Friday, May 29, 2020

Dampak Covid-19Harga Getah Karet Terus Merosok. Petani di Muratara Mengeluh




MURATARA MSM.COM - Harga jual getah karet yang tak menentu, bahkan cenderung terus menurun setiap pekannya. Membuat petani karet di Kabupaten Musi Rawas Utara - Sumatera Selatan kian mengeluh.

Harga jual getah karet ditingkat petani saat ini hanya berkisar Rp. 4 ribu rupiah per kilogramnya. Padahal dua minggu sebelumnya, sempat mencapai harga Rp. 6.500 perkilogram.

Rendahnya harga jual getah karet ini, jelas sangat dikeluhkan oleh para petani karet. Apalagi bagi mereka yang hanya mengandalkan hasil menyadap karet untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari. Perekonomian keluarga para petani karet semakin terpuruk.

"Berat ekonomi sekarang. Tapi mau bagaimana lagi, hanya menyadap karet ini yang menjadi tumpuan hidup. Sementara harga karet cuma Rp. 4 ribu" tutur Badrul, salah seorang petani karet Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu, Jum'at (29/5).

Menurutnya, sejak Covid-19 melanda. Harga jual getah karet selalu mengalami penurunan tiap minggunya. Memang harga sempat mengalami kenaikan, namun tidak berlangsung lama.

Ia hanya bisa berharap, harga karet bisa kembali naik. Sehingga ia dan petani lainnya bisa kembali bernafas. (MJ)
Share:

Thursday, May 28, 2020

Harga Jual Karet Anjlok Petani Karet Di Muratara Mengeluh




MURATARA MSM.COM-Anjloknya harga jual komoditas getah karet, membuat petani karet di Kabupaten Musi Rawas Utara - Sumatera Selatan kian menjerit.

Apalagi sejak Pandemi Covid-19 melanda, harga karet ditingkat petani kian jatuh. Bahkan kisaran harga jual karet hanya Rp. 4.000 rupiah perkilogram.

Rendahnya harga jual karet, sangat dikeluhkan oleh petani karet, Maman salah satunya. Pria asli Muratara ini menuturkan, pendapatannya dari menyadap karet sangat tidak sebanding dengan jerih payahnya seharian menyadap karet di kebun.

Kendati penghasilan dari menyadap karet tak sebesar ketika harga jual karet mahal. Namun ia tetap tekun melakukan rutinitas menyadap karet. Mengingat kebutuhan hidup yang harus dipenuhi.

"Kami sebagai petani karet,  bukan lagi menjerit tetapi ingin menangis. Bayangkan saja harga karet lebih murah dari harga beras," tuturnya, Kamis (28/5).

Menurut Maman, tak masalah jika harga jual karet murah. Tetapi paling tidak seimbang dengan harga kebutuhan pokok. Namun dengan harga jual saat ini, untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dirasa sangat sulit.

"Dalam satu hari hasil menyadap karet cuma 10 kilogram. Itupun nantinya harus dibagi dua dengan pemilik kebun. Karena saya menyadap kebun milik orang. Bisa dibayangkan berapa penghasilan saya dalam satu bulan" keluhnya.


Ia mengakui, dengan pendapatan sekecil itu, tidak cukup untuk makan sehari hari. Apalagi, saat ini ia juga harus mengeluarkan biaya untuk sekolah anaknya. Kondisi ini semakin mencekik lehernya.

Sambil menahan sedih, ia mengatakan hanya bisa pasrah dengan kondisi ini. Namun ia tetap optimis pemerintah akan memperhatikan nasib ia dan petani karet lainnya. Paling tidak, dengan menaikkan harga karet. (MJ)
Share:

Libatkan Ketua RT dan Masyarakat. Pasar Surulangun Adakan Gotong Royong




RAWAS ULU MSM.COM-Mengawali minggu pertama, pasca hari Raya Idul Fitri 1441 H / 2020 M. Lurah Pasar Surulangun Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara, mengadakan kegiatan kebersihan lingkungan, Kamis (28/5).

Kegiatan bersih - bersih lingkungan dilakukan dengan gotong royong massal. Melibatkan para ketua RT dan staf Kelurahan Pasar Surulangun. Tidak hanya itu, masyarakat juga ikut serta dalam kegiatan gotong royong.

Gotong royong dipimpin langsung Lurah Pasar Surulangun, Abdullah. B didampingi Sekretaris Lurah (Seklur) A. Rozak.

Disela - sela kegiatan, Abdullah. B mengatakan, kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan Kelurahan ini, memang sengaja melibatkan para ketua RT dan masyarakat. Dengan tujuan utama untuk menciptakan dan menjaga kebersihan lingkungan.

"Karena kita tahu, kebersihan sebagian dari iman. Makanya, kita lakukan kegiatan ini untuk memberikan kenyamanan dan kebersihan dilingkungan dalam Kelurahan Pasar Surulangun" ujarnya.

Ia menambahkan, dengan lingkungan yang bersih. Selain akan tercipta rasa nyaman, juga berdampak pada kesehatan. "Kami berharap, ayo bersama sama kita jaga kebersihan lingkungan" ajaknya. (YAN)

Share:

Wednesday, May 27, 2020

Kelurahan Pasar Surulangun Salurkan BLT




RAWAS ULU MSM.COM-Sebanyak 351 Kepala Keluarga di Kelurahan Pasar Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, menerima dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) terdampak Covid-19.

Ratusan  Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terlihat tertib saat mengambil bantuan. Pembagian BLT sebesar Rp. 600 ribu di halaman kantor Kelurahan Pasar Surulangun, Rabu (27/5) dilakukan dengan tetap memperhatikan Social Distancing seperti yang dianjurkan pemerintah.

Lurah Pasar Surulangun, Abdullah. B, ketika ditemui menjelaskan, 351 kepala keluarga yang menerima BLT, merupakan keluarga yang masuk dalam kriteria penerima bantuan. Jumlah penerima sesuai dengan kuota yang ada.

"Penyerahan BLT pusat berjalan dengan lancar. Penerima BLT memang masyarakat yang benar benar miskin" ujar Lurah.

