30 July 2020

Idul Adha Tahun Ini, Pemkab Muratara Siapkan 8 Hewan Kurban







MURATARA MSM.COM- Menyambut hari raya Idul Adha 1441 H / 2020 M, Pemerintah Kabupaten Muratara  seperti biasa akan menggelar pemotongan hewan kurban di beberapa desa di kabupaten tersebut.


Dikonfirmasi Media Sinar muratara, (30/7),, Kabag Kesra Yallasri mengungkapkan, untuk pemotongan hewan kurban, pihak pemerintah sudah menyiapkan 8 ekor hewan kurban, terdiri dari 7 ekor sapi dan 1 ekor kerbau.


Delapan hewan kurban tersebut, nantinya akan dipotong di delapan tempat berbeda. Salah satunya berada di Masjid Suhada desa Lawang Agung Kecamatan Rupit.


“Delapan hewan kurban diserahkan langsung ke 7 titik pemotongan. Untuk panitia kurban,  kita serahkan ditempat masing masing" jelas Yallasri.


Ia merinci,  di desa Terusan Kecamatan Karang Jaya, tempat kediaman Bupati 2 hewan kurban. Sementara titik kurban lainnya masing masing di Lapas Surulangun, dimasjid Suhada, ponpes Tazakka, dimasjid Nibung, desa Sungai Baung, di asrama SAD dan didesa Sungai Jernih.


Dia mengingatkan, pelaksanaan kurban di tengah Covid-19. Diminta masyarakat tetap selalu mematuhi protokol kesehatan, jaga jarak, cuci tangan dan memakai masker. (MJ)
Share:

29 July 2020

Desa Sumber Makmur Salurkan BLT Dana Desa Tahap III. 210 Kepala Keluarga Terima Bantuan




MURATARA MSM.COM-Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Tahap 3, kepada masyarakat terdampak Covid-19, disalurkan Pemerintah Desa Sumber Makmur, Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara.


BLT Dana Desa Tahap 3 disalurkan kepada 210 Kepala Keluarga penerima bantuan, di gedung serbaguna Desa Sumber Makmur, Jumat (10/7). Penyaluran BLT untuk meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19 berjalan lancar.


Ratusan penerima BLT Dana Desa Tahap 3, menerima bantuan dana dengan tertib. Warga penerima bantuan ini datang untuk mengambil bantuan uang tunai yang sudah mereka nantikan. Sebab, bantuan uang tunai tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi ditengah Pandemi Covid-19.




Hadir pada penyaluran bantuan itu, Camat Nibung, Koramil, Polsek, dan Kepala Desa Sumber Makmur, M. Suluri. Selain itu, hadir juga para perangkat Desa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sumber Makmur.


Dalam sambutan singkatnya, Kepala Desa Sumber Makmur M. Suluri mengatakan bahwa dengan adanya bantuan BLT Dana Desa ini. Dapat dipergunakan sebaik mungkin dalam pemenuhan kebutuhan sehari - hari.


"Pergunakan bantuan ini dengan semaksimal mungkin untuk kebutuhan sehari - hari" ujarnya. Ia mengatakan, bantuan ini merupakan bantuan BLT Dana Desa tahap ketiga. Dan kelanjutan dari BLT tahap 1 dan 2 yang sudah disalurkan sebelumnya.


M. Suluri menegaskan, penyaluran BLT Dana Desa tahap 3 dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Penerapan protokol ditengan Pandemi Covid-19, ini juga dilakukan pada penyaluran BLT tahap pertama dan kedua.


Ia menghimbau, masyarakat tetap menjaga kesehatan diri dan keluarga, serta tetap selalu mematuhi protokol kesehatan ditengan Pandemi Covid-19, seperti yang dianjurkan oleh pemerintah. "Semoga virus ini cepat berakhir" ujarnya. (YAN)
Share:

Ketua TP PKK Muratara, Resmikan Gedung PAUD Amanah Sungai Jernih




MURATARA MSM.COM-Ketua TP PKK Kabupaten Muratara, Lia Mustika Syarif, melakukan pengguntingan pita, tanda diresmikannya gedung PAUD Amanah Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Selasa Siang (28/7).


Peresmian gedung PAUD Amanah oleh Lia Mustika Syarif, didampingi Sekda Muratara Alwi Roham, Kepala DPMD-P3A Hj Gusti Rohmani, Camat Rupit Deni Andri, dan Perangkat Organisasi Daerah (OPD) lainnya.


Dalam sambutannya, wanita yang akrab disapa Bunda Lia ini mengatakan, gedung PAUD Amanah yang baru saja diresmikan tersebut. Didirikan oleh Kepala Desa dan dibangun melalui anggaran Dana Desa Sungai Jernih.


Ia menegaskan, dengan dibangunnya gedung PAUD Amanah, merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah Kabupaten Muratara pada bidang pendidikan. Terutama penyetaraan bidang pendidikan bagi Suku Anak Dalam di Desa Sungai Jernih.

"Ini luar biasa. Inilah bukti Kabupaten Muratara tidak main - main dalam membangun. Dan ini sudah menjadi kesepakatan bersama antara Bupati, dengan Kepala Suku, Kepala Dinas dan Kepala Desa, untuk bersama-sama menyetarakan, tidak ada lagi suku pedalaman ataupun suku tertinggal. Semuanya sama" papar Lia.


Menurut Bunda PAUD ini, selain rasa bangga, rasa haru sangat Ia rasakan melihat semangat luar biasa dari Kepala Desa, beserta perangkatnya dan masyatakat Desa Sungai Jernih yang telah bersama sama menggelorakan betapa pentingnya pendidiian bagi anak usia dini.


 "Terima kasih kepada semuanya.  Kami berharap seluruh masyarakat desa dapat memelihara gedung PAUD yang sudah ada, dan menjadikan gedung PAUD ini sebagai dasar bagi pendidikan anak-anak usia dini," ucapnya.


Istri orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini mengharapkan, mengingat betapa pentingnya pendidikan, para orang tua diminta untuk terus mendorong anak - anaknya  bersekolah. Sebab, untuk memutuskan mata rantai kemiskinan salah satunya dengan pendidikan yang memadai.


Pesan juga Ia sampaikan kepada para dewan guru PAUD Amanah. Ia meminta para guru dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Dan berbuat sebagaimana yang patut dilakukan oleh guru yang nantinya dapat ditiru oleh peserta didik.


Ditempat yang sama, Sekda Muratara Alwi Roham mengaku bangga dengan selesainya pembangunan PAUD Amanah. Terlebih, dengan membaurnya anak anak dari suku anak dalam dengan masyarakat. Sehingga tidak ada lagi perbedaan antara suku anak dalam dan masyarakat lainnya. "Mereka sama dengan anak anak lainnya di Muratara" kata Sekda.


"Kita berharap masyarakat SAD  dapat selalu menjaga kebersamaan, kerukunan, kedamaian dan ketertiban serta bergandengan tangan. Dengan adanya gedung tersebut akan menghasilkan anak-anak yang cerdas dan berakhlak" kata Sekda.(MJ)
Share:

Bentuk Perhatian Pemkab Muratara. Warga SAD Sungai Jernih Terima Satu Ekor Hewan Kurban




MURATARA MSM.COM-Seperti tahun - tahun sebelumnya. Hari raya Idul Adha tahun ini Pemkab Muratara kembali berkurban satu ekor kerbau untuk warga Suku Anak Dalam (SAD) Desa Sungai Jernih Kecamatan Rupit.


Satu ekor kerbau untuk kurban dari Pemkab Muratara, merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah Kabupaten Muratara terhadap Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang ada di Desa Sungai Jernih.


"Tahun ini Pak bupati berkurban lagi di tempat kami," kata Ketua Adat Suku Anak Dalam, Japaren, Selasa (28/7).


Menurutnya, tahun ini adalah tahun ketiga Pemkab Muratara berkurban untuk warga Suku Anak Dalam. "Kalau dua tahun sebelumnya sapi, tahun ini kerbau," ungkap Japaren.


Ia mengatakan, Suku Anak Dalam saat ini sudah beradaptasi dengan modernisasi, bukan lagi suku yang tertinggal. Mereka tak lagi tinggal di hutan belantara, namun sudah menetap berdampingan dengan warga biasa.


Sebelumnya warga Suku Anak Dalam memang tinggal berpindah-pindah di hutan. "Sekarang kami sudah menetap di sini (Desa Sungai Jernih), tapi memang masih ada yang tinggal di hutan," kata Japaren.



Sekretaris Daerah Muratara, Alwi Roham mengatakan, kerbau yang diberikan kepada warga Suku Anak Dalam adalah bentuk kepedulian pemerintah.


"Kerbaunya sudah diserahkan langsung oleh Bapak Bupati, mudah-mudahan warga di sana senang dengan adanya bantuan itu," kata Alwi Roham.


Ia menyebutkan, Pemkab Muratara setiap tahun berkurban untuk warga Suku Anak Dalam.


"Dari tahun 2018, setiap tahun kita kurban di sana, mereka bagian dari masyarakat Muratara yang juga butuh perhatian," katanya. (MJ)
Share:

28 July 2020

Miliki Lahan Persawahan Luas. Warga Napallicin Berharap Dibangun Irigasi





ULU RAWAS MSM.COM - Selain memiliki potensi wisata, Desa Napallicin Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, juga memiliki lahan pertanian, terutama lahan persawahan yang cukup luas.


Selama ini, lahan persawahan yang luas tersebut masih mengandalkan sistem tadah hujan. Karena belum tersedianya pengairan yang cukup memadai. Sistem irigasi yang ada juga belum mendukung terpenuhinya air yang cukup untuk mengairi lahan persawahan.


Warga Desa Napallicin berinsial HT (60) menuturkan, sebaran lahan persawahan sebenarnya tidak berada jauh dari Sungai Rawas. Dengan lahan pertanian yang cukup luas, hampir semuanya belum memiliki sistem pengairan yang memadai.


"Kami masih mengandalkan hujan untuk mengairi sawah - sawah kami. Dengan sistem tadah hujan ini, tentunya hasil yang kami dapatkan belum begitu optimal" tuturnya.


Ia berharap, pihak terkait dapat membangun irigasi untuk mengairi persawahan masyarakat Desa Napallicin.

