Sabtu, 30 Maret 2019


Share:

Jumat, 29 Maret 2019

Menjaring Partisipasi Pemilih Pemula KPU Muratara Gelar Pentas Seni



MURATARA MSM. COM-Guna menjaring pemilih pemula untuk dapat berpartisipasi dalam pesta demokrasi tahun 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Kabupaten Muratara menggelar kegiatan pentas seni, Kamis (28/3).

Pentas seni yang berlangsung di aula Siti Rahma RM Sederhana Kecamatan Rupit, diikuti para pelajar tingkat SMA sederajat se Kabupaten Muratara.



Para peserta menunjukan kebolehan mereka dalam bidang seni suara, dancer dan tari kreasi untuk menjadi yang terbaik diantara para peserta lainnya.

Ketua KPU Muratara Agus Maryanto mengatakan, tujuan dari pentas seni selain untuk menjaring pemilih pemula, keterlibatan mereka dalam pentas seni juga untuk memeriahkan Pemilu 2019.

"Ajang ini untuk menumbuhkan sportivitas dalam berkontestasi agar setiap orang bisa mengapresiasi keunggulan orang lain. Juga untuk menebarkan semarak untuk mengajak pemilih pemula untuk datang ke TPS pada tanggal 17 April 2019" jelasnya. (MJ)
Share:

Kamis, 28 Maret 2019

HUT Satpol PP, Damkar dan Satlinmas di Kabupaten Muratara Berlangsung Sukses



MURATARA MSM. COM-Pemkab Muratara menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Satpol PP ke-69, Satlinmas ke-57 dan Damkar ke-100 Kamis(28/3). Peringatan HUT yang berlangsung di halaman kantor Bupati, dipimpin langsung oleh Bupati Muratara HM Syarif Hidayat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menutup secara resmi seluruh rangkaian kegiatan sosial seperti sunatan massal, donor darah, dan bersih bersih limgkungan yang diadakan sebagai bagian dari rangkaian HUT Satpol PP, Satlinmas dan Damkar.



Hadir Sekda Muratara H Zainal Arifin, Kasat Pol PP Firdaus, Kemenag dan OPD lainnya. Hadir pula para camat, Dandim, Kapolres, Kajari Lubuklinggau Hj Zuhairida, Satpol PP kabupaten Empat Lawang, Sarolangun Jambi, Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau.

Dalam pidato Menteri Dalam Negeri RI yang disampaikan oleh Bupati Muratara mengatakan, peringatan HUT Satpol PP, Satlinmas dan Damkar selain merupakan forum untuk mengenang masa lalu lebih dari itu untuk meneruskan semangat juang dalam melindungi masarakat serta kebulatan tekad untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.



"Melalui peringatan HUT pada hari ini, mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk lebih meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, menjunjung tinggi idiologi Pancasila menjadi sarana pemersatu bangsa, mengutamakan kepentingan negara dan bangsa serta mengutamakan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi dan golongan" kata Bupati.



Contoh konkret, dalam mewujudkan kepentingan umum oleh Satpol PP, Damkar dan Satlinmas bukan hanya menjaga kota. Tetapi lebih dari itu, berperan aktif dalam proses pembangunan, melindungi hasil pembangunan dan memberikan perlindungan kepada masarakat dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk terlibat aktif dalam agenda nasional bangsa Indonesia.



"Peran penting Satpol PP, Damkar dan Linmas tercermin dari tugas dan tanggung jawabnya. Tugas pemadam kebakaran dalam pengendalian dan penyelamatan keamanan bahan berbahaya, beracun dan melindungi masyakat dari bahaya kebakaran. Serta menyelamatkan kondisi yang membahayakan bagi manusia" papar HM Syarif Hidayat.



Sementara Satpol PP dibentuk untuk menegakkan Perda dan Pilkada, menjaga kepentingan umum, ketentraman dan menjaga ketertiban masyarakat. Sedangkan Satlinmas secara khusus dibentuk untuk penanggulangan bencana, memelihara ketertiban dan keamanan pemilu serta membantu ketertiban masyarakat.



Usai upacara, orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini juga mengukuhkan Hansip Desa. Jalannya seluruh rangkaian acara HUT Satpol PP, Damkar dan Satlinmas di Kabupaten Muratara tahun 2019 berlangsung sukses.(MJ)
Share:

Pangdam 11/Sriwijaya Tutup Kegiatan TMMD Ke-104 di Kecamatan Nibung Bupati : Kegiatan TMMD Sangat Memuaskan



MURATARA MSM.COM – Pangdam II / Sriwijaya Mayjen TNI Irwan SIP Mhum secara resmi menutup kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-104 di Kecamatan Nibung Kabupaten Muratara, Rabu (27/3).

Penutupan yang berlangsung di lapangan sepak bola Kelurahan Karya Makmur SP 9 dipimpin langsung oleh Mayjen TNI Irwan selaku inspektur upacara. Penutupan tersebut menandai berakhirnya kegitan TMMD selama 40 hari dengan melaksanakan kegiatan fisik dan non fisik di Kecamatan Nibung.

Kedatangan Mayjen TNI Irwan SIP Mhum ke Bumi Beselang Serundingan disambut langsung oleh Bupati Muratara HM Syarif Hidayat didampingi sejumlah pejabat.

Usai upacara penutupan, Mayjen TNI Irwan mengatakan, penutupan TMMD ke-104 di Kabupaten Muratara, juga dilakukan serentak di 50 Kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Dari kegiatan TMMD ke-104 ini, telah melakukan berbagai kegiatan fisik maupun non fisik di Kecamatan Nibung.

Untuk kegiatan fisik berupa pelebaran dan pembukaan jalan baru sepanjang 6,5 kilometer dengan lebar 10 meter yang pengerjaannya telah rampung 100 persen. Selain itu, pembuatan gorong – gorong 8 titik, bedah rumah 1 unit, perbaikan musholah dan MCK masing – masing 1 unit.

Sementara untuk kegiatan non fisik berupa penyuluhan dibidang kesehatan, pertanian dan permasalahan narkoba serta memberikan wawasan kebangsaan untuk membekali masyarakat.

"Intinya pelaksanaan ini (TMMD.red) untuk membangkitkan kembali semangat masyarakat untuk selalu bergotong royong dan memiliki rasa kebersamaan." kata Pangdam. Menurutnya, pembangunan mesti dilakukan secara bersama - sama, tidak hanya pemerintah daerah dan TNI/Polri saja melainkan seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Bupati Muratara memberikan apresiasi dan memuji apa yang telah dilaksanakan oleh TNI dalam kegiatan TMMD ke-104 di Kecamatan Nibung.

"Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Muratara, kami mengucapkan terima kasih kepada Pangdam 11 / Sriwijaya yang telah hadir. Hasil dari TMMD sangat memuaskan kami, dan akan kami gunakan dengan sebaik - baiknya" ujar Bupati seraya berharap ditahun - tahun mendatang kegiatan serupa kembali di adakan di Bumi Beselang Serundingan. (MJ).
Share:

Selang 2 Jam, Polsek Muara Rupit Berhasil Ringkus Pelaku Pembunuhan






MURATARA MSM. COM-Polsek Muara Rupit berhasil menangkap Adi Sucifto (22) warga Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, pelaku pembunuhan terhadap saudara kandungnya sendiri Atmisfa alias Apek (25), Senin (25/3).

Kapolsek Muara Rupit AKP Bakri Redy Cahyono SH kepada awak media menjelaskan kronologi penangkapan pelaku bermula pada Minggu sekitar pukul 21.00 WIB pihaknya mendapat informasi keberadaan pelaku saat itu berada di pos Pol PP kantor Bupati Muratara.

Selanjutnya Kanit Reskrim beserta anggota bergerak untuk melakukan penangkapan. Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan berikut barang bukti berupa pisau dapur.

"Menurut informasi pelaku mengalami gangguan jiwa. Pelaku mengakui perbuatannya karena pelaku merasa sakit hati sering dimarahi oleh korban. Setelah berkoordinasi dengan Kasat Reskim pelaku berikut barang bukti dilimpahkan ke Polres Musi Rawas guna penyidikan lebih lanjut" terang Kapolsek.

Diterangkan Kapolsek, penangkapan terhadap Adi Sucifto hanya berselang  2 jam setelah pelaku menghabisi nyawa saudara kandungnya sendiri sekitar pukul 19.00 WIB pada hari yang sama dengan sebilah pisau tepat dipelataran rumah Yudi warga desa setempat.

Sebelum terjadi peristiwa berdarah tersebut, terjadi selisih paham antara korban dan pelaku hingga akhirnya pelaku melakukan penusukan terhadap korban.

"Akibat kejadian tersebut korban menderita luka tusuk dibagian bawah ketiak sebelah kiri. Korban sempat dibawa ke RSUD untuk mendapatkan penanganan medis. Namun karena terlalu banyak mengeluarkan darah, korban akhirnya meninggal dunia" kata Kapolsek.

Setelah berkoordinasi dengan Kasat Reskrim, pelaku berikut barang bukti dilimpahkan ke Polres Musi Rawas guna penyidikan lebih lanjut. (MJ)
Share:

Selasa, 26 Maret 2019

Alfirmansyah : Rencanakan Pembangunan Disepanjang DAS Rupit



MURATARA,MSM.COM-Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Musi Rawas Utara gelar rapat
untuk pelaksanaan kegiatan rencana relokasi rumah tidak layak huni di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Rupit dan DAS

H.Alfirmansyah selaku Kepala Dinas  Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Musi Rawas Utara Dalam rapat tersebut menjelaskan pihak nya melakukan Rapat koordinasi dengan sejumlah Kepala Desa dan Lurah Dalam rangka akselerasi percepatan penyampaian data dan rencana pendampingan untuk tim survey dari dinas perumahan dan kawasan permukiman  Kabupaten Muratara.

"Kita perlu hasil percepatan karena usulan ini akan kita usulkan melalui dana APBN tahun 2019 melalui dinas perkim provinsi Sumatera Selatan,"Jelasnya.

Sebelumnya Dinas Perkim Muratara telah melakukan koordinasi juga ke Dinas Perkim Provinsi Sumsel untuk mengetahui mekanisme dalam merealisasikan program tersebut


"Dan kami Dinas Perkim Muratara sudah melakukan koordinasi ke dinas perkim Sumsel, terkait usulan kita dapat di akomodir namun perlu data,dan data ini tidak terlepas seperti data data penerimaan bantuan Stimulan Perumahan Sederhana(BSPS)," ungkapnya.

Dilanjutkan nya,  katagori penerimaan rencana relokasi rumah tidak layak huni di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) harus benar benar rumahnya berada di bantaran air sungai dan berpotensi bencana dan lainnya

"Kalau menurut data yang kami punya yang berada di Das terdapat 6 kecamatan secara keseluruhan, namun yang sifatnya memang berada di daerah aliran sungai,"ungkapnya.

Selain itu, ia juga berharap program ini dapat terlaksana dengan baik sesuai kebutuhan masyarakat dan berharap kerjasama Kepala Desa supaya data masuk sebelum Bulan Mei tahun ini.

"Harapan kita paling tidak bisa menjawab kebutuhan masyarakat agar rumah mereka itu tidak menjadi rumah yang berpotensi bencana, kedepan kita berharap program ini dapat berkelanjutan namun data dan persyaratan tetap harus kita sampaikan,"harapnya. (Hamkam)
Share:

Disperindakop Sosialisasi Perda No 2 Tahun 2017





MURATARA,MSM.COM- Dinas perindustrian, perdagangan dan koperasi.(Disperindakop) Muratara, mengadakan sosialisi, kepada masyarakat pedagang pasar tradisional,Desa Lawang agung, kecamatan muara Rupit,kabupaten Musi Rawas Utara,(MURATARA) ,terkait masalah PERDA No (2) tahun 2017. Tentang distribusi harian, terhadap pedagang pasar, Senin, (25/3).

Rapat yang di fasilitasi oleh kepala Desa Muara rupit,di gedung (TK) samping kantor kepala desa, yang di hadiri oleh, beberapa (OPD) Muratara,kepala Desa,Camat muara Rupit yang mewakili, dan Masyarakat pedagang tradisional yang terlibat.

Kepala Dinas perindustrian,perdagangan dan koperasi(Disperindakop), melalui sekretaris Novhendry mengatakan, dalam hal ini kami mengadakan sosialisasi kepada pedagang tradisional, atau memberi pengarahan  kepada pedagang-pedagang yang belum tahu tentang perda No 2 tahun 2017.

Ada beberapa  masyarakat yang merasa keberatan  terhadap  peraturan yang sudah di buat oleh pemerintah daerah Muratara, distribusi yang memberatkan atas pembayaran sewa ruko sebesar 900 ribu perbulan nya atau di hitung perhari nya , 30 ribu rupiah.

Dalam hal ini masyarakat banyak yang komplen, karena keadaan ekonomi masyarakat sekarang ini kan lemah, ya otomatis pendapatan pedagang-pedagang yang berjualan di pasar tersebut kadang tidak setabil, seperti yang di harap kan.

 Lanjut Novhendry, untuk sosialisasi tadi sudah selesai, tapi kami tidak bisa memutuskan terhadap keberatan-keberatan  dari masyarakat, atau pun dari kepala desa setempat, yang bisa memutuskan segala nya itu kepala dinas nya sendiri, berhubung kepala dinas nya ada tugas mendadak keluar kota, acara tersebut terpaksa kami  yang menjalankan kan nya.
Nanti nya , kepala dinas mengajukan kepada bupati,langsung meneruskan kepada  "DPRD"  Muratara supaya di putuskan.