Dijelaskannya, BLT diberikan oleh pemerintah untuk membantu mengurangi beban masyarakat terdampak Covid-19. Bantuan sebesar Rp. 600 ribu per kepala keluarga, diberikan selama tiga bulan.

"BLT pusat  yang di disalurkan melalui Kelurahan ini,  sebagai bentuk kepedulian Pemerintah kepada masyarakat terdampak Covid-19 yang saat ini sedang mewabah. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan meringankan beban masyarakat" paparnya.

Ia berharap, masyarakat tetap mematuhi anjuran Pemerintah dengan menjaga kebersihan ,menjaga jarak serta memakai masker saat keluar rumah dan menghindari kerumunan demi memutus rantai penyebaran Covid-19. (FERY)
Share:

BLT Desa Tanjung Agung Tidak Tepat Sasaran, Terindikasi Unsur Sengaja Pihak Desa



MURATARA MSM.COM-Pembagian Dana Bantuan  Langsung Tunai (BLT) di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara,  terindikasi tidak tepat sasaran, bahkan diduga ada unsur kesengajaan dari pemerintah Desa untuk membagikan dilingkar keluarga jajaran pejabat Desa saja.

Berdasarkan data penerima BLT tahun 2020 Desa Tanjung Agung, setidaknya ada lima orang yang benar benar dinyatakan tidak layak. Buktinya sudah pernah menerima bantuan yang sudah bergulir, baik bantuan pusat, Propinsi, maupun bantuan dari Kabupaten Muratara.

Padahal, maklumat presiden Republik Indonesia menyatakan kriteria yang tidak berhak menerima BLT mereka PNS, Pegawai BUMD, Pegawai kontrak pemerintah, kontrak pegawai swasta, TNI, Kepala Desa dan Jajarannya,  Polri dan penerima PKH, BPNT.

"fakta dilapangan tidak seperti itu. Masih ada warga mampu, kaya, menerima BLT,"kata warga setempat Eliarumadi.

Ia mengatakan, tidak problem dengan penerima BLT. Namun terindikasi unsur sengaja dari Kadus dan Kepala Desa tetap memberikan kepada warga yang sudah tidak layak. Padahal masih banyak warga susah.

"kami menduga ada unsur sengaja dari Desa untuk melakukan hal itu, sehingga terjadinya tidak tepat sasaran,"tegasnya

Ia menjelaskan, berkenaan dengan hal tersebut, warga yang merasa tidak mendapat keadilan sudah melakukan mediasi dengan pemerintah setempat. Sedikitnya ada ratusan warga yang mendatangkan kediaman pribadi Kepala Desa untuk mempertanyakan permasalahan tersrbut.

"Warga mendatangkan kediaman Kades pada Sabtu malam minggu (23/5). Mereka mintak penjelasan, keadilan. Kenapa orang kaya, sudah mendapatkan bantuan PKH, kok dapat juga BLT.  Ini tidak satu orang, banyak,"sesalnya

Yang lebih mengkwatirkan lagi, lanjutnya tidak hanya orang kaya yang menjadi prioritas, namun pembagian bantuan, baik bantuan sembako, BLT, PKH dan bantuan lainnya. Berlaku untuk keluarga Kades dan para Kadus.

Warga yang sama, Yandahirin permasalahan pembagian BLT tidak ada hubungan dengan penerima, namun dirinya menyebutkan ketidak beresan alias asal asalan perangkat Desa dalam mendata penerima, sehingga terjadinya penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran.

"Tidak hanya itu, saya menyebutkan ini ada unsur sengaja dari oknum perangkat Desa yang mencatut penerima merupakan keluarganya sendiri, padahal menurut pandangan kasat mata, penerima orang kaya,"tegasnya

Lanjutnya, saya sangat menyangkan hal ini terjadi, sehingga menjadi polemik serta kecemburuan sosial di masyarakat. Saya pribadi menyatakan urusan ini menjadi panjang jika tidak ada penyelesaian.

Disisi lain, Ketua BPD Desa Tanjung Agung Bobby Fatria melalui telepon mengatakan, dalam pendataan penerima BLT selaku BPD sudah mengajukan nama nama yang layak untuk menerima.

"Kami BPD sudah melakukan pengawasan. Nama nama pemerima sudah kami serahkan. Namun untuk finally BPD tidak di ikut sertakan lagi. Kemungkinan ada perubahan,"ujarnya, (27/5)

Ia mengatakan, terkait permasalahan yang sedang mencuat di Desa, selaku BPD sudah melakukan klarifikasi kepada pemerintah Desa beserta perangkatnya.

"Agar hal ini tidak terulang kembali. Kedepanya kami mengingkan penerima benar benar yang berhak. Bukan lagi warga kaya, warga yang sudah menerima PKH, BPNT,"tegasnya kembali

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Agung Korbillah melalui telepon mengatakan jika warga yang datang di kediamannya adalah bentuk demontrasi maka, dirinya melalukan perlawanan secara hukum. Namun jika hanya menyampaikan aspirasi hal tersebut sah sah saja.

"Jika itu demo, secara hukum, mereka salah. Melakukan demo ada surat izin dari Kepolisian. Namun saya tidak mempersalahkan hal itu,"jelasnya

Menanggapi adanya polemik pembagian BLT tidak tepat sasaran, pihaknya sudah memanggil Kepada Dusun (Kadus) yang bersangkutan.

"Sudah dilakukan klarifikasi, bahwa penerima BLT sudah tepat sasaran. Yang menjadi tuntutan mereka tersebut bukan warga yang mereka maksud, namun orang lain yang memiliki nama sama,"ujarnya.(HENGKI)
Share:

Thursday, May 21, 2020

Desa Pulau Lebar, Salurkan BLT Dana Desa Tahap 2 Perdana




MURATARA MSM.COM - Pemerintah Desa Pulau Lebar, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara,  menyalurkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahap 2, Kamis (21/5).

Penyaluran BLT Dana Desa yang dilakukan oleh Desa Pulau Lebar, merupakan penyaluran BLT Dana Desa Tahap 2 Perdana.

Selain Camat Rawas Ulu, Abdul Kadir, turut hadir Koramil Rawas Ulu, dan pendamping Desa.