"Persawahan ini bisa dibilang menjadi salah satu penunjang ekonomi kami. Jadi kami sangat berharap, pemerintah dapat membangun irigasi supaya hasilnya lebih optimal lagi" tukasnya. (FERRY)
Share:

27 July 2020

Desa Napallicin Bangun Siring Sepanjang 500 Meter. Manfaat Sangat Dirasakan Masyarakat




ULU RAWAS MSM.COM - Manfaat pembangunan siring di Desa Napallicin, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, sangat dirasakan oleh warga desa tersebut.


Salah satu penduduk setempat, Asnawi menuturkan, dengan adanya siring. Ketika hujan turun, air tak lagi menggenangi sekitar rumah yang ia tempati. Padahal, sebelumnya rumah ia dan warga lainnya selalu becek akibat genangan air.


"Sebagai masyarakat Desa Napallicin, tentu kami merasa sangat berterima kasih dan bersyukur dengan dibangunnya siring. Bila hujan tak lagi becek, sebelumnya selalu ada genangan air" tutur Asnawi.


Pengawas pekerjaan pembangunan siring, ketika ditemui menjelaskan, pembangunan drainase tersebut menelan anggaran sebesar Rp. 132 juta lebih, dengan sistem swakelola dalam jangka 12 bulan pengerjaan.


Ia menyebut, siring tersebut dibangun dengan panjang 500 meter, dengan dana pembangunan bersumber dari Dana Desa. "Alhamdulillah, pekerjaan kami sudah hampir selesai" tutupnya. (AR)
Share:

Tak Kuat Menanjak. Truk Pengangkut Pelaminan Jatuh Ke Jurang



ULU RAWAS MSM.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di wilayah Desa Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, Minggu (26/7). Diduga tak kuat menanjak, sebuah truk pengangkut pelaminan masuk jurang.


Berdasarkan penuturan Sopir truk, kejadian bermula pada sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu mobil yang dikendarainya mengangkut pelaminan dari tempat hajatan di Dusun Kemang hendak menuju ke Pasar Surulangun Kecamatan Rawas Ulu.


Tiba di lokasi kejadian, Ia terpaksa melambatkan laju kendaraannya ketika akan melewati tanjakan yang lumayan curam. "Nah, pas sedang nanjak mesin mobil tiba - tiba mati" tuturnya.


Setelah mesin mobil mati, mobilpun berjalan mundur secara tak terkendali dan akhirnya terperosok jatuh ke jurang yang ada disisi jalan. Beruntung, kendaraan tersangkut diantara jurang.


Senada yang dikatakan salah satu warga setempat. Ia menuturkan, mobil truk yang terperosok tersebut akan mengembalikan pelaminan dari Dusun Kemang ke pemiliknya di Kecamatan Rawas Ulu.  (FERRY)
Share:

25 July 2020

Bupati Muratara Serahkan Bantuan Mahasiswa Terdampak Covid-19




MURATARA MSM.COM - Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat menyerahkan secara simbolis bantuan bagi mahasiswa terdampak Covid-19. Di Aula Pemkab Muratara, Jum'at (24/7).


Dengan didampingi Kapolres Muratara, AKBP Adi Witanto dan Dandim MLM Aan Setiawan, Bupati menyerahkan bantuan mahasiswa terdampak Covid-19 kepada beberapa perwakilan mahasiswa.


"Alhamdulillah, program yang kami rencanakan berjalan. Dari 2 bulan lalu kami menyerahkan sembako, kemudian saat ini dilanjutkan dengan pemberian bantuan kepada mahasiswa" kata Bupati.


Syarif mengungkapkan, bantuan kepada mahasiswa terdampak Covid-19 sebenarnya sudah direncanakan sejak dua bulan lalu. Namun baru terlaksana dan disalurkan pada hari ini.


Sebab, sambung Bupati, harus diatur terlebih dahulu payung hukumnya. Sehingga dari 2 ribu mahasiswa yang mengajukan bantuan, yang terseleksi sebanyak 1.966 orang dengan jumlah bantuan Rp. 750 ribu per mahasiswa.


"Kami mohon maaf kepada adik - adik mahasiswa. Maksud hadi kami tadi ingin lebih besar lagi. Tapi kondisi keuangan, sehingga hanya mendapatkan Rp. 750 ribu. Dananya kami transfer langsung ke fakultas masing - masing" ujar Bupati.


Orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini mengharapkan, para mahasiswa dapat segera menyelesaikan pendidikannya. Dengan harapan, nantinya dapat mengabdi untuk kabupaten Muratara. (MJ)



Share:

23 July 2020

185 KK Di Lubuk Kemang, Terima BLT DD Tahap III



MURATARA MSM.COM - Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Tahap III, disalurkan pemerintah Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kamis (23/7).


Bantuan Langsung Tunai disalurkan kepada 185 Kepala Keluarga (KK) penerima bantuan, sebesar Rp. 600 ribu per Kepala Keluarga. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat terdampak Covid-19.


Penyaluran BLT berjalan lancar yang dihadiri langsung Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat, Kepala DPMD-P3A Kabupaten Muratara, Danramil, Kapolsek, Camat Rawas Ulu dan Kepala Desa Lubuk Kemang, M Sopli.


Dalam sambutannya, M Sopli mengharapkan bantuan uang tunai bagi masyarakat terdampak Covid-19, dapat bermanfaat sekaligus meringankan beban masyarakat, sesuai dengan tujuan pemerintah dalam pemberian bantuan tersebut.


Penyaluran BLT kali ini, sambung M Sopli, amat istimewa. Sebab dihadiri langsung oleh Orang Nomor Satu di Bumi Beselang Serundingan. "Terima kasih kepada Bapak Bupati  Muratara, yang telah hadir pada penyaluran BLT Dana Desa tahap III ini" ujarnya.


Usai menyerahkan BLT secara simbolis, Syarif mengharapkan bantuan yang diberikan bisa membantu meringankan beban masyarakat ditengah Pandemi Covid-19. Bupati menegaskan, warga yang sudah menerima bantuan melalui program PKH, tidak bisa menerima bantuan BLT DD. (ZL)
Share:

Keluarkan SE. Disnakertrans Sampaikan Himbauan Kepada Perusahaan




MURATARA MSM.COM -  Melalui Peraturan Nomor 19 Tahun  2012, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI mengeluarkan peraturan tentang syarat - syarat penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain.


Namun sayangnya, masih banyak perusahaan di Kabupaten Musi Rawas Utara yang belum melaksanakan hal - hal dimaksud.  Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muratara, Abd. Rahman melalui Kabid Hubungan Industrial, Feriyanto diruang kerjanya, Kamis (23/7).


Feriyanto mengungkapkan, untuk menindaklanjuti hal tersebut. Disnakertrans sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) berupa himbauan kepada perusahaan untuk menyelesaikan hal dimaksud.


Melalui Surat Edaran itu, Disnakertrans Kabupaten Musi Rawas Utara, meminta perusahaan segera melengkapi kewajiban - kewajian sesuai dengan peraturan perundanganan ketenagakerjaan.


"Dihimbau kepada perusahaan - perusahaan yang ada di Kabupaten Muratara. Berkaitan dengan Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2012, tentang syarat - syarat penyerahan sebagian pekerjaan kepada perusahaan lain" ujar Feriyanto.


Feriyanto menyebut, kewajiban - kewajiban tersebut, terutama kepada pihak perusahaan selaku pemilik pekerjaan yang menyerahkan sebagian pekerjaan kepada perusahaan lain, seperti yang diatur dalam undang - undang ketenagakerjaan.


"Seperti perjanjian yang suda dibuat antara pihak pemberi pekerjaan dengan pihak penerima pekerjaan. Agar segera melaporkan danmendaftarkan MoU yang dimaksud agar kami catat" ujarnya.


Ia mengharapkan, dengan masih banyaknya perusahaan di Kabupaten Muratara  yang belum melaksanakan hal - hal dimaksud, sekali lagi ia menghimbau agar segera mematuhi peraturan yang berlaku. (MJ)
Share:

22 July 2020

Ultah Yang Ke-68 Tahun. Bupati Muratara Terima Kejutan Istimewa




MURATARA MSM.COM - Bupati Musi Rawas Utara, HM Syarif Hidayat menerima kejutan istimewa di hari ulang tahunnya yang ke-68 tahun, dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muratara, Efriansyah, S.Sos.


Usai paripurna dalam rangka pengambilan sumpah Wakil Ketua I DPRD Muratara. Ketika hendak meninggalkan ruangan, orang Nomor Satu di Bumi Beselang Serundingan ini dikejutkan dengan adanya nasi tumpeng.


Ditengah kebingungan, Ketua DPRD Muratara, Efriansyah langsung mengucapkan selamat ulang tahun. Disusul kemudian Kapolres Muratara, AKBP Adi Witanto serta Ketua Pengadilan Negeri Lubuklinggau.


Sembari memotong tumpeng, Bupati Muratara tak kuasa menahan haru menerima kado istimewa berupa nasi tumpeng. Apalagi bertepatan dengan paripurna yang disaksikan oleh pejabat dan anggota dewan.


Seperti diketahui, HM Syarif Hidayat, MM yang resmi dilantik menjadi Bupati pada 17 Februari 2016. Lahir pada 22 Juli 1952 tepat 68 tahun silam dan Ia merupakan putra asli Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya.


Sebelum masuk Sekolah Dasar, Ia sempat belajar di Sekolah Rakyat yang merupakan angkatan terakhir dari sekolah tersebut. Kemudian, menyelesaikan pendidikannya di SD Negeri 8 Lubukinggau pada 1963.


Tamat SD, Ia melanjutkan sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA) Muhamadiyah Musi Rawas, setingkat SMP yang masih menginduk di PGA Muhamadiyah Curup dan selesai pada tahun 1968.


Menginjak Sekolah Menengah Atas, Syarif hidayat melanjutkan ke PGA Muhamadiyah Pakjo Palembang dan lulus tahun 1970. Ia melanjutkan kuliah di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang dan mendapat gelar Sarjana Muda (DIII) Bidang Pendidikan Sosial tahun 1974.


Dua tahun berselang, Ia menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 1 (S.1) jurusan Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Malang Jawa Timur dan lulus pada tahun 1989.


Tak puas, Syarif Hidayat melanjutkan Pendidikan ke Pascasarjana hingga mendapat gelar Magister Manajemen (MM) di Universitas Bengkulu (UNIB) pada tahun 2004. (MJ)

Share:

DPRD Muratara Gelar Paripurna. Lantik Wakil Ketua I Peri0de 2019-2024



MURATARA MSM.COM - Rapat paripurna, dengan agenda pengambilan sumpah jabatan Wakil Ketua I. Digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas Utara.