"Kita harapkan semoga ada keputusan yang tidak saling merugikan, baik itu dari pihak pedagang ataupun dari pihak pemerintah daerah muratara," jelasnya.

Sementara itu kepala desa Lawang agung Kecamatan muara Rupit "Ka'ang" Maaf saya tidak bisa banyak berbicara, karena ini sudah menjadi peraturan mau tidak mau kita ikuti, semoga dengan keberatan-keberatan dari masyarakat, nanti nya ada solusi terbaik dari pemerintah daerah Muratara,"tutupnya.(Hamkam)
Share:

Senin, 25 Maret 2019

HUT Satpol PP ke-69 Diisi Dengan Berbagai Kegiatan Sosial




MURATARA MSM.COM - Dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Satpol PP ke-69 dan Satlinmas ke-57 serta Damkar ke-100, Pemerintah Kabupaten Muratara melalui Satpol PP menggelar berbagai kegiatan sosial. Diantaranya Sunatan massal yang digelar hari ini, Senin (25/3).

Adapun tema yang diusung pada HUT tahun ini adalah "Peningkatan Trantibumlinmas melalui Optimalisasi Peran Damkar Satpol PP dan Satlinmas Guna Mensukseskan Pemilu Serentak Tahun 2019".



Kasat Pol PP Firdaus menjelaskan, berbagai kegiatan sosial akan diadakan pihaknya mulai dari rangkaian peringatan hingga acara puncak. Selain kegiatan sunatan massal ada juga kegiatan donor darah dan gotong royong.

"Untuk besok, kami mengadakan kegiatan gotong royong di tugu perbatasan antara Kabupaten Muratara dan Musi Rawas untuk bersih - bersih di wilayah sekitar. Khusus pada puncak acara, adakan dikukuhkan 500 Hansip desa" paparnya.



Sesuai dengan tema HUT kali ini, sambung Firdaus, ia berharap dapat turut mensukseskan Pemilu serentak pada April mendatang. Selain itu, dengan mengadakan berbagai kegiatan sosial dapat bermanfaat.

"Kedepan kami akan melakukan hal - hal yang berkaitan dengan kepentingan umum lainnya. Terpenting kami akan melakukan bagaimana Muratara ini dapat terkenal hingga ke luar" ucapnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu saat ditemui usai mengantarkan putranya ikut dalam kegiatan sunatan massal mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan adanya sunatan masal.

"Dengan sunatan massal ini kami merasa sangat terbantu di tengah kondisi ekonomi seperti ini" ungkapnya haru. (MJ).
Share:

Diduga, Perekrutan Anggota KPPS Desa Pangkalan Tak Mengacu Pada Peraturan


Candra (Kiri)


MURATARA MSM.COM - Perekrutan dan penyeleksian anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Pangkalan Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara diduga tidak mengacu pada peraturan yang ada.

Hal itu diungkapkan salah satu warga desa setempat, Candra kepada wartawan Senin (25/3). Menurutnya, perekrutan anggota KPPS di Desa Pangkalan selain diduga tidak mematuhi aturan yang ada, juga terkesan hanya golongan tertentu yang dipilih menjadi anggota KPPS.

"Kami warga Desa Pangkalan sangat menyayangkan dengan sistem penerimaan calon anggota KPPS di desa kami yang terkesan semaunya. Kan jelas berdasarkan peraturan yang diprioritaskan menjadi anggota KPPS itu minimal berpendidikan SMA sederajat" ungkap Candra.

Nyatanya, lanjut Candra, yang diterima dan lolos menjadi anggota KPPS kebanyakan lulusan SD dan SMP. Padahal yang dibutuhkan 42 orang, sedangkan yang melamar sebanyak 63 orang, dan kebanyakan yang melamar berijazah SMA sederajat. Tapi yang mempunyai tamatan SMA banyak yang tidak lulus.

"Yang kami pertanyakan, kenapa lulusan SMA sederajat tidak olos. Sebaliknya kebanyakan yang diluluskan orang yang berijazah SD dan SMP. Kami sangat mengharapkan pemerintah dan pihak terkait menindaklanjuti  hal ini. Agar kedepan tidak terulang lagi, bila perlu diberikan sanksi untuk memberi efek jera" harapnya. (MJ)
Share:

Minggu, 24 Maret 2019

Lubuklinggau Siap Sambut Kedatanngan Presiden Jokowi




MURATARA MSM. COM-Akhir Maret ini Joko Widodo rencananya akan datang di Kota Lubuklinggau dalam rangka menghadiri acara Harmoni Kebangsaan.

Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe mengatakan kegiatan itu rencananya akan dilaksanakan 28 - 31 Maret mendatang yang akan di pusatkan di beberapa tempat dalam wilayah Lubuklinggau.

Acara harmoni kebangsaan ini merupakan acara dari Kementrian Sosial dan Kota Lubuklinggau di tunjuk sebagai tuan rumah.

Ia juga mengukapkan, harmoni kebangsaan ini akan diisi juga Harmoni Muda Mudi , Keserasian Sosial, kemah kebangsaan, pegelaran seni budaya, dan dialog dengan presiden.

"Oleh karena itu sebagai tuan rumah kita harus siap. Kita harus menyambut baik kedatangan presiden Joko Widodo orang nomor satu di Republik Indonesia ini " ujar Nanan.

Kegiatan harmoni kebangsaan ini merupakan kegiatan tahunan. Tahun lalu diadaka di kabupaten Luwu Sulawesib Selatan. Dalam acara ini kita juga akan menerima penyerahan petaka yang diberikan oleh Kabupaten Luwu kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau.

Peserta yang akan hadir dalam acara ini perwakilan dari 17  kabupaten dan kota di sumsel terutama perwakilan Dinas Sosial, Tagana dan PKH masing masing daerah.

Di acara ini nanti walikota Lubuklinggau, Bupati Musi Rawas, bupati OKI, Bupati Banyuasin, bupati OKU Selatan dan walikota Pagaralam akan mendapat penghargaan sertifikat pembina wilayah pelopor perdamaian.

Kemudian kelurahan Kayu Ara , Taba Lestari , dan petanang ilir akan mendapat bantuan rehab masjid , lapangan bola volly , dan lapangan futsal.(***)
Share:

Sabtu, 23 Maret 2019

Bupati Hadiri Pengajian dan Istiqhosah di Masjid Assyuhada Lawang Agung




MUARA RUPIT MSM.COM - Pemerintah Kabupaten Muratara melalui Kesra Setda Muratara menggelar pengajian dan istiqhosah di Masjid Assyuhada Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit, Jumat (22/3).

Selain Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, hadir pula Kabag Kesra H Nawawi, Kasat Pol PP, Kepala Disnakertrans Abdul Rahman, Camat Rupit Asmaun, tokoh agama, tokoh masyarakat dan jemaah pengajian.

