30 September 2020

Gaji TKS dan PK 4 Bulan Tak Dibayar. Kadis Perizinan dan Bendahara 4 Bulan Tak "Ngantor"




MURATARA MSM.COM - Pegawai Dinas Perizinan, Kabupaten Musi Rawas Utara, baik yang berstatus sebagai Tenaga Kerja Sukarela (TKS) maupun Penjaga Keamanan kantor mengeluh.


Lantaran sudah empat bulan terakhir, gaji mereka belum juga kunjung dibayar. Padahal, honorarium tersebut menjadi tumpuan harapan bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari.


Seperti yang diungkapkan Asim, salah satu penjaga keamanan Dinas Perizinan, Rabu (30/9). Dia menuturkan kegelisahannya yang hingga kini belum menerima pembayaran gajinya sebagai penjaga keamanan di Kantor Dinas Perizinan.


"Sudah empat  bulan ini gaji saya sebagai Penjaga Keamanan (PK) belum dibayar. Begitu juga gaji TKS" tuturnya.


Hal yang sama diutarakan Jaja, salah satu TKS Dinas Perizinan. Ia menuturkan, hingga saat ini Ia dan rekan - rekan  TKS Dinas Perizinan masih terus menunggu pembayaran gaji mereka sebagai tenaga TKS.


Selain belum ada kejelasan kapan gaji mereka dibayar, mereka juga mengeluhkan Kepala dinas Perizinan dan bendaharanya yang sudah empat bulan ini tidak "ngantor". (MJ)
Share:

28 September 2020

"Ngantor" Di Hari Pertama. Pjs. Bupati Muratara Silaturahmi Dengan ASN




MURATARA MSM.COM - Hari pertama melaksanakan tugas sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Kabupaten Musi Rawas Utara, Senin (28/9) , Supriyono melakukan silaturahmi dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Muratara.


Pjs. Bupati Muratara, Supriyanto yang pernah menjabat Bupati Banyuasin ini juga melakukan kunjungan ke Insanti yang ada di lingkungan Pemkab Muratara. Salah satunya kunjungan ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).


Didampingi Setda Muratara, Alwi Muratara serta Humas dan Protokol, Pjs. Bupati mengatakan, dihari pertama "ngantor" sengaja melakukan pengenalan dan silaturahmi.


"Jika nanti kembali ke Palembang, ditanya dapurnya Muratara seperti apa sudah tahu. Sambil melihat mereka bekerja apa dan seperti apa" katanya.


Pria yang sebelumnya merupakan staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemprov Sumsel ini menegaskan, Dirinya tidak akan berlambat - lambat melaksanakan tugas. Dalam jangka waktu yang pendek ini, langsung bekerja meneruskan pekerjaan yang belum selesai.


Untuk menyelesaikan tugas kepemerintahan yang belum terselesaikan oleh Bupati dengan waktu yang sangat singkat,ujarnya.


Dia juga berharap kepada seluruh jajaran agar dapat bisa membantu dirinya dalam menyelesaikan tugas tersebut.


"Makanya saya berharap kepada kawan-kawan disini pak setda pak asisten satu bahu membahu dalam menyelesaikan tugas ini dengan waktu yang sangat singkat" imbuhnya. (MJ)
Share:

25 September 2020

Genjot Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Jembatan. Masyarakat : Terima Kasih Pak Bupati, Telah Memperhatikan Kepentingan Masyarakat



MURATARA MSM.COM - Kabupaten Musi Rawas Utara, dibawah kepemimpinan Bupati HM Syarif Hidayat terus membangun berbagai infrastruktur. Seperti pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang terus digenjot.


Salah satunnya akses jalan yang dibangun tahun ini adalah akses jalan penghubung dari desa Bina Karya ke Desa Biaro Baru di Kecamatan Karang Dapo. "Niat saya memang jalan ini harus diperbaiki," kata Bupati Muratara Syarif Hidayat saat kunjungan kerja ke Desa Bina Karya, Rabu (23/9).



Dalam kunjungan itu, HM Syarif Hidayat juga mengecek langsung kondisi jalan bersama bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Jalan sepanjang 12 kilometer itu terdapat jembatan besi yang sudah lapuk dimakan usia menyeberangi Sungai Buluh.

Selain itu ada juga jembatan kayu kecil menyeberangi parit namun kondisinya sudah rusak akibat diterjang air saat parit meluap. "Tahun depan jembatan Sungai Buluh itu kita bongkar, kita bangun permanen, agak ditinggi sedikit." kata Bupati.



Bupati mengatakan, ada satu lagi jembatan kayu, yang nantinya akan diganti box culver, untuk lobang yang dalam itu juga akan ditutup. Syarif menegaskan kedepannya jalan tersebut akan ditingkatkan untuk melancarkan akses masyarakat antar dua desa itu.


"Nanti kita pikirkan jalan itu agar tidak berlumpur lagi, apa kita koral, apa kita minta izin perusahaan untuk kita aspal, yang penting jalan itu harus lancar," tegasnya.

Syarif menambahkan, ia sengaja melanjutkan pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Desa Biaro Baru dan Biaro Lama.

Tujuannya agar masyarakat dari Kecamatan Nibung bisa lebih dekat ke Kecamatan Karang Dapo, ketimbang harus memutar dari Kecamatan Rawas Ilir atau Kecamatan Rupit.

"Akses dari Ridan Nibung ke Biaro itu cuma 45 menit, nah dari Biaro ke Bina Karya ini tidak sampai 30 menit, apalagi kalau jalannya diperbaiki, lebih cepat lagi," ujar Syarif.

Kepala Dinas PUPR Muratara, Amrullah menyampaikan ada beberapa program pembangunan di Kecamatan Karang Dapo tahun 2020 ini. Pembangunan menggunakan APBD induk terdiri dari peningkatan jalan lanjutan SP4 - SP5 Kelingin IV/a senilai Rp. 800 juta.

Pembukaan dan peningkatan jalan lanjutan dari Desa Bina Karya ke Desa Biaro Baru melewati Sungai Buluh senilai Rp.850 juta.

"Ada juga peningkatan jalan dalam Desa Bina Karya senilai Rp1,2 miliar," kata Amrullah.

Kemudian pembangunan menggunakan ABT atau APBD Perubahan 2020 ialah peningkatan jalan hotmix di Desa Setia Marga senilai Rp2,5 miliar. Peningkatan jalan blok D Dusun IV Desa Setia Marga senilai Rp1,5 miliar dan pemasangan LPJU SP4 - SP5 senilai Rp1 miliar.

Kepala Desa Bina Karya, Dumiyati menyampaikan, sudah banyak pembangunan di desanya selama kepemimpinan Bupati Syarif Hidayat.

Masyarakat Desa Bina Karya kata dia banyak berterima kasih kepada Bupati Syarif Hidayat karena telah memperhatikan kepentingan masyarakat.

"Jalan dari Desa Bina Karya ke Desa Biaro Baru inilah yang dinantikan masyarakat kami, selama ini, ini jalan buntu, Alhamdulillah mau dibangun, terima kasih Pak Bupati," kata Dumiyati. (MJ)
Share:

24 September 2020

Kepala Kemenag Muratara : Pilihlah Calon Sesuai Hati Nurani




MURATARA MSM.COM - Jelang pemilihan kepala daerah, Bupati - Wakil Bupati Muratara tahun 2020 ini. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) H. Ikhsan Baijuri Kabupaten Muratara menghimbau masyarakat untuk memilih sesuai hati nurani.


