarakat Muratara."Mereka adalah bagian dari kita, mereka anak anak kita, saya berharap ibu ibu disini menjadi ibu ibu asuh bagi mereka,"Ucapnya


Dirinya tidak setuju jika anak anak SAD yang selalu ditonjolkan adalah primitifnya saja, dia meyakini anak anak suku anak dalam adalah anak yang cerdas."Saya tidak setuju itu, karna anak anak SAD adalah anak anak yang pintar. Coba bayangkan, mereka aja baru satu bulan disini tapi mereka sudah ada yang bisa baca doa dan sudah hapal pancasila, bayangkan kalau mereka sadah setahun, dua tahun atau tiga tahun disini,"Ungkap Lia Mustika Syarif


Sambung Ketua TP PKK, dirinya mengucapkan terima kasih kepada kepala Dinas Sosial (Kadinsos) muratara yang telah mempasilitasi dan menghimpun dalam suatu lembaga pendidikan bagi suku anak dalam, karna mereka adalah anak anak  muratara."Saya yakin anak anak yang ada ini adalah anak anak yang pintar, anak anak yang cerdas. Saya berharap setelah ini banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang siap menjadai orang tua asuh mereka,"Harapnya


Sementara itu Kadinsos muratara H Zainal Arifin Daud mengungkapkan pada tahun 2016 lalu dirinya mendapat perintah dari bapak Bupati untuk mengumpulkan Anak anak SAD dalam satu wadah supaya anak anak SAD mendapat pendidikan."Kami sangat berterima kasih pada pak bupati karna pada tahun 2016 lalu saya ditantang pak bupti untuk mendata anak anak SAD. Katanya seperti ini,  Fin (Panggilan sehari hari Kadinnsos) kamu siap tidak untuk mengumpulkan anak anak SAD, ya saya jawab siap pak. Nah mulai tahun 2016 itu kami langsung bergerak mendata anak anak SAD,"Tuturnya


Berdasarkan hasil pendataan Dinsos Muratara tahun 2016, anak anak SAD yang sedang maupun yang putus sekolah berjumlah sekitar 347 orang. Namun yang bersedia menandatangani surat pernyataan untuk sekolah sekitar 260 an orang."Pada hari ini jumlah mereka baru  74 orang yang baru masuk ke sini (Mes serbaguna), insya allah pada akhir 2018 ini akan kami kejar mereka karna mereka sudah membuat pernyataan dan akan kita didik disini,"Ungkap Jujuk Ipin sapaan akrab H Zainal Arifin


Lanjut Kadinsos, ia mengaku jika dirinya stres di kantor pasti ia datang ke Mes Serbaguna."Saya akui kalau saya stres dikantor pasti saya kesini, kalau sudah kesini pasti hilang stresnya karna belum sampai ke Mes Serbaguna mereka sudah menadahkan tangan ke saya sambil mengatakan halo pak Tong,"Akunya


Ditempat yang sama, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMD-P3A) Firdaus mengakui jika dirinya baru sekali datang ke Mes Serbaguna dan bisa berbagi pengalaman, dan inilah yang dinamakan Kabupaten layak anak."Harapan dari ketua pkk tadi, kegiatan ini tidak sekedar bakti sosial saja tapi kegiatan ini berkelanjutan setiap bulannya,"Katanya


Ia juga mengakui jika kegiatan ini masih banyak kekurangannya, kedepan pihaknya akan terus berbenah dan memperbaikinya."Kita perlu beri apresiasi kepada ibu dan bapak asrama yang telah mengasuh anak anak ini, terus terang saja saya sendiri tidak sanggup untuk mengasuh mereka sebanyak ini.,"Akunya(MJ)
Share:

Postingan Populer

Arsip Blog