Pengajian dan Istiqhosah yang mengusung tema "Kita tingkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT menuju kehidupan yang damai dan berkah" berjalan khidmat.

Dalam sambutannya Bupati mengharapkan, kegiatan istiqhosah dan pengajian yang digelar oleh Pemkab diharapkan dapat semakin menghidupkan majelis - majelis taklim dan pengajian yang ada di Bumi Beselang Serundingan.

"Dengan pengajian ini hidup menjadi berkah dan juga menghidupkan masjid - masjid agar masyarakat selalu dalam lindungan Allah SWT" ucap Bupati. (MJ).
Share:

Teken MoU, 3 Prodi Unmura Akan Dibuka di Muratara



MURATARA MSM.COM- Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melakukan penandantanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Rektor Universitas Musi Rawas (Unmura) Prof Ir H Fahrurrozie Sjarkowi. Jumat (22/3).

Penandatanganan MoU menandai terjalinnya kerjasama antara Pemkab Muratara dengan Unmura di bidang pendidikan. Dengan adanya kerjasama ini, nantinya Unmura akan membuka kampus di Bumi Beselang Serundingan.

Acara yang berlangsung di ruang rapat Lantai 2 Setda Muratara, dihadiri Pj Sekda Muratara H Zainal Arifin, Asisten III Sudartoni, Ketua Dewan Pendidikan H Abdullah Makcik, dan seluruh kepala OPD Kabupaten Muratara.

HM Syarif Hidayat dalam sambutannya menyampaikan, Kabupaten Muratara merupakan kabupaten yang kaya. Dimana hampir semua sumber daya alam ada di Kabupaten Muratara seperti emas, batu bara, migas dan lainnya. Tapi sayangnya, untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah, tidak sedikit yang harus ke luar kota bahkan hingga keluar provinsi karena belum adanya universitas di Bumi Beselang Serundingan.

"Saat saya bertandang ke Sarolangun Jambi. Wakil Bupati Sarolangun menyampaikan ucapan terima kasih kepada saya karena di Sarolangun banyak sekali mahasiswa dari Muratara., rasanya bagaimana mendengar hal seperti itu. Dari itulah kita tekadkan harus ada universitas di Muratara" kata Bupati.

Bupati mengungkapkan, sudah sejak lama keinginan dan wacana yang menjalin kerjasama dengan Unmura. Bahkan sudah beberapa kali berbincang - bincang dengan rektor Unmur untuk menempatkan Unmura di Muratara. Namun, wacana tersebut sempat beberapa kali terkendala.

"Dan beruntung wacana tersebut kali ini tercapai, diharapkan dengan keberadaan Unmura di muratara mampu meningkatkan IPM Muratara sehingga kedepannya sumberdaya alam muratara mampu dikelola dengan baik oleh masyarakat Muratara sendiri " tambah bupati

Sementara itu, rektor Unmura Prof Ir Hj Fahrurrozie Sjarkowie memberikan apresiasi dan mengungkapkan rasa bangganya dengan terjalinnya kerjasama dengan Pemkab Muratara. Artinya, Unmura kedepan dapat mengembangkan sayapnya tidak hanya di Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau saja.

"Bak payung bersambut, kami ingin mengembangkan kampus Unmura dan Muratara mengingin adanya universitas. Atas dasar itu maka dilakukan penandatanganan MoU untuk menempatkan Universitas Unmura di Kabupaten Muratara" ungkapnya.

Ia memaparkan, akan ada tiga prodi yang akan di buka, yaitu agrobisnis, peternakan dan administrasi publik. Sementara untuk kampusnya sendiri akan menggunakan lokal di sekolah Bina Satria Rupit.

"Untuk mahasiswa dari Kabupaten Muratara yang tahun ini mendaftar ke Unmura lokal Musi Rawas, akan kita alihkan ke lokal yang ada di Muratara" ujarnya. (MJ)
Share:

Penilaian Lomba BBGRM dan HKG-PKK ke-47 Desa Batu Gajah Wakili Kabupaten Muratara ke Tingkat Provinsi




MURATARA MSM. COM- Bupati Muratara HM Syarif Hidayat, membuka acara penilaian lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XVI dan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga HKG-PKK ke 47 tingkat Provinsi Sumatera Selatan, di Desa Batu Gajah Baru, Kamis (21/3).

Kepala Dinas PMD-P3A Hj Gusti Rohmani sekaligus pelaksana acara dalam laporannya menyampaikan tujuan dari diselenggarakannya acara, adalah untuk membangkitkan kesatuan masyarakat dalam menegakkan kembali budaya gotong royong,



"Gotong royong merupakan budaya kita sejak dahulu. Namun budaya tersebut sudah pudar dengan adaanya kemajuan tehnologi. Sekarang kita ingin membangkitkan kembali budaya gotong royong di kabupaten Muratara melalui program jum'at bersih" jelasnya.

Dilanjutkannya, selain menggalakan program Jumat Bersih, pihaknya juga akan memberikan penghargaan kepada desa yang rutin membudayakan gotong royong. Hal itu seperti yang telah diberikan kepada Desa Batu Gajah yang tahun ini mewakili Kabupaten Muratara ke tingkat provinsi.



"Pada tahun ini Kabupaten kita diwakili oleh Desa Batu Gajah Baru. Pemilihan menjadi wakil Kabupaten Muratara berdasarkan banyak penilaian. Diantaranya rutin melaksanakan gotong royong dan Jumat Bersih" jelasnya.

Selain itu, Desa Batu Gajah juga sudah melaksanakan hal lainnya berkaitan dengan gotong royong antara lain pembangunan pagar masjid Nurul Hidayah melalui swadaya masyarakat, jalan menuju ke pemakaman, tanah parkir mushollah Baitul Rahman.

Pembangunan jalan menuju ke sungai, tanah lokasi pembangunan SMPN Maur lokal jauh, tangga ke sungai, tanah pemakamanan yang kesemuanya melalui swadaya masyarakat Desa Batu Gajah.



Bupati Muratara HM Syarif Hidayat dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada Desa Batu Gajah yang terpilih mewakili Kabupaten Muratara ke tingkat provinsi, seraya berharap Desa Batu Gajah dapat mengharumkan nama Kabupaten Muratara dengan mendapatkan juara ditingkat provinsi.

Orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini menilai, kemajuan pesat yang diraih Desa Batu Gajah Baru, tak lepas dari peran penting pemerintah desa dan masyarakat yang kompak dan bersatu.

"Desa Batu Gajah ini sangat bagus. Dijalannya terpasang Asmaul Husna dan pada malam hari lampu jalannya menyala. Itu semua saya amati sendiri saat melintas di desa ini pada malam hari" puji Bupati.