"Kepada seluruh masyarakat kabupaten Muratara, pilihlah calon Bupati - Wakil Bupati sesuai dengan hati nurani masing - masing. Karena siapapun yang terpilih nantinya. Merekalah yang akan menentukan nasib kabupaten Muratara lima tahun kedepan" ujarnya.


Dia mengatakan, nomor urut bukanlah suatu hasil akhir. Nomor urut merupakan cara, agar masyarakat lebih mudah untuk mengingat siapa pasangan calon yang akan dipilih pada 9 Desember 2020 mendatang.


"Saya berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Muratara. Jangan sampai menilai bahwa nomor urut sebuah hasil akhir dalam proses pilkada. Namun nomor urut merupakan sebuah awal dari proses untuk menentukan pilihan kita kepada pasangan calon yang akan memimim Muratara kedepan" tukasnya. (MJ)
Share:

KPU Lakukan Pengundian Nomor Urut. Ini Nomor Urut Masing - Masing Paslon !




MURATARA MSM.COM - Seperti yang telah diagendakan sebelumnya, Kamis (24/9) Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Musi Rawas Utara menggelar pengundian nomor urut peserta calon Kepala Daerah yang diikuti tiga pasangan calon (paslon).


Pengudian nomor urut dilakukan di ruang VIP RM. Sederhana Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit. Pengambilan nomor urut peserta diambil oleh calon Bupati - Wakil Bupati melalui perwakilan LO yang telah diberikan mandat oleh masing - masing Paslon.


Ketua KPUD Muratara, Agus Maryanto memaparkan, pengambilan nomor urut Paslon Bupati - Wakil Bupati Muratara dilakukan melalui perwakilan LO dari paslon. Disebabkan kegiatan berlangsung di masa Pandemi Covid-19. Sementara untuk paslon sendiri mengikuti acara via Zoom.


Hasil pengundian nomor urut paslon untuk pemilihan kepada daerah serentak tahun 2020 masing - masing nomor urut 1 didapatkan oleh paslon H Devi Suhartoni - H Inayatullah, Nomor urut 2 Paslon H. Akisropi Ayub - Baykuni Anwar, dan nomor urut 3 paslon HM. Syarif Hidayat - Surian.


"Selanjutnya, mengingat kita menyelenggarakan Pilkada pada masa Pandemi Covid-19. Kami menghimbau kepada semua paslon dan tim maupun masyarakat, senantiasa menerapkan protokol kesehatan" tukas Agus. (MJ)
Share:

KPU Muratara Tetapkan Tiga Paslon Resmi Ikuti Kontestasi Pilkada





MURATARA MSM.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muratara, memastikan tiga pasangan calon (Paslon) Bupati - Wakil Bupati, resmi mengikuti kontestasi Pilkada 2020.


Ketiga paslon tersebut, masing - masing Drs H M Syarif Hidayat- H Suryan dan H Devi Suhartoni- H Inayatulah serta H Akisropi Ayub- Baikuni.


Ketentuan itu setelah KPU melalui rapat pleno tertutup menetapkan ketiga paslon mengikuti pilkada. Karena sudah memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan. Rapat pleno tertutup tersebut dilaksanakan, Rabu (23/9 di sekretariat KPU Muratara.


Ketua KPU Muratara, Agus Meriyanto, mengatakan paslon Drs Syarif Hidayat - H Suryan diusung oleh PKB (1 kursi), PBB (3), Gerindra (4) dan PKS (2). Golkar (2),PAN (1), Demokrat (4),PPP (1).

Sedangkan paslon   kedua H. Devi Suhartoni dan H. Innayatullah  diusung, PDIP (3 kursi) Nasdem (2), Hanura (2). Sementara paslon Nomor tiga, pasangan Akisropis Ayub-Baikuni Anwar jalur perseorangan juga memenuhi syarat.


Dijelaskannya paslon dari jalur perseorangan ini merupakan sejarah karena dalam prosea penetapan ini diketahui masyarakat umum dan bagi paslon.


Meskipun demikian, kata Agus, urutan paslon tersebut baru disusun berdasarkan waktu mereka mendaftarkan diri ke KPU pada 4 September 2020 lalu. Nomor urut resmi untuk Pilkada sendiri baru akan diundi pada Kamis 24 September 2020.

"Dan esok para paslon sudah bisa membuka rekening dana kampanye, dan kami sudah membuat surat pengatar bagi pasangan calon untuk membuka rekening kampanye,"ujarnya.

Kemudian, setelah penetapan  ini surat keputusan atau salinan surat keputusan dalam disampaikan ke masing-masing pasangan calon melalui tim penghubung.

"Besok paslon akan mengambil nomor urut atau mengundi terkait dengan nomor urut pasangan calon yang akan dilaksanakan secara daring dan sesuai dengan kesempatan,"paparnya.

Inilah beberapa hal yang di sampaikan sebagai bentuk publik tentang pleno terbuka pengumuman hasil penetapan calon Wakil dan Bupati Muratara.

"Apabila belum maksimal dalam mengumumkan ini saya mohon maaaf karena saya dan reman saya sedang menjalankan isolasi mandiri,"pungkasnya. (MJ)
Share:

Bupati Muratara Serahkan 430 SK Kepemilikan Lahan Plasma




MURATARA MSM.COM - Bupati Muratara HM Syarif Hidayat menyerahkan 430 Surat Keputusan (SK) kepemilikan lahan plasma kepada masyarakat Desa Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, di Gedung Olahraga Desa Karang Dapo, Rabu (23/9).


Penyerahan SK kepemilikan yang ditandatangani langsung oleh Bupati Muratara tersebut, mengakhiri penantian panjang masyarakat Desa Karang Dapo, yang sebelumnya mengharapkan adanya penyelesaian terkait lahan plasma kelapa sawit yang saat itu masih dikuasai oleh PT. Dendi Marker Indah Lestari (DMIL).


Setelah sekian lama menanti, akhirnya harapan masyarakat desa Karang Dapo terwujud. Dimana sebelumnya, permasalahan sengketa lahan plasma sebanyak 430 hektar tersebut, bermula sejak tahun 1996.


Usai menerima penyerahan SK Plasma, Kepala Desa Karang Dapo, Umar Aziz mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemkab Muratara. Sebab, penantian panjang yang menjadi harapan masyarakat dapat terwujud.


Ucapan serupa Dia sampaikan kepada pihak perusahaan, yang telah memberikan hak - hak masyarakat. Kendati banyak rintangan dalam kepengurusan dan penyelesaian plasma tersebut, akhirnya dapat diterealisasi.


Dengan telah direalisasikan plasma milik Desa Karang Dapo ini, saya harap tidak ada lagi selisih paham antar masyarakat. Karena selama ini belum direalisasikan plasma itu karena seringnya selisih paham tersebut, baik sesama masyarakat ataupun dengan pemerintah, harapnya.



Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat mengaku senang bisa menyerahkan dan memberikan SK Plasma yang menjadi kehendak dari masyarakat Desa Karang Dapo. Dengan diserahkannya SK plasma ini, Bupati berharap tidak ada lagi masyarakat yang berselisih paham.


