![]() |
| Bupati Muratara H Devi Suhartoni memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman SMP Negeri 1 Rupit |
MURATARA MSM.COM — Pemerintah Kabupaten Musi
Rawas Utara (Muratara) menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara
khidmat di halaman SMP Negeri 1 Rupit, Senin (1/6/2026). Upacara dipimpin
langsung oleh Bupati Muratara, Devi Suhartoni, dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan
Andrean Fatorsyah, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur
TNI-Polri, serta ratusan guru dan siswa dari berbagai satuan pendidikan.
Dalam
pidatonya, Bupati Devi Suhartoni menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar
negara, melainkan pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang wajib dipahami,
diajarkan, dan diterapkan sejak usia dini. Menurutnya, Pancasila menjadi
pengikat utama persatuan bangsa Indonesia yang majemuk, sesuai semboyan
Bhinneka Tunggal Ika yang tertera pada lambang negara Garuda Pancasila.
Bupati
menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada seluruh guru yang
hadir sejak pagi serta para siswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias. Ia
menekankan bahwa pemahaman mendalam terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama membangun
masyarakat dan daerah yang kuat serta berkarakter.
![]() |
| Bupati Muratara H Devi Suhartoni memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman SMP Negeri 1 Rupit |
“Pancasila
harus diajarkan sejak usia dini, bukan hanya sebagai materi hafalan atau
pelajaran, melainkan sebagai cara berpikir dan bertindak sehari-hari. Sila
Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan kita menghormati perbedaan keyakinan dan
menjaga segala ciptaan Tuhan tanpa merusak atau menyakiti. Sila-sila lainnya
menjadi panduan berinteraksi, bersatu, serta menyelesaikan setiap perbedaan
melalui musyawarah dan keadilan,” ujar Bupati.
Sebagai
pemimpin daerah, Bupati mengakui penerapan nilai Pancasila dalam tata kelola
pemerintahan tidak selalu mudah dan sempurna, namun selalu diupayakan sebaik
mungkin. Ia mencontohkan komitmen pemerintah daerah dalam bidang pendidikan,
mulai dari perlakuan adil dan perhatian yang sama bagi seluruh tenaga pendidik
–baik Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
(P3K), maupun staf pendukung– hingga penyediaan seragam dan tas sekolah bagi
siswa dari keluarga kurang mampu. Langkah ini diambil agar tidak ada anak yang
putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, sebuah pengalaman pahit yang pernah
ia saksikan langsung pada masa lalu.
Menjawab
tantangan masa kini dan masa depan, Bupati mengajak seluruh pelajar Muratara
memiliki cita-cita tinggi dan mengejar pendidikan setinggi mungkin. Ia
menegaskan pendidikan tinggi bukan sekadar soal gelar atau ijazah, melainkan
sarana memperluas wawasan, mengubah pola pikir, serta membuka jalan keluar dari
batasan lingkungan asal. Ia juga mendorong generasi muda lebih banyak menekuni
bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), mengingat kebutuhan daerah akan tenaga ahli
di bidang tersebut masih sangat besar.
![]() |
| Bupati Muratara H Devi Suhartoni memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman SMP Negeri 1 Rupit |
“Dulu,
banyak warga Muratara yang meski tidak berpendidikan tinggi bisa sukses menjadi
pengusaha karet atau kelapa sawit. Namun zaman telah berubah; kemajuan kini
hanya bisa diraih dengan bekal ilmu pengetahuan yang luas dan berkualitas.
Pendidikan dari lembaga terpercaya akan membentuk cara berpikir yang sistematis
sekaligus membangun jaringan persaudaraan yang bermanfaat seumur hidup,”
tegasnya.
Bupati
juga memuji kebiasaan positif yang tumbuh di sekolah-sekolah Muratara, seperti
kegiatan pengajian pagi dan pembacaan Surat Yasin setiap Jumat. Ia berharap
tradisi baik ini terus berkembang hingga menjangkau hampir 200 titik kegiatan
di seluruh wilayah, karena nilai kebaikan yang ditanamkan akan membawa berkah
bagi kemajuan daerah. Selain itu, ia mengimbau seluruh sekolah untuk menanam
pohon serta menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas, termasuk toilet, agar
sekolah menjadi tempat belajar yang nyaman, sehat, dan indah.
Menyikapi
kendala keterbatasan anggaran yang dialami pemerintah daerah akibat pemotongan
dana transfer pusat berturut-turut sejak 2023 hingga 2026, Bupati mengajak
seluruh masyarakat tetap berpikir positif dan mendoakan kebaikan bagi bangsa.
Ia juga mengingatkan agar kritik disampaikan secara santun, membangun, dan
tidak berubah menjadi ujaran kebencian di media sosial.
Di
akhir amanat, Bupati meminta perhatian khusus seluruh tenaga pendidik untuk
menghentikan segala bentuk perundungan atau bullying, baik di dalam maupun di
luar lingkungan sekolah. Guru diharapkan mendekati siswa yang berperilaku
menyimpang dengan pendekatan kekeluargaan dan komunikasi baik, demi menjaga
keamanan, kedamaian, serta masa depan Kabupaten Muratara.
Kegiatan
peringatan Hari Lahir Pancasila ditutup dengan harapan agar nilai-nilai luhur
dasar negara terus hidup, tertanam kuat, dan menjadi pedoman setiap langkah
kehidupan seluruh warga Muratara.
baca berita lainnya di google news


