Tuesday, July 14, 2020

4 Destinasi Terbesar Di Kabupaten Muratara. Bumi Beselang Serundingan Miliki 1000 Air Terjun




MURATARA MSM.COM - Musi Rawas Utara merupakan salah satu kabupaten yang masuk dalam wilayah provinsi Sumatera Selatan. Di Kabupaten yang berslogan Beselang Serundingan ini, memiliki begitu banyak destinasi wisata yang patut untuk dikunjungi.


Bahkan, beberapa destinasi wisata alamnya, menyuguhkan panorama dan keindahan yang masih alami. Sehingga sangat sayang jika dilewatkan saat berada di Kabupaten Muratara.




Beberapa destinasi wisata tersebut diantaranya Danau Rayo, Goa Napallicin, Bukit Layang dan Air Terjun Muara Tiku. Keempat destinasi wisata itu, dimasukkan kedalam  4 destinasi wisata terbesar di Kabupaten Muratara.


Dari keempat tempat wisata tersebut, Bukit Layang merupakan destinasi wisata dimana masyarakatnya sudah mandiri.


"Mengapa dikatakan masyarakat mandiri? Itu karena mereka punya kebudayaan yang dibangkitkan oleh masyarakat sendiri bukan oleh pemerintah, seperti Festival Krio Agung" jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Muratara, Titin Martini, Selasa (14/7) diruang kerjanya.




Titin menyebut, di Kabupaten Muratara setiap kecamatannya memiliki air terjun. Bahkan bila dijumlahkan mencapai 1000 air terjun yang tersebar di berbagai pelosok desa dalam tujuh kecamatan.


"Seperti di Kecamatan Ulu Rawas dan Rawas Ulu. Dan air terjun yang paling banyak memang terdapat di Kecamatan Karang Jaya salah satunya ada air terjun sembilan tingkat" paparnya.



"Dan sekarang yang sedang dirintis oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Muratara yaitu mensurvey potensi air terjun di Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya" tambahnya.


Melihat begitu besarnya potensi wisata air terjun yang ada. Saat ini Dinas Pariwisata sedang merencanakan kegiatan karnaval yang berada disekitaran lokasi wisata tersebut. Rencanyanya, air terjun Desa Sosokan merupakan lokasi perdana tempat penyelenggaraan festival tersebut.




"Kita ingin melihat sejauh mana keinginan dari pemerintah setempat. Yang kita inginkan setiap desa itu memberikan informasi kepada Dinas Pariwisata bahwa di desa kami ada destinasi wisata. Kalau ada informasi yang masuk, tim akan turun langsung kelapangan" jelasnya. (MJ)
Share:

Monday, July 13, 2020

Menyajikan Panorama Yang Indah Perbukitan Desa Napallicin Patut Untuk Dikunjungi




ULU RAWAS MSM.COM - Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, memang terkenal dengan keindahan alamnnya. Di kecamatan ini, seluruh desanya nyaris menyimpan panorama yang patut untuk dikunjungi.


Dengan sejuta keindahan yang ada, Kecamatan Ulu Rawas layak untuk dijadikan wisata alternatif untuk menikmati kenidahan alam yang masih sangat terjaga kealamiannya.


Salah satunya Desa Napallicin. Ketika sampai didesa ini, kita disambut dengan bukit yang akan menyuguhkan kemolekan alam yang masih asri dan terjaga keindahannya hingga kini.


Untuk menuju ke atas bukit, medan yang dilalui tidaklah sulit. Sesampainya diatas bukit, mata kita langsung disuguhkan dengan keindahan alam yang sulit untuk dilupakan.


Belum lagi, dari kejauhan terlihat deretan perbukitan yang terlihatu hijau dan sedap dipandang mata. Kesejukan kian terasa, ketika angin menerpa. Nuansa alam yang indah ini, sangat sayang untuk dilewatkan.


Arif, salah seorang warga sekitar menuturkan, wilayah perbukitan tersebut menjadi salah satu rute bagi masyarakat sekitar untuk menuju ke ladang mereka.


"Perbukitan tersebut, sering digunakan masyarakat sekitar sebagai jalan menuju ke ladang atau hutan untuk mencari pakan ternak dan menuju ke sawah, kadang mereka juga beristirahat disekitar perbukitan tersebut, setelah dari ladang," ujar Arif.


Arif menuturkan, deretan perbukitan tersebut semakin indah ketika di pagi hari. Kabut tebal menyelimuti sehingga tampak bergelombang dan berlahan bergerak dan menghilang.


"Perbukitan di Napallicin ini masih terjaga keasriannya. Udara masih sangat sejuk dan bersih, belum tercemar" tuturnya. (MJ)
Share:

Minim MCK, Warga Napallicin Masih BAB Di Sungai Rawas


Ilustrasi




ULU RAWAS MSM.COM - Perilaku Buang Air Besar (BAB) di Sungai Rawas, masih kerap dilakukan oleh masyarakat Desa Napallicin, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara.


BAB di Sungai Rawas yang seolah sudah menjadi "kebiasaan" warga Desa Napallicin tersebut. Lantaran masih minimnya ketersediaan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK)  di Desa yang berada di kecamatan paling ujung di Muratara tersebut.


Arif, salah seorang warga setempat beralasan, minimnya MCK menjadi salah satu faktor penyebab kebiasaan buruk tersebut masih dilakukan warga Desa Napallicin.


"Disin masih minim MCK. Jadi warga terpaksa BAB di Sungai Rawas" tuturnya, Minggu (12/7).


Sementara, Fery warga setempat menuturkan hal yang sama. Menurutnya, Ia terpaksa BAB di Sungai Rawas, lantaran belum memiliki jamban. "Mau gimana lagi, belum memiliki jamban jadi terpaksa BAB di sungai" tuturnya. (MJ)

Share:

Bullying Dirut PDAM Terhadap Wartawan Tidak Bisa Dikatakan Main Main * Sebelumnya Wartawan Ditantang Berkelahi


Ilustrasi (Net)



KASUS dugaan bullying wartawan mantan pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang dilakukan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi, Andi Wijaya (AW) kepada ER saat liputan terus mendapat dukungan sejumlah rekan dan organiasi wartawan.

Meski Ketua Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Tirta Musi yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa sudah memberikan teguran dan klarifikasi, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meminta AW dicopot dari jabatannya.

Ketua SMSI Provinsi Sumsel, Jon Hery sangat menyayangkan sikap AW terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugasnya. Tentunya, sebagai orang berpendidikan dan pejabat publik, ia tau yang mana bercanda dan tempat main-main.

"Ini soal attitude, main-main juga ada tempat serta lihat kondisinya. Apalagi AW adalah seorang pejabat publik dan ER dalam posisi sedang menjalankan tugas kewartawannya," ungkap Ketua

Jon melihat, wartawan yang bertugas di lingkungan Pemkot sering kali mendapat tindakan yang tidak pantas oleh aparatur negara. Padahal wartawan adalah mitra pemerintah dan seharusnya mendapat tempat serta penghormatan yang sama dengan para pejabat publik.

"Sebelumnya ada wartawan ditantang berkelahi oleh protokol, kemarin wartawan mendapat pelecehan sosial karena mantan pasien Covid-19. Jangan-jangan Pemkot Palembang tidak menganggap wartawan adalah mitra. Walikota harus memberikan teguran, bukan hanya minta maaf, terus selesai," imbuhnya.

Perbuatan yang dilakukan AW yang menjabat Dirut, tidak pantas dan harus dicopot dari jabatannya. Karena, apa yang dilakukan tidak mendukung program yang dijalankan Walikota terkait penanganan masalah Covid-19 di Kota Palembang.

Kategori main-main atau candaan yang disampaikan, tidak masuk akal. Apalagi dari informasi, ada pegawai PDAM Tirta Musi yang sudah lebih dari satu bulan tidak diizinkan masuk karena

"Tidak mungkin main-main sampai dua kali. Jangan-jangan lonjakan tagihan pelanggan PDAM Tirta Musi kemarin juga main-main, apalagi mereka main tembak tanpa mengecek meteran. Artinya, Dirut PDAM mungkin selalu main-main dalam memutuskan sesuatu," katanya.

Sebelumnya, kejadian memilukan menimpa ER, wartawan Palembang Pos yang belum lama ini terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dimana, saat liputan ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi, ER mendapat ejekan dari beberapa direksi perusahaan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tersebut.

Bukan mendapatkan dukungan, ER seakan tidak diterima, meski saat ini ia telah dinyatakan sembuh dan negatif berdasarkan hasil swab terakhir pada ,

Dengan nada terengah-terengah, ER sangat menyayangkan sikap Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Musi, Andi Wijaya, yang seolah-olah takut dengan kedatangan dirinya dikantor yang terletak di Jl. Rambutan Palembang.

"Bukan cuma hari ini, minggu lalu jugo mereka seakan-akan takut dengan kedatangan aku. Mulai dari Dirut maupun Direktur Operasional (Dirops). Bahkan, Dirops langsung pindah tempat duduk," ungkapnya sambil menangis.

Untuk kedua kalinya ini, ER benar-benar tak kuasa menahan malu lantaran terus menerus di olok olok sebagai mantan penderita Covid-19,  apalagi kejadian tersebut terjadi didepan teman teman  se-profesinya dan beberapa jajaran pegawai perushaan plat merah tersebut.

"Kalau penesan (bercanda) tidak seperti itu,ini kedua kalinya disebut Covid-19 di depan teman media dan pegawai PDAM," kata ER.(*)
Share:

Saturday, July 11, 2020

Bupati Muratara, Lantik 2 Bidan PTT Menjadi PNS



MURATARA MSM.COM - Bupati Musi Rawas Utara, HM Syarif Hidayat melantik 2 orang bidan yang semula berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Muratara, Kamis (9/7).


Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan atau janji sebagai PNS berlangsung khidmat di ruang rapat, auditorium lantai 2 Setda Muratara.


Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kabupaten Muratara, Ralin Jufri menyampaikan bahwa dua orang bidan PTT yang diangkat menjadi PNS yakni Rini Indrasari dan Irma Rajagukguk.


Keduanya diangkat sebagai PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten Muratara dengan  unit kerja masing - masing di Polindes Simpang Nibung Puskesmas Surulangun Kecamatan Rawas Ulu dan Polindes Sumber Sari Puskesmas Nibung Kecamatan Nibung.


Dalam sambutannya, Bupati Muratara menyampaikan ucapan selamat kepada dua orang bidan yang baru dilantik sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Musi Rawas Utara.