Pelantikan Amri Sudaryono, SE dari Fraksi Partai Demokrat sebagai Ketua I DPRD Muratara masa jabatan 2019/2024. Dilakukan di ruang paripurna DPRD Muratara, Rabu (22/7).


Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Muratara, Efriansyah, S.Sos. Sementara, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Amri Sudaryono, dipandu oleh ketua Pengadilan Negeri Lubuklinggau.


Pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Dengan dihadiri Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat, Kapolres Muratara, AKBP Adi Witanto, Dandim MLM, anggota dewan, Ketua Bawaslu, Ketua KPU, Kemenag, Kepala OPD dan tamu undangan lainnya.


Dalam sambutannya, Efriansyah mengatakan, pelantikan yang dilakukan telah sesuai dengan mekanisme, yang diatur dalam ketentuan Undang - Undang. Serta menindaklanjuti Keputusan Gubernur Sumatera Selatan.

Dengan telah ditetapkannya Wakil Ketua I DPRD Muratara. Maka kita harapkan kedepan selaku pengemban amanat rakyat dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik - baiknya" kata Efriansyah.


Sementara, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat dalam sambutannya, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan yang dilakukan pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Muratara.


"Saya atas nama pemerintah daerah kabupaten Muratara, mengucapkan selamat kepada Amri Sudaryono atas pelantikannya sebagai wakil ketua I DPRD Kabupaten Muratara,ucap Syarif.


Bupati berharap, Wakil Ketua I yang baru, dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan niat yang tulus dan sungguh - sungguh menggunakan aspirasi dan menjalankan amanat masyarakat Muratara.


"DPRD sebagai mitra pemerintah, diharapkan dapat bekerja sama menyumbangkan kemampuan terbaiknya bagi wewenang di Kabupaten Muratara. Dengan menampung aspirasi, keinginan dan kebutuhan masyarakat yang menjadi tanggungjawab dan kewajiban yang harus dilaksanakan" kata Bupati. (MJ)
Share:

Gunakan Metode Luring Guru SDN 3 Surulangun Tetap Semangat Bimbing Peserta Didik




MURATARA MSM.COM - Berdasarkan Surat Edaran Bupati Musi Rawas Utara, tahun ajaran baru untuk semua tingkatan pendidikan di Bumi Beselang Serundingan tetap dimulai pada 13 Juli 2020.


Namun pelaksanaan pembelajaran di tengah pandemi  Corona Virus Disease (Covid-19) untuk satuan pendidikan Sekolah Dasar. Tidak diperbolehkan menggunakan sistem tatap muka.


Metode pembelajaran yang digunakan oleh satuan Pendidikan Dasar di Kabupaten Muratara saat ini menerapkan metode Luring atau Offline. Salah satunya SD Negeri 3 Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu.


"Sejak  hari pertama tahun ajaran baru, 13 Juli 2020 lalu. Kami sudah menerapkan metode pembelajaran Luring" kata Kepala SD Negeri 3 Surulangun, Suwarni, S.Pd.I, Rabu (22/7).


Dia menjelaskan, metode luring atau offline merupakan pembelajaran yang dilakukan diluar tatap muka oleh guru dan peserta didik. Metode Luring dilakukan secara offline dengan memberikan materi dan tugas yang dilaksanakan diluar sekolah.


Dengan metode Luring ini, sambungnya,  siswa dibagi menjadi beberapa kelompok belajar. Pelaksanaan metode ini dilakukan di rumah siswa masing - masing secara bergilir.


"Sudah dua minggu ini metode belajar itu kami terapkan. Guru - guru tetap semangat membimbing siswa - siswi kami. Ini semua demi masa depan peserta didik dan anak bangsa" kata Suwarni.


Ia berharap, Pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga proses belajar mengajar secara tatap muka dapat kembali dilaksanakan. (AA)
Share:

SEMINAR PPRA LX LEMHANNAS RI 2020 NASIONALISME DI TENGAH TANTANGAN PANDEMI COVID 19 DALAM MENYONGSONG INDONESIA EMAS



PANDEMI Covid 19 yang datang demikian mendadak, telah menjadi bencana non alam yang saat ini dihadapi oleh bangsa Indonesia. Bukan hanya jatuh korban jiwa, bencana ini juga berpotensi memicu krisis multidimensi apabila tidak ditangani dengan cepat, akurat dan komprehensif.


Data resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa hingga tanggal 19 Juli 2020 telah tercatat 86.521 penderita positif dan 4.143 korban meninggal, dengan trend pertambahan penderita yang masih cukup tinggi.


 Di sisi lain, penerapan pembatasan sosial berskala besar selama kurang lebih 3 bulan terakhir telah memukul perekonomian terutama di sektor riil, sehingga menekan pertumbuhan ekonomi hanya mampu mencatat 2,97% di kuartal I, dan diprediksi akan tertekan lebih dalam di kuartal II 2020. Secara sosial, kondisi keuangan perusahaan yang sulit, telah mendorong pada pilihan PHK yang diperkirakan mencapai lebih dari 3 juta karyawan. Angka ini telah meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan dalam jumlah yang signifikan.


Masa-masa sulit ini merupakan ujian besar bagi bangsa Indonesia. Walaupun terlihat berat, sesungguhnya tidak ada kesulitan yang besar apabila dihadapi secara bersama-sama dalam kekompakan dan semangat saling mendukung yang kuat. Dalam hal inilah, nasionalisme menjadi aset penting yang diharapkan mampu merekatkan bangsa ini dalam satu semangat bersama, bergandeng tangan menghadapi tantangan jaman. Kebulatan tekad sebagai satu bangsa akan melahirkan optimisme akan terwujudnya visi Indonesia emas 2045, pencapaian yang diidam-idamkan sebagai kado ulang tahun ke-100 bangsa Indonesia.


Namun demikian untuk membangun nasionalisme di tengah pandemi covid-19 tersebut tidaklah semudah membalik telapak tangan. Banyak sekali tantangan yang perlu dijawab, yaitu diantaranya; belum terbangunnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan adaptasi kebiasaan baru, masih belum siapnya sektor kesehatan dalam menghadapi kondisi pandemi global yang demikian parah, dampak negatif kondisi pandemi terhadap ekonomi, serta berbagai kepentingan yang masih kuat tarik menarik. Seluruh hal tersebut membangun kompleksitas dialektis, yang perlu dibahas secara tuntas agar dapat menghadirkan sisi pandang baru dan memberikan rekomendasi langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan.


Untuk itulah Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LX Lemhannas RI menyelenggarakan sebuah seminar apik bertajuk “Nasionalisme Di Tengah Tantangan Pandemi Covid-19 Dalam Menyongsong Indonesia Emas”. Berbicara dalam seminar tersebut Prof. Ainun Na’im, Ph.D (Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. (Gubernur Jawa Tengah), Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D. (Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM), Prof. Rhenald Kasali, Ph.D (Guru Besar Ilmu Manajemen UI), dan Alissa Wahid (Direktur Jaringan Gusdurian).


Program PPRA adalah suatu program pendidikan kepemimpinan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Lemhannas RI sejak tahun 1965, bertujuan untuk mencetak kader-kader pimpinan tingkat nasional yang memiliki wawasan komprehensif integral dalam menyelesaikan permasalahan bangsa, serta memiliki pemahaman utuh dan komitmen yang bulat sebagai negarawan dalam bidangnya masing-masing. PPRA Angkatan LX berjumlah 100 orang terdiri dari unsur TNI/Polri, ASN dan Non ASN yang memulai pendidikan pada tanggal 21 Januari 2020 dan akan dikukuhkan kelulusannya pada tanggal 24 Juli 2020 mendatang. Demikianlah seminar ini diselenggarakan sebagai sumbangan pemikiran demi bangsa Indonesia yang maju menyongsong Indonesia Emas 2045.

* * *

Jakarta, 21 Juli 2020
PPRA LX Lemhannas RI
Share:

20 July 2020

KPU Muratara Gelar Rapat Pleno Terbuka Agus Maryanto : Ini Sejarah Baru




MURATARA MSM.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muratara, sukses menggelar Rapat Pleno Terbuka (RPT) Rekapitulasi Hasil Verifikasi Faktual (RHVF) syarat dukungan Bakal Calon (Bacalon) Bupati - Wakil Bupati Muratara, jalur perseorangan.


Rapat Pleno Terbuka berlangsung di halaman kantor KPU Muratara, Senin (20/7). Dihadiri Ketua KPU Muratara, Agus Maryanto beserta anggota. Plt Kesbangpol, Kasir Masuli, Ketua Bawaslu Muratara, Munawair dan anggota.


Selain itu, RPT KPU Muratara, dihadiri Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) diwakili Syukur, PPK, PPS, aparat TNI dan kepolisian dan tamu undangan lainnya.


Ketua KPU Muratara, Agus Maryanto mengaku senang Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Verifikasi Faktual syarat dukungan Bacalon Perseorangan tingkat Kabupaten Muratara pada pemilihan Bupati - Wakil Bupati Muratara tahun 2020 dapat terselenggara.


"Saya sangat bersyukur, dimana ditengah situasi wabah Corona. Kegiatan KPU tetap berjalan dan terus akan dilakukan perbaikan - perbaikan. Diantaranya Kita masih bisa melakukan Rekapitulasi Hasil Verifikasi Faktual syarat dukungan Bacalon Perseorangan" ujarnya.


Menurut Agus, KPU Kabupaten Muratara tetap akan melaksanakan persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun 2020 ini. Dan optimis akan berjalan sesuai dengan harapan.


Hari ini, menjadi sejarah di Kabupaten Muratara, di mana setelah 3 bulan semua kegiatan tertundahkan oleh Covid-19. Namun kita tetap melaksanakan tahapan-tahapan dengan mengedepankan protokol kesehatan,katanya.


Pria yang akrab disapa Pak Wo ini mengatakan, kegiatan rapat pleno terbuka di hadiri juga oleh pasangan Bacalon jalur per-seorangan yaitu Bapak Akis dan Baikuni. Sekali lagi ia mengatakan, ini sejarah baru di Kabupaten Muratara, dimana ini merupakan hal yang pertama dan perdana di lakukan oleh daerah yang baru.