Ketua tim penilai provinsi Fuad Zakasi mengungkapkan kekagumannya pada Desa Batu Gajah Baru, terutama dengan terpasangnya Asmaul Husna disepanjang jalan.

"Kalau di perkotaan sudah ada. Namun, di pedesaan baru desa ini yang memiliki plang asmaul husna di sepanjang jalan desanya. Kami harapkan ini dapat menambah nilai plus dalam penilaian" ucapnya.

Diungkapkannya, ada empat aspek yang akan dicapai dengan membudayakan gotong royong, yaitu aspek kemasyarakatan, bidang ekonomi, sosial budaya dan agama, serta lingkungan.

Selain Bupati Muratara, hadir pula Ketua DPRD Efriansyah, Ketua TP PKK Lia Mustika Syarif beserta anggota, Kepala Dinas PMD-P3A Hj Gusti Rohmani, para Kepala OPD Kabupaten Muratara dan staf, Kepala Kemenag H Iksan Baijuri, Camat dan Kades se Kabupaten Muratara, serta Tim Penilai Provinsi Sumsel yang diketuai Fuad Zarkasi. (MJ).
Share:

Selasa, 19 Maret 2019

Tingkatkan SDM, Disnakertrans Kirim Pemuda Muratara ke BLK di Berbagai Daerah



MURATARA MSM.COM - Guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, Pememerintah Kabupaten Muratara melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmingrasi (Disnakertrans) mengadakan berbagai pelatihan.

Kepala Disnakertrans Abdul Rahman, diruang kerjanya Selasa (19/3) menjelaskan, untuk pelatihan - pelatihan itu pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) diberbagai daerah. Seperti di pulau Jawa yang bekerjasama dengan BLK Bandung, Semarang, Bekasi dan Serang.

Ia merinci, kerjasama yang dilakukan dengan BLK Serang dengan mengirim pemuda Muratara untuk dilatih dibidang las dan listrik. Di BLK Bekasi di bidang elektronika dan Komputer. Sedangkan di Bandung pada bidang otomotif dan manufaktur. Sementara di Semarang, dilatih untuk bidang jahit menjahit, administrasi perkantoran dan administrasi keuangan.



"Di BLK Palembang kita bekerjasama dibidang sepeda motor yang kemungkinan tahun ini akan kami kirim 16 orang. Sedangkan ke BLK Medan pada bulan April ini." terang Abdul Rahman.

Dikatakannya, pengiriman pemuda Muratara ke BLK di berbagai daerah untuk mengikuti pelatihan pada BLK - BLK tersebut bertujuan untuk menambah keterampilan pada bidangnya masing - masing.



Dengan harapan yang bersangkutan bisa berwirausaha secara mandiri sesuai dengan keahlian yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan. Sehingga dapat menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran.

Hal itu sesuai dengan instruksi Bupati Muratara HM Syarif Hidayat dalam upaya mengurangi angka kemiskinan salah satunya dengan menyiapkan pemuda - pemuda yang memiliki keahlian khusus sesuai dengan bakat dan minatnya masing - masing.

"Ini merupakan program Bupati. Alhamdulillah kita telah mendapatkan BLK yang dapat diajak kerjasama" ujar Abdul Rahman. (MJ)
Share:

Majelis Taklim Lubuk Kemang Gelar Pengajian dan Zikir Akbar




LUBUK KEMANG MSM.COM - Guna mempererat tali silaturahmi sesama ibu - ibu pengajian antar desa. Majelis Taklim Desa Lubuk Kemang Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara menggelar pengajian dan zikir akbar, Senin (18/3).

Pengajian yang dipusatkan di masjid Taqwa Desa Lubuk Kemang, dihadiri Camat Rawas Ulu Ir Asim diwakili Kasi Kesos Sobri SPd.I dan  Kepala Desa Lubuk Kemang M Sopli.

Acara yang diisi tausiah oleh Ustad Zamzamil dari Kota Lubuklinggau itu, juga dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ibu - ibu pengajian se Kecamatan Rawas Ulu.

Camat Rawas Ulu melalui Kasi Kesos mengatakan, kegiatan rutin pengajian ibu - ibu majelis taklim merupakan suatu kegiatan yang bernilai positif.

"Kami dari pemerintah Kecamatan sangat mendukung dan menyambut baik pengajian dan zikir akbar ini. Karena disamping mempererat tali silaturahmi juga menjalin ukwudah islamiyah" ungkap Sobri.

Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Kemang M Sopli mengungkapkan kegiatan pengajian yang diselenggarakan oleh ibu - ibu majelis taklim desa Lubuk Kemang merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap bulannya.

"Kegiatan pengajian ini rutin dilakukan pada setiap bulan dari desa ke desa dalam kecamatan Rawas Ulu dengan tujuan mempererat tali silaturahmi dan menjalin ukwumah islamiyah antar sesama ibu - ibu majelis taklim" tutupnya. (MJ)
Share:

Kamis, 14 Maret 2019

Bertepatan Dengan UN, STQH ke-25 Alami Perubahan Jadwal



MURATARA MSM.COM - Pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadist (STQH) tingkat provinsi ke-25 tahun 2019 mengalami perubahaan. Dimana sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 21 - 27 April diubah pelaksanannya pada 24-30 April 2019.

Hal itu berdasarkan hasil rapat persiapan STQH bersama 17 kabupaten/kota se Provinsi Sumatera Selatan di ruang Bina Praja Biro Kesra Pemprov Sumsel, Rabu (13/3) sekaligus pemaparan kesiapan Kabupaten Muratara sebagai tuan rumah STQH ke-25 tahun 2019.

Demikian diungkapkan Bupati Muratara HM Syarif Hidayat melalui Kabag Kesra H Nawawi. Lebih lanjut dikatakannya, perubahan jadwal pelaksanaan STQH disebabkan berkenaan dengan pelaksanaan Ujian Nasional.

"Yang terpenting hasil keputusan ada perubahan jadwal. Tadinya kita jadwalkan kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 - 27 Arpril 2019. Namun, ternyata pada tanggal itu bertepatan hari Ujian Nasional mengingat banyak juga peserta anak sekolah SD dan SMP yang akan mengikuti UN,"jelas nya

"Sementara kita akan mundur tidak bisa jauh karena pada bulan Juni/Juli 2019 berkenaan dengan MTQ tingkat Nasional di Pontianak,dan kita pada tanggal 1 Mei 2019 sudah persiapan untuk mengikuti MTQ tingkat Nasional. Jadi berdasarkan keputusan rapat maka jadwal ditetapkan pada tanggal 24-30 April 2019,"papar Nawawi

Ia berharap, seluruh elemen masyarakat di Bumi Beselang Serundingan turut mensukseskan perhelatan akbar tersebut. "Harapan kita tentu berharap perhelatan ini sukses. Jadi minta bantuan dan dukungan dari berbagai pihak,"ungkapnya

Rapat persiapan STQH ke-25 yang dipimpin langsung oleh Asisten I Pemprov Sumsel DR A Najib dihadiri perwakilan dari 17 kabupaten/kota. Dari Kabupaten Muratara sendiri hadir Bupati Musi Rawas Utara H.Syarif Hidayat, dan Sekda Muratara H. Zainal Arifin.