Bupati menjelaskan, walaupun pelantikan hanya dilakukan terhadap 2 orang. Pelantikan ini harus tetap dilakukan karena hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah dan Undang - Undang.


"Ini perjuangan yang luar biasa, hari ini resmi dikukuhkan. Berkat perjuangan dan kerja keras terutama dari BKPSDM dan Dinkes pelantikan hari ini dapat terlaksana, dan saya ucapkan selamat" kata Bupati. (MJ)
Share:

Pembagian BLT Tahap 3 Desa Lubuk Rumbai. Dihadiri Bupati Muratara




MURATARA MSM.COM - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahap 3 dilakukan pemerintah Desa Lubuk Rumbai, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Kamis (9/7).


Bantuan masyarakat terdampak Covid-19 melalui Dana Desa, disalurkan kepada 274 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 9 Dusun. Pembagian yang dihadiri langsung Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat berjalan lancar.


BLT tahap 3 yang disalurkan di Balai Serbaguna Desa Lubuk Rumbai, juga dihadiri Kepala DPMD-P3A, Hj Gusti Rohmani, Camat Rupit, Kapolsek, Koramil, anggota BPD Desa Lubuk Rumbai serta perangkat desa setempat.


Dalam sambutannya, Bupati Muratara mengatakan, BLT ini merupakan bantuan dari pemerintah dalam menangani dampak Covid-19 yang telah menjadi ancaman bagi dunia.


"Jadi saya minta kepada pemerintah, semoga bantuan ini dapat membantu perekonomian keluarga" kata Syarif.


Bupati mengingatkan, kendati saat ini sudah memasuki New Normal atau kenormalan baru. Namun, tetap harus mematuhi protokol kesehatan.


"Jangan dulu mengadakan keramaian,rajin cuci tangan,jaga jarak,dan keluar rumah harus pakai masker, " tegas Bupati.


Kepala Desa Lubuk Rumbai, Haromanin usai penyaluran BLT mengatakan, BLT Dana Desa ini disalurkan kepada 274 KK, dimana per KK menerima bantuan sebesar Rp. 600 ribu rupiah.


"Dari 274 KK yang terbagi dalam 9 Dusun, memenuhi kriteria dan belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah. Baik pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah" paparnya.


Penyaluran BLT yang dilakukan ini, merupakan kelanjutan dari BLT tahap 1 hingga tahap ketiga sesuai dengan petunjuk standar protokol Covid-19.

"Dengan adanya bantuan ini, saya berharap dapat  membantu perekonomian warga dalam menghadapi wabah Covid-19 ini. Gunakanlah bantuan ini sebaik mungkin untuk keperluan sehari - hari" ujarnya. (MJ)
Share:

Wednesday, July 8, 2020

FK2D Muratara Gelar Silaturami dan Seminar. Bupati Minta Kades Jaga Netralitas



MURATARA MSM.COM - Forum Komunikasi Kepala Desa (FK2D) Kabupaten Muratara, menggelar silaturahmi sekaligus diskusi dan seminar di aula wisata Taman Bunga Desa Simpang Nibung Rawas, Kecamatan Rawas Ulu, Selasa (7/7).


Seminar dengan tema "Netralitas dan Imparsialitas Kepala Desa Dalam Penyelenggaraan Pilkada Muratara Tahun 2020" dibuka langsung oleh Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat.


Acara yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB juga dihadiri Kapolres Muratara, Ketua DPRD Efriansyah, dengan narasumber Ketua Bawaslu Muratara Munawir, Ketua KPU Agus Maryanto dan advokasi Ilham Patahilla.


Dalam sambutannya, Bupati mengingatkan para kepala desa untuk menjaga netralitas pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati - Wakil Bupati Kabupaten Muratara tahun 2020.


"Jaga netralitas. Sebagai pemimpin Desa, harus mampu menciptakan Pilkada  yang aman dan tentram. Ajak masyarakat ciptakan suasana yang kondusif" kata HM Syarif Hidayat.


Orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini memberikan apresiasi kepada seluruh Kades, yang telah menjadi pemimpin yang baik bagi masyarakat di masing - masing desa.


"Untuk anggaran Dana Desa, gunakanlah dengan sebaik mungkin. Manfaatkan untuk kebutuhan  masyarakat banyak. Kesejahteraan masyarakat harus diutamakan" pesannya.


Hal senada dikatakan Ketua Bawaslu, Munawir. Ia mengingatkan seluruh aparat pemerintah, khususnya FK2D agar selalu menjaga netralitas pada pemilihan kepala daerah Kabupaten Muratara.


Ia menyebut, dalam Undang - Undang disebutkan dengan jelas tentang netralitas Kepala Desa. Intinya, kata Munawir, kepala desa tidak boleh memihak, atau menguntungkan apalagi merugikan  salah satu pasangan calon.


"Jika terjadi penyelewengan, maka akan diproses sesuai dengan tupoksi kesalahannya, sebagai acuannya kita kembalikan ke landasan hukum. Jika ada penemuan atau laporan dari masyarakat, maka akan ditindak lanjuti" ungkapnya.


Ketua KPU, Agus Maryanto yang menjadi pemateri kedua menegaskan, bahwa kades merupakan orang yang harus benar - benar netral. Sebab, jika terjadi masalah, Kades adalah benteng pertama yang menjadi pelindung bagi masyarakat.


"Ajaklah masyarakat ciptakan Pilkada damai dan gembira. Tidak menyebar berita hoax dan menyebar ujaran kebencian. Oleh karena itu, kades harus mampu menjaga keharmonisan masyarakat" kata Agus.


Ketua FK2D, Taufik Haris mengungkapkan, seminar diadakan dengan tujuan untuk menambah wawasan bagi kepala desa. Sehingga dalam menghadapi Pilkada nanti dapat memahami mengenai berbagai halyang boleh dan tidak boleh dilakukan.(ZIL)
Share:

SMSI Lahir Ketika Pers Sedang Risau





SERIKAT Media Siber Indonesia (SMSI) berdiri di saat dunia pers sedang risau dan galau hebat seiring terjadinya disrupsi teknologi informasi yang sedang menggulung media konvensional, media cetak yang nyaris kehilangan harapan untuk bisa hidup lagi.

Ribuan wartawan senior/utama  ataupun wartawan madya dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, di antara mereka berkualitas baik, dihadapkan pada pilihan yang serba sulit: bertahan bekerja di tempat lama, mengambil pensiun atau menunggu dikeluarkan. Banyak diantara mereka kemudian mengambil keputusan untuk beradaptasi dengan dunia baru, menjadi pengusaha media online rintisan. Mereka inilah yang mendambakan kelahiran SMSI untuk memberikan pertolongan.

Kelahiran SMSI dibidani oleh tokoh pers yang juga Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari bersama Sekretaris Jenderal PWI Pusat Mirza Zulhadi, serta Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Firdaus.

Kemudian Firdaus terpilih menjadi Ketua Umum SMSI untuk yang pertama hasil kongres, mengalahkan *Teguh Santosa* pada  20 Desember 2019 di kantor ruang rapat PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Tidak lama kemudian, Dewan Pers mensyahkan SMSI menjadi konstituennya. Setelah SMSI resmi menjadi konstituen Dewan Pers, Firdaus Mengundurkan diri dari jabatan ketua bidang organisasi PWI Pusat.

SMSI disyahkan menjadi kontituen Dewan Pers, bersamaan waktunya dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) disyahkan menjadi konstituen pada rapat pleno Dewan Pers yang digelar pada Sabtu (23/5/2020).

Harapan dan tanggung jawab besar tentunya terpikul di pundak kedua organsiasi ini, kenapa?
Karena transformasi media tradisional ke media digital sudah nenjadi keharusan dan jumlahnya bertambah, sehingga selain menjadikan SMSI dan AMSI organisasi primadona, juga keduanya mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menjadi kepanjangan tangan Dewan Pers, dalam mewujudkan kemerdekaan dan kemandirian perusahaan pers di Indonesia.

SMSI dan AMSI menyusul organisasi perusahaan pers dan organisasi wartawan serta jurnalis TV dan radio yang sudah menjadi konstituen Dewan Pers terlebih dahulu, sehingga jumlahnya menjadi 10.

Dari Ke-10 organisasi pers itu 4 diantaranya adalah organisasi profesi Wartawan yaitua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI). Dan 6 lainnya adalah organisasi perusahaan Pers yaitu: Serikat Petusahaan Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Nah, selain SMSI dan AMSI, ikut juga muncul beberapa organisasi media siber, yang didirikan dengan berbagai *motif*,  tentunya ini akan terus meramaikan hiruk pikuk dunia pers Indonesia.



Organisasi kewartawanan seperti PWI sudah lama terbentuk, mensejarah, mengakar kuat, memiliki sejarah panjang seiring perjuangan kemerdekaan dan perjuangan demokrasi di Indonesia. AJI menyusul menjadi organisasi profesi jurnalis yang gigih dalam memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan pers.

Semua organisasi pers di bawah payung lembaga Dewan Pers punya fungsi dan tanggung jawab masing-masing dalam mengembangkan peran organisasinya. Seperti SMSI yang menjadi payung organisasi perusahaan media siber sampai awal Juli 2020 ini memiliki anggota lebih dari 1000 perusahaan media siber di Tanah Air.

Menurut Firdaus, SMSI sebagai organisasi payung perusahaan media pers online, akan dikembangkan  hingga tingkat kabupaten dan kota. “Dengan demikian, jaringan informasi akan semakin luas, menjangkau pelosok tanah air,” kata Firdaus.(*)
Share:

Bappeda Muratara Gelar Rapat Evaluasi RPMJD dan RKPD




MURATARA MSM.COM - Bupati Muratara,  HM Syarif Hidayat melalui Sekretaris Daerah (Sekda)  Alwi Roham, S.Sos membuka rapat Evaluasi terhadap Hasil RPMJD Kabupaten Muratara Tahun 2016-2021 dan Evaluasi RKPD Tahun 2020, Selasa (7/7)


Evaluasi tersebut akan berlangsung selama tiga hari mulai 7 hingga 9 Juli 2020 di Oproom lantai 2 Setda Kabupaten Muratara. Dan diikuti Inspektur, Kepala Dinas, Kepala Bagian Setda, dan Sekretaris DPRD


Rapat evaluasi yang juga diikuti oleh camat se Kabupaten Muratara, diprakarsai oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Musi Rawas Utara.


Dalam sambutannya, Sekda Muratara mengatakan, evaluasi hasil RPMJD bertujuan untuk memastikan bahwa visi, misi dna tujuan sasaran pembangunan jangka menengah daerah dicapai untuk mewujudkan  visi pembangunan jangka panjang daerah.