Kepala Desa Pulau Lebar, Argani mengatakan, BLT diberikan kepada masyarakat terdampak  Covid-19, yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2020, dengan jumlah penerima sebanyak 158 Kepala Keluarga.

Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat meringankan perekonomian di tengah Covid-19. "Pergunakan uang BLT Dana Desa dengan sebaik mungkin" ujarnya.

Ditempat yang sama, Camat Rawas Ulu Abdul Kadir menegaskan, BLT Dana Desa harus tepat sasaran.

"Pemberian BLT Dana Desa ini juga tidak boleh tumpang tindih" tegasnya.  (MJ)
Share:

Monday, May 18, 2020

Penyaluran Sembako Terdampak Covid-19 Tahap I Kabupaten Muratara Selesaikan Didistribusikan



MURATARA MSM.COM-Penyaluran Sembako terdampak Covid-19 tahap I di kabupten Musi Rawas Utara, selesai dibagikan oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Muratara.

Biro Humas GTPP Covid-19 dalam siaran persnya, Senin (18/5) menyampaikan, bantuan paket sembako sebanyak 22.698 tersebut, disalurkan ke 82 desa 7 Kelurahan se Kabupaten Muratara. Dalam pendistrubusiannya, melibatkan 200 personel.

Terdiri dari unsur TNI, POLRI, POL PP, ASN dan TKS, Relawan Mahasiswa serta Pemuda.  "Ada peluh, disertai harapan segera berbuka puasa, melepas dahaga.  Ada senyum, ketika melihat antusias warga.  Demikian, Tahap I Bantuan Sembako Terdampak COVID-19 Kabupaten Musi Rawas Utara, telah disalurkan"

Kolaborasi berbagai unsur, baik Personil maupun Armada, sungguh suatu peristiwa yang luar biasa.  Apalagi di tengah ibadah di bulan puasa. Mampu menyatukan berbagai ego dan emosi, demi tuntasnya misi. Kerja belum selesai. 

Masih ada Tahap selanjutnya, sementara proses Tahap I masuk ranah evaluasi.  Sisi mana yang harus dipertahankan dan ditingkatkan, sisi mana yang harus diperbaiki bahkan ditinggalkan.

GTPP Covid-19 memberikan catatan diantaranya, Data perlu dimantapkan,  agar bantuan tepat sasaran.  Agar dampak COVID-19 dapat diminimalkan.  Mekanisme penyaluran, termasuk isi paket bantuan, perlu mendapat peninjauan.

"Gugus Tugas mengucapkan terimakasih disertai penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh personil dan institusi yang terlibat. Khususnya: Komandan DIM 0406 dan KaPolres Musi Rawas Utara, beserta seluruh jajarannya. Juga seluruh Perangkat Daerah Kabupaten Musi Rawas Utara yang rela kendaraan dinasnya digunakan selama operasi pendistribusian". (MJ)
Share:

Terpeleset di Jembatan Gantung. Pria Asal Bengkulu Tenggelam di Sungai Rawas



RAWAS ULU MSM.COM - Seorang pria bernama Ajis Sugianto (23) tenggelam di Sungai Rawas, Kelurahan Pasar Surulangun Kecamatan Rawas Ulu, Minggu malam (17/5).

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, peristiwa tenggelamnya korban diperkirakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Hingga saat ini, jasad korban belum ditemukan.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kabupaten Muratara masih melakukan pencarian.



"Secara maksimal kita akan mencari korban. Saat ini kita menurunkan anggota TRC sebanyak 18 orang" terang Kepala BPBD Muratara, Syarmidi.

Tim TRC yang diturunkan untuk mencari korban, terdiri dari BPBD Muratara dan Basarnas. Turut serta dalam pencarian, Kabid Kesiasiapsiagaan, Zazili serta Mahmud.

Camat Rawas Ulu, Abdul Kadir ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tenggelamnya seorang pria yang diketahui berasal dari Provinsi Bengkulu.

"Ajis ini memang berasal dari Bengkulu. Ia merupakan satu tim yang bekerja dibagian memasang iklan salah satu produk rokok" terang Camat.

Ia dan kru sebenarnya menginap di Sarolangun. Namun karena ada salah satu rekan mereka yang pulang ke Desa Sungai Baung, korbanpun mengantarkan sampai ke tempat.

"Malam itu mereka berdua rekannya, yaitu Pir hendak ke Desa Surulangun. Nah, tepat di jembatan gantung, motor yang mereka kenderai terpeleset. Keduanya jatuh ke Sungai Rawas" sambung Camat.

Korban diduga tidak bisa berenang hingga akhirnya tenggelam dan terbawa arus Sungai Rawas. Sementara Pir yang menjadi rekannya saat ke Desa Surulangun selamat. (YAN)

Share:

Friday, May 15, 2020

Menag: Masih Pandemi, Salat Id di Rumah dengan Keluarga Inti






MURATARA MSM.COM-Pelaksanaan shalat  Idul Fitri 1441 H / 2020 M, ditengah Pandemi Covid-19 dihimbau dilakukan oleh umat Islam dirumah masing - masing, dengan keluarga inti.

Hal itu dikatakan Kepala Kemenag Muratara, Drs H Ikhsan Baijuri. Ia mengatakan, himbauan untuk  pelaksanaan shalat Idul Fitri dirumah, menindaklanjuti himbauan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Berikut Siaran Pers selengkapnya dari Kementerian Agama RI : 

Ramadan sudah berlangsung 20 hari. Umat Islam akan segera memasuki fase 10 hari terakhir menjelang Idul Fitri.

Menag Fachrul Razi mengatakan, Ramadan 1441 H/2020 M dijalani dalam suasana berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, Ramadan tahun ini berjalan dalam suasana pandemi. Status pandemi itu sendiri ditetapkan oleh WHO sejak Maret 2020.

Menag sangat berharap suasana pandemi ini segera berakhir dan kehidupan kembali normal, baik di Indonesia maupun dunia. Namun, mengingat pandemi masih belum selesai, Menag menghimbau agar umat Islam menyambut Idul Fitri dengan tetap tinggal di rumah.