Syarif menjelaskan, dari 430 SK Plasma 430 H tersebut, sebanyak 5 paket untuk Pemerintah Desa, 375 paket untuk masyarakat, dan 50 paket untuk kelompok 9 yang sudah ditandatangani tetapi belum ada nama pemiliknya.

Saya berharap untuk 50 paket yang belum ada namanya itu berkasnya segeralah dilengkapi, karena ditakutkan akan ada selisih paham lagi di kemudian hari pintanya.(MJ)
Share:

23 September 2020

Diduga Dilakukan "Tangan Jahil". Besi Pembatas Jembatan Semenong Hilang




MURATARA MSM.COM - Rasa memiliki terhadap fasilitas umum, untuk selalu dijaga agar bisa digunakan semaksimal mungkin. Nyatanya belum dimiliki oleh seluruh masyarakat.


Salah satunya, seperti yang terlihat di jembatan Semenong yang berada di hulu Desa Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara. Akibat tangan jahil yang tak bertanggung jawab, besi pembatas jembatan  hilang.


Bahkan berdasarkan pantauan, tidak hanya besi pembatas jembatan saja yang dirusak oleh tangan jahil. Namun, tiang penyangga besi pembatas jembatan juga terlihat rusak yang diduga dilakukan oleh tangan - tangan yang tak bertanggung jawab.


Am, salah satu masyarakat setempat menuturkan, sebelum dirusak oleh tangan - tangan jahil. Jembatan Semenong ini dalam kondisi bagus, besi pembatas jembatan utuh belum ada yang hilang.


"Seingat saya besi pembatas jembatan belum berapa lama hilang, kisaran tiga minggu yang lalu masih utuh. Sekarang besinya sudah hilang, tiang penyangga besi pembatas juga sudah terlihat hancur" tutur Am, Kamis (23/9).


Ia menduga, besi pembatas jembatan memang sengaja diambil oleh tangan jahil. Sebab, terdapat sisa potongan besi seperti sengaja digergaji untuk diambil besinya oleh tangan jahil.


"Sebagai masyarakat pengguna jembatan, saya merasa sangat prihatin. Jembatan yang sudah bagus dibangun oleh pemerintah, masih saja ada tangan - tangan yang tak bertanggung jawab merusaknya" tukasnya. (FERRY)
Share:

22 September 2020

Dibawah Kepemimpinan Bupati HM Syarif Hidayat. Seluruh Kecamatan Di Muratara Miliki Puskesmas Standar Kemenkes



MURATARA MSM.COM-Dibawah kepemimpinan Bupati HM Syarif Hidayat, sosok yang penuh wibawa. Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara terus meningkatkan infrastruktur dibidang kesehatan.

Hal itu dilakukan tidak lain untuk kepentingan pelayanan kesehatan kepada masyarakat hingga ke pelosok desa.

Kabupaten yang baru berusia tujuh tahun ini kini sudah memiliki 8 Puskesmas berstandar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di 7 kecamatan.



Antara lain, Puskesmas Rupit, Puskesmas Karang Jaya, Puskesmas Karang Dapo, Puskesmas Surulangun, Puskesmas Nibung, Puskesmas Muara Kulam, Puskesmas Bingin Teluk, dan Puskesmas Pauh.

Sebanyak 8 Puskesmas tersebut dilengkapi fasilitas rawat inap 24 jam, tiga di antaranya terakreditasi dasar dan lima terakreditasi madya.

Sebelum kepemimpinan Bupati Syarif Hidayat, Kabupaten Muratara tidak memiliki Puskesmas yang ada rawat inapnya.



Sehingga masyarakat di pelosok desa yang ingin berobat rawat inap harus ke RSUD Rupit menempuh perjalanan berkilo-kilometer.

"Alhamdulillah sekarang masyarakat bisa berobat rawat inap di Puskesmas, karena seluruh Puskesmas sudah sesuai standar Kementerian Kesehatan," kata Syarif Hidayat.

Ia mengatakan, seluruh Puskesmas tersebut juga telah tersedia mobil ambulan yang ditunjang dengan unit mobil Puskesmas Keliling.


Pemkab Muratara memberikan kendaraan operasional untuk 8 Puksesmas itu agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat lebih maksimal.

Syarif menyebutkan, sudah 54 unit kendaraan operasional Puskesmas yang dibeli menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN Kementerian Kesehatan.

"Dari 54 kendaraan itu ada 42 unit sepeda motor dan 12 unit mobil. Nah mobil terdiri dari dua jenis, ada ambulan untuk bawa pasien rujukan, ada mobil Puskesmas Keliling untuk ke desa-desa," katanya.



Ia mengaharapkan, dengan adanya kendaraan operasional di setiap Puskesmas, dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Manfaatkan fasilitas itu dengan baik, dijaga, dirawat, karena untuk mendapatkannya tidak mudah. Pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan," harap Bupati.

Selain itu tambah Syarif, Pemkab Muratara juga melakukan pembangunan atau perehaban Pustu, Polindes, Poskesdes, dan Poskeslur di beberapa desa/kelurahan.



Tahun 2016, Pemkab merehab Polindes/Poskesdes/Poskeslur di 6 desa dengan anggaran Rp2,1 miliar lebih, membangun Poskesdes di 3 desa senilai Rp950 juta, serta membangun Pustu di 3 desa senilai Rp1,1 miliar lebih.

Tahun 2018, Pemkab membangun beberapa Polindes dengan anggaran mencapai Rp1,2 miliar, membangun Pustu senilai Rp561 juta.

Tahun 2019, Pemkab membangun Polindes di 4 desa dengan anggaran mencapai Rp1,4 miliar, merehab Pustu di 3 desa senilai Rp634 juta, merehab Polindes di 11 desa senilai Rp1,6 miliar, serta konstruksi Pustu di 2 desa senilai Rp845 juta.

"Fasilitas kesehatan ini penting, salah satu visi misi kami adalah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, agar masyarakat sehat dan sejahtera," kata Syarif Hidayat. (MJ)
Share:

Bawaslu Muratara Gelar Rapat Koordinasi




MURATARA MSM.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Muratara, menggelar rapat koordinasi dalam rangka pengawasan, penetapan, pengundian nomor urut paslon dan penerapan protokol kesehatan pada Pilkada Serentak di masa pandemi Covid-19 di Kantor Bawaslu Muratara, Selasa (22/9).


Rapat dipimpin ketua Bawaslu Muratara, Munawir dan dihadiri Sekda Muratara Alwi Roham, Kapolres Muratara Adhi Witanto, Dandim 0406/MLM, Komisioner KPU Muratara, instansi terkait protokol kesehatan, serta perwakilan Parpol dan awak media.


Ketua Bawaslu, Munawir menjelaskan bahwa rapat yang digelar merupakan rapat turunan untuk mengumpulkan para pihak yang berkepentingan. Khususnya LO pasangan calon, kemudian parpol, pihak Kepolisian, TNI serta pemerintah daerah, kesbangpol, satpol PP dan KPU.


Ia menyebut, rakor juga untuk menyamakan persepsi, bahwa dalam tahapa penetapan calon dan pengundian nomor urut pasangan calon harus mengedengapkan protokol kesehatan pencegahan, penyebaran Covid-19.


