![]() |
| Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pengerahan 1.000 personel gabungan dalam Operasi Aman Nusa II 2026 |
PALEMBANG MSM.COM — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memperkuat
penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pengerahan 1.000
personel gabungan dalam Operasi Aman Nusa II 2026. Kekuatan tersebut disiapkan
untuk menangani karhutla di kawasan lahan gambut Teluk Limo, Desa Gelumbang,
Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, dengan luasan area terdampak kurang
lebih 80 hektare.
Sebelum bergeser ke lokasi, seluruh personel
terlebih dahulu mendapatkan pembekalan teknis di Mako Satbrimob Polda Sumsel,
Palembang. Kegiatan dipimpin Direktur Samapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan,
S.I.K. selaku Kepala Operasi Daerah (Ka Opsda) Operasi Aman Nusa II 2026 bersama
Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K.,
M.H. selaku Wakil Kepala Operasi Daerah (Waka Opsda).
Pembekalan tersebut diarahkan untuk memantapkan
kesiapan operasional personel sekaligus meningkatkan penguasaan teknik penanganan
karhutla pada karakteristik lahan gambut yang memiliki potensi menyimpan bara
api di bawah permukaan.
Dalam kegiatan tersebut, personel dibekali penerapan
formula pemadaman X-Fire (Cross-Fire), dengan komposisi 800 liter air dan 200
liter formula untuk setiap 1.000 liter campuran. Penggunaan formula tersebut
ditujukan untuk mengoptimalkan penggunaan air dalam penanganan kebakaran di
medan yang sulit dijangkau.
Selain itu, personel juga mendapatkan pembekalan
teknik penyiraman spiral, yakni pola pemadaman dengan pergerakan dari sisi luar
menuju titik api utama. Teknik tersebut digunakan untuk membantu memutus
rambatan api sekaligus mempercepat proses pendinginan pada lahan gambut.
Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James
Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pengerahan 1.000 personel
gabungan merupakan bentuk respons cepat dalam memperkuat penanganan karhutla di
wilayah Muara Enim.
“Kami mengerahkan 1.000 personel gabungan tambahan
ini sebagai respons cepat atas instruksi Kapolri melalui Kapolda Sumsel untuk
menangani karhutla di lahan gambut seluas kurang lebih 80 hektare di Teluk
Limo, Desa Gelumbang. Selain kekuatan personel, kami juga membekali anggota
dengan inovasi formula pemadaman X-Fire serta teknik penyiraman spiral dari
luar ke titik api utama. Kombinasi taktik ini terbukti sangat efektif untuk
menekan penggunaan air dan mematikan bara api di bawah permukaan gambut secara
cepat guna mencegah luasnya area terdampak,” kata James.
Usai apel pembekalan, seluruh personel gabungan
bersama perlengkapan taktis langsung bergeser menuju lokasi penanganan di Teluk
Limo. Jarak lokasi diperkirakan sekitar 70 hingga 80 kilometer dari Kota
Palembang dengan estimasi waktu tempuh sekitar dua jam 15 menit.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min
Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa penguatan operasi tersebut merupakan
bentuk kehadiran nyata Polri dalam melindungi keselamatan masyarakat sekaligus
menjaga kelestarian lingkungan.
“Polda Sumsel di bawah kepemimpinan Kapolda terus
mengambil langkah proaktif, terukur, dan strategis dalam menanggulangi karhutla
di wilayah Sumatera Selatan. Penambahan 1.000 personel gabungan ini merupakan
wujud keseriusan dan komitmen penuh Polri dalam melindungi keselamatan
masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan,” tegas Nandang.
Nandang juga mengingatkan masyarakat, korporasi, dan
seluruh pihak terkait untuk menaati ketentuan perlindungan lingkungan serta
tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pihak
terkait untuk mematuhi aturan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar,
demi keselamatan bersama dan mencegah bencana asap yang lebih luas,”
pungkasnya.
baca berita lainnya di google news