"Saya imbau umat Islam menjalankan Salat Id di rumah bersama keluarga inti. Ini bagian dari empati dan komitmen kita sebagai umat beragama, dalam penanganan COVID-19" pesan Menag di Jakarta, Rabu (13/05).

"Usahakan Salat Id jangan ditinggalkan, tapi diselenggarakan bersama keluarga di rumah, sesuai teladan Rasulullah SAW yang tidak pernah meninggalkan shalat Id," ulangnya.

Menag berharap para ulama, termasuk MUI, dapat terus memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang hukum fikih Islam dan tata cara Salat Idul Fitri yang merupakan Sunnah Muakkadah, yaitu, sunnah yang sangat dianjurkan.

"Mari kita sambut kehadiran Idul Fitri 1441 H dengan suka-cita dan bahagia, karena itu adalah hari kemenangan dan hari kembalinya kita ke fitrah yang suci. Mari berbagi kepedulian kepada yang memerlukan, agar mereka juga dapat berlebaran seperti kita semua," pesannya.

"Pandemi Covid-19 tidak boleh mengurangi kebahagiaan dan kegembiraan kita dalam menyambut Idul Fitri 1441 H. Taqobalallahu Minna Waminkum, Semoga Allah menerima amal kita semua,". (MJ)
Share:

Kadis Kominfo Musi Rawas Ikuti Rapat Kordinasi Bersama Pimpinan KPK




MUSI RAWAS MSM.COM-Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfo) M Rozak melalui Video Conference mengikuti Rapat Koordinasi Program Percepatan Penanganan Covid-19 bersama Pimpinan KPK dan para Kepala Daerah se-Provinsi Sumatera Selatan. Jumat (15/05/2020) di Ruang Rapat Bina Praja.

Rapat dipimpin oleh Korwil II Korsupgah KPK RI Asep Rahmat Suwandha, dengan agenda pembahasan mengenai Publikasi program Penanganan Covid-19 di wilayah Provinsi Sumsel yang melibatkan perwakilan media lokal.

Dalam rapat ini, Kadis Kominfo didampingi Irbanwas Bidang Khusus dan Pengaduan Masyarakat Inspektorat, Tulhanan, Kabag Protokol Komunikasi dan Pimpinan (Prokopim) Dicky Zulkarnain, dan perwakilan Media Lokal.

Melalui Rakor, Korwil II Korsupgah KPK RI Asep Rahmat Suwandha mengingatkan kepada Pemerintah Daerah di wilayah Provinsi Sumsel untuk dapat bekerjasama atau menggandeng Media dalam menginformasikan kegiatan Penanganan, Penyaluran dan Penerima Bantuan Sosial Covid-19 di Kabupaten Musi Rawas. (Leo Hs)
Share:

Berikan Bantuan APD. Bupati Berikan Apresiasi Mahasiswa Relawan Covid-19




MURATARA MSM.COM-Bupati Muratara HM Syarif Hidayat menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada mahasiswa yang tergabung dalam relawan percepatan penanganan Covid-19.

Bantuan APD diserahkan secara simbolis oleh Bupati yang juga ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, didampingi juru bicara GTPP Covid-19 Susyanto Tunut.

APD bantuan Pemkab Muratara itu, diterima langsung oleh perwakilan relawan mahasiswa di auditorium Pemkab Muratara, Jumat (15/5).

Usai menyerahkan bantuan, Bupati memberikan pujian dan apresiasi kepada mahasiswa yang telah melibatkan diri dalam relawan Covid-19. Menurut Bupati, bantuan tanpa pamrih yang diberikan mahasiswa layak diapresiasi.

Apalagi, disela waktu belajar dirumah, mahasiswa relawan Covid-19, memberikan edukasi penanganan Covid-19 kepada masyarakat. Kegiatan positif yang dilakukan mahasiswa tersebut perlu mendapat dukungan dan apreasiasi.

"Hari ini kita menyerahkan bantuan APD berupa Masker, Hand Sanitizer dan disinfektan untuk adik adik mahasiswa relawan kita di gugus tugas untuk menyampaikan ini kepada masyarakat" kata Bupati.

Selain membantu membagikan APD, kata Syarif, mahasiswa yang menjadi relawan Covid-19, juga ikut memantau kegiatan pembagian sembako ke desa - desa. "Perkecamatan ada 150 mahasiswa tergabung" sambung Bupati.

Ditempat yang sama, perwakilan mahasiswa Revi Zepriandi mengungkapkan alasan bergabungnya mereka menjadi relawan Covid-19. Menurutnya, sebagai mahasiswa mereka tergerak untuk bersama sama memutus  rantai penyebaran virus Corona.

"Mengingat ini hajat hidup orang banyak, mau tidak mau kita harus bergerak bersama. Agar masyarakat Muratara tetap aman dari virus Corona. Mengingat masih banyak masyarakat yang beraktivitas diluar rumah" ujarnya. (MJ)
Share:

Desa Lubuk Kemang Salurkan BLT Dana Desa





MURATARA MSM.COM-Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dilakukan Pemerintah Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu, Jum'at (15/5).

Bantuan Langsung Tunai bersumber dari Dana Desa Lubuk Kemang, Tahun Anggaran 2020.

Penyerahan BLT Dana Desa, dilakukan di Kantor Desa Lubuk Kemang. Camat Rawas Ulu, Abdul Kadir diwakili Sekcam, Kamaludin dan Kasi PMD Rawas Ulu, Muslim hadir dalam penyerahan bantuan itu.

Kepala Desa Lubuk Kemang, M Sopli mengatakan, bantuan yang bersumber dari Dana Desa diserahkan kepada masyakat tidak mampu yang terdampak Covid-19.



Ia mengungkapkan, jumlah Kepala Keluarga (KK) penerima BLT di Desa Lubuk Kemang berjumlah 185 orang. Bantuan sebesar Rp.600 ribu diberikan selama tiga bulan.

"Jadi total bantuan yang diterima selama 3 bulan sebesar Rp. 1,8 juta. Kita berharap, bantuan ini dipergunakan dengan sebaik baiknya oleh masyarakat penerima" ujarnya.