Hadir pula Kabag Kesra H Nawawi, Kepala Kemenag H Iksan Baijuri, Ketua LPTQ Kabupaten Muratara Habib Lubis serta Ketua dan Sekretaris LPTQ Porovinsi Nawawi Dencik dan Drs H Sulaiman. (MJ)

Share:

79 Siswa Kelas IX MTs Negeri 1 Muratara Ikuti Gladi Bersih UNBK




MURATARA MSM. COM-Jelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP/MTs sederajat pada 11 April mendatang, MTs Negeri 1 Muratara menggelar gladi bersih UNBK, Selasa (12/3).

Gladi bersih dimaksudkan untuk melihat sejauh mana kesiapan sarana prasarana menjelang pelaksanaan UNBK, sekaligus sebagai bahan evaluasi jika masih ada kekurangan.

Kepala MTs Negeri 1 Muratara Tri Widayati menjelaskan, gladi bersih UNBK yang dilaksanakan sendiri digedung MTsN 1 Muratara diikuti sebanyak 79 siswa kelas IX. Pelaksanaan gladi bersih itu sendiri berlangsung dengan lancar.

Dari segi sarana, sambungnya, para peserta menggunakan laptop dengan dukungan handphone yang sudah support 4G. Sementara sebagai antisipasi jika listrik padam, pihaknya sudah menyiapkan mesin genset.

"Kami optimis pada pelaksanaan UNBK nanti semuanya dapat berjalan dengan sukses. Karena berbagai persiapan sudah kami lakukan dengan maksimal. Dengan harapan siswa kami mendapatkan nilai yang memuaskan" harapnya. (ZIL)
Share:

M. Ibrahim Angkat Bicara Soal Mobil Angkutan Batubara




MURATARA,MSM.COM - Berkaitan akan kisrunya kerusakan Jalan Poros menuju ke Kecamatan Nibung, yang menjadi persoalan hingga keluarnya surat rekomendasi dari anggota dewan kepada Bupati terkait rusaknya jalan poros nibung.

Sampai terjadinya penahanan 24 mobil kendaraan angkutan batubara masyarakat oleh pemerintah kecamatan selama lebih kurang 2 hari, kemarin.

Tak hanya itu, peroses tersebut hingga terjadinya rapat dikantor camat hingga keluarnya surat berita acara rapat, hingga keluarnya kesepakatan pelarangan mobil pengangkut batubara untuk beroperasi melakukan pengangkutan.

Berkaitan hal itu, membuat tokoh Pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Muhammad Ibrahim yang akrap dikenal dengan Mat. Ibrahim angkat bicara, Rabu (13/03).

Diceritakanya, apa yang menjadi persoalan dituduhkan kepihak Perusahaan Tryariani mengenai kerusakan jalan poros nibung oleh Kendaraan angkutan batubara menurutnya Pt. Tryariani terdampak sebagai kambing hitam.

"Yang harus diketahui sebenarnya, posisi Pt. Tryariani adalah penambang. Sementara mobil yang mengangkut batubara adalah milik masyarakat sebagai pengakut," Jelas Mat. Ibrahim.

DIjanjutkanya, mobil-mobil masyarakat pengangkut batura mulai dari mulut tambang sampai ketempat penampungan di simpang Nibung di wilayah Jambi, kembali diangkut oleh mobil akutan besar ke wilayah Sumatra Barat.

"Nah inilah yang menjadi permasalahan hingga keluarnya surat Rekomundasi DPRD untuk disampaikan ke Bupati Muratara guna diteruskan pada Gubernur Sumsel. Bahwa jalan tersebut rusak dikatakan oleh mobil pengangkut batubara Tryariani," jelas Mat. Ibrahim.

Ditegaskanya, dengan kondisi jalan saat ini yang baru di lalui oleh Mobil Pengangkut batubara selama 3 Minggu dengan kapasitas muatan hanya 7 sampai 8 ton per Truk.

"Sedangkan kondisi jalan sudah lama rusak sebelum dilalui oleh kendaraan masyarakat pengangkut batubara. Jadi hal ini dibuat seolah-olah kami yang disalahkan," tegas ia.

Ditambahkanya, yang harus juga diketahui walaupun baru 3 pekan menggunakan jalan tersebut pihaknya bersama tryariani demi kepentingan pengangkutan dan juga masyarakat jalan telah diperbaiki sejak 1 pekan lalu dengan acara penggusuran dan pengerasan.

"Hal ini tidak ada masyarakat membantah bahkan merasa terbantu dengan adanya perbaikan," ujarnya.

Bahkan Mat. Ibrahim mengatakan, bahwa jalan poros tersebut tidak hanya dilalui oleh mobil angkutan batubara saja. Akan tetapi justru ada mobil angkutan yang kapasitan muatanya hingga mencapai puluhan ton. "Seperti mobil buah kelapa sawit yang menggunakan puso sampai 30 ton. Bahkan mobil CPO atau pengangkut minyak mentah kelapa sawit hingga 25 ton yang selama ini sudah melintas namun tidak menjadi persoalan," tegasnya.

Terkait hal itu, dirinya berharap agar kendaraan angkutan batubara oleh masyarakat masih dapat mengangkut. Karena tidak benar bahwa pihaknya seolah-olah yang merusak jalan. "Dan kami juga akan terus memperbaiki jalan tersebut dengan menyediakan alat berat," paparnya. (Hamkam)
Share:

Selasa, 12 Maret 2019

Siring di RT 03/10 Pasar Surulangun Ambruk, Kontraktor Diam Saja





MURATARA MSM. COM- Pembangunan siring di RT.03 dan RT.10 Kelurahan Pasar Surulangun Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara diduga dibangun asal - asalan.

Pasalnya, siring yang baru selesai dibangun menggunakan anggaran pemerintah tersebut, sudah ambruk.

Lurah Pasar Surulangun Arodie kepada wartawan Media Sinar Muratara membenarkan ambruknya siring di kedua RT tersebut. Namun, ia menyesalkan pihak kontraktor yang terkesan diam saja dan seolah - olah tutup mata atas ambruknya siring yang baru dibangun itu.

"Kita berharap kerusakan itu segera diperbaiki. Kalau tidak akan sia - sia anggaran yang telah dikucurkan pemerintah untuk pembangunan siring itu" harap Arodie. (ZIL)
Share:

Senin, 11 Maret 2019

Desa Setia Marga Manfaatkan Lahan Tidur




MURATARA,MSM.COM-Kepala Desa (Kades) Setia Marga,Kecamatan Karang Dapo  membuka lahan perkebunan buah naga yang di kerjakan oleh warga setempat menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD), tahun anggaran 2019. Baru-baru ini.