"Alhamdulilah, KPU dan Bawaslu serta LO pasangan calon sudah  menyampaikan bahwa pengundian nomor urut pasangan calon dan penetapan pasangan calon dilakukan secara Daring" kata Munawir.


Ia merinci, untuk pengundian nomor urut memang dilakukan secara Daring. Tetapi diwakili dengan mandat oleh LO pasangan calon. Selain itu, yang datang hanya LO saja.


"Hari ini, Bawaslu juga menyampaikan kepada para LO pasangan calon, tentang bagaimana tatacara melapor dan mekanisme Bawaslu menindaklanjuti semua laporan dan temuan" jelasnya.
Pihak Bawaslu, kata Munawir, menghindari baru terjadi indikasi tetapi mereka sudah melakukan pemortalan jalan dan mengumpulkan massa. Dengan disampaikannya hal itu, mereka sudah paham cara melapor yang mesti ada terlapor, peristiwanya dan menghadirkan saksi - saksi.


Sementara, dalam arahannya Kapolres Muratara, AKBP Adhi Witanto menyampaikan maklumat Kapolri Nomor: mak/3/IX/2020 tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dam pelaksanaan Pilkada tahun 2020.

"Pada point pertama, perlunya penegasan Pengaturan agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19," ujar Kapolres.


Selanjutnya, untuk memberikan perlindungan dan menjamin keselamatan pada penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih, dan seluruh pihak pihak terkait dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada adaptasi kebiasaan baru.


Untuk itu, Kapolri mengeluarkan maklumat terkait Pilkada 2020 yakni, mengutamakan keselamatan jiwa dengan mematuhi kebijakan dan peraturan pemerintah terkait Penangan Covid-19.


Wajib menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak, serta menghindari kerumunan.


Pengerahan pada massa setiap tahapan pemilihan tidak melebihi batasan yang telah ditetapkan penyelenggara, serta setelah selesai kegiatan semua pihak yang terlibat dan masyarakat agar segera bubar dengan tertib tanpa harus arak-arakan, konvoi, atau sejenisnya.


"Apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat diatas, maka kami anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian sesuatu ketentuan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya.

Sementara itu, Sekda Muratara Alwi Roham menghimbau bagi para pegawai dilingkungan pemkab muratara dalam pelaksanaan pemilu nanti untuk tetap netral sesuai dengan UU apabila ada yang melanggar akan ada tindakan tegas


Ia juga berharap dalam pilkada nanti berjalan dan terlaksana dengan baik serta tidak terjadi hal yang tidak inginkan.



"Kami berharap kepada semua pihak baik instansi pemerintah maupun pihak hukum serta masyarakat untuk bersama-sama kita terapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," harapnya. (MJ)
Share:

21 September 2020

TP PKK Muratara, Lakukan Pembinaan di Kecamatan Rawas Ulu




MURATARA MSM.COM - Ketua TP PKK Kabupaten Muratara, Lia Mustika Syarif memberikan apresiasi kepada seluruh TP PKK se Kecamatan Rawas Ulu, atas semangat yang begitu luar biasa dalam menggerakkan PKK Kecamatan Rawas Ulu.


Apresiasi dan rasa bangganya itu disampaikan Lia, pada pembinaan TP PKK se Kecamatan Rawas Ulu, di Balai Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu, Senin (21/9).


"Saya merasa bangga dengan seluruh anggota TP PKK di Rawas Ulu ini, bahwa telah menunjukkan semangatnya dalam menggerakkan berbagai kegiatan, seperti pada saat lomba ditingkat provinsi beberapa lalu" kata Lia.




Hasil yang diraih pada lomba tingkat provinsi, sambung Lia, sangat membanggakan. Desa - desa yang mewakili kabupaten Muratara ditingkat provinsi meraih prestasi yang mengharumkan nama Bumi Beselang Serundingan.


Dimana Desa Sungai Kijang meraih dan Desa Simpang Nibung masing - masing meraih juara kedua. Prestasi itu, menunjukkan bahwa TP PKK Muratara kendati masih dalam kategori baru. Namun sudah mampu menunjukkan hasil yang baik.


"Harapan kita bersama, semoga kegiatan - kegiatan kita dapat terus berkembang. Sehingga bisa mensejahterakan kita semua" tukasnya.


Kepala Desa Lubuk Kemang, M Sopli dalam sambutannya mengatakan, pembinaan yang dilakukan, dapat membangkitkan semangat para anggota PKK di Kecamatan Rawas Ulu, khususnya Desa Lubuk Kemang.


Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan Ketua TP PKK Kabupaten Muratara, dimana dengan kehadirannya memberikan motivasi dan semangat kepada TP PKK Kecamatan Rawas Ulu.


Pembinaan yang dimulai sekira pukul 09.30 WIB tersebut, juga dihadiri Camat Rawas Ulu Abdul Kadir, Ketua TP PKK Rawas Ulu Maimunah Kadir, dan penggerak TP PKK se Kecamatan Rawas Ulu. Selain melakukan pembinaan, TP PKK Kabupaten juga menyerahkan bantuan bibit tanaman. (MJ)
Share:

19 September 2020

Gandul, Pengedar Narkoba Warga Desa Surulangun Di Tangkap Satresnarkoba Muratara




MURATARA MSM.COM - Personil gabungan Satresnarkoba Polres Kabupaten Muratara dan Polsek Rawas Ulu, berhasil mengamankan Iskandar alias Gandul (33) pemilik sekaligus pengedar narkoba, Kamis (17/9).


Gandul berhasil diamankan personil gabungan dikediamannya, di Kampung I Desa Surulangun Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara sekitar pukul 09.40 WIB.


Berdasarkan keterangan pers yang dirilis Satresnarkoba Polres Muratara, penangkapan Iskandar alias Gandul, berdasarkan informasi dari masyarakat tentang kegiatan Gandul yang kerap melakukan transaksi jual beli narkoba.


Setelah dilakukan penyelidikan oleh personil Satresnarkoba Polres Muratara, selajutnya personil gabungan langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan dirumahnya.


Dari hasil penggeledahan yang dilakukan, ditemukan barang bukti berupa 21 paket shabu terbungkus plastik klip transparan dengan berat bruto 77,34 gram dan Ekstasi warna biru logo marvel 176 butir.


Selain itu, ditemukan juga barang bukti lainnya berupa Ekstasi warna hijau logo superman 64 butir, Ekstasi warna merah logo donal trump 10 butir, Timbangan 1 unit , Hp Samsung, 46 pirek kaca, 2 buah sekop pipet, serta 2 bal plastik klip bening.


Setelah diamankan, pelaku berikut barang bukti dibawa ke Mako Polres Musi Rawas Utara untuk diperiksa lebih lanjut untuk proses penyidikan. (MJ)
Share:

18 September 2020

Pemkab Muratara-Mura Tandatangani MoU Pembangunan dan Pemanfaatan Sistem Penyedian Air Minum





MUSI RAWAS MSM.COM-Bupati Musi Rawas (Mura) Ir H Hendra Gunawan dengan Bupati Muratara, Drs H M Syarif Hidayat, MM menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) Pembangunan dan Pemanfaatan Sistem Penyedian Air Minum. Mou tersebut ditandatangani di replika rumah adat kantor Bupati Mura, Kamis (17/9).

