-->

IKLAN

 


Iklan

Disdik Muratara Gelar Sosialisasi Penerapan Kurikulum Merdeka di Rawas Ulu

21 Mei 2022, 16:06 WIB Last Updated 2022-05-21T11:48:25Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas Utara menggelar Sosialisasi Implementasi Penerapan Kurikulum Merdeka (KTSP & KSOP) di SDN 2 Sungai Baung


MURATARA MSM.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Muratara, menggelar sosialisasi Implementasi Penerapan Kurikulum Merdeka (KTSP & KOSP).

 

Kurikulum tersebut, merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka Belajar, yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek), untuk mentransformasi pendidikan Indonesia.


BACA JUGA : 

Diikuti Guru Olahraga, KORMI Sosialisasi Coaching Klinik Olahraga Street Soccer

 

Sosialisasi yang berlangsung di SDN 2 Sungai Baung, Desa Sungai Baung, Kecamatan Rawas Ulu, Sabtu (21/5/2022). Diikuti Kepala Sekolah dari dua Kecamatan, Rawas Ulu dan Ulu Rawas.


Kepala Sekolah dari dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Rawas Ulu dan Ulu Rawas mengikuti sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 2 Sungai Baung


Dalam pemaparannya, perwakilan Disdik Romlan menjabarkan, implementasi kurikulum Merdeka, mempersiapkan sekolah untuk menerapkan kurikulum sesuai dengan karakteristik dari sekolah – sekolah yang bersangkutan.

 

“Tahun 2022 ini, akan meningkatkan hasil mutu pendidikan di satuan pendidikan. Dimana seluruhnya sesuai dengan karakteristik sekolah dan guru masing – masing” jelasnya.


BACA JUGA : 

Koramil Rawas Ulu Salurkan Bantuan BTPKLW Ke-300 Orang Penerima

 

Berbeda dari kurikulum sebelumnya, dimana kurikulum terdahulu penerapannya langsung dari pusat. Kurikulum sekarang ini, berbeda lebih menekankan karakteristik dari sekolah masing – masing.

 

Kurikulum ini juga merevisi kurikulum sebelumnya, dan mengikuti perkembangan zaman.


BACA JUGA : 

60 Warga Desa Pangkalan Terima Bantuan BTPKLW

 

“Sebelumnya kurikulum KTSP, kemudian Kurikulum darurat. Nah, sekarang kurikulum merdeka untuk menormalkan kurikulum sebelumnya. Dengan perubahan – perubahan yang signifikan” jelasnya. (MJ)

 

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU LAINNYA