Kades Setia Marga, Bambang  mengatakan, dalam membangun pengelolaan lahan tidur, yang semula tidak ada manfaat nya, hingga menjadi tempat yang menarik dan bermamfaat.

Maka nya kami berinisiatif untuk membangun  kebun buah naga, mudah-mudahan kedepannya nya bisa sukses,  untuk menjadikan satu-satu nya Icont wisata kebun buah naga pertama di Muratara.

Lanjut kades, untuk sementara ini, kami mengerjakan, atau mengelola lahan dengan alat bantuan dari dinas perkebunan, berbentuk traktor pembajak sawah.
Yang di berikan melalui kelompok tani, di Desa setia marga.bentuk pengerjaan nya, bentuk pengerjaan nya yaitu ,melalui swadaya masyarakat.

Harapan saya kedepannya, semoga dengan dibentuknya perkebunan buah naga ini, bisa menarik peminat pembeli konsumsi buah naga. (Hamkam)
Share:

Minggu, 10 Maret 2019

Sekda Lepas 17 Peserta Kajian Sistem Administrasi Kearsipan



MURATARA MSM. COM- Pemerintah Kabupaten Muratara melalui Sekretaris Daerah (Sekda) H Zainal Aripin didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Hj Herawati melepas 17 peserta Kajian Sistem Administrasi Kearsipan, Jum'at (8/3).

Pelepasan 17 peserta yang akan melakukan Kajian Administrasi Sistem Kearsipan ke Palembang, Bandung, Bali dan Jakarta berlangsung di ruang rapat Bina Praja Setda Muratatara.



Sekda Muratara H Zainal Aripin meminta kepada peserta yang mengikuti study kelayakan dapat belajar dengan baik tentang ilmu kearsipan. Sehingga sepulangnya nanti, dapat sesuatu yang positif dan diimplementasikan di Kabupaten Muratara.

"Kami mendoakan kepada peserta semoga selamat sampai ke tempat tujuan dan begitu juga sekembalinya nanti" ucap Sekda.



Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Hj Herawati menjelaskan, kegiatan ke 17 peserta berjenjang pertama ke Palembang, kemudian berangkat ke Bandung dan Bali. Selanjutnya berangkat lagi ke Jakarta, dengan tujuan untuk meningkatkan sumber daya di bidang kearsipan.

Selain itu juga untuk penyelematan kearsipan sekaligus menata kearsipan di masing - masing instansi. Sebab, di setiap instansinya Kearsipan sangat penting. Namun belum tertata dengan baik.

Padahal arsip merupakan alat bukti yang apabila di suatu instansi tidak ada kearsipan maka bisa dikatakan menghilangkan barang bukti. Hukuman penghilangan barang bukti dapat dihukum selama 10 tahun penjara.

"Maka sepulang mereka nantinya. Kami akan memonitor tentang ke Arsipan ke setiap instansi bersama dengan Inspektorat. Maka dari itu, kami berharap sepulangnya mereka dari sana nanti dapat meneta kearsipan yang ada" papar Hj Herawati. (MJ).
Share:

Sabtu, 09 Maret 2019

Jembatan Ke Dusun 1 Lubuk Kemang Rusak, Warga Harapkan Perbaikan





MURATARA MSM. COM-Jembatan gantung menuju ke Dusun I Desa Lubuk Kemang  Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara dalam kondisi memprihatinkan. Dimana, jembatan yang merupakan akses utama warga untuk keluar masuk desa mengalami rusak parah.

Kerusakan pada jembatan yang membentang diatas sungai Rawas semakin parah. Selain lantai jembatan yang sudah mulai rapuh, kerangka jembatan juga sudah banyak yang patah.

"Lantai jembatan sudah banyak yang bolong. Ini karena lantai sudah rapuh. Belum lagi kerangka juga sudah rapuh dan ada juga yang patah" tutur Musri warga Dusun 2 Desa setempat.

Musri menuturkan, jika melihatkondisi jembatanseperi itu, bisa dibilang jembatan gantung tersebut sudah tak layak lagi untuk dilalui. Sebab, dikhawatirkan akan membahayakan pengguna saat melintas dijembatan.

"Sebenarnya kami takut lewat jembatan, tapi mau gimana lagi. Hanya itu satu satunya akses kami. Mau melewati sungai dengan perahu kami tidak punya"sambungnya

Dirinya berharap, pihak pemerintah dapat mempehatikan keluhan ia dan warga lainnya. Dan dapat memperbaiki jembatan yang kondisinya semakin hari semakim mengkhawatirkan.

Terpisah, Kepala Desa Lubuk Kemang M Sopli melalui sekdes Purnama membenatkan jika jembatan gantung dalam kondisi rusak. Untuk itu ia meminta masyarakat pengguna jembatan untuk ekstra hati hati melalui jembatan itu.

"Kita menghimbau kepada masyarakat untuk hati hati saat melewati jembatan menuju dusun I, terutama pada malam hari. Apalagi saat hujan turun kondisi lantai jembatan menjadi licin"harap pria yang akrab disapa Pur.(ZIL)
Share:

Kamis, 07 Maret 2019

Tim Penggerak PKK Kabupaten Menyapa #Targetkan kunjungi seluruh desa dan kelurahan diwilayah Kabupaten Muratara



MURATARA MSM. COM- Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Lia Mustika Syarif bersama anggotanya terus kunjungi desa-desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Muratara.


Kunjungan yang telah dimulai ini selain untuk bersilaturahmi dengan menyapa langsung masyarakat khususnya para ibu-ibu TP PKK Kecamatan dan TP PKK desa, serta melakukan sosialisasi akan penyakit stunting atau anak tumbuh kembang anak yang tinggi dan berat badannya tidak sesuai dengan usianya.


Kali ini, Ketua TP. PKK Kabupaten Muratara, bersama anggota, Menyapa langsung masyarakat dan TP PKK Desa Tanjung Raja Kecamatan Rawas Ilir dan Desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo, sekaligus melakukan penilaian lomba sepuluh program pokok PKK, yang berkaitan dengan tugas dan fungsi (Tupoksi) Kelompok Kerja (Pokja) yang ada di PKK di tingkat desa, Rabu (6/3).



"Alhamdulillah dan terima kasih telah diterima dengan hangat oleh masyarakat baik di Desa Tanjung Raja dan juga Desa Biaro Baru. Kami juga bersyukur ibu-ibu yang hadir antusias mengikuti kegiaan TP PKK Desa, sebab yang ikut mereka pya keinginan, punya waktu dan semangat dalam membina keluarga dan masyarakat agar sejahtera," Tutur Lia Mustika Syarif.