Hal senada dikatakan Sekcam Rawas Ulu, Kamaluddin. Menurutnya, bantuan yang diberikan mesti digunakan sebaik mungkin. Sesuai dengan tujuan, yakni membantu masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

"Kita berharap dan sama sama berdoa, semoga virus Corona ini cepat berlalu" tutupnya. (YAN)
Share:

Thursday, May 14, 2020

GTTP Covid-19 Salurkan Bantuan Sembako Di Rawas Ulu. Camat Pastikan Penyaluran Berjalan Lancar




MURATARA MSM.COM-Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupten Muratara, menyalurkan bantuan sembako masyarakat terdampak Covid-19, di Kecamatan Rawas Ulu, Kamis (14/5).

Sebelum bantuan diserahkan ke masing  - masing Desa dan Kelurahan, dilakukan apel terlebih dahulu di lapangan sepak bola Kelurahan Pasar Surulangun. Usai apel, bantuan langsung disalurkan ke-16 Desa 1 Kelurahan.

Penyaluran Bantuan Sosial berupa sembako masyarakat terdampak Covid-19, melibatkan unsur TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Tagana. Perangkat Desa dan Kelurahan serta relawan juga turut terlibat dalam penyaluran bantuan.



Camat Rawas Ulu, Abdul Kadir mengatakan, penyaluran sembako tahap pertama ini, sudah dilakukan di seluruh desa dan kelurahan. Masing - masing di Kelurahan Pasar Surulangun, Desa Lubuk Mas, dan Pangkalan.

Desa Teladas, Kertadewa,  Pulau Lebar, Sungai Baung, Sukomoro, Surulangun, Sungai Jauh, Sungai Kijang, Simpang Nibung Rawas, Sungai Lanang, Lesung Batu, Lesung Batu Muda, Lubuk Kemang dan Desa Remban.

Ia memastikan, secara keseluruhan penyaluran sembako tak ditemui kendala dan berjalan lancar. Kendati demikian, ia berharap pembagian tahap berikutnya juga semakin lancar karena bantuan tersebut memang sangat dibutuhkan masyarakat ditengah Pandemi Covid-19.



"Alhamdulillah bantuan tahap pertama ini sudah tersalurkan. Sebagai kepala wilayah, jelas saya mengharapkan bantuan dapat disalurkan dengan selalu merujuk pada juknis dan aturan" kata Abdul Kadir.


Dia meminta kepada Kepala Desa beserta perangkatnya serta Ketua RT untuk selalu sigap membantu kegiatan pemerintah dalam penanganan Covid-19. Kesigapan dari pemerintah desa dan RT, sangat ditunggu masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

"Saat kondisi seperti sekarang ini, masyarakat sangat membutuhkan bantuan. Tapi perlu diingat, bantuan yang diberikan pemerintah itu harus pula tepat sasaran dan yang benar - benar membutuhkan" ujarnya. (YAN)
Share:

PDIP - Hanura Dukung HDS-Innayatullah




MURATARA MSM.COM - Beberapa hari terakhir pasangan Bakal Calon (Balon) Bupati Musi Rawas Utara, H. Devi Suhartoni dan Balon Wakil Bupati H. Innayatullah viral di media sosial (Medsos).

Topik yang sedang viral tersebut menyatakan pasangan H Devi Suhartoni - H Inayatullah  telah mendapatkan dukungan 2 Partai Politik  yaitu PDI Perjuangan dan Partai Hanura yang telah menyatakan mendukung Balon pasangan tersebut.

Diketahui sebelumnya HDS-Innayatullah telah menerima surat keputusan dewan pimpinan pusat PDIP yang dikeluarkan pada 18 Febuari 2020. Yang bernomor surat 1196/IN/DPP/II/2020 yang berbunyi : Sehubungan dengan telah selesainya tahap I keputusan DPP terkait rekomendasi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung PDIP pada pilkada 2020, maka bersama ini DPP PDI Perjuangan mengundang Balon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung oleh PDI-Perjuangan. Dan nama H.Devi Suhartoni-H. Innayatullah masuk dalam urutan 11.

Baru-baru ini, kembali Viral H.Devi Suhartoni - H. Innayatullah mendapatkan dukungan penuh dari Parpol Hanura maju sebagai pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Muratara 2020-2025.

Seperti yang dibenarkan Taufik Ramadhan tim Devi-Innayatullah, saat dikonformasi mengucapkan alhamdulillah bahwa HSD-Innayatullah telah mendapatkan dukungan 2 Parpol seperti yang menjadi perbincangan di media sosial.

"Dua Parpol tersebut yakni PDIP-Perjuangan dan Parpol Hanura yang telah diterbitkan SK No. 038/B.3/DPP-Hanura/2020. Dimana sebelumnya telah terlebih dahulu PDIP Perjuangan keluar SKnya," jelas ia.

Disinggung berkaitan dengan viralnya di Facebooks,  bahwa hal itu Ucapan selamat hari raya idul fitri 1441 H yang sebentar datang. Sekaligus ucapan permohonan maaf keluarga besar HDS-Tullah pada masyarakat Muratara.

"Dimana bekron Sepanduk yang akan dicetak tersebut untuk mempermanis sebagai Balon Bupati dan Wakil Bupati Muratara, yang telah mendapatkan dukungan Parpol. Maka kita tambahkan lambang Parpol sebagai penghargaan untuk kader-kader Parpol PDI-P dan Parpol Hanura," jelas ia. (MJ)
Share:

Tuesday, May 12, 2020

Gajah Liar Mengamuk Di Nibung. Satu Warga Tewas Terinjak




MURATARA MSM.COM-Warga Desa BumI Makmur, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara dihebohkan dengan penemuan sosok mayat di areal perkebunan sawit, Selasa (12/5).

Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki, yang diketahui bernama Din Peledas (50) tewas mengenaskan, dengan kondisi kepala pecah akibat terinjak oleh gajah liar.

Ditemukannya Din Peledas yang sudah menjadi mayat setelah terinjak hewan berbelalai panjang tersebut. Justru membuat warga lainnya berdatangan ke lokasi untuk melihat gajah liar.

Kepala Desa Bumi Makmur, Yanto mengatakan, pihaknya sudah melaporkan keberdaan gajah liar, ke BKSDA, melalui BPBD Muratara.