Ada beberapa poin yang dibahas yang terdiri dari lampiran rekap PKPU dan dukungan hasil verifikasi faktual bagi jalur per-seorangan. tutupnya. (MJ)
Share:

Ketua Umum SMSI: Tingkatkan Kualitas Jurnalistik



PALEMBANG MSM.COM, - Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus hadir di tengah mahasiswa. Pada momen itu, Firdaus dinobatkan sebagai pembicara utama (keynote speaker) pada webinar nasional. Seminar virtual itu digelar Lembaga Pers Mahasiswa Gelora Sriwijaya Universitas Sriwijaya (LPM GS Unsri) pada Sabtu (18/7).

Sebagai ketua Umum yang mengantar SMSI menjadi konstituen Dewan Pers, Firdaus mengimbau para pengelola media, khususnya anggota SMSI agar dapat meningkatkan kualitas karya jurnalistik. Pada webinar yang mengusung tema "Peluang dan Tantangan Industri Media di Tengah Tatanan Kenormalan Baru" itu, Firdaus memprediksi Booming perkembangan media online di Indonesia akan berakhir dalam 5 (lima) tahun mendatang.

Menurut Firdaus, media online akan menjadi media tradisional yang tergerus dengan zaman jika tidak berkejaran dengan teknologi. “Media online menjadi primadona di masa new-normal ini namun berkembangnya terbatas. Kalaupun terus berkembang, maksimum 5 tahun mendatang, media online sudah menjadi tradisional," ujar Firdaus.

Direktur Majalah Teras dan korantangerang.com ini menambahkan, untuk tetap mampu bersaing pada masa mendatang, media online harus menjaga kualitas jurnalistik dan juga mengoptimalkan digitalisasi dengan mengoneksikannya pada platform digital dan media sosial.
“Yang menentukan hidup atau matinya media masa mendatang tidak lepas dari pembaca dan pengelola media tersebut yang saat ini disebut (generasi) milenial saat ini," jelasnya.

Karena itu, lanjut Firdaus, platform media online  juga harus mengelola media sosial seperti youtube, facebook,IG untuk meningkatkan trafik pembaca. Karena Pembaca milenial kini beralih ke smartphone. “Dengan traffic baik media online mampu menghasilkan uang dengan adsen," paparnya.

Dia menjelaskan,  kemampuan untuk bertahan dan tetap bersaing pada masa mendatang menjadi tantangan bagi pengelola media online saat ini. Bagaimana menyajikan konten atau produk jurnalistik yang menarik sesuai perkembangan zaman.

Dilanjutkan Firdaus, ketika berbicara jurnalis dan bicara bisnis medianya terdapat plus minus. Seperti media elektronik dan siber. Biaya produksinya rendah, tetapi pendapatan iklannya meningkat dan pemirsanya meningkat karena orang-orang beralih menggunakan televisi atau gadget.

"Untuk media harus menjaga kualitas jurnalistik. Karena produk media adalah produk jurnalistik. Di era new normal media online jadi primadona. Ketika berbicara industri media, bagaimana tidak meninggalkan pedoman bisnis media dan mengombinasi media tradisioal ke teknologi, serta mengoptimalkan media sosial,"  pungkasnya.(*)
Share:

19 July 2020

Pemuda Pemudi Peduli Tanah Kelahiran Galang Dana Untuk Korban Kebakaran




MURATARA MSM.COM-Pemuda-Pemudi Peduli Desa yang di dalamnya tergabung Organisasi Kepemudaan yaitu GMI Muratara, HPP Muratara dan Forum OSIS Muratara melakukan penggalangan dana untuk korban kebakaran yang terjadi di Dusun 2 Desa Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara, Jum'at (17/7) lalu.

Tak lama berselang, usai musibah yang menghanguskan rumah panggung milik Suhaimi, aksi penggalangan dana langsung dilakukan melalui Open Donasi. Sejak Jumat hingga ini Minggu (19/7) aksi kemanusiaan terus berlangsung meliputi Kelurahan Pasar Surulangun dan Desa Sukomoro Kecamatan Rawas Ulu yang mulai pukul 09.00 – 13.00 WIB.

Bermodalkan kardus bekas yang bertuliskan “Open Donasi Untuk Korban Kebakaran Desa Surulangun, para pemuda pemudi peduli desa keliling menghampiri dan menadahkan kardus tersebut ke setiap rumah warga mengharapkan bantuan.

Koordinator Lapangan sekaligus Ketua Gerakan Milenial Indonesia GMI Muratara, Sandyka Buana mengatakan, penggalangan dana ini dilakukan oleh Pemuda Pemuli Peduli Desa yang tergabung yaitu HPP,GMI dan Fostara gunanya untuk membantu saudara - saudara kita di Desa Surulangun yang terkena musibah Kebakaran beberapa hari lalu.

"Kami Pemuda merasa terpanggil dan simpati terhadap saudara kita yang ditimpa musibah kebakaran di Desa Surulangun,Rawas Ulu. Maka dari itu kami selaku Pemuda Pemudi Peduli Desa bergerak turun ke jalan demi mengumpulkan pundi - pundi rupiah," kata Sandyka.

Pengalangan Dana ini dilakukan di Wilayah Pasar Surulangun dan Desa Sukomoro dengan titik kumpul di Tugu dan juga melalui No Rekening 7607-01-009657-53-8 Bank BRI Atas Nama Sandyka Buana (Ketua GMI Muratara).

"Tentunya bantuan dari saudara-saudara sangat kami harapkan untuk meringankan beban saudara kita yang tertimpa musibah," kata Sandyka.

Sementara itu Pitriya Selalu Ketua Umum HPP Muratara PCI Jambi menjelaskan, kegiatan penggalangan dana ini merupakan inisiatif dari Pemuda yang tergabung di HPP Muratara,GMI Muratara dan Fostara.

Kegiatan ini, selain merupakan bentuk kepedulian sosial dari Pemuda Peduli Desa kepada korban musibah, juga sebagai upaya untuk membantu pihak yang ingin menyumbangkan dana.

"Dan kami menjadi sarana untuk menyalurkannya," papar Pitriya.

Di sisi lain Rendy Hariansyah Ketua Forum Osis Muratara mengatakan Penggalangan dana ini diharapkan dapat membangkitkan semangat pemuda dalam kepedulian sosial, dan dana yang terkumpul nantinya dapat meringankan korban yang terkena musibah.

 "Mari Bersama-sama kita membantu meringankan beban saudara yang terkena musibah,” pungkas Rendy. (MJ)
Share:

17 July 2020

Serahkan SK Pengusungan Partai Demokrat. AHY Doakan Syarif Pimpin Kembali Muratara



MURATARA MSM.COM - Partai Demokrat, secara resmi mengusung pasangan HM Syarif Hidayat - H Surian Sofyan sebagai Calon Bupati - Wakil Bupati pada pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muratara tahun 2020.


Surat Keputusan tentang pengusungan pasangan Syarif - Surian, diserahkan langsung Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dengan dihadiri jajaran pengurus Dewan Piminan Pusat (DPP) Partai Demokrat.


Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Selatan, Ishak Mekki, dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Musi Rawas Utara, Sukri Alkap.


Pengusungan pasangan HM Syarif Hidayat - Surian Sofyan, tertuang dalam Surat Keputusan DPP Partai Demokrat Nomor 92/SK/DPP.PD/VII/2020. Memutuskan menetapkan pasangan Drs. H.M Syarif HD dan Surian Sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatra Selatan Periode 2020-2025.


Dalam kesempatan itu, AHY berpesan kepada jajaran dan DPC Partai Demokrat untuk mensukseskan Bupati Incumbent HM Syarif Hidayat dan Surian Sofyan sebagai calon wakil Bupati.


"Semoga Bapak terpilih kembali sebagai pemimpin lima tahun kedepan di Musi Rawas Utara" kata AHY. (MJ)
Share:

Diduga Arus Pendek Listrik, Rumah Suhaimi Ludes Dilahap Sijago Merah




RAWAS ULU MSM.COM - Diduga akibat hubungan pendek arus listrik, satu unit rumah milik Suhaimi (70) warga Dusun 2 Desa Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, ludes dilahap si jago merah.


Peristiwa kebakaran yang terjadi Jumat pagi (17/7) selain menghanguskan rumah Suhaimi, satu unit rumah yang berdekatan dengan rumah korban juga nyaris dilahap sijago merah.


Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran yang menghebohkan warga Desa Surulangun  dan sekitarnya. Namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juga rupiah.


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa kebakaran diketahui warga sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu warga sekitar melihat asap yang membumbung tinggi dari rumah korban.


Melihat hal tersebut, warga sekitar berteriak memanggil pemilik rumah untuk segera keluar.  Tak lama berselang, api kian membesar, dengan peralatan seadanya, warga berusaha memadamkan api.


Pagua (37) anak dari Suhaimi pemilik rumah yang terbakar menuturkan, saat kejadian Ia sedang tidak berada di rumah, saat itu, kata Pagua, dirinya sedang membantu saudaranya yang pindahan rumah.


"Saya mengetahui rumah saya terbakar setelah warga berteriak ada kebakaran" ujarnya. Mengetahui rumahnya terbakar, ia pun langsung berlari menyelamatkan ayahnya yang sedang sakit.

     
Setelah berhasil menyelamatkan ayahnya dari dalam rumah. Ia dibantu warga lainnya berusaha memadamkan api  dengan peralatan seadanya. Setelah dua jam lebih, api akhirnya padam.


"Tidak ada satupun barang dan surat berharga yang bisa diselamatkan. Untuk saat ini, kami masih bingung mau numpang dimana. Meskipun banyak tetangga yang menawarkan tinggal sementara dirumah meraka. Saya tidak tahu, bagaimana untuk membangun kembali rumah kami" ujarnya.


Sementara, Camat Rawas Ulu Abdul kadir ketika ditemui membenarkan adanya peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah milik Suhaimi warga Desa Surulangun.


Saat mendengar adanya peristiwa kebakaran, Ia beserta staf langsung menuju tempat kejadian, bersama - sama memadamkan api. (MJ)
Share:

16 July 2020

Tahun Pelajaran 2020/2021, Madrasah Gunakan Kurikulum PAI Baru







MADRASAH  memulai tahun pelajaran 2020/2021 mulai 13 Juli 2020. Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A Umar mengatakan bahwa Madrasah, baik Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs), maupun Aliyah (MA), akan menggunakan kurikulum baru untuk Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab.