Sementara evaluasi pelaksanaan RKPD tahun 2020 bertujuan untuk memastikan target rencana program dan kegiatan prioritas derah  dalam RKPD dapat dicapai dalam rangka mewujudkan visi dan misi pembangunan jangka menengah dan mencapai sasaran pembnagunan  tahunan daerah.


"Melalui kegiatan ini, masing - masing perangkat daerah agar dapat melakukan penilaian terhadap realisasi antara rencana program dan kebutuhan pendanaan RPJMD dengan capain rencana program dan kegiatan  prioritas dalam RKPD" jelas Alwi Roham.


Selain itu, sambungnya, melakukan  penilaian terhadap capaian indikator kinerja program dan kegiatan yang dilaksanakan melalui APBD yang dilaksanakan selama periode RPJMD tahun 2016-2021.


Dia menjelaskan, tahun anggaran 2020 ini merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMD tahun 2016-2021. Ditahun ini akan dilaksanakan penyusunan rancangan tektokratik RPJMD periode selanjutnya.


"Hasil evaluasi terhadap RPJMD periode 2016-2021 sebagai landasan untuk penyusunan rancanan tektokratik RPJMD periode 2021-2026. Hasil ini juga dijadikan bahan  penyusunan LKPJ Bupati akhir masa jabatan yang akan disampaikan ke DPRD pada triwulan keempat tahun ini" papar Alwi Roham. (MJ)
Share:

Monday, July 6, 2020

Minta Ketransparanan Anggaran Covid-19. Aliansi Mahasiswa Muratara Lakukan Unjuk Rasa Damai




MURATARA MSM.COM - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Muratara, menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Pemerintah Kabupaten Muratara, Senin (6/7).


Puluhan mahasiswa ini menyuarakan aspirasi terkait dengan penggunaan anggaran Dana Covid-19 di Kabupaten Muratara yang mereka nilai tidak transparan dalam penggunaannya.


Dalam orasinya, mereka mengikrik Pemkab Muratara dan meminta agar Pemkab transparan dalam menggunakan anggaran penanggulangan pandemi Covid-19. Yang hingga saat ini menjadi permasalahan dan menuai polemik di tengah masyarakat Bumi Beselang Serundingan.


Salah satu koordinator umum Aliansi Mahasiswa Muratara, Chalid Hariyadi mengatakan, selain menuntut transparansi dari Pemkab Muratara terkait dana penanggulangan Covid-19. Mereka juga menuntut untuk segera merealisasikan bantuan mahasiswa terdampak Covid-19.


"Sudah 1 jam lebih kami melakukan orasi. Namun tidak satupun dari pihak Pemkab Muratara datang dan menemui kami. Jika tuntutan kami pada hari ini tidak dipenuhi, kami akan melakukan unjuk rasa dengan masa yang lebih besar" kata Chalid.


Setelah menyampaikan orasinya, puluhan mahasiswa ini akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (MJ)

Share:

Sunday, July 5, 2020

Hendak Memancing. Warga Lubuklinggau Tenggelam Di Sungai Rawas






RAWAS ULU MSM.COM - Niat hati hendak memancing, naas dialami Siran (45) warga Jalan Nangka, Megang Kota Lubuklinggau. Ia tewas tenggelam di Sungai Rawas, Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara, Minggu (5/7).


Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, kejadian bermula pada sekitar pukul 12.00 WIB saat korban dan rekannya hendak memancing di Sungai Rawas.

Karena lokasi mancing berada di seberang Sungai Rawas, ia dan korban memutuskan menggunakan perahu untuk sampai ke lokasi tempat memancing.


Ditengah perjalanan, perahu yang ditumpangi  korban dan rekannya terbalik. Diduga tidak bisa berenang, korban akhirnya tewas tenggelam di Sungai Rawas.


Novandi, salah satu saksi mata mengatakan, perahu yang ditumpangi korban dan rekannya baru berjalan sekitar 50 meter dari tepi Sungai Rawas.


"Tiba - tiba perahu mereka terbalik saat diterpa pusaran air Sungai Rawas. Lokasi tenggelamnya berada di tepi seberang sungai dan kondisi memang dalam" tutur Novandi.


Melihat ada perahu yang terbalik, ia dan rekan - rekannya berusaha memberikan pertolongan. Namun karena di lokasi kejadian arus sungai Rawas deras dan dalam.  Korban tidak bisa terselamatkan. (MJ)
Share:

Saturday, July 4, 2020

Kasus Aktif Covid 19 di Sumsel Kini Berjumlah 939 Orang




PALEMBANG MSM.COM -  Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di Sumsel melalui Juru Bicara (Jubir) kembali merilis perkembangan Corona Virus Disease (Covid-19) di Sumsel per tanggal Jumat 3 Juli 2020. Berdasarkan rilis yang disampaikan kepada awak media melalui video conference dari Command Center tersebut, tercatat hingga Jumat ini kasus aktif Covid 19 di Sumsel kini berjumlah 939 orang lagi.

" Total Kasus Positif Covid di Sumsel ada 2.156 orang. Dari jumlah itu Kasus Selesai  tercatat sebanyak 1.217 orang (Sembuh :1.113 orang dan Meninggal : 104 orang.). Kemudian kasus aktif sebanyak 939 orang," ujar Jubir Covid Sumsel, Yusri.

Selain data tersebut, Yusri juga menyampaikan perkembangan jumlah ODP dan PDP di Sumsel kepada awak media. Saat ini diketahui jumlah ODP keseluruhan sebanyak 8.742 orang. Dimana jumlah ODP selesai pemantauan ada sebanyak  7.098 orang dan 1.644 orang ODP masih dalam pemantauan.

Sedangkan untuk PDP saat ini keseluruhan berjumlah 1.029 orang,  dengab jumlah PDP Selesai Pengawasan 702 orang dan PDP dalam Proses Pengawasan 327 orang.

Sementara untuk Kasus Konfirmasi Positif Baru Covid-19 (per 3 Juli 2020)  tercatat ada 36 Orang. Mereka ini terdiri dari Palembang : 27 orang, Banyuasin : 5 orang, Musi Banyuasin : 2 orang, Lubuk Linggau : 1 orang dan OKI :1 orang.

Sedangkan untuk Kasus sembuh per 3 Juli 2020  tercatat ada sebanyak 25 orang (Palembang : 23 orang, Banyuasin : 1 orang, Musi Banyuasin: 1 orang).

" Sehingga Jumlah Total Sembuhnya ada 1.113 orang," tambahnya.

Sementara itu untuk kasus meninggal per 3 Juli 2020  tercatat ada sebanyak 3 orang (Palembang ). Sehingga jumlah Total Meninggal terdata sebanyak 104 Orang. Mereka ini terdiri dari (Palembang : 73 Orang, OKUT : 1 orang, Banyuasin : 13 orang, Prabumulih : 4 orang, OKI : 3 orang, Muara Enim : 1 orang, Musi Rawas : 1 orang, Ogan llir : 3 orang, OKUS : 1 orang, Musi Banyuasin : 3 orang, PALI: 1 orang).

"Demikian perkembangan yang dapat kami disampaikan, terima kasih atas perhatian dan selalu tingkatkan kewaspadaan dan diaiolin menjalankan protokol kesehatan," tutupnya.
Share:

Friday, July 3, 2020

Cegah Covid-19 Bawaslu Muratara Lakukan Rapid Test




MURATARA MSM.COM - Menindaklanjuti Surat Edaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), Bawaslu Kabupaten Muratara melakukan rapid test (tes cepat) Covid-19.


Rapid test dilakukan sebagai upaya untuk deteksi dini dan memastikan kondisi kesehatan Komisioner Bawaslu dan PKD dalam upaya pencegahan Covid-19. Rapid test dilakukan di Kantor Bawaslu, Jumat (3/7).


Ketua Bawaslu Kabupaten Muratara, melalui Devisi Sumber Daya Manusia (SDM), Paulina mengatakan, rapid  test dilakukan Bawaslu Muratara berdasarkan Surat Edaran Sekjen Bawaslu, yang menginstruksikan harus dilakukannya rapid test.


Ia mengatakan, Rapid test ini dilakukan terhadap Komisioner hingga PKD se Kabupaten Muratara, dengan jumlah total 130 orang. Rapid test Covid-19 ini diwajibkan, sebelum melakukan verifikasi virtual calon independen.


"Tentunya keluarga besar Bawaslu Kabupaten Muratara mengharapkan hasil negataif pada tes Covid-19 ini. Karena pada praktiknya sudah menerapkan berbagai aturan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah" kata Paulina.


Berbagai aturan protokol yang sudah diterapkan oleh Bawaslu seperti pemakaian handsanitizer, penyemprotan disienfaktan, menggunakan master dan pengukuran suhu tubuh.


Dengan adanya deteksi dini melalui rapid test harapannya semua sehat dan terhindar dari Covid-19. Keluarga Bawaslu Muratara  harus mematuhi setiap protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah. tegas Paulina. (MJ)
Share:

Thursday, July 2, 2020

Sah Dibentuk, Donni Nahkodai SMSI Kota Prabumulih




PRABUMULIH MSM.COM– Kepengurusan daerah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Prabumulih, Kamis siang (2/7), resmi dibentuk setelah melalui rapat pembentukan sekaligus pemilihan pengurus, yang dibuka dan dipimpin langsung Ketua SMSI Provinsi Sumsel, Jon Heri S.Sos.


Dalam rapat yang diselenggarakan di Rumah Makan Pindang Cek Ana, Simpang 4 Jalan Lingkar-Padat Karya Prabumulih ini berhasil terpilih sebagai Ketua SMSI Kota Prabumulih, Donni, SH dari media online sumateranews.co.id, dan Sekretaris Hardoko S dari susu.co, serta Bendahara Ardi Afriyanto dari publikzone.com.
Ketua SMSI Sumsel, Jon Heri., S.Sos, berharap dengan terbentuknya kepengurusan daerah SMSI Kota Prabumulih ini dapat menjadi pilot project dan diikuti oleh kepengurusan daerah lainnya di Sumsel.



“Hal ini sesuai instruksi dan arahan dari Ketua Umum SMSI pusat agar segera membentuk kepengurusan daerah guna menyatukan seluruh media online dalam mengatasi tantangan di era industri 4.0 saat ini, usai menjadi anggota konstituen Dewan Pers. Semoga Prabumulih menjadi pilot project, dan diikuti daerah lain,” ungkap Jon Heri, usai rapat pemilihan.


