![]() |
| Polda Sumatera Selatan terus memperkuat sinergi dengan tokoh agama sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan, memperkokoh ketahanan sosial, dan mendukung agenda pembangunan nasional |
PALEMBANG MSM.COM – Polda Sumatera Selatan terus memperkuat sinergi
dengan tokoh agama sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan,
memperkokoh ketahanan sosial, dan mendukung agenda pembangunan nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Kepala Kepolisian Daerah
Sumatera Selatan pada peluncuran buku sejarah Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera
Selatan yang menjadi momentum mempererat kolaborasi antara ulama dan umara
dalam menjaga kondusivitas daerah.
Kegiatan peluncuran buku berjudul “Nahdlatul Ulama
Sumatera Selatan: Sejarah Penyebaran di 17 Kabupaten/Kota” berlangsung di
Asrama Haji Palembang, Kamis, 23 Juli 2026. Acara dihadiri langsung oleh Kepala
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H.,
M.Hum., bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Sumsel, pengurus Pengurus Besar
Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera
Selatan, tokoh agama, akademisi, serta tamu undangan lainnya.
Kehadiran Polda Sumatera Selatan dalam kegiatan
tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan,
moderasi beragama, serta pelestarian sejarah organisasi keagamaan yang memiliki
kontribusi besar dalam perjalanan bangsa. Sinergi antara Polri dan tokoh agama
juga menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi dalam membangun komunikasi
yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumatera Selatan
didampingi Direktur Intelijen Keamanan Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Tony
Budhi Susetyo, S.I.K., M.H., Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Sumatera
Selatan Kombes Pol Hari Purnomo, S.I.K., S.H., M.H., M.Han., serta sejumlah
Pejabat Utama Polda Sumsel lainnya. Turut hadir Bendahara Umum Pengurus Besar
Nahdlatul Ulama Gus Gudfan Arif Ghofur dan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul
Ulama Sumatera Selatan KH. M. Hendra Zainuddin Al Qodiri.
Peluncuran buku sejarah Nahdlatul Ulama Sumatera
Selatan menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan perjalanan dakwah dan
pengabdian para ulama di 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Dokumentasi
tersebut diharapkan menjadi referensi sejarah sekaligus memperkuat semangat
kebangsaan, persatuan, dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Kolaborasi yang erat antara Polri dan tokoh agama
memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Melalui komunikasi yang intensif, berbagai potensi konflik sosial dapat
diantisipasi sejak dini sehingga stabilitas keamanan tetap terpelihara dan
pembangunan daerah dapat berjalan secara optimal.
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Irjen Pol
Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa sinergi antara Polri
dan ulama merupakan kekuatan penting dalam menjaga persatuan bangsa serta
mendukung keberhasilan pembangunan nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi
dengan para ulama, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga
situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Keharmonisan antara ulama dan umara
menjadi modal utama dalam mewujudkan stabilitas keamanan yang mendukung
keberhasilan program pembangunan nasional serta meningkatkan kesejahteraan
masyarakat,” tegas Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera
Selatan KH. M. Hendra Zainuddin Al Qodiri menyampaikan apresiasi atas komitmen
Polda Sumatera Selatan dalam membangun komunikasi yang harmonis dengan para
ulama dan organisasi keagamaan.
“Kami mengapresiasi kehadiran Bapak Kapolda Sumsel
beserta jajaran dalam kegiatan ini. Hubungan yang harmonis antara ulama dan
kepolisian merupakan modal penting untuk menjaga persatuan, menciptakan suasana
yang damai, serta memberikan ketenangan bagi masyarakat Sumatera Selatan,” ujar
KH. M. Hendra Zainuddin Al Qodiri.
baca berita lainnya di google news