"Sudah saya telepon, dan sangat mengharapkan untuk segera datang ke lokasi gajah liar. Tepatnya di Blok C Dusun Sido Mulyo" terangnya.

Ia juga sudah menghimbau, agar warga menjauh dari lokasi gajah liar. "Saya mengharapkan warga meningkatkan kewaspadaan jangan sampai diserang gajah liar tersebut. Apalagi sudah ada korban jiwa" ujarnya.

Berdasarkan keterangan, jasad korban pertama kali ditemukan Holindri, awak media yang hendak melakukan peliputan.

Saat pertama kali ditemukan, korban sudah bersimbah darah. Mengetahui hal itu, ia segera memberitahu kesalah satu warga yang tak jauh dari ditemukannya korban.

" Mas-mas caknyo ado yang pingsan. Setelah kami dekati, korban sudah meninggal" tutur Holindri.

Sementara itu, Dedi (32) warga setempat yang sempat bersama korban menceritakan bahwa korban memang sengaja ingin melihat gajah.

Menurutnya, korban juga bermaksud memberikan makan gajah. Selanjutnya, ia menduga Gajah itu merasa terusik dan akhirnya mengamuk. (MJ)
Share:

Saturday, May 9, 2020

Pemdes Lesung Batu Muda Salurkan BLT Dana Desa



MURATARA MSM.COM-Pemerintah Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rawas Ulu, mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

BLT yang diberikan kepada ratusan masyarakat, bersumber dari alokasi Dana Desa (DD). Dana Desa dikucurkan guna menanggulangi perekonomian masyarakat terdampak Covid-19.

Penyerahan Bantuan Langsung Tunai dilakukan di gedung Serbaguna Desa Lesung Batu Muda, Sabtu (9/5).

Kepala Desa Lesung Batu Muda, Zulkifli mengungkapkan, untuk BLT Dana Desa di bulan April, sudah  disalurkan ke warga desa yang benar-benar memenuhi kriteria yang terdampak wabah Covid-19.



"Para penerima ini memang sudah memenuhi kriteria yang di tetapkan oleh pemerintah pusat" jelasnya.

Dia menambahkan, bantuan yang dibagikan bersumber dari dana desa yang di ambil dari Pagu anggaran tahun 2020  sebesar 30 persen.

Disalurkan kepada 176 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat,  dengan jumlah bantuan sebesar Rp. 600 ribu per Kepala Keluarga diberikan secara tunai.

"Kami berharap kepada warga penerima bantuan agar bantuan yang di berikan pemerintah desa melalui Dana Desa, dipergunakan untuk keperluan hidup sehari-hari. Jangan sampai bantuan dipergunakan tidak tepat di tengah wabah virus Corona ini," tutupnya.

Sementara, usai menerima bantuan, salah seorang penerima BLT, Yakub mengungkapkan rasa terima kasih dengan bantuan yang ia terima.

Ia menuturkan, ditengah Pandemi Covid-19, bantuan memang sangat diharapkan oleh ia dan warga lainnya.

"Kami sangat berterima kasih. Tentu saja  ini sangat membantu sekali.  Bantuan ini akan kami gunakan dengan sebaik baiknya untuk keperluan sehari hari" tuturnya. (MJ)
Share:

Thursday, May 7, 2020

Hendak Melakukan Persalinan, Warga Desa Remban Terindikasi Positif Covid-19. Ny T Warga Pantai Juga Terindikasi Positif




MURATARA MSM.COM-Seorang perempuan berinsial W, warga Desa Remban Kecamatan Rawas Ulu, berusia 30 tahun, terindikasi positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test.

Namun, hasil rapid test tersebut belum tentu yang bersangkutan terkonfirmasi Covid-19. Sebab, akan dilakukan tes lanjutan untuk memastikan apakah yang bersangkutan positif Covid-19 atau sebaliknya. Yang pasti, hasil rapid test baru merupakan indikasi, belum positif Covid-19.

Hal itu diungkapkan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Muratara, Susyanto Tunut, Kamis (7/5).

"Tim Medis RSUD Rupit juga telah melakukan Rapid Test terhadap dua orang Ibu yang akan melakukan persalinan atas nama Ny. W (28) asal Desa Remban Kecamatan Rawas Ulu" terangnya.

Sementara, satu lagi kasus terindikasi positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid tes atas nama Ny. T (38) asal Desa Pantai Kecamatan Rupit.

Susyanto Tunut menyebut, Keduanya direncanakan akan dikarantina di Rumah Sehat.  Namun, yang bersangkutan memilih Karantina Mandiri di Rumah masing-masing.

"Sebagai tambahan informasi, Rapid Test COVID-19 saat ini merupakan bagian SOP bagi Ibu yang akan melakukan persalinan" tambahnya.

Ia mengharapkan, bantuan dan kerjasama dari keluarga dan warga sekitar yang merasa pernah kontak dengan Pasien ini dalam waktu 14 hari terakhir, untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan jika diperlukan dilakukan Rapid Test maupun Swab Test.

"Gugus Tugas juga menghimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik dan bersama sama mendukung Pasien dan Keluarga" tutupnya.(MJ)
Share:

Lagi, Satu Warga Muratara Positif Covid-19




 MURATARA MSM.COM-Satu warga Kabupaten Muratara, kembali terkonfirmasi Positif Sars Cov-2 atau Covid-19.

Kepastian itu disampaikan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Muratara, Susyanto Tunut, Kamis (7/5).

"Hasil Swab Test dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. Hasilnya:  atas nama Tn. R (10) tahun warga Desa Mandi Angin Kecamatan Rawas Ilir, POSITIF SARS-COV-2 atau COVID-19" terangnya.

Dia menjelaskan, Tn R ini merupakan hasil Tracking Kasus 148 Sumsel atas nama Ny. L berusia 30 tahun. "Sementara hasil Swab Test dua orang lagi Tn. Lik dan Ny. Lis (orang tua Ny. L) hasinya Negatif. Hasil Swab Test lainnya atas nama Ny S, pasien HD asal Nibung juga Negatif" imbuhnya.