Jon Heri menambahkan, saat ini SMSI terus mengembangkan sejumlah program dan meningkatkan kerja sama dengan sejumlah pihak guna memajukan media para anggotanya, diantaranya; pelaksanaan bintek untuk peningkatan pendapatan media anggota di siberindo.co, dan google serta perusahaan jasa internet lainnya.
“Selain itu, kita juga sudah melakukan kerja sama pemberitaan penanganan Covid-19 bersama Pemerintah Provinsi Sumsel dan Kota Palembang. Dan sebagai perpanjangan tangan Dewan Pers, kita bisa melakukan verifikasi administrasi perusahaan media serta melaksanakan UKW (Uji Kompetensi Wartawan),” tandas pria yang akrab disapa Don Jon ini.


Sementara itu, Ketua terpilih SMSI Kota Prabumulih, Donni menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pengurus lain untuk menahkodai kepengurusan SMSI yang baru pertama kali dibentuk ditingkat Kota/Kabupaten di Sumsel.


“Ini adalah amanah, tanpa dukungan dan kerja sama kawan-kawan pengurus, saya tidak mungkin bisa mengemban jabatan ini. Mari kita satukan pandangan dan kompak dalam segala hal demi kemajuan SMSI dan perusahaan media para anggota, tidak ada kata kesulitan kalau kita bisa saling berpegangan tangan dan bahu membahu membesarkan usaha media online di era baru ini,” ucap mantan Ketua PWI Kota Prabumulih ini.(*)
Share:

Bantuan Mahasiswa Terdampak Covid-19 Belum Disalurkan. Mahasiswa Minta Kejelasan




MURATARA MSM.COM - Ratusan mahasiswa asli Bumi Beselang Serundingan meresa kecewa dengan hasil verifikasi bantuan mahasiswa terdampak Covid-19 yang hingga kini belum ada kejelasan.


Untuk mencari titik terang, perwakilan mahasiswa telah melakukan audensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara, H Sukamto, M.Pd. Hasil dari audensi tersebut, Kepala Dinas meminta bersabar dan menunggu sekitar satu minggu.


"Dari audensi itu Kepala Dinas mengatakan bahwa Kami diminta menunggu satu minggu karena masih menunggu keputusan dari tim Gugus Tugasa. Sebab penyaluran tersebut tidak sepenuhnya ada di Dinas Pendidikan" ujar Abdulah Hadi Yansah perwakilan mahasiswa.


Ia menambahkan, dalam audensi itu Kepala Dinas juga mengakui ada kesalahan teknis pada saat melakukan verifikasi berkas dan administrasi penambahan anggaran. Kepala Dinas juga menginginkan semua mahasiswa mendapatkan bantuan.


"Saya mewakili mahasiswa yang lain, agar Pemkab dan gugus tugas serius merealisasikan sekaligus memberikan kejelasan. Sebab kawan - kawan mahasiswa sudah boleh - bolak untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Padahal rekan - rekan mahasiswa aksesnya jauh dari pusat kabupaten" ujarnya.


Abdullah Hadi Yansah mengungkapkan, kekecewaan mereka bermula dari hasil keterangan pers gugus tugas percetapan penanganan Covid-19 Kabupaten Muratara yang telah mengumumkan hasil verifikasi bantuan mahasiswa terdampak Covid-19 dalam bentuk pamflet maupun akun resmi Pemkab Muratara.


Namun hingga saat ini, tidak ada kejelasan kapan bantuan itu direalisasikan. Mereka mendesak untuk menindaklanjuti dan menyalurkan bantuan tersebut agar tidak terjadi simpang siur lagi.


"Seharusnya pada Selasa 22 Juni 2020 itu mahasiswa sudah mendapatkan kabar gembira bagi yang telah mendaftarkan diri dan telah lulus verifikasi dalam program bantuan mahasiswa terdampak Covid-19" ujarnya.

Sebab kawan - kawan mahasiswa, sambung Abdullah, sangat mengharapkan bantuan tersebut. Mengingat dipenghujung semester dan untuk menghadapi Ujian Akhir Semester, biasanya setiap instansi baik PTN maupun PTS mengharuskan mahasiswa melunasi bayaran. (MJ)
Share:

DPRD Kota Jambi, Kunjungi DLHP Kabupaten Muratara




MURATARA MSM.COM - 14 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Dinas Lingkungan Hidup Pertanahan (DLHP) Kabupaten Muratara, Kamis (2/7).


Kunjungan anggota Dewan Kota Jambi tersebut, membahas persoalan yang berkembang di masing - masing daerah. Salah satunya terkait mekanisme pengelolaan lingkungan hidup dan pengelolaan sampah.


Anggota Komisi III DPRD Kota  Jambi, Junaidi Singa Rimbu mengatakan, kunjungan kerja ke Kabupaten Muratara dilakukan, karena ada kesamaan masalah sampah antara Kabupaten Muratara dengan kota Jambi yakni tentang beberapa lokasi Tempat Pembuagan Akhir Sampah (TPS) dibeberapa kecamatan yang dilewati oleh jalan negara.


"Tentunya TPS - TPS dipinggir jalan nantinya akan menjadi masalah bila kedepan dilakukan pelabaran jalan. Nah, tentunya kami melihat Kabupaten Muratara sendiri sudah siap mengatasi masalah TPS yang ada dipinggir jalan negara" ungkapnya.


Selain itu, sambungnya, Kabupatne Muratara telah bekerja sama dengan para Kepala Desa untuk menyiapkan semua hal apabila nantinya jalan negara akan diperlebar. Hal itu tentunya menjadi masukan yang baik untuk kota Jambi.


"Tentunya saling mengisi. Bagaimana juga kami meningkatkan distribusi sampah di Kota Jambi. Itu juga akan kami beri masukan ke DLHP Muratara. Apa yang baik di Kabupaten Muratara akan kami terapkan di Kota Jambi. Sebaliknya demikian, sehingga tujuan kita untuk sama - sama meningkatkan daerah  akan tercapai" katanya.


Kepala DLHP Kabupaten Muratara, Zulkopli mengaku bangga dengan kunjungan komisi III DPRD Kota Jambi. Sebab, Kabupaten Muratara yang tergolong Kabupaten Baru tapi dikunjungi oleh anggota dewan Kota Jambi.


"Kedepan kami ada program namanya TPA dan IPLT. Kalau TPA merupakan tempat pembuangan akhir sampah yang akan dikelola. Sementara IPLT kita olah juga menjagi seperti pupuk kompos" ungkapnya.


Program lainnya, menjadikan tempat pembuangan sampah tidak lagi identik dengan tempat yang kurang sehat. Dalam program itu, akan dibuat demplot bunga atau kebun buah - buahan dengan memanfaatkan pupuk kompos. (MJ)
Share:

Wednesday, July 1, 2020

IKLAN UCAPAN


Share:

IKLAN UCAPAN


Share:

MTsN 1 Muratara, Siap Sambut Tahun Ajaran Baru Dengan Protokol Kesehatan



MURATARA MSM.COM - Berdasarkan Surat Edaran Bupati Musi Rawas Utara, proses belajar mengajar tatap muka tahun ajaran 2020/2021 di Kabupaten Muratara dimulai pada 13 Juli 2020 mendatang.


Diselenggarakannya proses belajar mengajar pada mulai 13 Juli 2020, karena kabupaten Muratara masuk zona hijau atau daerah Zero Covid-19. Namun, proses belajar mengajar ditengah Pandemi Covid-19 tetap dengan protokol kesehatan.


Satuan pendidikan mulai melakukan persiapan menyambut proses belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Muratara.


Kepala MTsN 1 Muratara, Sri Widyawati diruang kerjanya, Rabu (1/7) mengatakan, pihak sekolah telah membuat program menyambut proses pembelajaran di tengah Pandemi Covid-19, sesuai dengan surat edaran.


"Proses belajar mengajar tatpa sudah bisa dimulai pada 13 Juli 2020 ini. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti physical distancing, jaga jarak,  cuci tangan dan menggunakan masker" ujarnya.


Dia menyebut, sejauh ini pihaknya cukup siap menyambut proses belajar mengajar sesuai dengan protokol kesehatan. Termasuk jumlah siswa dalam satu kelas, yang biasanya diisi sekitar 30 siswa hanya menjadi sekitar 18 siswa.


"Sesuai dengan juknis dari Bupati Muratara, kita rencanakan setiap kelasnya nanti hanya diisi sekitar 18 hingga 20 siswa perkelasnya" tambahnya. (YAN)
Share:

Polres Muratara Gelar Peringatan HUT Bhayangkara ke-74




MURATARA MSM.COM - Polres Muratara menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-74 di halamanan Kapolres Muratara, Desa Noman Kecamatan Rupit, Rabu (1/7).


Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-74 tahun ini mengusung tema "Dengan Kamtibmas Kondusif, Masyarakat Makin Produktif".


Kapolres Muratara, AKBP Adi Witanto, S.I.K yang membacakan amanat Presiden RI, Joko Widodo mengatakan, Presiden RI atas nama negara dan pemerintah serta secara pribadi menyampaikan ucapakan selamat HUT Bhayangkara ke-74 kepada seluruh jajaran Kepolisian dan anggota Polri dimanapun bertugas.



Dalam amanat tersebut, Presiden juga menyampaikan bahwa  Polri dan TNI telah mengamankan seluruh perhelatan internasional yang diselenggarakan oleh pemerintah.


Kapolres Muratara menambahkan, Presiden juga mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran kepolisian di hari yang bertepatan dengan HUT Bhayangkara yang penuh kebahagiaan.


Ia menambahkan, tepat diperayaan HUT Bhayangkara ke-74 ini, ada 13 anggota kepolisian Kabupaten Muratara yang dilakukan penaikan pangkat setingkat dari tingkat biasa.


"Secara pribadi, saya mengucapkan selamat kepada anggota keluarga kita yang telah dinyatakan kenaikan pangkat setingkat jajaran lebih tinggi dari pangkat biasanya" kata Kapolres.



Kapolres berharap, satuan keamanan di Kabupaten Muratara untuk lebih meningkatkan lagi keamanan. Agar Kabupaten Muratara tetap dalam keadaan kondusif.


"Tetap junjung tinggi semboyan kita yaitu mengayomi, melayani dan melindungi masyarakat" tukas AKBP Adi Witanto. (MJ)
Share:

Tuesday, June 30, 2020

DPRD Muratara Gelar Rapat Paripurna. Realisasi Pendapatan Kabupaten Muratara Sebesar 95,76 persen




MURATARA MSM.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten  Muratara, menggelar rapat paripurna dalam rangka membahas Rancanan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kabupaten Muratara Tahun Anggaran 2019.