“Mulai tahun pelajaran 2020/2021, pembelajaran di MI, MTs, dan MA akan menggunakan kurikulum baru untuk Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab,” terang Umar di Jakarta, Jumat (10/07).

Menurut Umar, Kemenag telah menerbitkan KMA No 183 tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah. Selain itu, diterbitkan juga KMA 184 tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah. Kedua KMA ini akan diberlakukan secara serentak pada semua tingkatan kelas pada tahun pelajaran 2020/2021.

“KMA 183 tahun 2019 ini akan menggantikan KMA 165 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah,” ujar Umar.

“Sehubungan itu, mulai tahun ajaran ini KMA 165 tahun 2014 tidak berlaku lagi,” lanjutnya.

Meski demikian, mata pelajaran dalam Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab pada KMA 183 Tahun 2019 sama dengan KMA 165 Tahun 2014.  Mata Pelajaran itu mencakup Quran Hadist, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab. “Jadi beda KMA 183 dan 165 lebih pada adanya perbaikan substansi materi pelajaran karena disesuaikan dengan perkembangan kehidupan abad 21,” jelas Umar.

“Kemenag juga sudah menyiapkan materi pembelajaran PAI dan Bahasa Arab yang baru ini sehingga baik guru dan peserta didik tidak perlu untuk membelinya. Buku-buku tersebut bisa diakses dalam website e-learning madrasah,” (*)
Share:

15 July 2020

Pastikan Hewan Kurban Sehat Ditengah Pandemi Covid-19. Disnakan Muratara Tingkatkan Pemantauan




MURATARA MSM.COM - Jelang hari raya Idul Adha 1441 H / 2020 M atau yang lazim disebut hari raya kurban, yang diperkirakan jatuh pada tanggal  31 Juli 2020 ini.

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Muratara, meningkatkan kegiatan pemantauan terhadap persebaran hewan kurban.


Hal itu dilakukan untuk memastikan, hewan kurban dalam kondisi sehat, ditengah Pandemi Covid-19, khususnya Sapi.


Kepala Disnakan Muratara, Ir Suhardiman melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan, Putut, diruang kerjanya Rabu (15/7) mengungkapkan, terkait hal itu pihaknya sudah mengeluarkan Surat Edaran.


Dalam Surat Edaran itu berisikan beberapa point penting, yang intinya tentang penjualan hingga pemotongan hewan kurban ditengah Pandemi Covid-19, sesuai dengan protokol kesehatan.


"Kita akan cek kesehatan hewan ternak, tempat penjualan hewan kurban juga akan kita cek. Untuk memastikan apakah layak untuk dijadikan hewan kurban atau tidak" jelasnya.


Ia mengungkapkan, pengecekan hewan kurban, sebenarnya tidak hanya dilakukan saat Pandemi Covid-19 ini saja. Melainkan sudah menjadi rutinitas setiap tahunnya menjelang hari raya idul Adha.


Dirinya memastikan, selain keliling langsung untuk melakukan pengecekan. Pihaknya juga akan mendatangi masyarakat yang melaporkan keluhan tentang kesehatan hewan ternak mereka. "Kami layani semua" tukasnya. (MJ)
Share:

14 July 2020

4 Destinasi Terbesar Di Kabupaten Muratara. Bumi Beselang Serundingan Miliki 1000 Air Terjun




MURATARA MSM.COM - Musi Rawas Utara merupakan salah satu kabupaten yang masuk dalam wilayah provinsi Sumatera Selatan. Di Kabupaten yang berslogan Beselang Serundingan ini, memiliki begitu banyak destinasi wisata yang patut untuk dikunjungi.


Bahkan, beberapa destinasi wisata alamnya, menyuguhkan panorama dan keindahan yang masih alami. Sehingga sangat sayang jika dilewatkan saat berada di Kabupaten Muratara.




Beberapa destinasi wisata tersebut diantaranya Danau Rayo, Goa Napallicin, Bukit Layang dan Air Terjun Muara Tiku. Keempat destinasi wisata itu, dimasukkan kedalam  4 destinasi wisata terbesar di Kabupaten Muratara.


Dari keempat tempat wisata tersebut, Bukit Layang merupakan destinasi wisata dimana masyarakatnya sudah mandiri.


"Mengapa dikatakan masyarakat mandiri? Itu karena mereka punya kebudayaan yang dibangkitkan oleh masyarakat sendiri bukan oleh pemerintah, seperti Festival Krio Agung" jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Muratara, Titin Martini, Selasa (14/7) diruang kerjanya.




Titin menyebut, di Kabupaten Muratara setiap kecamatannya memiliki air terjun. Bahkan bila dijumlahkan mencapai 1000 air terjun yang tersebar di berbagai pelosok desa dalam tujuh kecamatan.


"Seperti di Kecamatan Ulu Rawas dan Rawas Ulu. Dan air terjun yang paling banyak memang terdapat di Kecamatan Karang Jaya salah satunya ada air terjun sembilan tingkat" paparnya.



"Dan sekarang yang sedang dirintis oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Muratara yaitu mensurvey potensi air terjun di Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya" tambahnya.


Melihat begitu besarnya potensi wisata air terjun yang ada. Saat ini Dinas Pariwisata sedang merencanakan kegiatan karnaval yang berada disekitaran lokasi wisata tersebut. Rencanyanya, air terjun Desa Sosokan merupakan lokasi perdana tempat penyelenggaraan festival tersebut.




"Kita ingin melihat sejauh mana keinginan dari pemerintah setempat. Yang kita inginkan setiap desa itu memberikan informasi kepada Dinas Pariwisata bahwa di desa kami ada destinasi wisata. Kalau ada informasi yang masuk, tim akan turun langsung kelapangan" jelasnya. (MJ)
Share:

13 July 2020

Menyajikan Panorama Yang Indah Perbukitan Desa Napallicin Patut Untuk Dikunjungi




ULU RAWAS MSM.COM - Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, memang terkenal dengan keindahan alamnnya. Di kecamatan ini, seluruh desanya nyaris menyimpan panorama yang patut untuk dikunjungi.


Dengan sejuta keindahan yang ada, Kecamatan Ulu Rawas layak untuk dijadikan wisata alternatif untuk menikmati kenidahan alam yang masih sangat terjaga kealamiannya.


Salah satunya Desa Napallicin. Ketika sampai didesa ini, kita disambut dengan bukit yang akan menyuguhkan kemolekan alam yang masih asri dan terjaga keindahannya hingga kini.


Untuk menuju ke atas bukit, medan yang dilalui tidaklah sulit. Sesampainya diatas bukit, mata kita langsung disuguhkan dengan keindahan alam yang sulit untuk dilupakan.


Belum lagi, dari kejauhan terlihat deretan perbukitan yang terlihatu hijau dan sedap dipandang mata. Kesejukan kian terasa, ketika angin menerpa. Nuansa alam yang indah ini, sangat sayang untuk dilewatkan.


Arif, salah seorang warga sekitar menuturkan, wilayah perbukitan tersebut menjadi salah satu rute bagi masyarakat sekitar untuk menuju ke ladang mereka.


"Perbukitan tersebut, sering digunakan masyarakat sekitar sebagai jalan menuju ke ladang atau hutan untuk mencari pakan ternak dan menuju ke sawah, kadang mereka juga beristirahat disekitar perbukitan tersebut, setelah dari ladang," ujar Arif.


Arif menuturkan, deretan perbukitan tersebut semakin indah ketika di pagi hari. Kabut tebal menyelimuti sehingga tampak bergelombang dan berlahan bergerak dan menghilang.


"Perbukitan di Napallicin ini masih terjaga keasriannya. Udara masih sangat sejuk dan bersih, belum tercemar" tuturnya. (MJ)
Share:

Minim MCK, Warga Napallicin Masih BAB Di Sungai Rawas


Ilustrasi




ULU RAWAS MSM.COM - Perilaku Buang Air Besar (BAB) di Sungai Rawas, masih kerap dilakukan oleh masyarakat Desa Napallicin, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara.


BAB di Sungai Rawas yang seolah sudah menjadi "kebiasaan" warga Desa Napallicin tersebut. Lantaran masih minimnya ketersediaan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK)  di Desa yang berada di kecamatan paling ujung di Muratara tersebut.


Arif, salah seorang warga setempat beralasan, minimnya MCK menjadi salah satu faktor penyebab kebiasaan buruk tersebut masih dilakukan warga Desa Napallicin.


"Disin masih minim MCK. Jadi warga terpaksa BAB di Sungai Rawas" tuturnya, Minggu (12/7).


Sementara, Fery warga setempat menuturkan hal yang sama. Menurutnya, Ia terpaksa BAB di Sungai Rawas, lantaran belum memiliki jamban. "Mau gimana lagi, belum memiliki jamban jadi terpaksa BAB di sungai" tuturnya. (MJ)

Share:

Bullying Dirut PDAM Terhadap Wartawan Tidak Bisa Dikatakan Main Main * Sebelumnya Wartawan Ditantang Berkelahi


Ilustrasi (Net)



KASUS dugaan bullying wartawan mantan pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang dilakukan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi, Andi Wijaya (AW) kepada ER saat liputan terus mendapat dukungan sejumlah rekan dan organiasi wartawan.

Meski Ketua Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Tirta Musi yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa sudah memberikan teguran dan klarifikasi, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meminta AW dicopot dari jabatannya.

Ketua SMSI Provinsi Sumsel, Jon Hery sangat menyayangkan sikap AW terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugasnya. Tentunya, sebagai orang berpendidikan dan pejabat publik, ia tau yang mana bercanda dan tempat main-main.

"Ini soal attitude, main-main juga ada tempat serta lihat kondisinya. Apalagi AW adalah seorang pejabat publik dan ER dalam posisi sedang menjalankan tugas kewartawannya," ungkap Ketua

Jon melihat, wartawan yang bertugas di lingkungan Pemkot sering kali mendapat tindakan yang tidak pantas oleh aparatur negara. Padahal wartawan adalah mitra pemerintah dan seharusnya mendapat tempat serta penghormatan yang sama dengan para pejabat publik.

"Sebelumnya ada wartawan ditantang berkelahi oleh protokol, kemarin wartawan mendapat pelecehan sosial karena mantan pasien Covid-19. Jangan-jangan Pemkot Palembang tidak menganggap wartawan adalah mitra. Walikota harus memberikan teguran, bukan hanya minta maaf, terus selesai," imbuhnya.