Hadir di Mou itu Asisten I Muratara, Susyanto Tunut, Asisten II Muratara, Suharto Patih, Kadis PU BM Muratara, Amrullah ST, Sekban Bappeda Muratara. Asisten I Pemkab Mura, H Heriyanto, Asisten II Pemkab Mura, H Idil Rusman,Kadis PU CK Mura, H Ristanto Wahyudi, Kabag Tapem.


Bupati Muratara, Drs H M Syarif Hidayat, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Mura telah mengizinkan memanfaatkan PAM di Mura khususnya di Kecamatan Muara Lakitan Desa Setia Marga dan Bina Karya yang kesulitan mendapatkan pasokan air.

"Atas nama Pemkab Muratara dan masyarakat khususnya masyarakat Karang Dapo  memgucapkam terima kasih kepada bupati Mura atas kebaikannya  membantu membagi sumber air. Sehingga dapat digunakan seluas-luasnya oleh masyarakat di dua desa tadi,"ucapnya.
Dikatakannya dengan adanya kerjasama tadi ribuan KK di dua desa tersebut dapat menikmati air bersih.

Sementara itu Bupati Mura Hendra Gunawan mengatakan, saat ini sudah dibangun PAM yang sudah dihibahkan ke Kabupaten Musi Rawas untuk mencakup kawasan SP1 hingga SP5, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat Musi Rawas dan Masyarakat Musi Rawas Utara.

"Alhamdulillah dari dana APBN sudah di bangun PAM untuk SP1 hingga SP5 yang saat ini dihibahkan ke Musi Rawas dan menjadi tanggung jawab Musi Rawas", pungkasnya. (LEO)
Share:

Gebrakan Pembangunan Lima Tahun Terakhir. Sangat Dirasakan Masyarakat Bumi Beselang Serundingan




MURATARA MSM.COM - Dalam lima tahun terakhir, dibawah kepemimpinan Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, berbagai gebrakan pembangunan yang dilakukan Pemkab Muratara sangat dirasakan oleh masyarakat Bumi Beselang Serundingan.


Salah satunya, di bidang infrastruktur dasar. Jika sebelumnya banyak daerah mengalami kriris listrik. Sejak lima tahun terakhir aliran listrik ke pemukiman warga mulai stabil, seperti di Kecamatan Rawas Ilir.


Taufik warga Bingin Teluk menuturkan, jika sebelumnya wilayah mereka mengalami krisis listrik, bahkan lampu listrik sering "byarpet" ketika malam hari. Namun kini aliran listrik sudah mulai normal.


"Dulu setiap malam pasti spaning, listrik tidak kuat cuma bisa menghidupkan lampu. Tapi sekarang sudah bisa menyalamakan TV. Listik juga sudah normal" tuturnya Jumat (18/9).

Ia pun tetap berharap, pemerintah terus meningkatkan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Selain peningkatan jaringan listrik di permukiman warga, mereka berharap Pemkab meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan.


"Di wilayah kami tinggal masalah jalan yang belum selesai. Karena di Rawas Ilir banyak jalan belum di aspal dan masih berupa jalan tanah," pintanya.


Apriyadi warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara mengaku, saat ini LPJU sepanjang jalinsum Muratara, Khususnya di ibu kota Kabupaten, dalam kondisi terang. Sejumlah LPJU yang terpasang sudah berfungsi maksimal.


"Wilayah ibu kota Muratara sekarang idak gelap lagi, lampu lampu jalan sudah terang. Warga nyaman dan aman beraktifitas. Sekarang banyak warga berjualan, kalau malam di wilayah ibu kota, sudah ramai," timpalnya.
Sementara itu, PLT Kepala Dinas PU Cipta Karya, Amrulah mengungkapkan, suplai aliran listrik di wilayah Muratara saat ini sudah dialiri dari dua sumber. Seperti jalur Suralangun-Nibung, dan Linggau-Nibung.


"Tegangan listrik kita sudah cukup baik, dan sampai ke permukiman sekitar 180-220 Volt. Namun kondisi itu juga ada dampak negatifnya, kabel jaringan kita mudah terbakar jika terkena tanam tumbuh dan mengakibatkan gangguan pemadaman," ujarnya.


Jika sebelumnya gangguan listrik, pernah terjadi di beberapa wilayah Muratara, seperti Desa Belani, Batu Kucing, Air Bening, Sungai Kunyit, dan Sungai Lanang. "Namun kondisi itu bisa atasi dengan dua jalur aliran listrik," timpalnya.


Sementara itu, Bupati Muratara H Syarif Hidayat menyatakan, di 2020 sudah 100 persen wilayah Kabupaten Muratara sudah dibangun jaringan listrik. Pihaknya berjanji akan terus memfokuskan pembangunan dasar di masyarakat, sepetti infrastruktur dasar jalan, jembatan, listrik, air bersih, kesehatan,pendidikan dan lainnya sesuai dengan visi dan misinya.


"Saya iklas sebanyak banyaknya anggaran di curahkan untuk kepentingan masyarakat," kata H Syarif Hidayat. "Saya ingin masyarakat sejahterah, aman, nyaman, religius dan bermartabat," tegasnya. Selain fokus infrastruktur dasar pemda juga utamakan pembangunan non fisik, "Dengan pembangunan SDM kita memanusiakan manusia," tutupnya. (MJ)
Share:

17 September 2020

Tingkatkan Kualitas SDM. 21 Pemuda Muratara Dikirim ke BLK Serang




MURATARA MSM.COM - Perhatian pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui berbagai program terus dilakukan. Salah satunya melalui pelatihan.


Setelah sebelumnya telah mengirimkan pemuda - pemudi Kabupaten Muratara untuk mengikuti pelatihan keterampilan ke berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai daerah.


Kali ini, Pemkab Muratara melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kembali mengirimkan pemuda dari kabupaten Muratara untuk mengikuti pelatihan.


Kepala Disnakertrans, Drs. Abd. Rahman diruang kerjanya, Kamis (17/9) menjelaskan, pelatihan kali ini diikuti oleh 21 orang pemuda dari Kabupaten Muratara. Mereka diberangkatkan pada 12 September 2020 lalu.


"Ke-21 pemuda Muratara ini akan mengikuti pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Serang. Mereka berangkat pada Senin lalu dengan menggunakan pesawat dari kota Lubuk Linggau" terangnya.


Dia menyebut, mereka nantinya akan mengikuti pelatihan di BLK Serang selama tiga bulan, dengan jenis pelatihan yaitu jurusan las dan listrik. Dirinya berharap, sekembalinya mereka nanti. Dapat menerapkan ilmu yang didapat, bahkan bisa membuka lapangan kerja.


"Program nii sesuai dengan Visi - Misi pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara yakni meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia" tutupnya. (MJ)
Share:

16 September 2020

Pengurus ABPEDNAS Muratara Dilantik. Ini Pesan Bupati Muratara !




MURATARA MSM.COM - Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Musi Rawas Utara, masa bakti 2020 - 2026 resmi dilantik, Rabu (16/9).


Pelantikan  pengurus DPC ABPEDNAS Kabupaten Muratara, yang dilantik langsung oleh ABPEDNAS provinsi Sumatera Selatan. Dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, pencegahan penyebaran Covid-19.