Paripurna dengan agenda mendengarkan laporan hasil pembahasan panitia khusus (Pansus) digelar di ruang paripurna DPRD MUratara, Selasa (30/6). Dihadiri Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, para staf ahli, Kepala Dinas, Kabid, Kabag dan Camat.





Ketua DPRD Muratara, sekaligus pimpinan paripurna, Efriansyah mengatakan rapat paripurna mendengarkan laporan pansus DPRD Muratara terhadap 4 Raperda, dihadiri 18 orang anggota dewan.


Ia mengatakan, sesuai dengan pasal 9 ayat 3 peraturan DPRD Muratara Nomor 24 tahun 2019 tentang tata tertib DPRD. Telah melalui tahapan - tahapan pembicaraan. Pertama merupakan penyampaian dan penjelasan Bupati Muratara terhadap 4 Raperda.


"Hari Senin, 16 Maret 2020 telah menyampaikan jawaban eksekutif atas pandangan umum fraksi - fraksi dewan terhadap rancangan peraturan daerah Kabupaten Muratara" jelasnya.


Dalam sambutannya, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat mengatakan, penyampaian Raperda pertanggung jawaban pelaksanaan APBD merupakan bagian dari siklus rutin penyelenggaraan pemerintah daerah yang disajikan secara transparan dan akuntabel.


Bupati memaparkan, bahwa secara garis besar capaian anggaran pendapatan dan belajar daerah kabupaten Muratara tahun anggaran 2019 terdiri dari pendapatan belanja dan pembiayaan.



"Pendapatan asli daerah yang direcanakan sebesar Rp. 56.128.672.000 dapat terealisasi sebesar Rp. 37.574.950.356,98 atau sebesar 66,94 persen. Sedangkan pendapatan dana transfer dari pusat dan provinsi sumsel direncanakan sebesar Rp. 381.595.118.000 terealisasi sebesar Rp. 949.914.390.517,21 atau sebesar  96,77 persen" papar Bupati.


Bupati mengungkapkan, total pendapatan yang direncakan sebesar Rp. 1.063.793.790.000 terealisasi sebesar Rp. 1.018.729.380.075, 19 atau sebesar 95,76 persen.


Pencapan realisasi pendapatan sebesar 95,76 persen, merupakan pendapatan daerah tertinggi sejak kabupaten Muratara berdiri. Yang semula APBD hanya pada kisaran enam ratusan milyar, saat ini sudah menjadi satu trilliun lebih. (MJ)
Share:

SMSI Gagas Virtual Workshop Wordpress Website Improvement




BELUM lama dikukuhkan sebagai konstituen Dewan Pers, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dibawah nahkoda Firdaus, kembali menggagas program ciamik.

Untuk memperkuat perusahaan anggota dan news room, kali ini SMSI menggandeng Tonjoo dan ProPS (Google Channel Partner) menggelar Virtual Workshop bertajuk “Wordpress Website Improvement” dengan mengusung tema "Pentingnya Peforma Website Untuk Meningkatkan Trafik dan Pendapatan.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini,  Ketua Umum SMSI, Firdaus, Junaidi Ketua SMSI Banten, Ilona Juwita CEO Of ProPS, serta Todi Adiyatmo CEO Of Tonjo.

Ketua Umum SMSI Firdaus, ketika dihubungi mengatakan, program kerjasama yang digagas SMSI ini, akan melibatkan semua perwakilan SMSI di daerah dan akan menggelar virtual worksop perdana pada 9 Juli mendatang.

"Di tahap awal, kerjasama ini akan kita ujicobakan selama lima bulan kedepan bergilir disetiap Kota dan Kabupaten dan Banten akan menjadi pilot projek, baru menyusul daerah lainya," ujar Firdaus Senin (29/6).

Firdaus menjelaskan, sebagai publisher, performa website sangatlah penting. Mulai dari page load time yang cepat, Layout yang bersahabat, hingga distribusi konten sehingga mudah dicari di mesin pencarian Google.

Dengan demikian, lanjut Firdaus, performa website yang baik akan berdampak pada peningkatan trafik dan juga pendapatan.

Ilona, dari ProPS (google chanel Partner) mencontohkan,  krjogja.co.id. Setelah optimalisasi website dan penggunaan AMP, terjadi kenaikan trafik hampir 2 kali lipat dan pendapatan iklan baru sebesar 20%.

Menambahkan keterangan Ilona tersebut, HM. Nasir sebagai ketua bidang Pendidikan dan pelatihan mengatakan
"Untuk itulah worksop ini digagas. Anggota SMSI harus terus meningkatkan kualitas. Karena kedepan dunia digital akan terus berkembang dan hal tersebut adalah sebuah keniscayaan. Untuk itu kita juga harus terus berbenah," urai H.M. Nasir. (*)
Share:

Monday, June 29, 2020

SMKN Rawas Ulu Lakukan Pembagian Raport



MURATARA MSM.COM - Pembagian laporan hasil belajar siswa (raport) semester genap tahun pelajaran 2019/2020, dilakukan oleh SMK Negeri Rawas Ulu, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, Senin (29/6).


Pembagian raport kenaikan tingkat tersebut dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, ditengah Pandemi Covid-19.


Kepala SMK Negeri Rawas Ulu, Edy Sutriono mengharapkan para orang tua wali untuk tetap mengawasi anak - anak mereka. Apalagi ditengah pandemi Covid-19, proses belajar dilakukan dirumah masing - masing.


"Beri semangat kepada anak - anak kita, dukung mereka agar giat belajar. Karena seperti kita ketahui, saat ini belajar dilakukan di rumah mengingat pandemi Covid-19 yang mengharuskan belajar melalui sistem online" ujarnya.


Ia mengharapkan, selama masa pandemi Covid-19 ini, sudah seharusnya antara orang tua dan pihak sekolah mempererat kerjasama, melewati tatanan yang diberlakukan selama pandemi Covid-19. "Khusus kepada para dewan guru, pererat kerjasama" tukasnya.  (YAN)
Share:

Saturday, June 27, 2020

Rapat Pleno SMSI: Jangan Mengganggu Pancasila




PANCASILA yang selama ini menjadi dasar negara yang melandasi kehidupan berbangsa dan bernegara tetap harus dipertahankan. Jangan ada pihak-pihak yang mengganggu, melemahkan, atau berniat mengubah Pancasila melalui cara apapun.

Demikian kesimpulan rapat pleno Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang berlangsung Jumat sore (26/6/2020) melalui aplikasi Zoom yang dihadiri para pengurus SMSI. Rapat pleno yang antara lain membahas rencana rapat kerja nasional dan persoalan bangsa terkini, termasuk soal Pancasila dipimpin oleh Ketua Umum SMSI Firdaus, didampingi Sekretaris Jenderal SMSI HM Untung Kurniadi.

Sebagai pengurus SMSI, organisasi Siber terbesar yang kini beranggotakan lebih dari seribu perusahaan media siber yang tersebar di seluruh Indonesia, merasa terganggu dengan adanya Rancangan Undang-Undang Haluan Idiologi Pancasila (RUU HIP).  “jika Pancasila diubah, mau jadi apa negara ini? Pancasila selain menjadi landasan negara, juga menjadi sumber hukum. SMSI yang azaznya berlandaskan pancasila, jika Pancasila diubah, mau dikemanakan arah organisasi ini,” kata Firdaus yang disambut para peserta pleno dengan kata sepakat, “Cabut RUU HIP”. Itulah sebabnya SMSI bersikap dengan menyerukan kepada seluruh pengurus untuk mensosialisasikan keputusan SMSI Pusat ini kepada seluruh Pengurus, anggota dan  pemuka agama serta masyarakat diseluruh tanah air.

Selain itu, Firdaus mengatakan "kita mendiskusikan keselamatan dan keberlangsungan bisnis media itu penting, tetapi menyelamatkan Pancasila sebagai dasar negara itu lebih penting. Untuk itu, kita minta kepada pemerintah pembahasan RUU HIP dihentikan. Pemerintah fokus saja menangani masalah covid-19 dan dampaknya".

Pada ahir pleno SMSI menyampaikan rasa keprihatinannya kepada lembaga legislatif.

*Pertama* Prihatin terhadap produk DPR yang hanya meninmbulkan polarisasi dan perpecahan dalam masyarakat.
*Kedua* Prihatin dengan sikap DPR yang lebih mendahulukan kepentingan politik, ketimbang masalah bangsa yang sangat mendesak, yaitu penanganan pandemi Covid dengan segala dampak negatifnya.

RUU HIP kontroverial ini sedikitnya ada beberapa poin di dalamnya yang paling banyak digugat oleh berbagai kalangan. Pertama, tidak dicantumkannya TAP MPRS soal pelarangan PKI dan komunisme dalam konsideran.

Kedua adanya frasa “Ketuhanan yang berkebudayaan” dalam pasal 7 ayat (1) dan konsep Trisila dan Ekasila dalam pasal 7 ayat (2) yang dinilai mengesampingkan agama. RUU HIP tersebut telah disahkan menjadi RUU inisiatif Dewan Perwakilan Rakya (DPR). 

Terlepas ada atau tidaknya hal yang kontroversial,
SMSI menyepakati bahwa rumusan Pancasila sudah final. Pembahasan RUU HIP tersebut harus dihentikan. SMSI juga akan melakukan kajian, apakah gagasan RUU HIP dapat dikategorikan rencana makar? Dan apakah para penggagas RUU HIP ini dapat dipidanakan.(***)
Share:

Friday, June 26, 2020

Dapat Rekomendasi Partai NasDem Di Pilkada 2020. Devi - Inayatullah Diusung 3 Partai




MURATARA MSM.COM - Partai Nasional Demokrat (NasDem) memastikan mendukung pasangan H Devi Suhartoni - H Inayatullah di Pilkada Kabupaten Muratara tahun 2020.


Dukungan itu tertuang dalam surat rekomendasi yang dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Nomor  153-SI/RP/DPP-NasDem/VI/2020.


Dalam Surat Rekomendasi itu, DPP Partai NasDem telah menyetujui Devi Suhartoni dan Inayatullah sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Muratara pada kontestasi Pilkada periode 2020-2025.


H Devi Suhartoni, usai menggelar rapat Virtual Conference di Posko Pemenangan Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit, Jum'at (26/6) menyampaikan ucapan terima kasih kepada partai NasDem yang telah merekomendasikan mereka untuk maju dalam Pilkada 2020.


Berdasarkan hasil Virtual Conference, kata Devi, Fauzi H Amro yang merupakan tokoh yang sangat berpengaruh di Kabupaten Muratara dari Partai NasDem, memberikan statment politik sekaligus arahan yang intinya mendukung secara penuh.