Perbuatan yang dilakukan AW yang menjabat Dirut, tidak pantas dan harus dicopot dari jabatannya. Karena, apa yang dilakukan tidak mendukung program yang dijalankan Walikota terkait penanganan masalah Covid-19 di Kota Palembang.

Kategori main-main atau candaan yang disampaikan, tidak masuk akal. Apalagi dari informasi, ada pegawai PDAM Tirta Musi yang sudah lebih dari satu bulan tidak diizinkan masuk karena

"Tidak mungkin main-main sampai dua kali. Jangan-jangan lonjakan tagihan pelanggan PDAM Tirta Musi kemarin juga main-main, apalagi mereka main tembak tanpa mengecek meteran. Artinya, Dirut PDAM mungkin selalu main-main dalam memutuskan sesuatu," katanya.

Sebelumnya, kejadian memilukan menimpa ER, wartawan Palembang Pos yang belum lama ini terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dimana, saat liputan ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi, ER mendapat ejekan dari beberapa direksi perusahaan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tersebut.

Bukan mendapatkan dukungan, ER seakan tidak diterima, meski saat ini ia telah dinyatakan sembuh dan negatif berdasarkan hasil swab terakhir pada ,

Dengan nada terengah-terengah, ER sangat menyayangkan sikap Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Musi, Andi Wijaya, yang seolah-olah takut dengan kedatangan dirinya dikantor yang terletak di Jl. Rambutan Palembang.

"Bukan cuma hari ini, minggu lalu jugo mereka seakan-akan takut dengan kedatangan aku. Mulai dari Dirut maupun Direktur Operasional (Dirops). Bahkan, Dirops langsung pindah tempat duduk," ungkapnya sambil menangis.

Untuk kedua kalinya ini, ER benar-benar tak kuasa menahan malu lantaran terus menerus di olok olok sebagai mantan penderita Covid-19,  apalagi kejadian tersebut terjadi didepan teman teman  se-profesinya dan beberapa jajaran pegawai perushaan plat merah tersebut.

"Kalau penesan (bercanda) tidak seperti itu,ini kedua kalinya disebut Covid-19 di depan teman media dan pegawai PDAM," kata ER.(*)
Share:

11 July 2020

Bupati Muratara, Lantik 2 Bidan PTT Menjadi PNS



MURATARA MSM.COM - Bupati Musi Rawas Utara, HM Syarif Hidayat melantik 2 orang bidan yang semula berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Muratara, Kamis (9/7).


Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan atau janji sebagai PNS berlangsung khidmat di ruang rapat, auditorium lantai 2 Setda Muratara.


Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kabupaten Muratara, Ralin Jufri menyampaikan bahwa dua orang bidan PTT yang diangkat menjadi PNS yakni Rini Indrasari dan Irma Rajagukguk.


Keduanya diangkat sebagai PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten Muratara dengan  unit kerja masing - masing di Polindes Simpang Nibung Puskesmas Surulangun Kecamatan Rawas Ulu dan Polindes Sumber Sari Puskesmas Nibung Kecamatan Nibung.


Dalam sambutannya, Bupati Muratara menyampaikan ucapan selamat kepada dua orang bidan yang baru dilantik sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Musi Rawas Utara.


Bupati menjelaskan, walaupun pelantikan hanya dilakukan terhadap 2 orang. Pelantikan ini harus tetap dilakukan karena hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah dan Undang - Undang.


"Ini perjuangan yang luar biasa, hari ini resmi dikukuhkan. Berkat perjuangan dan kerja keras terutama dari BKPSDM dan Dinkes pelantikan hari ini dapat terlaksana, dan saya ucapkan selamat" kata Bupati. (MJ)
Share:

Pembagian BLT Tahap 3 Desa Lubuk Rumbai. Dihadiri Bupati Muratara




MURATARA MSM.COM - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tahap 3 dilakukan pemerintah Desa Lubuk Rumbai, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Kamis (9/7).


Bantuan masyarakat terdampak Covid-19 melalui Dana Desa, disalurkan kepada 274 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 9 Dusun. Pembagian yang dihadiri langsung Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat berjalan lancar.


BLT tahap 3 yang disalurkan di Balai Serbaguna Desa Lubuk Rumbai, juga dihadiri Kepala DPMD-P3A, Hj Gusti Rohmani, Camat Rupit, Kapolsek, Koramil, anggota BPD Desa Lubuk Rumbai serta perangkat desa setempat.


Dalam sambutannya, Bupati Muratara mengatakan, BLT ini merupakan bantuan dari pemerintah dalam menangani dampak Covid-19 yang telah menjadi ancaman bagi dunia.


"Jadi saya minta kepada pemerintah, semoga bantuan ini dapat membantu perekonomian keluarga" kata Syarif.


Bupati mengingatkan, kendati saat ini sudah memasuki New Normal atau kenormalan baru. Namun, tetap harus mematuhi protokol kesehatan.


"Jangan dulu mengadakan keramaian,rajin cuci tangan,jaga jarak,dan keluar rumah harus pakai masker, " tegas Bupati.


Kepala Desa Lubuk Rumbai, Haromanin usai penyaluran BLT mengatakan, BLT Dana Desa ini disalurkan kepada 274 KK, dimana per KK menerima bantuan sebesar Rp. 600 ribu rupiah.


"Dari 274 KK yang terbagi dalam 9 Dusun, memenuhi kriteria dan belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah. Baik pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah" paparnya.


Penyaluran BLT yang dilakukan ini, merupakan kelanjutan dari BLT tahap 1 hingga tahap ketiga sesuai dengan petunjuk standar protokol Covid-19.

"Dengan adanya bantuan ini, saya berharap dapat  membantu perekonomian warga dalam menghadapi wabah Covid-19 ini. Gunakanlah bantuan ini sebaik mungkin untuk keperluan sehari - hari" ujarnya. (MJ)
Share:

08 July 2020

FK2D Muratara Gelar Silaturami dan Seminar. Bupati Minta Kades Jaga Netralitas



MURATARA MSM.COM - Forum Komunikasi Kepala Desa (FK2D) Kabupaten Muratara, menggelar silaturahmi sekaligus diskusi dan seminar di aula wisata Taman Bunga Desa Simpang Nibung Rawas, Kecamatan Rawas Ulu, Selasa (7/7).


Seminar dengan tema "Netralitas dan Imparsialitas Kepala Desa Dalam Penyelenggaraan Pilkada Muratara Tahun 2020" dibuka langsung oleh Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat.


Acara yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB juga dihadiri Kapolres Muratara, Ketua DPRD Efriansyah, dengan narasumber Ketua Bawaslu Muratara Munawir, Ketua KPU Agus Maryanto dan advokasi Ilham Patahilla.


Dalam sambutannya, Bupati mengingatkan para kepala desa untuk menjaga netralitas pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati - Wakil Bupati Kabupaten Muratara tahun 2020.


"Jaga netralitas. Sebagai pemimpin Desa, harus mampu menciptakan Pilkada  yang aman dan tentram. Ajak masyarakat ciptakan suasana yang kondusif" kata HM Syarif Hidayat.


Orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini memberikan apresiasi kepada seluruh Kades, yang telah menjadi pemimpin yang baik bagi masyarakat di masing - masing desa.


"Untuk anggaran Dana Desa, gunakanlah dengan sebaik mungkin. Manfaatkan untuk kebutuhan  masyarakat banyak. Kesejahteraan masyarakat harus diutamakan" pesannya.


Hal senada dikatakan Ketua Bawaslu, Munawir. Ia mengingatkan seluruh aparat pemerintah, khususnya FK2D agar selalu menjaga netralitas pada pemilihan kepala daerah Kabupaten Muratara.


Ia menyebut, dalam Undang - Undang disebutkan dengan jelas tentang netralitas Kepala Desa. Intinya, kata Munawir, kepala desa tidak boleh memihak, atau menguntungkan apalagi merugikan  salah satu pasangan calon.


"Jika terjadi penyelewengan, maka akan diproses sesuai dengan tupoksi kesalahannya, sebagai acuannya kita kembalikan ke landasan hukum. Jika ada penemuan atau laporan dari masyarakat, maka akan ditindak lanjuti" ungkapnya.


Ketua KPU, Agus Maryanto yang menjadi pemateri kedua menegaskan, bahwa kades merupakan orang yang harus benar - benar netral. Sebab, jika terjadi masalah, Kades adalah benteng pertama yang menjadi pelindung bagi masyarakat.


"Ajaklah masyarakat ciptakan Pilkada damai dan gembira. Tidak menyebar berita hoax dan menyebar ujaran kebencian. Oleh karena itu, kades harus mampu menjaga keharmonisan masyarakat" kata Agus.


Ketua FK2D, Taufik Haris mengungkapkan, seminar diadakan dengan tujuan untuk menambah wawasan bagi kepala desa. Sehingga dalam menghadapi Pilkada nanti dapat memahami mengenai berbagai halyang boleh dan tidak boleh dilakukan.(ZIL)
Share:

SMSI Lahir Ketika Pers Sedang Risau





SERIKAT Media Siber Indonesia (SMSI) berdiri di saat dunia pers sedang risau dan galau hebat seiring terjadinya disrupsi teknologi informasi yang sedang menggulung media konvensional, media cetak yang nyaris kehilangan harapan untuk bisa hidup lagi.

Ribuan wartawan senior/utama  ataupun wartawan madya dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, di antara mereka berkualitas baik, dihadapkan pada pilihan yang serba sulit: bertahan bekerja di tempat lama, mengambil pensiun atau menunggu dikeluarkan. Banyak diantara mereka kemudian mengambil keputusan untuk beradaptasi dengan dunia baru, menjadi pengusaha media online rintisan. Mereka inilah yang mendambakan kelahiran SMSI untuk memberikan pertolongan.

Kelahiran SMSI dibidani oleh tokoh pers yang juga Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari bersama Sekretaris Jenderal PWI Pusat Mirza Zulhadi, serta Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat Firdaus.

Kemudian Firdaus terpilih menjadi Ketua Umum SMSI untuk yang pertama hasil kongres, mengalahkan *Teguh Santosa* pada  20 Desember 2019 di kantor ruang rapat PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Tidak lama kemudian, Dewan Pers mensyahkan SMSI menjadi konstituennya. Setelah SMSI resmi menjadi konstituen Dewan Pers, Firdaus Mengundurkan diri dari jabatan ketua bidang organisasi PWI Pusat.

