PALEMBANG MSM.COM — Kepolisian Daerah Sumatera
Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan proses rekrutmen
anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis melalui
pelaksanaan Sidang Menuju Pemeriksaan Kesehatan Tahap II Penerimaan Terpadu
Taruna Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin
langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K.,
S.H., M.Hum., di Gedung Golden Sriwijaya Jakabaring Palembang, Kamis, 4 Juni
2026.
Sidang
yang dilaksanakan mulai pukul 16.00 WIB tersebut menjadi salah satu tahapan
penting dalam proses seleksi calon anggota Polri. Sebanyak 1.674 peserta
dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti Pemeriksaan Kesehatan Tahap II
setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat dari total 3.684
pendaftar yang mengikuti proses penerimaan terpadu di wilayah Polda Sumatera
Selatan.
Pelaksanaan
sidang dilakukan secara hibrida untuk memastikan keterbukaan informasi dan
akses yang setara bagi seluruh peserta di wilayah Sumatera Selatan. Sebanyak
523 peserta mengikuti sidang secara langsung di Gedung Golden Sriwijaya
Jakabaring, terdiri atas 132 peserta Akpol, 359 peserta Bintara, dan 32 peserta
Tamtama. Sementara 1.151 peserta lainnya mengikuti sidang secara daring dari
masing-masing Polres jajaran Polda Sumsel.
Berdasarkan
hasil sidang, sebanyak 132 calon Taruna dan Taruni Akpol dinyatakan berhak
mengikuti Pemeriksaan Kesehatan Tahap II, terdiri dari 118 pria dan 14 wanita.
Pada jalur Bintara, sebanyak 1.393 peserta dinyatakan lolos, terdiri atas 1.233
peserta Bintara PTU/SPKT, 94 peserta Bintara Intelijen, 29 peserta Bintara
Kompetensi Khusus, dan 37 peserta Bintara Polair. Sementara itu, sebanyak 149
peserta Tamtama juga dinyatakan memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahapan
berikutnya.
Kegiatan
tersebut turut dihadiri oleh Inspektur Pengawasan Daerah Polda Sumsel Kombes
Pol Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., selaku Ketua Tim Pengawas Umum, Kepala
Biro Sumber Daya Manusia Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, S.I.K.,
M.Si., selaku Ketua Pelaksana, serta para Pejabat Utama Polda Sumsel yang
tergabung dalam berbagai tim penguji dan pengawas penerimaan terpadu Polri
Tahun Anggaran 2026.
Dalam
sambutannya, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K.,
S.H., M.Hum., menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilaksanakan berdasarkan
prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Kapolda juga
mengingatkan seluruh peserta dan orang tua agar tidak mudah percaya kepada
pihak-pihak yang mengaku mampu meloloskan peserta dengan imbalan tertentu.
“Masuk
menjadi anggota Polri bukan hanya karena pintar atau tidak pintar, tetapi
karena siapa yang lebih siap, maka dialah yang akan terpilih. Saya tegaskan
kepada seluruh peserta dan orang tua, jangan percaya kepada siapa pun yang
menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang. Proses seleksi ini gratis
dan dilaksanakan secara objektif sesuai kemampuan masing-masing peserta,” tegas
Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho.
Kapolda
juga memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil agar tidak berkecil
hati dan menjadikan hasil seleksi sebagai bahan evaluasi untuk mempersiapkan
diri lebih baik di masa mendatang.
“Bagi
yang belum berhasil, jangan berputus asa. Jadikan ini sebagai pengalaman dan
motivasi untuk memperbaiki diri. Masih banyak kesempatan pengabdian kepada
bangsa dan negara melalui berbagai profesi lainnya. Sedangkan bagi yang
berhasil melanjutkan ke tahap berikutnya, tetap jaga kesehatan, disiplin, dan
integritas karena perjalanan masih panjang,” tambahnya.
Pelaksanaan
rekrutmen yang profesional dan transparan ini merupakan bagian dari
implementasi Program Presisi Polri yang diinisiasi oleh Kapolri Jenderal Polisi
Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Melalui sistem seleksi berbasis kompetensi dan
meritokrasi, Polri berupaya menghasilkan sumber daya manusia unggul yang mampu
menjawab tantangan tugas kepolisian di masa depan.
baca berita lainnya di google news