"Bahwa dari Partai NasDem secara penuh dan struktural, merekomendasikan kepada kami sebagai calon Bupati - Wakil Bupati Kabupaten Muratara" kata Devi.


Devi mengungkapkan, dengan adanya rekomendasi dari Partai NasDem. Maka total partai yang mengusung ia dan pasangannya pada Pilkada Muratara 2020 menjadi 3 partai. Yakni Partai PDI Perjuangan, Partai Hanura dan Partai NasDem.


Sebelumnya, melalui virtual conference, Ketua Teritorial Pemenangan Pemilu Sumatera 3 DPP Partai NasDem, Fauzi H Amro menyampaikan bahwa Partai NasDem sudah melaksanakan proses penjaringan bakal calon Bupati - Wakil Bupati Muratara 2020-2025 sesuai dengan mekanisme partai.



Keputusan untuk mengusung H Devi Suhartoni - H Inayatullah, sambungnya, sudah melalui proses yang cukup panjang, berdasarkan survei internal dan kajian DPP. Ia menegaskan, Partai NasDem memberikan rekomendasi kepada bakal calon di Pilkada 2020 tanap mahar politik.


Sebab yang paling penting, bakal calon yang diusung Partai NasDem memiliki semangat untuk mensejahterakan masyarakat. "Pak Surya Paloh sangat tegas sekali, NasDem adalah partai tanpa mahar politik dalam menentukan calon yang diusung" tegas Fauzi H Amro. (MJ)
Share:

Kontribusi Generasi Milenial di Pilkada Muratara. GMI dan Fostara Muratara Gelar Diskusi Online



MURATARA MSM.COM - Gerakan Milenial Indonesia (GMI) dan Fostara Muratara menggelar diskusi online melalui Aplikasi Zoom Meeting, Kamis (25/6).

Diskusi online dengan  tema "Mewujudkan PIlkada Damai Ala Covid-19" dilakukan berangkat dari kesadaran milenial untuk berkontribusi dalam mewujudkan Pilkada Muratara damai.

Tiga orang pemateri dihadirkan dalam diskusi online tersebut, yaitu Kapolres Muratara AKBP Adiwitanto, S.Ik, Ketua KPU Muratara Agus Maryanto dan Ketua Bawaslu Muratara Munawir.

Diskusi online berjalan cukup menarik dengan materi yang disampaikan oleh ketiga narasumber, dengan diikuti oleh mahasiswa, pelajar, OKP dan peserta diskusi lainnya.

Ketua GMI Kabupaten Muratara, Sandyka Buana mengatakan, inisiatif diskusi online ini berangkat dari kepedulian milenial tentang bagaimana kesiapan penyelenggaraan pilkada 2020 ditengah Covid-19.


"Walaupun ditengah Covid-19 tetap berintegritas dan tentu saja kondusif dan damai. Kami ucapkan terima kasih kepada pemateri dan audiens yang berpartisipasi dalam diskusi online ini" ujarnya.

Sebagai kaum milenial yang peduli dan cinta kepada Kabupaten Muratara. Ia berharap semua pihak kedepan terus bersinergi untuk kemajuan kabupaten yang berslogan Beselang Serundingan ini.

"Tahun ini adalah tahun politik. Sebagai generasi milenial, kita harus cermat dan cerdas jangan sampai termakan isu hoax yang ingin memecah belah kita. Mari sama - sama kita kawal pilkada Muratara ini. Besamo kito bersinergi" ujarnya. (MJ)
Share:

Pemanfaatan Lahan Terlantar. Bupati Muratara Hadiri Penanaman Padi Perdana di Desa Pulau Kidak



MURATARA MSM.COM - Bupati Musi Rawas Utara, HM Syarif Hidayat menghadiri penanam padi perdana dilahan persawahan Desa Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara, Kamis (25/6).


Penamanan padi perdana di Desa Pulau Kidak, merupakan bagian dari program Gerakan Tanam Padi dalam rangka pemanfaatan lahan terlantar, dan peningkatan indek pertanaman dari IP 100 ke IP 200.


Didampingi sejumlah pejabat, diantaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Alwi Roham, Kepala Dinas Pertanian Ir Suhardiman, Kepala Bappeda Erwin Syarif dan Camat Rawas Ulu, orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini secara simbolis melakukan penanam padi di lahan persawahan.


Dalam sambutannya, Bupati berjanji akan memenuhi pengajuan yang diajukan pemerintah Desa Pulau Kidak, dalam mencapai target dari penanaman padi untuk pemanfaatan lahan terlantar di Desa Pulau Kidak.


"Kunjungan ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada pemerintah desa dalam memenuhi visi - misi Muratara Makmur, khususnya pada sektor pertanian" kata Bupati.


Sementara dalam pemaparannya, Kepala Desa Pulau Kidak A.Bakhori mengatakan terdapat lahan terlantar yang cukup luas di Desa Pulau Kidak. Lahan terlantar itu sudah lama tidak dimanfaatkan dan dikelola dengan baik.


Sejalan dengan visi - misi Bupati - Wakil Bupati Muratara, pemerintah Desa Pulau Kidak mengelola dan memanfaatkan lahan tersebut untuk digunakan sebagai lahan persawahan.


Selain melakukan penanam padi perdana, Bupati juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Madrasah Desa Pulau Kidak. Syarif juga memberikan bantuan bibit pertanian dan peralatan pertanian dan bantuan lainnya. (FERRY)
Share:

Wednesday, June 24, 2020

Sambut New Normal Live. Kabupaten Muratara Lakukan Kajian Epidemiologi



MURATARA MSM.COM - Menyambut skema New Normal atau Normal Baru, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara terus melakukan kajian epidemiologi.


Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Muratara, kembali melakukan kajian epidemiologi untuk menyambut skema normal baru di tengah Pandemi Covid-19, di ruang rapat auditorium Lantai 2 Setda Muratara, Rabu (24/6).


Kepala Dinas Kesehatan, Marlinda Sari mengungkapkan, kajian epidemiologi untuk melihat sejauh mana kesiapan kabupaten Muratara dalam melakukan pola new normal live.


Sejauh ini, kata Dia, sudah 14 indikator dari 24 indikator yang sudah memenuhi ketentuan. Sisanya 10 indikator harus dikaji ulang terlebih dahulu. Dan saat ini masih menunggu hasil kajian dari tim ahli.


"Tim ahli ini kita datangkan dari Sumsel. Tim ahli dari Gugus Tugas Covid-19 juga ditugaskan untuk menganalisa dan mengkaji kesiapan Kabupaten Muratara menuju New Normal" ujarnya.


Khusus kajian epidemiologi yang dilakukan hari ini, sambung Marlinda, merupakan kajian melihat sesuai data berapa banyak yang positif Covid-19, Orang Tanpa Gejala (OTG), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Dia menyebut, semua data tersebut dikaji sesuai dengan indikator yang ditetapkan. Kejian ini nantinya yang menentukan apakah Kabupaten Muratara bisa menerapkan New Normal Live atau sebaliknya.

"New Normal Live bukan berarti kita hidup seperti sediakala. Tetapi tetap ada protokol kesehatan, karena Covid-19 tidak berakhir" sambung Marlinda.

Menurut Marlinda,  walaupun Kabupaten Muratara bisa ditetapkan new normal. Namun tetap berpotensi adanya penularan Covid-19. Karena Kabupaten Muratara berada di garis lintas sumatera, sehingga mutasi orang cukup tinggi. (MJ)
Share:

Tuesday, June 23, 2020

Bupati Muratara Lepas 110 Santri Ke Ponpes Al Amien Prenduan



MURATARA MSM.COM - Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat melepas ratusan santri untuk kembali melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantran (Ponpes) Al Amien Prenduan Sumenep Madura.


Keberangkatan santriwan - santriwati asal Kabupaten Muratara ini, dilepas oleh orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan,  di halaman kantor Pemkab Muratara, Selasa (23/6).


Sebelum diberangkatkan, 110 santri telah mengikuti anjuran pemerintah sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, yaitu telah melakukan rapid test, memakai masker, dan tetap menjaga jarak.

Dalam sambutannya singkatnya, Bupati mengatakan pelepasan santriwan - santriwati ke Ponpes Al Amien Prenduen Madura Jawa Timur, tetap mengacu pada protokol kesehatan. Hal itu dimaksudkan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.


Menurut Syarit, begitu banyak perkembangan para santri selama menempuh pendidikan. Salah satunya saat diminta pidato, spontanitas santri menyanggupi tampil dan mengucapkan terima kasih kepada Pemda.


"Para santri sudah banyak yang hafal Alqur'an. Alhamdulillah target kita begitu. Hapal Qur'an dan hadist, bisa berbahasa Inggris dan bahasa Arab. Mudah - mudahan Allah SWT meridoi" kata Bupati.


Ia mengingatkan, agar para santri wan - santriwati untuk giat belajar. Sebab tahun ini tahun terakhir dan tahun ketiga bagi yang menemuh pendidikan jenjang MTs. Artinya setelah tamat MTs, akan melanjutkan ke jenjang berikutnya.


Begitu juga yang sedang menempuh pendidikan jenjang Madrasah Aliah Negeri, tentunya akan melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Yang memiliki prestasi, akan dilanjutkan pendidikannya disekolah tempat ia menempun pendidikan saat ini.


"Anak - anak ini ditugaskan Pemkab Muratara untuk belajar. Tugas belajar ditugaskan belajar tidak boleh berpikiran yang lain kecuali belajar di pondok. Begitu juga orang tua wali,  ikhlaskan keberangkan ini dan doakan mereka. Sehingga pada waktunya memenuhi target kita dan pulang menjadi sarjana di desanya masing - masing" ujar Bupati.


Diakhir sambutannya, Bupati berpesan kepada santriwan - santriwati untuk menjaga nama baik Kabupaten Muratara. "Jaga nama baik kabupaten kita. Muratara sudah tidak seperti dulu dan sudah kondusif. Insya Allah kedepan lebih religius" pungkasnya. (MJ)
Share:

Monday, June 22, 2020

33 Anak Yatim Piatu BM 1. Terima Bansos Dari Ketua DPC PDIP Dan Pasangan H. Devi Suhartoni - H Innayatullah



MURATARA MSM.COM - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP Kabupaten Muratara, Dewi Ariyanto menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos).


Bansos berupa pakaian seragam dan alat tulis diberikan kepada anak yatim piatu yang sedang mengenyam pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kelurahan Bumi Makmur 1 dalam rangka memperingati bulan Bung Karno, Minggu (21/6).