Selain dihadiri langsung oleh Bupati  Muratara, HM Syarif Hidayat. Hadir juga kepala Dinas PMD-P3A, Hj Gusti Rohmani. Jajaran Forkompimda Kabupaten Muratara, Kapolres Adhi Witanto serta Sekda Muratara Alwi Roham.


Ketua DPC ABPEDNAS Kabupaten Muratara, Nawawi menjelaskan, terbentuknya ABPEDNAS dimaksudkan sebagai penegas bahwa BPD merupakan posisi strategis di tingkat desa. Sementara, tujuan dibentuknya ABPEDNAS sebagai informasi ditingkat desa.


Peran BPD di desa sangat strategis. Untuk itu  BPD harus bisa bersinergi dengan pemerintah untuk memajukan desa melalui program-program yang ada di desa masing-masing, ujarnya.


Di kesempatan yang sama, wakil Ketua DPC ABPEDNAS Muratara mengungkapkan, jumlah seluruh anggota BPD di Kabupaten Muratara sebanyak 538 orang, yang berasal dari 82 desa dari 7 kecamatan.


Ia mengatakan, kedepan ABPEDNAS meminta kepada pengurus Korcam dan desa, untuk lebih aktif dan masih, agar bisa bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan desa.


Tentu ini dalam rangka untuk berkontribusi dan pengabdian yang nyata terhadap masyarakat, terang pria yang juga anggota BPD Desa Batu gajah Baru, Kecamatan Rupit.


Bupati Muratara, HM Syarif  Hidayat  dalam sambutannya meminta agar kepengurusan ABPEDNAS Muratara bisa benar-benar bersinergi dengan pemerintah desa, sehingga bisa berkontribusi dan pengabdian yang nyata terhadap masyarakat.


Saya sangat senang dengan dikukuhkannya jajaran ABPEDNAS Muratara ini. Tentu harapan besar bagi kami agar keberadaan Jajaran pengurus ABPEDNAS  bisa bersinergi dan bersama-sama membangun kabupaten Muratara mulai dari desa-desa. Kami yang ada di Pemerintah Kabupaten siap memfasilitasi jelasnya.


Kepala dinas  DPMDP-3A Gusti Rohmani menjelaskan bahwa secara fungsi, BPD mempunyai peran yang sangat strategis di desa. Sebab jabatan BPD sama halnya DPR tingkat desa.


Pengukuhan ABPEDNAS saat ini sangat  berpunsi BPD itu sama seperti DPR tingkat desa, dimana peraturan desa itu menampung seluruh aspirasi masyarakat desa. Sementara BPD mempunyai peran mengawasi serta mengevaluasi pemerintah desa, bahkan bisa mengeluarkan penilaian terhadap kinerja pemerintah desa jelasnya. (ZIL)
Share:

15 September 2020

Gubernur Sumsel Lakukan Peletakan Batu Pertama. Muratara Miliki Stadion Mini




MURATARA MSM.COM - Sebentar lagi, masyarakat Kabupaten Muratara akan memiliki stadion mini. Hal itu setelah Gubernur Sumsel, melakukan peletakan batu pertama pembangunan stadion mini di Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Sabtu (12/9).


Usai melakukan peletakan batu pertama,  H Herman Deru mengatakan, dengan adanya pembangunan stadion Mini di Bumi Beselang Serundingan, diharapkan dapat mencetak bibit pesepakbola berbakat dan berprestasi yang dapat membanggakan Kabupaten Muratara dan Sumsel. Dirinya pun berharap, adanya pemain PSSI dari Kabupaten Muratara.


Gubernur mengatakan, pembangunan stadion mini ini merupakan bantuan dari Perusahaan Daerah  yakni PT. Bukit Asam dan Bantuan Gubernur Sumsel yang  juga dibangun di Kabupaten/Kota lainnya di Sumsel.


"Dengan dibangunnya Stadion Mini  Muara Rupit,  semoga masyarakat di Muratara dapat melahirkan bibit-bibit khususnya dalam olah raga sepakbola ujarnya.


Stadion tersebut, jelas Gubernur,  akan berstandar nasional dan internasional, dan ada kelengkapan lainnya, seperti ruang ganti yang memadai yang akan disesuaikan dengan anggaran yang ada. Kedepan, Pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Muara Rupit dapat memelihara dan merawat bersama stadion ini agar kegunaannya dapat dirasakan sampai jangka panjang.


"Saya berharap pembangunannya dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target dan  stadionnya sudah dapat dimanfaatkan, harapnya.


Sementara itu, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat mewakili seluruh masyarakat mengucapkan terimakasih sekaligus rasa bangga atas antusiasme Gubernur HD dalam memberikan perhatian lebih untuk meningkatkan pembangunan yang ada diwilayah Muratara.


Turut hadir, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Ir. Yohannes H. Toruan, M.Sc, FKPD Kabupaten Musi Rawas, Para Kepala OPD dan TGUPP Pemprov Sumsel. (MJ)
Share:

Sejak Dilantik, HM Syarif Hidayat Telah Merealisasikan Berbagai Program




MURATARA MSM.COM - Sejak dilantik lima tahun lalu, tepatnya pada 2016. Bupati Muratara HM Syarif Hidayat bekerja keras membangun infrastruktur dasar, seperti jalan dan jembatan di Bumi Beselang Serundingan.


Salah satu kecamatan yang tak luput dari perhatian pembangunan akses jalan yakni Kecamatan Karang Dapo. Akses jalan yang dibangun yaitu jalan menuju desa Setia Marga dan Desa Bina Karya yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Lakitan Kabupaten  Musi Rawas.



"Secara bertahap pembangunan jalan menuju desa Setia Marga dibangun menggunakan anggaran APBD. Karena melihat kondisi dan tempat - tempat yang urgent dan Alhamdulillah sudah bisa memantau akses mereka untuk keluar masuk desa tersebut, walaupun secara merata belum terlaksana" kata Syarif, Sabtu (12/9).


Ia mengungkapkan, keterbatasan dan kecilnya APBD Muratara, belum memungkinkan pembangunan jalan tersebut dikerjakan hingga tuntas. Penyebabnya, masih banyak daerah lain di Muratara yang membutuhkan hal yang sama, mulai dari akses jalan dan jembatan.



Kendati demikian, dirinya terus berjuang dan melakukan komunikasi dengan Gubernur Sumsel untuk ikut membantu pembangunan infrastruktur di Kabupaten Muratara.


"Alhamdulillah perjuangannya menuaikan hasil , sehinga  Gubernur  Sumatera Selatan H.Herman Deru mengalokasikan Anggaran ABPD provinsi Sumatera Selatan sebesar 13 miliyar untuk menuntaskan pembangunan jalan Rupit  - Setia  merga, " terang Syarif.




Dalam kunjungan kerja di kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Guburnur Sumatera Selatan Tempatnya di desa  Rantau kadam Kecamatan Karang Dapo  H .Herman Deru dalam rangka di mulainya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di kabupaten Muratara.


Ia mengatakan sesuai dengan janji saya dahulu di hadapan masyarakat kecamatan karang dapo tempatnya di desa Biaro pada 2019 lalu, dalam rangka peresmian jembatan Muratara satu ,saya berjanji akan mengalokasikan anggaran ABPD perovinsi Sumatera Selatan  pembangunan jalan Lakitan -   Rupit/ setia marga -  rupit ," terangnya.


