![]() |
| Polrestabes Palembang jajaran Polda Sumsel memastikan penanganan cepat dan profesional terkait penemuan jenazah seorang pria di sebuah kamar kos |
PALEMBANG MSM.COM — Polrestabes Palembang
jajaran Polda Sumatera Selatan memastikan penanganan cepat dan profesional
terkait penemuan jenazah seorang pria di sebuah kamar kost di Jalan Ariodilah,
Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang, pada Selasa, 12 Mei 2026.
Korban
diketahui berinisial MY (40), seorang Aparatur Sipil Negara yang menjabat
sebagai Kepala Bidang pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera
Selatan. Jenazah korban ditemukan di kamar nomor 12 lantai 2 My Kost sekitar
pukul 13.00 WIB setelah saksi melaporkan kondisi korban yang tidak sadarkan
diri.
Berdasarkan
hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula ketika korban menghubungi seorang
saksi untuk meminta bantuan karena merasa kurang sehat dan mengalami kondisi
badan tidak fit. Sekitar pukul 12.05 WIB, saksi datang ke lokasi dan membantu
mengerok tubuh korban.
Namun
tidak lama kemudian, korban mengalami kejang dan mengeluarkan suara dengkuran
yang tidak normal saat berada di atas tempat tidur. Mengetahui kondisi
tersebut, saksi segera melaporkan kepada pemilik kost yang kemudian menghubungi
layanan medis darurat.
Tim
medis dari RS Bhayangkara Palembang tiba di lokasi sekitar pukul 12.45 WIB dan
langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap korban. Berdasarkan hasil
pemeriksaan medis di tempat kejadian, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar
pukul 13.00 WIB.
Menindaklanjuti
laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Piket Reskrim Unit Harda
Satreskrim Polrestabes Palembang, Tim Identifikasi/Inafis, personel Samapta,
serta anggota Polsek Ilir Timur I langsung mengamankan lokasi dan melakukan
olah tempat kejadian perkara (TKP).
Proses
identifikasi dilakukan secara menyeluruh guna memastikan penyebab kematian
korban serta menjamin seluruh prosedur berjalan sesuai standar operasional
kepolisian.
Kasat
Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana menegaskan bahwa seluruh
langkah kepolisian telah dilakukan secara profesional sejak awal laporan
diterima.
“Kami
memastikan seluruh tahapan, mulai dari olah TKP hingga proses evakuasi,
dilakukan sesuai prosedur. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal Tim Inafis di
lokasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar
AKBP Musa Jedi Permana.
Jenazah
korban selanjutnya dibawa ke RS Siti Fatimah Palembang untuk penanganan lebih
lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Berdasarkan
koordinasi dengan keluarga korban yang berada di Provinsi Lampung, pihak
keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah akibat sakit dan
secara resmi menolak dilakukan autopsi.
Sementara
itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya,
S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polda Sumsel selalu mengedepankan transparansi
dan profesionalisme dalam setiap penanganan kejadian yang menjadi perhatian
masyarakat.
“Kami
memastikan seluruh proses identifikasi dan penanganan dilakukan secara
profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kami juga
mengapresiasi masyarakat yang cepat melaporkan kejadian sehingga petugas dapat
segera melakukan tindakan yang diperlukan,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min
Wijaya, S.I.K., M.H.
Polda
Sumsel juga kembali mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat
Call Center 110 apabila menemukan situasi mencurigakan atau kejadian yang
membutuhkan kehadiran polisi secara cepat sebagai bagian dari upaya menjaga
stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan.
baca berita lainnya di google news