Bansos diserahkan secara simbolis oleh Balon Pasangan Bupati - Wakil Bupati Muratara 2020-2025 H Devi Suhartoni - H Innyatullah kepada 33 orang anak yatim piatu.


Pengurus yatim piatu Bumi Makmur 1, Irwandi mengatakan bansos yang diterima mereka merupakan program Ketua DPC PDIP Kabupaten Muratara yang diberikan kepada masyarakat Bumi Makmur 1.


Bantuan sosial itu rutin diberikan setiap tahunnya, untuk anak yang masih sekolah dan wajib belajar 12 tahun yang berjumlah 33 orang anak. "Sebelumnya lebih dari 33 orang anak yatim piatu. Karena ada yang sudah tamat, sekarang tinggal 33 orang lagi" ujarnya.


Menurut Irwandi, dengan adanya bantuan sosial ini, anak - anak  yatim piatu penerima bantuan menjadi semakin semangat dalam menuntut ilmu. Begitu juga dengan yang memberi, semoga selalu mendapatkan keberkahan.


"Semoga anak-anak ini kedepanya dapat menjadi generasi mida penerus bagi bangsa dan terkhusus Kecamatan Rawas Ilir," harapnya.

Terpisah, Ketua DPC-PDIP Muratara, Devi Ariyanto membenarkan bahwa Bansos yang diberikan sebagai aksi dalam rangka memperingati bulan bung karno yang jatuh pada bulan Juni, karena sangat spesial.

"Mudah-mudahan dengan adanya aksi sosial ini bisa membantu dan meringankan beban saudara kita dan anak-anak yatim kita yang menerimanya," ujarnya. (MJ)
Share:

Friday, June 19, 2020

Pengalaman Berkesan Camat Rawas Ulu Saat Pembagian BLT Tahap 2 Desa Sukomoro




MURATARA MSM.COM - Pengalaman berkesan dirasakan Camat Rawas Ulu, Abdul Kadir saat menghadiri penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahap 2 Desa Sukomoro, Rabu (17/6).


Karena ada salah satu warga penerima BLT yang sakit, sehingga tidak bisa datang saat penyaluran dana BLT, Ia dan bersama Kepala Desa Sukomoro, anggota Koramil dan anggota Polsek mendatangi langsung kediaman yang bersangkutan.


"Dari seluruh  penerima bantuan, ada satu warga atas nama Ponima (80) yang tidak bisa datang karena menderita stroke. Kita akhirnya mendatangi langsung rumah warga penerima tersebut" ungkap Abdul Kadir.


Sesampai dirumah Ponima, sambung Camat, ada rasa haru yang tak bisa disembunyikan. Lantaran melihat Ponima begitu bahagia menerima bantuan dari pemerintah.


Apalagi dengan kondisi Ponima sendiri yang sudah lanjut usia. Ditambah dengan penyakit stroke yang ia derita, membuat hati siapa saja yang melihat menjadi terenyuh.


"Kita berharap, bantuan yang diberikan ini dapat bermanfaat dan dipergunakan dengan sebaik mungkin" tuturnya. (FERRY)
Share:

Desa Sukomoro Salurkan BLT Dana Desa Tahap 2



MURATARA MSM.COM - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahap 2, dilakukan Pemerintah Desa Sukomoro, Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara, Rabu (17/6).

Penyaluran BLT Dana Desa Tahap 2 dilakukan di Kantor KUD Desa Sukomoro. Dihadiri Camat Rawas Ulu Abdul Kadir, Kepala Desa Sukomoro Fachrurrahman, perwakilan Koramil, anggota Kapolsek, BPD Desa Sukomoro dan pendamping Desa.

Penyaluran BLT diserahkan langsung kepada masyarakat penerima oleh Kepala Desa dan Camat. Anggota TNI / Polri juga berkesempatan menyerahkan bantuan tersebut langsung kepada masyarakat.

Kepala Desa Sukomoro Fachrurrahman mengatakan, penyaluran BLT langsung diberikan kepada masyarakat penerima.

"Kita berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan dipergunakan sebaik mungkin oleh masyarakat penerima" ujarnya.

Sementara itu, Camat Rawas Ulu Abdul Kadir mengungkapkan, hingga saat ini (Rabu, 17/6.Red) sudah 8 desa dalam wilayah Kecamatan Rawas Ulu yang telah menyalurkan BLT Dana Desa tahap 2.

"Sebagai kepala wilayah Kecamatan Rawas Ulu, saya turun langsung untuk memastikan pembagian ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan aturan pemerintah" ujarnya.

Camat mengungkapkan, seluruh masyarakat penerima BLT terdampak Covid-19 hadir dalam pembagian tersebut. Namun ada satu warga yang tidak bisa datang karena menderita sakit.

"Satu warga atas nama Ponima (80) tidak bisa datang karena menderita stroke. Maka kami mendatangi langsung kediamannya untuk memberikan bantuan tersebut" kata Camat. (FERRY)
Share:

KPU Muratara Gelar Rakor Lanjutan Pilkada 2020. Pencoblosan 9 Desember 2020



MURATARA MSM.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musi Rawas Utara, menggelar rapat koordinasi (rakor) lanjutan terkait pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Muratara Tahun 2020, Kamis (18/6).


Rakor  yang digelar di Aula Siti Rahma merupakan rakor lanjutan bersama Partai Politik (parpol). Ketua KPU Muratara, Agus Maryanto mengatakan, agenda rakor merupakan pertemuan terkait kelanjutan Pilkada Kabupaten Muratara.


"Kegiatan rakor bersama partai politik dan tim penghubung Paslon dari perseorangan. Itu sama dengan rakor yang dilaksanakan sebelumnya" kata Agus Maryanto.


Dimana semula pelaksanaan pencoblosan dijadwalkan pada 23 September. Lalu kemudian keluar Perpu Nomor 2. Setelah itu keluar PKPU Nomor 5 perubahan kedua PKPU Nomor 15 yang menyatakan bahwa pencoblosan dilaksanakan pada 9 Desember 2020.


"Kita sampaikan ke Parpol bahwa KPU sudah mencabut SK sebelumnya, dan menerbitkan SK 51 dan 52 tentang dilanjutkannya tahapan dan pengaturan tentang Pilkada" sambung Agus Maryanto.


Dia menjelaskan, perubahan itu sangat penting bagi calon perseorangan. Dimana pihaknya sudah menginformasikan bahwa pada 24 Juni hingga 13 Juli 2020 ini pihaknya akan melakukan verifikasi faktual jumlah dukungan calon indenpenden "dan itu diruangan yang sama" imbuhnya.


Dia menengaskan, ada beberapa catatan penting melakukan melakukan kegiatan ditengah pandemi Covid-19. Yakni Parpol harus tetap memperhatikan protokol kesehatan penanganan dan pencegahan Covid-19 dimasning - masing institusi dan koalisi partai yang akan mengusung paslon dan tim independen.


"Dilapangan saat menjumpai pendukung  tetap menggunakan protokol kesehatan sebagai standar pencegahan Covid-19" tukasnya. (MJ)
Share:

Tuesday, June 16, 2020

Raih WTP 3 Kali Berturut -turut. Bupati Muratara : Kedepan Perangkat Daerah Lebih Maksimal Lagi





MURATARA MSM.COM - Untuk ketiga kalinya, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara mendapatkan Opini Tertinggi yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Prestasi itu diraih secara berturut  - turut sejak tahun 2017 hingga tahun 2019.

Piagam WTP diterima oleh Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat dari perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Harry Purwaka di Kantor BPK RI Sumsel, Jalan Demang Lebar Daun Nomor 2 Palembang, Selasa (16/6).

Turut hadir dalam penyerahan  piagam WTP antara lain Ketua DPRD Muratara Efriansyah, Sekretaris Daerah (Sekda) Alwi Roham, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Murata Susyanto Tunut.

Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Muratara,Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Muratara, H Saidi, H. Inspektur Muratara, dan Kepala BPKAD Muratara Duman Fachsyal.

Dalam sambutannya, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat menyampaikan rasa syukurnya, atas laporan hasil pemeriksa keuangan Kabupaten Muratara Tahun Anggaran 2019 yakni WTP.

Dikatakan Syarif, WTP yang diterima kabupaten Muratara, merupakan WTP yang ketiga kalinya secara berturut - turut terhitung sejak tahun 2017 hingga tahun 2019.

"Semoga kedepan perangkat daerah di lingkungan pemerintahan Kabupaten Muratara beserta seluruh jajarannya dapat lebih maksimal lagi dalam menerapkan laporan keuangan" pesannya. (MJ)





Share:

Kemenparekraf Berikan Bantuan Sembako Untuk Parekraf Se Kab Musi Rawas



MUSI RAWAS MSM.COM-Bupati Musi Rawas (Mura) H Hendra Gunawan didampingi Kapolres Musi Rawas Efrannedy melepas Bantuan Paket Sembako dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) kepada masyarakat pekerja parekraf yang terdampak covid-19 di Kabupaten Musi Rawas. Selasa (16/06/2020) di Mapolres Mura.

Turut hadir Ketua DPRD Mura Azandri, Kajari Lubuklinggau Willy, Kepala Dinas Pariwisata Mura Joko dan unsur Forkopimda Kabupaten Musi Rawas. Adapun paket sembako yang didistribusikan berupa Beras 5 kg, Minyak 2 liter, Kecap 1 bungkus, Gula 1 Kg, Terigu 1 Kg, Sarden 2 Kaleng, Teh 2 Kotak, Mie Instan 2 Bungkus. Sebanyak 202 pekerja parekraf se Kabupaten Musi Rawas mendapat paket sembako tersebut.

Dalam sambutannya, Kapolres Musi Rawas AKBP Efrannedy menyampaikan, bantuan ini diterima langsung dari Kementerian Pariwisata, dimana Polri telah diberikan amanah untuk mendistribusikan bantuan tersebut kepada masyarakat terdampak Covid-19.

“Penyerahan bantuan dari Kementerian Pariwisata ini dipercayakan kepada Polri untuk mendistribusikannya. Pemberian bantuan tersebut akan dikawal langsung oleh Kapolsek dan Camat kepada para pelaku pariwisata yang mendapatkan bantuan, ” kata AKBP Efrannedy.

Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan turut menyampaikan bahwasanya Pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat terdampak oleh wabah Covid-19. Oleh sebab itu, di tengah kebijakan new normal atau normal baru, pemerintah kembali melakukan pemulihan pariwisata, termasuk juga di Kabupaten Musi Rawas.