SMSI disyahkan menjadi kontituen Dewan Pers, bersamaan waktunya dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) disyahkan menjadi konstituen pada rapat pleno Dewan Pers yang digelar pada Sabtu (23/5/2020).

Harapan dan tanggung jawab besar tentunya terpikul di pundak kedua organsiasi ini, kenapa?
Karena transformasi media tradisional ke media digital sudah nenjadi keharusan dan jumlahnya bertambah, sehingga selain menjadikan SMSI dan AMSI organisasi primadona, juga keduanya mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menjadi kepanjangan tangan Dewan Pers, dalam mewujudkan kemerdekaan dan kemandirian perusahaan pers di Indonesia.

SMSI dan AMSI menyusul organisasi perusahaan pers dan organisasi wartawan serta jurnalis TV dan radio yang sudah menjadi konstituen Dewan Pers terlebih dahulu, sehingga jumlahnya menjadi 10.

Dari Ke-10 organisasi pers itu 4 diantaranya adalah organisasi profesi Wartawan yaitua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI). Dan 6 lainnya adalah organisasi perusahaan Pers yaitu: Serikat Petusahaan Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Nah, selain SMSI dan AMSI, ikut juga muncul beberapa organisasi media siber, yang didirikan dengan berbagai *motif*,  tentunya ini akan terus meramaikan hiruk pikuk dunia pers Indonesia.



Organisasi kewartawanan seperti PWI sudah lama terbentuk, mensejarah, mengakar kuat, memiliki sejarah panjang seiring perjuangan kemerdekaan dan perjuangan demokrasi di Indonesia. AJI menyusul menjadi organisasi profesi jurnalis yang gigih dalam memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan pers.

Semua organisasi pers di bawah payung lembaga Dewan Pers punya fungsi dan tanggung jawab masing-masing dalam mengembangkan peran organisasinya. Seperti SMSI yang menjadi payung organisasi perusahaan media siber sampai awal Juli 2020 ini memiliki anggota lebih dari 1000 perusahaan media siber di Tanah Air.

Menurut Firdaus, SMSI sebagai organisasi payung perusahaan media pers online, akan dikembangkan  hingga tingkat kabupaten dan kota. “Dengan demikian, jaringan informasi akan semakin luas, menjangkau pelosok tanah air,” kata Firdaus.(*)
Share:

Bappeda Muratara Gelar Rapat Evaluasi RPMJD dan RKPD




MURATARA MSM.COM - Bupati Muratara,  HM Syarif Hidayat melalui Sekretaris Daerah (Sekda)  Alwi Roham, S.Sos membuka rapat Evaluasi terhadap Hasil RPMJD Kabupaten Muratara Tahun 2016-2021 dan Evaluasi RKPD Tahun 2020, Selasa (7/7)


Evaluasi tersebut akan berlangsung selama tiga hari mulai 7 hingga 9 Juli 2020 di Oproom lantai 2 Setda Kabupaten Muratara. Dan diikuti Inspektur, Kepala Dinas, Kepala Bagian Setda, dan Sekretaris DPRD


Rapat evaluasi yang juga diikuti oleh camat se Kabupaten Muratara, diprakarsai oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Musi Rawas Utara.


Dalam sambutannya, Sekda Muratara mengatakan, evaluasi hasil RPMJD bertujuan untuk memastikan bahwa visi, misi dna tujuan sasaran pembangunan jangka menengah daerah dicapai untuk mewujudkan  visi pembangunan jangka panjang daerah.


Sementara evaluasi pelaksanaan RKPD tahun 2020 bertujuan untuk memastikan target rencana program dan kegiatan prioritas derah  dalam RKPD dapat dicapai dalam rangka mewujudkan visi dan misi pembangunan jangka menengah dan mencapai sasaran pembnagunan  tahunan daerah.


"Melalui kegiatan ini, masing - masing perangkat daerah agar dapat melakukan penilaian terhadap realisasi antara rencana program dan kebutuhan pendanaan RPJMD dengan capain rencana program dan kegiatan  prioritas dalam RKPD" jelas Alwi Roham.


Selain itu, sambungnya, melakukan  penilaian terhadap capaian indikator kinerja program dan kegiatan yang dilaksanakan melalui APBD yang dilaksanakan selama periode RPJMD tahun 2016-2021.


Dia menjelaskan, tahun anggaran 2020 ini merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMD tahun 2016-2021. Ditahun ini akan dilaksanakan penyusunan rancangan tektokratik RPJMD periode selanjutnya.


"Hasil evaluasi terhadap RPJMD periode 2016-2021 sebagai landasan untuk penyusunan rancanan tektokratik RPJMD periode 2021-2026. Hasil ini juga dijadikan bahan  penyusunan LKPJ Bupati akhir masa jabatan yang akan disampaikan ke DPRD pada triwulan keempat tahun ini" papar Alwi Roham. (MJ)
Share:

06 July 2020

Minta Ketransparanan Anggaran Covid-19. Aliansi Mahasiswa Muratara Lakukan Unjuk Rasa Damai




MURATARA MSM.COM - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Muratara, menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Pemerintah Kabupaten Muratara, Senin (6/7).


Puluhan mahasiswa ini menyuarakan aspirasi terkait dengan penggunaan anggaran Dana Covid-19 di Kabupaten Muratara yang mereka nilai tidak transparan dalam penggunaannya.


Dalam orasinya, mereka mengikrik Pemkab Muratara dan meminta agar Pemkab transparan dalam menggunakan anggaran penanggulangan pandemi Covid-19. Yang hingga saat ini menjadi permasalahan dan menuai polemik di tengah masyarakat Bumi Beselang Serundingan.


Salah satu koordinator umum Aliansi Mahasiswa Muratara, Chalid Hariyadi mengatakan, selain menuntut transparansi dari Pemkab Muratara terkait dana penanggulangan Covid-19. Mereka juga menuntut untuk segera merealisasikan bantuan mahasiswa terdampak Covid-19.


"Sudah 1 jam lebih kami melakukan orasi. Namun tidak satupun dari pihak Pemkab Muratara datang dan menemui kami. Jika tuntutan kami pada hari ini tidak dipenuhi, kami akan melakukan unjuk rasa dengan masa yang lebih besar" kata Chalid.


Setelah menyampaikan orasinya, puluhan mahasiswa ini akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (MJ)

Share:

05 July 2020

Hendak Memancing. Warga Lubuklinggau Tenggelam Di Sungai Rawas






RAWAS ULU MSM.COM - Niat hati hendak memancing, naas dialami Siran (45) warga Jalan Nangka, Megang Kota Lubuklinggau. Ia tewas tenggelam di Sungai Rawas, Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara, Minggu (5/7).


Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, kejadian bermula pada sekitar pukul 12.00 WIB saat korban dan rekannya hendak memancing di Sungai Rawas.

Karena lokasi mancing berada di seberang Sungai Rawas, ia dan korban memutuskan menggunakan perahu untuk sampai ke lokasi tempat memancing.


Ditengah perjalanan, perahu yang ditumpangi  korban dan rekannya terbalik. Diduga tidak bisa berenang, korban akhirnya tewas tenggelam di Sungai Rawas.


Novandi, salah satu saksi mata mengatakan, perahu yang ditumpangi korban dan rekannya baru berjalan sekitar 50 meter dari tepi Sungai Rawas.


"Tiba - tiba perahu mereka terbalik saat diterpa pusaran air Sungai Rawas. Lokasi tenggelamnya berada di tepi seberang sungai dan kondisi memang dalam" tutur Novandi.


Melihat ada perahu yang terbalik, ia dan rekan - rekannya berusaha memberikan pertolongan. Namun karena di lokasi kejadian arus sungai Rawas deras dan dalam.  Korban tidak bisa terselamatkan. (MJ)
Share:

04 July 2020

Kasus Aktif Covid 19 di Sumsel Kini Berjumlah 939 Orang




PALEMBANG MSM.COM -  Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di Sumsel melalui Juru Bicara (Jubir) kembali merilis perkembangan Corona Virus Disease (Covid-19) di Sumsel per tanggal Jumat 3 Juli 2020. Berdasarkan rilis yang disampaikan kepada awak media melalui video conference dari Command Center tersebut, tercatat hingga Jumat ini kasus aktif Covid 19 di Sumsel kini berjumlah 939 orang lagi.

" Total Kasus Positif Covid di Sumsel ada 2.156 orang. Dari jumlah itu Kasus Selesai  tercatat sebanyak 1.217 orang (Sembuh :1.113 orang dan Meninggal : 104 orang.). Kemudian kasus aktif sebanyak 939 orang," ujar Jubir Covid Sumsel, Yusri.

Selain data tersebut, Yusri juga menyampaikan perkembangan jumlah ODP dan PDP di Sumsel kepada awak media. Saat ini diketahui jumlah ODP keseluruhan sebanyak 8.742 orang. Dimana jumlah ODP selesai pemantauan ada sebanyak  7.098 orang dan 1.644 orang ODP masih dalam pemantauan.

Sedangkan untuk PDP saat ini keseluruhan berjumlah 1.029 orang,  dengab jumlah PDP Selesai Pengawasan 702 orang dan PDP dalam Proses Pengawasan 327 orang.

Sementara untuk Kasus Konfirmasi Positif Baru Covid-19 (per 3 Juli 2020)  tercatat ada 36 Orang. Mereka ini terdiri dari Palembang : 27 orang, Banyuasin : 5 orang, Musi Banyuasin : 2 orang, Lubuk Linggau : 1 orang dan OKI :1 orang.

Sedangkan untuk Kasus sembuh per 3 Juli 2020  tercatat ada sebanyak 25 orang (Palembang : 23 orang, Banyuasin : 1 orang, Musi Banyuasin: 1 orang).

" Sehingga Jumlah Total Sembuhnya ada 1.113 orang," tambahnya.

Sementara itu untuk kasus meninggal per 3 Juli 2020  tercatat ada sebanyak 3 orang (Palembang ). Sehingga jumlah Total Meninggal terdata sebanyak 104 Orang. Mereka ini terdiri dari (Palembang : 73 Orang, OKUT : 1 orang, Banyuasin : 13 orang, Prabumulih : 4 orang, OKI : 3 orang, Muara Enim : 1 orang, Musi Rawas : 1 orang, Ogan llir : 3 orang, OKUS : 1 orang, Musi Banyuasin : 3 orang, PALI: 1 orang).