Lanjutnya ,hari ini  saya penuhi janji saya tersebut ,dangan ini   pembangunan di kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menggunakan anggaran  ABPD perovinsi Sumatera sudah di mulai.


Hadir dalam acara tersebut AKBP Adhi Witanto Kapolres Musi Rawas Utara (Muratara) Perwakilan Damdim 0406 MLM Musi Rawas, Lubuk Linggau, Musi Rawas Utara,Kapala Dinas PU PR Provinsi Sumatera Selatan ,Suharto Pati  Assisten ll Pembangunan sekda , Erwin Syarif Kepala Bappeda Muratara, Agus Salim Munsi Anggota DPRD Muratara , Iwayan Kocap Anggota DPRD Muratara. (MJ)
Share:

Lima Tahun Memimpin Muratara. Syarif Hidayat Berikan Bukti Bukan Janji




MURATARA MSM.COM - Sudah memasuki tahun kelima kepemimpinan HM Syarif Hidayat, MM menakhodai Kabupaten Musi Rawas Utara. Dalam masa kepemimpinannya, masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar dan merupakan kepentingan mendesak bagi rakyat.


HM Syarif Hidayat mengakui, saat ini memang  belum membangun komplek perkantoran pemerintah seperti daerah lainnya. Sebab, prioritas utama saat ini masih membangun infrastruktur dasar.


Infrastruktur dimaksud, seperti jalan, jembatan, sarana air bersih,jajringan listrik hingga sarana pendidikan dan kesehatan yang memadai.




"Saya belum membangun komplek perkantoran pemerintah, saya masih memikirkan kebutuhan rakyat, terutama infrastruktur dasar," kata Syarif Hidayat.


Ia mengaku tidak tega disaat pemerintah sudah memiliki kantor, tetapi rakyatnya kesusahan dengan kondisi infrastruktur jalan yang masih rusak.


Syarif menyampaikan, menjelang akhir kepemimpinannya di periode pertama ini, fasilitas umum dan infrastruktur dasar berangsur diselesaikan.


Syarif Hidayat ingin warganya bisa menikmati pembangunan daerah dengan dilengkapi sarana dan prasarana yang merupakan hak dasar rakyat.


"Ratusan kilometer jalan dan puluhan jembatan sudah dibangun, sekarang listrik sudah masuk ke seluruh desa, Puskesmas berstandar Kementerian Kesehatan sudah ada di setiap kecamatan."


"Alhamdulillah sekarang masyarakat bisa menikmati pembangunan, saya sudah bekerja untuk rakyat, tidak hanya pembangunan fisik saja, tapi pembangunan non fisik juga," kata Syarif Hidayat.



Salah satu pembangunan yang diprioritaskan Syarif Hidayat adalah infrastruktur jalan milik daerah Kabupaten Muratara.


Selama 4 tahun kebelakang memimpin Muratara, sudah ratusan kilometer jalan yang dibangun pada pemerintahan Syarif Hidayat.


Asisten II Pemkab Muratara, Suharto Patih mengatakan, selama empat tahun terakhir Pemerintah Muratara sudah membangun jalan sepanjang 250,461 kilometer.


Pada tahun 2016, Pemerintah Muratara membangun jalan kabupaten sepanjang 66,399 kilometer, dilanjutkan tahun 2017 sepanjang 43,555 kilometer.

Tahun 2018 sepanjang 57,512 kilometer dan 83,175 kilometer di tahun 2019 dengan total lebih dari 250 kilometer jalan dibangun dalam waktu empat tahun.


"Pada tahun ini juga ada jalan kabupaten yang dalam proses pengerjaan, pemerintah sangat konsen di infrastruktur dasar," kata Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan ini.



Selain membangun jalan kabupaten menggunakan APBD Muratara, Syarif Hidayat juga gencar melobi anggaran di pemerintahan provinsi maupun pusat.


Tahun ini saja, Kabupaten Muratara mendapat suntikan anggaran dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk membangun infrastruktur di Kabupaten Muratara.


Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyebutkan, tahun anggaran 2020 ini Pemprov menggelontorkan dana puluhan miliar khusus untuk pembangunan jalan dan jembatan di Muratara.


Untuk penanganan dan perbaikan infrastruktur di Muratara tahun 2020 melalui Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan sebesar Rp 33,8 miliar lebih.


Terdiri dari peningkatan jalan Terawas - Taba Tinggi - Maur dengan nilai Rp 6.134.680.000, dan peningkatan jalan Simpang Muara Lakitan - Karang Dapo - Muara Rupit dengan nilai Rp 12.723.555.000.


Selain itu Herman Deru juga mengalokasikan dana bantuan khusus Gubernur Sumatera Selatan untuk peningkatan infrastruktur sebesar Rp 15 miliar.


"Total anggaran Pemprov Sumsel untuk peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Muratara tahun anggaran 2020 sebesar Rp 33,8 miliar lebih," kata Herman Deru. (MJ)
Share:

LPTQ Muratara Gelar Pelatihan Dewan Hakim dan Panitera MTQ/STQ




MURATARA MSM.COM - Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Muratara, menggelar pelatihan Dewan Hakim dan Panitera Musabaqoh Tilawatil Quran/Seleksi Tilawatil Quran (MTQ/STQ) Kabupaten Muratara tahun 2020.


Pelatihan digelar di Ponpes  Tazakka Pasar Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Selasa (15/9). Dihadiri Ketua LPTQ Muratara, Asisten II Setda Muratara, Kabag Kesra, Kemenag, Ketua Dewan Masjid Kabupaten Muratara, para ustad dan kyai serta para peserta pelatihan.




Ketua LPTQ Kabupaten Muratara, melalui Sekretaris sekaligus ketua panitia, Selamat Tulipri mengatakan, kegiatan pelatihan dewan hakim dan panitia MTQ/STQ tingkat Kabupaten Muratara ini, dilaksanakan selama lima hari.


Dia menjelaskan, tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menambah kualitas dan kredibilitas serta profesionalisme dewan hakim dan panitera MTQ/STQ Kabupaten Muratara.




"Kita sering melaksanakan MTQ, maka dari itu perlu adanya pelatihan dan pembinaan untuk menambah kualitas. Selain itu,  pelatihan ini juga untuk mencari generasi dewan hakim, baik tingkat kecamatan hingga ke tingkat desa" jelasnya.


Dia mengungkapkan, jumlah dewan hakim yang mengikuti pelatihan sebanyak 100 orang. Dengan rician 40 orang dewan hakim tetap  para ustad dan ustadazah, para dewan hakim senior dan 40 orang diambil dari MTQ tingkat kecamatan dan tingkat desa. Ditambah 20 orang lagi para  panitera dengan total jumlah peserta pelatihan sebanyak 100 orang.


Kami berharap acara pelatihan ini dapat berjalan dengan baik dan dapat meningkatkat profesionalitas dewan hakim untuk MTQ Tingkat Kabupaten Muratara tahun 2021 mendatang di Kecamatan Ulu Rawas jelasnya.


Selain itu, sambungnya, Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Muratara yang telah membantu dan terus mensupport semua kegiatan LPTQ Kabupaten Muratara.