"Pendistribusian Paket Sembako oleh Polres Musi Rawas merupakan bentuk dari kerjasama dan sinergisitas kita dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19. Tentunya melalui bantuan tersebut, merupakan bentuk dukungan kepada para pekerja Parekraf Terdampak Covid-19 di Kabupaten Musi Rawas," ucap Bupati H Hendra Gunawan.(Leo hs)
Share:

Monday, June 15, 2020

Bincang Santai Dengan Awak Media. Ketua DPRD Muratara Harapkan Pilkada Aman




MURATARA MSM.COM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas Utara, Efriansyah, S.Sos mengharapkan setiap Timses pasangan Calon Bupati - Wakil Bupati Muratara periode 2020 -2025, jangan sampai saling singgung.

Hal itu dikatakannya, saat melakukan bincang santai dengan puluhan awak media, baik cetak maupun elektronik yang bertugas di Bumi Beselang Serundingan, Senin (15/6).

"Bagi setiap timses masing - masing pasangan Calon Bupati - Wakil Bupati Muratara periode 2020 -2025 , tolonglah jangan sampai saling singgung menyinggung, apalagi saling serang di media sosial" kata Efriansyah.

Dia mengatakan,pemilihan kepala daerah (Pilkada) merupakan pesta demokrasi. Untuk itu, ia sangat mengharapkan Pilkada di Kabupaten Muratara Tahun 2020 mendatang berjalan aman dan tidak ada kendala.

"Saya disini bicara selaku ketua DPRD. Mari kita sama - sama mendukung Pilkada ini" ujarnya.

Dengan lancar dan amannya Pilkada mendatang, sambung Efriansyah. Tentunya akan merubah citra Kabupaten Muratara yang dinilai kurang aman.

"Kita mengharapkan berjalan dengan aman, damai dan tentram tanpa ada gejolak dan tanpa ada kendala apapun" tukasnya. (MJ)
Share:

3 Gajah Pikat Didatangkan Pemkab Muratara



MURATARA MSM.COM - Tiga ekor gajah pikat didatangkan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara dari provinsi Riau. Ketiga ekor gajah pikat itu didatangkan khusus untuk mengevakuasi gajah liar di Desa Bumi Makmur Kecamatan Nibung.

Sebelumnya, gajah liar tersebut pernah menewaskan Zainal Abidin atau Din Paldas (53) warga Desa Bumi Makmur pada 12 Mei 2020 lalu. Saat itu, almarhum bermaksud hendak memberi makan gajah liar.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara, Syarmidi diruang kerjanya, Senin (15/6) mengatakan, gajah - gajah pemikat yang berjumlah tiga ekor sudah tiba di Kabupaten Muratara.


Ketiga gajah itu sudah dibawa ke kecamatan Nibung untuk diistirahatkan terlebih dahulu sebelum mengevakuasi gajah liar. Gajah tersebut butuh istirahat setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dengan menggunakan truk.

"Sejak kemarin dan hari ini istirahat dulu gajahnya, capek kan. Besok baru lakukan evakuasi," kata Syarmidi.

Evakuasi gajah liar tersebut akan dilakukan tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat.

"Untuk teknis evakuasinya, BKSDA yang lebih paham bagaimana tindakan yang baiknnya. Peralatan semuanya sudah disiapkan," ujar Syarmidi. (MJ)
Share:

Thursday, June 11, 2020

HUT Muratara Ke-7, Bupati Beserta Jajaran Potong Tumpeng




MURATARA MSM.COM - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Musi Rawas Utara ke-7 Tahun 2020 ditengah pandemi Covid-19 diperingati secara sederhana.

HUT Kabupaten yang berslogan Beselang Serundingan, diperingati oleh Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat beserta jajarannya dengan melakukan pemotongan tumpeng, Kamis (11/6).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bawah peringatan Hari Jadi ke-7 kabupaten Muratara tahun ini, berbeda dari tahun - tahun sebelumnya.

Hari jadi Kabupaten Muratara yang biasanya dilaksanakan rapat paripurna istimewa di gedung DPRD Muratara. Namun tahun ini hanya dirayakan secara sederhana dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama.

Hal itu dilakukan, lantaran adanya pandemi Covid-19 yang tengah mewabah saat ini. "Tahun ini, kita merayakannya sedikit berbeda. Tetapi semangat kita tetap sama" kata Bupati.

Bersamaan dengan moment hari jadi Kabupaten Muratara ke-7 ini, orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini mengajak seluruh eleman masyarakat untuk bersama - sama melawan Covid-19.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menciptakan suasana yang kondusif menyosong Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati - Wakil Bupati Muratara tahun 2020. Tak lupa ia mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan partisipasi aktif masyarakat yang telah bahu membahu membangun Kabupaten Muratara.

Dia berjanji akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan daya saing daerah untuk mewujudkan Muratara yang makmur, aman, cerdas dan bermartabat.

"Saya Syarif Hidayat, bersama Wakil Bupati Devi Suhartoni akan terus berjuang menuju Muratara yang maju dan lebih baik," kata Bupati.

Hadir pada kesempatan ini Kapolres Muratara AKBP Adhi Witanto, Danramil Rupit Kodim 0406 MLM Kapten Inf Maryono, Sekda Muratara Alwi Roham, Kepala Kankemenag Muratara Ikhsan Baijuri dan segenap Kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemkab Muratara. (MJ)
Share:

Tuesday, June 9, 2020

Pasangan Syarif - Surian Terima Rekomendasi Pengusungan Dari DPC Partai Gerindra



TERUSAN MSM.COM - Pasangan Calon Bupati - Wakil Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat - H Surian Sofian, menerima Surat Rekomendasi pengusungan dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Surat pengusungan dari Partai Gerindra diserahkan langsung ketua DPC Gerindra Kabupaten Muratara Efriansyah, S.Sos, di kediaman Bupati, Desa Terusan Kecamatan Karang Jaya, Selasa (9/6) dengan tetap menggunakan protokol kesehatan.

Surat rekomendasi pengusungan itu diterima oleh pasangan Syarif - Surian, dengan dihadiri ketua DPD Partai Gerindra Sumsel, Kartika Sandra Desi serta Ketua dan Pengurus DPC beserta kader Partai Gerindra.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Muratara, Efriansyah menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada ketua DPD Partai Gerindra, dengan sampainya surat rekomendasi pengusungan Partai Gerindra kepada pasangan Syarif - Surian di Kabupaten Muratara.

"Terima kasih atas dukungannya untuk seluruh kader. Sehingga bisa memimpin Kabupaten Muratara. Tanpa kader - kader, Partai Gerindra tidak akan besar" kata Efriansyah.

Pria yang juga menjabat ketua DPRD Muratara ini mengatakan, sebelum mengeluarkan surat rekomendasi pengusungan kepada pasangan Syarif - Surian,  partai Gerindra telah mempertimbangkan berbagai hal.

Sehingga akhirnya mengeluarkan surat rekomendasi pengusungan kepada pasangan Syarif - Surian. Salah satu pertimbangannya yaitu sejak kepemimpinan Syarif Hidayat, Kabupaten Muratara sudah cukup kondusif.

Di masa kepemimpinan Syarif Hidayat, juga telah mengantarkan santri - santri menempuh pendidikan di Pulau Jawa. Menurutnya, untuk membangun Kabupaten Muratara tidak cukup hanya satu periode kepemimpinan.

"Maka dari itu, kita dukung Syarief - Surian menuju 2 periode. Semoga Muratara ini lebih maju lagi sesuai visi dan misi kita, Muratara hijau aman sejahtera makmur dan kondusif" ujarnya.

Sementara, Calon Bupati Muratara HM Syarif Hidayat didampingi calon pendampingnya di Pilkada 2020 mengatakan bahwa suatu kebanggaan mendapatkan mandat dari Partai Gerindra.

“Alhamdulilah hari ini, kami mendapatkan mandat atau kepercayaan dari partai Gerindra. Tentunya kebanggan bagi kami didampingi Partai Gerindra. Kami yakin, dengan didampingi partai Gerindra, bisa menang. Kita perjuangkan" kata Syarif. (MJ)
Share:

Sunday, June 7, 2020

Sampaikan Calon Wakil Di Pilkada Muratara 2020. H Surian Sofian Dipastikan Dampingi Syarif




MURATARA MSM.COM - H Surian Sofian dipastikan mendampingi HM Syarif Hidayat sebagai wakil Bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Musi Rawas Utara Tahun 2020.

Hal itu disampaikan HM Syarif Hidayat dikediaman pribadinya, Desa Terusan Kecamatan Karang Jaya, Minggu (7/6) menjawab pertanyaan publik tentang sosok calon yang akan mendapingi dirinya di Pilkada 2020 mendatang.

"Yaitu H Surian Sofian, putra dari Kecamatan Rawas Ilir tepatnya desa Belani. Mohon doa dan dukungan dari masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara. Kami akan maju di Pilkada Muratara mendatang" kata Syarif.

Saat ditanya sudah berapa partai politik yang akan mengusung ia dan wakilnya, Syarif menjawab sudah cukup. "Alhamdulillah untuk perahu untuk menyeberang sudah cukup" timpalnya.

"Insyaallah  Selasa  besok  partai Gerindra akan menyerahkan secara langsung SK pengusungan tersebut secara langsung di seksikan oleh seluruh kader partai dan pengurus" tambahnya.

Syarif menyebut, saat ini sudah ada sejumlah parpol yang menyatakan positif ataupun masih dalam proses untuk mendukung ia dan wakilnya pada Pilkada 2020. Lima parpol sudah positif menyatakan dukungannya.

Kelima parpol tersebut yaitu Partai Gerindra, Partai Bulan Bulan (PBB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Golongan Karya (Golkar).

Sementara yang masih dalam proses yakni Partai NasDem, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Hanura.

Bakal Calon Wakil Bupati Muratara, H Surian Sofian menyatakan siap mendampingi HM Syarif Hidayat pada Pilkada Muratara mendatang.

Dirinya mengatakan akan mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM ) di kabupaten Muratara. "Karena pengalaman saya sebagai pengusaha. Maka nantinya saya akan memberdayakan UMKM" katanya.

Dengan pengembangan UMKM, diharapkan kedepan akan semakin banyak putra - putri Kabupaten Muratara yang sukses seperti dirinya.

"Alhamdulillah kalau untuk hidup saya bersama keluarga sudah cukup. Saya terpanggil untuk mendampingi HM Syarif Hidayat untuk ikut membangun Kabupaten Muratara lebih baik dan lebih maju kedepannya" tukasnya. (MJ)
Share:

Postingan Populer

Blog Archive