Saat ini, sambung Susyanto Tunut, Tn. R dan kedua orang tuanya sendiri sejak Minggu  lalu telah dikarantina di Rumah Sehat.

"Menindaklanjuti hasil Laboratorium ini Gugus Tugas mengintensifkan Tracking kontak dengan OTG, dan melakukan penyemprotan disinfektan di rumah dan sekitar rumah yang bersangkutan di Desa Mandi Angin.  Sejauh ini didapatkan 5 orang kontak erat.  Kelima warga ini diharapkan bersedia mengikuti karantina di Rumah Sehat". jelasnya. (MJ)

Share:

Telur Bantuan BPNT Tak Layak Konsumsi. Warga Desa Lubuk Kemang Kecewa




MURATARA MSM.COM-Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu, mengeluhkan bantuan yang mereka terima.

Pasalnya, bantuan yang terdiri dari 10 kilogram beras, 1 kilogram kacang merah ditambah dengan 1 karpet telur ketika sampai ditangan mereka, telur dalam satu karpet tersebut banyak yang sudah busuk dan tak layak konsumsi.

"Telur yang saya terima sudah busuk dan berulat" ujar salah satu KPM Desa Lubuk Kemang, Kamis (7/5).

Ia menuturkan, saat penyaluran BPNT, ia dan warga lainnya begitu semangat menerima bantuan. Dengan bantuan itu, paling tidak bisa meringankan beban bagi mereka yang berpenghasilan pas pasan ditengan pandemi Covid-19.

Namun mereka merasa kecewa dengan bantuan yang diterima, dimana telur dalam satu paket bantuan sudah tak layak dikonsumsi.

Hal senada juga disampaikan oleh warga lainnya. “Sama, saya pun demikian. 1 karpet telur yang saya dapat bantuan BPNT juga banyak yang busuk. Kalaupun masih bagus, tapi kuningnya sudah hancur,” tuturnya.

Sementara, Kepala Desa Lubuk Kemang, M Sopli juga mengungkapkan kekecewannya. Ia mengatakan, telur yang diterima warga memang tidak layak konsumsi. "Percuma bantuan telur telur itu tidak dapat dikonsumsi oleh masyarakat yang menerima" ujarnya. (MJ)
Share:

Tuesday, May 5, 2020

Gelar Apel Kesiapsiagaan Bantuan Terdampak Covid-19. Kabupaten Muratara Siapkan 20.300 Paket Sembako






MURATARA MSM.COM - Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara menggelar Apel Kesiapsiagaan Pendistribusian Bantuan Sembako, masyarakat terdampak Covid-19 di halaman Pemkab Muratara, Selasa (5/5).

Apal kesiapsiagaan penyaluran sembako dihadiri DANDIM, Kapolres, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Muratara, Camat dan Kepala Desa.



Dalam arahan singkatnya, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, terutama TNI-POLRI, Satpol PP dan para OPD sehingga penyaluran Bansos Sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19 dapat terlaksana.


"Kita berharap, bantuan sembako bagi warga terdampak Covid-19, bisa membantu beban ekonomi. Dan Covid-19 cepat berlalu di negeri yang kita cintai ini" tutup Bupati.

Seperti diketahui sebelumnya, Pemkab Muratara melalui Gugus Tugas Percepatan Pengananan (GTPP) Covid-19 siap menyalurkan 20.300 paket sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19 di tujuh kecamatan.



Sasaran bantuan sosial ini adalah masyarakat terdampak yang memenuhi beberapa kriteria yang ditetapkan.  Dengan mekanismes pembagian akan diantarkan langsung oleh petugas sampai ke rumah penerima masing - masing.

Pendistribusian perdana dilakukan di Kecamatan Rupit. Menyusul hari berikutnya di Kecamatan Karang Jaya, Rawas Ulu, Ulu Rawas, Nibung, Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir.


Untuk pelaksanaan ini Gugus Tugas mengerahkan tidak kurang dari 140 orang personel terdiri dari unsur: TNI, POLRI, Pol PP, Dishub, Dinsos, dan BPBD serta Relawan.  (MJ)
Share:

Monday, May 4, 2020

Ditengah Pandemi Covid-19, Mahasiswa di Tuntut Kontribusi, Bukan Berdemontrasi




MURATARA MSM.COM--Menyikapi polemik di tengah bencana pendemi Covid-19, gabungan Mahasiswa asal Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) di sejumlah wilayah Indonesia menyayangkan hal itu, dan seharusnya semua elemen termasuk Mahasiswa secara bahu membahu memutuskan penyebaran Covid-19.

Gabungan Mahasiswa yang di maksud Ikatan Muratara Bandung (IKMA-MB), Ikatan Mahasiswa Muratara Jember (IKMMJ), Himatara Jambi, Padang, Jakarta, Palembang, Bengkulu, Yogyakarta, dan Kota Lubuklinggau

Refi Ketua Ikatan mahasiswa Muratara Bandung (IKMA-MB), menyikapi isu-isu yang beredar sangat menyayangkan  adanya sekolompok Mahasiswa asal Kabupaten Muratara yang ingin melakukan aksi Demostrasi atau unjuk rasa dalam bentuk protes dan kritikan terhadap pemerintah Kabupaten Muratara.

"Karena hal tersebut bisa disebut tindakan sembrono dan tidak pantas dilakukan pada saat covid-19 melanda Indonesia khusus Kabupaten Muratara, kaum intelektual khususnya kalangan Mahasiswa harus memiliki kontribusi dan solusi bukan hanya memperkeruh situasi,"tegasnya, senin (04/5)

Ia menyebutkan, ditengah bencana pendemi Covid-19 ada saja isu sekelompok orang yang mengatasnamakan Mahasiswa dan Pemuda ingin melakukan aksi demontarasi.

"Berselang serundingan" ditengah pandemi covid-19, timbu kecurigaan dari isu-isu yang beredar yang mengatas namakan mahasiswa maupun Pemuda,"ujarnya

Harusnya, Lanjut Rafi Mahasiswa lebih bijak dalam menyikapi  persoalan serta isu-isu miring yang beredar di media sosial mengenai bencana covid 19 yang merupakan bencana dunia, dimana sama-sama diketahui pemerintah pusat sampai dengan pemerintah  Daerah sedang berjuang dalam menghadapi bencana tersebut.