Sementara itu, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat diwakili Sekda Alwi Roham memberikan apresiasi dengan kegiatan pelatihan ini. Menurut Sekda, pelatihan dewan hakim dan panitera ini cukup strategis.


"Saya mengapresiasi setinggi - tingginya kepada LPTQ dengan adanya kegiatan pelatihan para dewan hakim ini. Mulai dari tingkat Desa, Kecamatan hingga Kabupaten yang menambah pengetahuan, wawasan dan profesionalisme dalam bidang hakim" kata Sekda.


Sekda berharap, melalui pelatihan ini para dewan hakim dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, para dewan hakim semakin kredibel dan berkualitas serta profesional.


"Dan untuk mempersiapkan dewan hakim yang profesional, tentunya pelatihan pada hari ini akan berimbas kepada qori dan qoriah dimasa - masa yang akan datang. Dengan mengucapkan "Bismillahirohmanirohim " acara resmi kami buka" kata Sekda. (MJ)
Share:

09 September 2020

MTQ Terbatas Tingkat Provinsi Sumsel. Muratara Targetkan Setiap Cabang Raih Juara



MURATARA MSM.COM-Kabupaten Muratara mengirimkan sebanyak 21 kafilah ditambah 11 orang official pada perhelatan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Terbatas tingkat provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ke-29 tahun 2020.


MTQ Terbatas ke-29 ini akan berlangsung selama tujuh hari, dari 5 hingga 9 September 2020 di kota Palembang selaku tuan rumah. Gubernur Sumsel H Herman Deru membuka secara langsung MTQ Terbatas ke-29 di Masjid Agung Palembang.


Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Muratara, H Ikhsan Baijuri menjelaskan, total peserta yang mengikuti MTQ Terbatas dari Kabupaten Muratara berjumlah 21 orang. Masing - masing terdiri dari 11 putra dan 10 putri.


"Cabang yang diikuti sebanyak empat cabang perlombaan, yaitu tilawah anak - anak, remaja dan dewasa. Cabang qiraat,  Tahfizh 1,5,10, dan 30 juz seta cabang MMQ" jelasnya, Selasa (8/9).


Sementara untuk official sebanyak 11 orang, yakni 5 laki - laki 6 perempuan. Sedangkan pelatih berjumlah 5 orang, masing - masing 4 laki - laki ditambah 1 orang perempuan.


Saat ditanya target juara, Dia mengatakan, target yang mesti diraih tak terlalu muluk, minimal setiap cabangnya meraih juara. "Harapan kita tidak muluk - muluk, minimal setiap tangkainya ada kita mendapatkan juara" tukasnya. (MJ)
Share:

05 September 2020

Dikawal Ribuan Pendukung "Akis-Boy" Mendaftarkan Diri Ke KPUD Muratara



MURATARA MSM.COM-Dikawal ribuan pendukung, pasangan Bakal Calon Bupati - Wakil Bupati Muratara "Akis - Boy" mandaftarkan diri untuk maju pada kontestasi Pilkada Kabupaten Muratara 9 Desember 2020 mendatang.


Pasangan Akis - Boy yang maju melalui jalur perseorangan, mendaftarkan di hari kedua setelah dibukanya pendaftaran Bacalon Bupati - Wakil Bupati Muratara. Di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Sabtu (5/9).


Sama seperti pendaftaran pasangan calon sebelumnya. Pendaftaran pasangan "Akis-Boy" tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.




Usai menerima pendaftaran paslon Akis-Boy, ketua KPUD Kabupaten Muratara Agus Maryanto mengatakan, di hari kedua pendaftaran ini, pasangan Akis - Boy yang merupakan paslon ketiga mendaftar ke KPUD Muratara.


Ia memastikan, pendaftaran dihari kedua ini dijadwalkan hanya ada satu pasangan calon yang mendaftar. Proses pendaftarannya tadi, kata Agus, berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga selesai.


Proses pendaftaran sendiri berlangsung lancar dan tidak ditemui kendala. Hal itu dikarenakan, memang terdapat perbedaan dokumen antara paslon yang mendaftar dari jalur perseorangan dengan paslon yang diusung oleh Parpol.


"Dokumen yang disampaikan oleh bakal calon perseorangan tidak seperti di BKW kaparpol. Artinya BKW perseorangan hanya melampirkan BA 7. Sementara jika ada perbaikan akan di proses dalam pleno" terangnya.


Agus menyebut, perbaikan pada 26 Agustus lalu, pasangan Akis-Boy telah memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai bakal calon Bupati - Wakil Bupati. Maka tindak lanjut dari proses itu, paslon Akis - Boy mendaftarkan diri ke KPUD Muratara.


Sementara itu, bakal calon Bupati Muratara, Akis mengatakan, proses pencalonan dirinya dan pasangannya telag memasuki tahap pendaftaran. Berkas pencalonan telah diverifikasi dan dinyatakan lengkap untuk berkas pencalonan.


"Tingal lagi kita tahap berikutnya yaitu periksaan  kesehatan. Kami mohon doa dan dukungan kepada teman - teman, supaya berjalan sesuai rencana. Kuat dan menang" tegasnya.


Didampingi oleh pasangannya, Akis menargetkan menang pada 9 Desember 2020 nanti. (MJ)
Share:

04 September 2020

Dua Bacalon Bupati - Wakil Bupati Muratara Mendaftar ke KPU




MURATARA MSM.COM-Dua pasangan bakal calon Bupati - Wakil Bupati yang akan maju pada kontestasi Pilkada Kabupaten Musi Rawas Utara tahun 2020, mendaftarkan diri dihari pertama dibukanya pendaftaran di kantor Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Muratara, Jum'at (4/9).


Kedua pasangan tersebut masing - masing Syarif - Suryan yang diusung oleh 8 partai. Dan pasangan H Devi Suhartoni - H Inayatullah yang diusung oleh tiga partai politik, yakni partai NasDem dan Hanura.


Pendaftaran kedua pasangan bakal calon Bupati - Wakil Bupati tersebut, berjalan sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.


"Hari ini dua pasangan bakal calon Bupati - Wakil Bupati Musi Rawas Utara, mendaftar ke kantor KPU yakni pasangan Syarif -Suryan dan pasangan H Devi Suhartoni - H Inayatullah" kata Ketua KPU Kabupaten Muratara, Agus Maryanto.



Agus mengatakan, untuk kelengkapan syarat - syarat dan berkas terkait pencalonan yang masih belum lengkap. Masing - masing pasangan diberikan tenggat waktu hingga esok hari. "Kita akan komunikasi untuk melengkapi dalam satu hari sampai besok harus selesai" ujarnya.

Agus mengungkapkan, tahapan berikutnya pasangan bakal calon Bupati - Wakil harus melengkapi surat keterangan kesehatan. Terkait hal itu, pihak KPU sudah BA dan surat pengantar kesehatan jasmani dan rohani ke RS Muhammad Husein Palembang.


"Terkait dengan proses itu,  diminta seluruh bakal calon mematuhi tata tertib yang telah dikeluarkan oleh rumah sakit dan komunikasi lebih lanjut terkait mekanisme dan sebagainya nanti LO yang komunikasi dengan LO KPU" tukasnya. (MJ)

Share:

Postingan Populer

Blog Archive