"Demikian perkembangan yang dapat kami disampaikan, terima kasih atas perhatian dan selalu tingkatkan kewaspadaan dan diaiolin menjalankan protokol kesehatan," tutupnya.
Share:

03 July 2020

Cegah Covid-19 Bawaslu Muratara Lakukan Rapid Test




MURATARA MSM.COM - Menindaklanjuti Surat Edaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), Bawaslu Kabupaten Muratara melakukan rapid test (tes cepat) Covid-19.


Rapid test dilakukan sebagai upaya untuk deteksi dini dan memastikan kondisi kesehatan Komisioner Bawaslu dan PKD dalam upaya pencegahan Covid-19. Rapid test dilakukan di Kantor Bawaslu, Jumat (3/7).


Ketua Bawaslu Kabupaten Muratara, melalui Devisi Sumber Daya Manusia (SDM), Paulina mengatakan, rapid  test dilakukan Bawaslu Muratara berdasarkan Surat Edaran Sekjen Bawaslu, yang menginstruksikan harus dilakukannya rapid test.


Ia mengatakan, Rapid test ini dilakukan terhadap Komisioner hingga PKD se Kabupaten Muratara, dengan jumlah total 130 orang. Rapid test Covid-19 ini diwajibkan, sebelum melakukan verifikasi virtual calon independen.


"Tentunya keluarga besar Bawaslu Kabupaten Muratara mengharapkan hasil negataif pada tes Covid-19 ini. Karena pada praktiknya sudah menerapkan berbagai aturan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah" kata Paulina.


Berbagai aturan protokol yang sudah diterapkan oleh Bawaslu seperti pemakaian handsanitizer, penyemprotan disienfaktan, menggunakan master dan pengukuran suhu tubuh.


Dengan adanya deteksi dini melalui rapid test harapannya semua sehat dan terhindar dari Covid-19. Keluarga Bawaslu Muratara  harus mematuhi setiap protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah. tegas Paulina. (MJ)
Share:

02 July 2020

Sah Dibentuk, Donni Nahkodai SMSI Kota Prabumulih




PRABUMULIH MSM.COM– Kepengurusan daerah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Prabumulih, Kamis siang (2/7), resmi dibentuk setelah melalui rapat pembentukan sekaligus pemilihan pengurus, yang dibuka dan dipimpin langsung Ketua SMSI Provinsi Sumsel, Jon Heri S.Sos.


Dalam rapat yang diselenggarakan di Rumah Makan Pindang Cek Ana, Simpang 4 Jalan Lingkar-Padat Karya Prabumulih ini berhasil terpilih sebagai Ketua SMSI Kota Prabumulih, Donni, SH dari media online sumateranews.co.id, dan Sekretaris Hardoko S dari susu.co, serta Bendahara Ardi Afriyanto dari publikzone.com.
Ketua SMSI Sumsel, Jon Heri., S.Sos, berharap dengan terbentuknya kepengurusan daerah SMSI Kota Prabumulih ini dapat menjadi pilot project dan diikuti oleh kepengurusan daerah lainnya di Sumsel.



“Hal ini sesuai instruksi dan arahan dari Ketua Umum SMSI pusat agar segera membentuk kepengurusan daerah guna menyatukan seluruh media online dalam mengatasi tantangan di era industri 4.0 saat ini, usai menjadi anggota konstituen Dewan Pers. Semoga Prabumulih menjadi pilot project, dan diikuti daerah lain,” ungkap Jon Heri, usai rapat pemilihan.


Jon Heri menambahkan, saat ini SMSI terus mengembangkan sejumlah program dan meningkatkan kerja sama dengan sejumlah pihak guna memajukan media para anggotanya, diantaranya; pelaksanaan bintek untuk peningkatan pendapatan media anggota di siberindo.co, dan google serta perusahaan jasa internet lainnya.
“Selain itu, kita juga sudah melakukan kerja sama pemberitaan penanganan Covid-19 bersama Pemerintah Provinsi Sumsel dan Kota Palembang. Dan sebagai perpanjangan tangan Dewan Pers, kita bisa melakukan verifikasi administrasi perusahaan media serta melaksanakan UKW (Uji Kompetensi Wartawan),” tandas pria yang akrab disapa Don Jon ini.


Sementara itu, Ketua terpilih SMSI Kota Prabumulih, Donni menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pengurus lain untuk menahkodai kepengurusan SMSI yang baru pertama kali dibentuk ditingkat Kota/Kabupaten di Sumsel.


“Ini adalah amanah, tanpa dukungan dan kerja sama kawan-kawan pengurus, saya tidak mungkin bisa mengemban jabatan ini. Mari kita satukan pandangan dan kompak dalam segala hal demi kemajuan SMSI dan perusahaan media para anggota, tidak ada kata kesulitan kalau kita bisa saling berpegangan tangan dan bahu membahu membesarkan usaha media online di era baru ini,” ucap mantan Ketua PWI Kota Prabumulih ini.(*)
Share:

Bantuan Mahasiswa Terdampak Covid-19 Belum Disalurkan. Mahasiswa Minta Kejelasan




MURATARA MSM.COM - Ratusan mahasiswa asli Bumi Beselang Serundingan meresa kecewa dengan hasil verifikasi bantuan mahasiswa terdampak Covid-19 yang hingga kini belum ada kejelasan.


Untuk mencari titik terang, perwakilan mahasiswa telah melakukan audensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara, H Sukamto, M.Pd. Hasil dari audensi tersebut, Kepala Dinas meminta bersabar dan menunggu sekitar satu minggu.


"Dari audensi itu Kepala Dinas mengatakan bahwa Kami diminta menunggu satu minggu karena masih menunggu keputusan dari tim Gugus Tugasa. Sebab penyaluran tersebut tidak sepenuhnya ada di Dinas Pendidikan" ujar Abdulah Hadi Yansah perwakilan mahasiswa.


Ia menambahkan, dalam audensi itu Kepala Dinas juga mengakui ada kesalahan teknis pada saat melakukan verifikasi berkas dan administrasi penambahan anggaran. Kepala Dinas juga menginginkan semua mahasiswa mendapatkan bantuan.


"Saya mewakili mahasiswa yang lain, agar Pemkab dan gugus tugas serius merealisasikan sekaligus memberikan kejelasan. Sebab kawan - kawan mahasiswa sudah boleh - bolak untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Padahal rekan - rekan mahasiswa aksesnya jauh dari pusat kabupaten" ujarnya.


Abdullah Hadi Yansah mengungkapkan, kekecewaan mereka bermula dari hasil keterangan pers gugus tugas percetapan penanganan Covid-19 Kabupaten Muratara yang telah mengumumkan hasil verifikasi bantuan mahasiswa terdampak Covid-19 dalam bentuk pamflet maupun akun resmi Pemkab Muratara.


Namun hingga saat ini, tidak ada kejelasan kapan bantuan itu direalisasikan. Mereka mendesak untuk menindaklanjuti dan menyalurkan bantuan tersebut agar tidak terjadi simpang siur lagi.


"Seharusnya pada Selasa 22 Juni 2020 itu mahasiswa sudah mendapatkan kabar gembira bagi yang telah mendaftarkan diri dan telah lulus verifikasi dalam program bantuan mahasiswa terdampak Covid-19" ujarnya.

Sebab kawan - kawan mahasiswa, sambung Abdullah, sangat mengharapkan bantuan tersebut. Mengingat dipenghujung semester dan untuk menghadapi Ujian Akhir Semester, biasanya setiap instansi baik PTN maupun PTS mengharuskan mahasiswa melunasi bayaran. (MJ)
Share:

DPRD Kota Jambi, Kunjungi DLHP Kabupaten Muratara




MURATARA MSM.COM - 14 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Dinas Lingkungan Hidup Pertanahan (DLHP) Kabupaten Muratara, Kamis (2/7).


Kunjungan anggota Dewan Kota Jambi tersebut, membahas persoalan yang berkembang di masing - masing daerah. Salah satunya terkait mekanisme pengelolaan lingkungan hidup dan pengelolaan sampah.


Anggota Komisi III DPRD Kota  Jambi, Junaidi Singa Rimbu mengatakan, kunjungan kerja ke Kabupaten Muratara dilakukan, karena ada kesamaan masalah sampah antara Kabupaten Muratara dengan kota Jambi yakni tentang beberapa lokasi Tempat Pembuagan Akhir Sampah (TPS) dibeberapa kecamatan yang dilewati oleh jalan negara.


"Tentunya TPS - TPS dipinggir jalan nantinya akan menjadi masalah bila kedepan dilakukan pelabaran jalan. Nah, tentunya kami melihat Kabupaten Muratara sendiri sudah siap mengatasi masalah TPS yang ada dipinggir jalan negara" ungkapnya.


Selain itu, sambungnya, Kabupatne Muratara telah bekerja sama dengan para Kepala Desa untuk menyiapkan semua hal apabila nantinya jalan negara akan diperlebar. Hal itu tentunya menjadi masukan yang baik untuk kota Jambi.


"Tentunya saling mengisi. Bagaimana juga kami meningkatkan distribusi sampah di Kota Jambi. Itu juga akan kami beri masukan ke DLHP Muratara. Apa yang baik di Kabupaten Muratara akan kami terapkan di Kota Jambi. Sebaliknya demikian, sehingga tujuan kita untuk sama - sama meningkatkan daerah  akan tercapai" katanya.


Kepala DLHP Kabupaten Muratara, Zulkopli mengaku bangga dengan kunjungan komisi III DPRD Kota Jambi. Sebab, Kabupaten Muratara yang tergolong Kabupaten Baru tapi dikunjungi oleh anggota dewan Kota Jambi.


"Kedepan kami ada program namanya TPA dan IPLT. Kalau TPA merupakan tempat pembuangan akhir sampah yang akan dikelola. Sementara IPLT kita olah juga menjagi seperti pupuk kompos" ungkapnya.


Program lainnya, menjadikan tempat pembuangan sampah tidak lagi identik dengan tempat yang kurang sehat. Dalam program itu, akan dibuat demplot bunga atau kebun buah - buahan dengan memanfaatkan pupuk kompos. (MJ)
Share:

01 July 2020

IKLAN UCAPAN


Share:

Postingan Populer

Blog Archive