Disisi lain, Nova Ketua Ikatan Mahasiswa Muratara Jember (IKMMJ),  Mahasiswa memang sebagai agent of change dan control, tapi alangkah lebih baik sebagai agent of change dan control sejalan, sehingga dapat memberikan kontribusi serta berada di garda terdepan di hadapan Masyarakat untuk malawan covid-19 ini,  kehadiran mahasiswa seharusnya tidak menjadi beban dan memperkeruh suasana, antara pemerintah dan masyarakat , Mahasiswa harus lebih objektif dan selektif lagi dalam menyikapi setiap isu ataupun opini yang tengah berkembang, karena jika salah langka maka akan berdampak sistemik terhadap hajat hidup orang banyak.

"Kami juga berharap kepada teman-teman mahasiswa dalam menyikapi persoalan  covid-19 ini, Mahasiswa Muratara dapat bersinergi bersama Pemerintah dan Instansi yang terkait, guna  memperkuat peran fungsi Mahasiswa di hadapan masyarakat dalam hal pencegahan covid-19 ini, harusnya kita berkontribusi bukan hanya mengkritisi, supaya tidak timbul kepanikan ditengah masyarakat Muratara, dalam hal ini Mahasiswa dan pemerintah saling bahu membahu melawan covid-19 ini,"cetusnya

Ia menambahkan, kami juga menyampaikan apsiasi kepada  pemerintah Muratara yang sejauh ini sudah bergerak cukup maksimal dalam penanganan bencana covid 19, serta mengajak semua lapisan masyarakat untuk bekerja sama sehingga Muratara dapat mengendalikan rantai penyebaran covid-19 tersebut, karena dengan kita bersatu insyah allah kita bisa melawan covid-19. ini tanggung jawab kita bersama, karena hanya dengan bersatu kita bisa,"pungkasnya (MJ)
Share:

Sunday, May 3, 2020

Usai Jalan Karantina 14 Hari. Warga dan Tenaga Medis Dipulangkan



MURATARA MSM.COM-Kabar gembira disampaikan juri bicara tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Muratara, Susyanto Tunut, Sabtu (2/5).

Setelah menjalani karantina selama 14 hari, sejak Sabtu 2 April 2020, seluruh warga dan petugas medis yang dikarantina di rumah sehat Hotel 929 Lubuklinggau, diperbolehkan pulang.

"Termasuk Tim Kesehatan yang selama 14 hari terus menerus mendampingi peserta Karantina, telah pulang ke keluarga masing-masing dalam keadaan sehat" kata Susyanto Tunut.

Dia menjelaskan, selama masa karantina, rapid tes dilakukan sebanyak dua kali. Hasil tes swab yang dilakukan terhadap 7 orang juga menunjukkan hasil negatif Covid-19.

" Selama Karantina semuanya dalam keadaan sehat berkat semangat untuk melawan Covid-19 dan dukungan serta doa dari keluarga dan masyarakat" sambungnya.

Untuk meringankan beban setelah menjalani karantina, saat pemulangan warga diberikan bantuan masing-masing Beras 20 Kg dari Gugus Tugas serta Mie Instan 1 Dus dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Muratara.

"Kita mengucapkan terimakasih kepada Walikota Lubuklinggau, Bapak H. SN. Prana Putra Sohe beserta seluruh jajaran, yang telah mendukung proses karantina dengan menyetujui dan memberi izin penggunaan Hotel 929 sebagai Rumah Sehat" ujarnya.

Apresiasi dan penghargaan  juga disampaikannya kepada seluruh Tim Kesehatan dan Tim Pendukung lainnya yang telah melakukan tugas dengan penuh tanggungjawab selama masa karantina.

" Tetap menjaga kewaspadaan terhadap paparan Covid-19. Tetap patuhi protokol pencegahan Covid-19" tukasnya. (MJ)
Share:

Friday, May 1, 2020

Satu Warga Muratara Kembali Terkonfirmasi Covid-19


Ilustrasi


MURATARA MSM.COM-Satu warga Kabupaten Muratara kembali terkonfirmasi Positif Covid-19. Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19, Susyanto Tunut, Jumat (1/5).

"Informasi yang kita terima dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Selatan tanggal 30 April 2020, terdapat Kasus 148 terkonfirmasi Positif Covid-19" ujarnya.

Dia menjelaskan, yang bersangkutan seorang perempuan berinisial L, berusia 30 tahun warga Desa Mandi Angin, Kecamatan Rawas Ilir. Selama beberapa bulan terakhir yang bersangkutan memang tinggal di Lubuklinggau untuk berobat.

Susyanto Tunut menjelaskan, L merupakan pasien 02. GTPP Muratara, sambungnya, telah mengambil langkah-langkah tracking dengan mendatangi rumah Pasien dan mendata kemungkinan kontak erat dengan Pasien selama beberapa waktu terakhir.

 Hasil tracking menunjukkan ada 4 anggota keluarga yang diduga kontak erat dengan pasien.  Dua orang diantaranya sudah dilakukan Rapid Test, dan hasilnya negatif.  Saat ini keempat orang tersebut melakukan Isolasi Mandiri di Rumah. Jika diperlukan akan dilakukan Isolasi di Rumah Sehat yang telah disiapkan oleh Gugus Tugas.

Gugus Tugas mengharapkan bantuan dan kerjasama dari keluarga dan warga sekitar yang merasa pernah kontak dengan Pasien L ini dalam waktu 14 hari terakhir, untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan jika diperlukan dilakukan Rapid Test maupun Swab Test.

"Kami menghimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik dan bersama sama mendukung Pasien dan keluarga. Semoga hasil tracking dan Rapid Test maupun Swab Test nanti hasilnya Negatif" harapnya.

Ia juga terus mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan terhadap paparan Covid-19 d dengan selalu mematuhi protokol pencegahan Covid-19 yaitu Jaga Jarak, selalu cuci tangan dengan sabun, selalu pakai masker bila keluar rumah, dan lakukan perilaku hidup sehat. (MJ)
Share:

Postingan Populer

Blog Archive