Dalam arahannya, Ketua TP PKK, mengajak para ibu-ibu TP. PKK untuk menjalankan Tupoksi yang ada disetiap Pokja khususnya program yang dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tahun ini, dimana fokus pada penurunan penderita stunting atau penyakit anak yang tumbuh kembangnya tidak sesuai umurnya, misal kerdil atau lumpuh layu.


Untuk itulah, Lia Mustika Syarif mengingatkan agar para Kades dan Ibu Kades selaku Ketua TP PKK  jangan pasif, terus pantau masyarakatnya, jangan sampai ada kasus stunting atau penyakit lain, tapi tidak ditangani lantaran tidak tahu. "Posyandu harus aktif, dan pemberian makanan tambahan baik minum susu maupun makanan tambahan," Pesan dia.



Ditambahkannya, setiap desa juga hendaknya memiliki produk unggulan baik itu makanan maupun karya seni atau kerajinan apalagi kedepan akan ada lomba desa ekspo.


"Terdekat akan ada lomba desa ekspo silahkan tampilkan apa yang jadi hasil produk unggulan baik makanan dan kerajinan, kedepan akan dikembangkan sehingga lebih memiliki nilai jual," himbau dia yang akan terus  turun kedesa-desa dalam melakukan pembinaan sebagaimana target TP. PKK  turun ke seluruh desa


Istri orang nomor satu di Bumi beselang serundingan kembali mengingatkan juga, agar Kades memperhatikan masyarakatnya jangan sampai ada yang masih belum ada KTP dan KK, karena untuk berobat wajib memiliki KTP atau KK.


Sebelumnya, Kades Tanjung Raja, Madian tiga tahun lalu masuk dalam kategori desa tertinggal. Namun sekarang sudah keluar dari label tersebut.


Mudah-mudahan dengan kunjungan Ketua TP. PKK Kabupaten Muratara dapat memberikan motivasi agar desa Tanjung Raja menjadi bangkit.


"Sebagaimana harapan kami desa Tanjung Raja dapat disejajarkan dengan desa-desa lain.  Menjadi desa mandiri," Kata dia.


Camat Rawas Ilir, Heri Martoni mengapersiasi atas kunjugan TP PKK Kabupaten Muratara, Desa ini masih pinggir, Tapi masih ada desa di dalam lagi Batu Kucing, Ketapat Bening,Pauh.


Heri Martoni menjelaskan,
12 Desa dan 1 Kelurahan dan barusan terkena banjir, Namun demikian Heri Mengharapkan Ketua TP PKK mau singgah di kelurahan Bingin Teluk yang barus habis terkena banjir.


"Kami, tetap berharap agar kunjugan di Kecamatan Rawas Ilir dapat berlanjut ke desa-desa lain di kecamatan ini,"pinta dia.


Sementara itu, Camat Karang Dapo, Hermanto memgucapkan terima  atas kunjungan dan arahan Ketua TP. PKK yang turun langsung melakukan penilaian dan pembinaan.


Pada kesempatan itu juga, usai mengunjungi Desa Tanjunga Raja, Ketua TP PKK Kabupaten Muratara, Lia Mustika Syarif bersama rombongan sempatkan diri untuk meninjau Kantor Lurah Bingin Teluk Kecamatan Rawas Ilir yang usai terkena banjir. (MJ)
Share:

Camat Usulkan 10 Jembatan Permanen

Ilustrasi



MURATARA,MSM.COM - Mengatasi keluhan masyarakat DI Kecamatan Ulu Rawas,  Pihak Pemerintah Kecamatan mengusulkan 10 jembatan permanen.

Hal itu, seperti yang disampaikan oleh Camat Ulu Rawas Muhktaredi saat dimintai tanggapan mengenai jembatan ulu rawas yang telah menjadi keluhan masyarakat.

Menurut ia, bahwa jembatan yang tidak layak dilalui oleh kendaraan ada 10 titik jembatan. "Dimana kondisinya sangat memperhatinkan ," jelasnya. Baru-baru ini.

Untuk itu, melalui Musrenbang telah kami usulkan ke Kabupaten. Dengan harapan mendapatkan perbaikan jembatan.

Terpisah, Kepala Bappeda Muratara, Erwin Syarif mengtakan, bahwa untuk pembangunan yang diusulkan oleh pemerintah Kecamatan dipenuhi sesuai kebutuhan. Baik bidang infrastruktur, pendidikan maupun kesehatan.

“Karena Bupati mengharapkan pembangunan secara merata sesuai kebutuhan masyarakat. Fan insya allah, Ulu Rawas kita bangun jembatan mengingat perlu sekali saat ini, kita harap pembangunan yang dilaksanakan ini kita jaga kita rawat sebaik mungkin,”pungkasnya. (Hamkam)
Share:

Mediasi PT. LONSUM Dengan Warga Bina Karya Tidak menemui Hasil




MURATARA,MSM.COM- Rapat mediasi yang dipasilitasi oleh pihak pemerintah Kecamatan karang dapo, kabupaten MURATARA Yang di hadiri oleh Kepala Desa Bina karya, dan masyarakat desa bina karya, tidak menemui hasil yang jelas. Selasa,(5/3).

Akibat keteledoran pihak kecamatan,  membuat pihak warga desa bina karya merasa kekecewa ,pasal nya, pihak PT.Lonsum, tidak bisa menghadirkan pimpinan atau direksi utama dari pihak perusahaan, sesuai dengan permintaan warga desa bina karya.
Untuk segera menyelesaikan terkait permasalahan yang sudah berpuluh tahun, sampai saat ini, belum menemui hasil yang siknipikat.

DUMIYATI selaku kepala Desa Bina Karya/Sp5, mengatakan, Kita akan terus berupaya mengenai tuntutan dari masyarakat, terkait dengan lahan plasma milik Desa Bina karya, yang suda di kuasai oleh PT.(LONSUM) Mulai dari pembukaan lahan pada tahun 1995, hingga 2019, kurang lebih selama (24) Tahun, Lahan yang belum di berikan kepada masyarakat sebanyak,(480 HA) atau di kaplingkan(240) satu kapling berisi(2.Ha).

Lanjut Kades, Tanggapan dari perusahaan, selama pemberkasan itu lengkap perusahaan siap menyelesaikan permasalahan tersebut, dengan cara kepala dingin.

Harapan saya sebagai Kades semoga cepat terselesaikan, permasalahan tersebut. agar masyarakat Yang mempunyai hak nya bisa menikmati dari hasil bumi yang di milikinya.

"Rapat akan di lanjutkan di kantor Kabupaten Muratara sekitar, tiga Minggu kedepan,"
Jelasnya.

Sementara itu, pihak Menejer dari PT.LOMSUM, Vanzil menjelaskan, maaf kami tidak bisa menjelaskan apa-apa untuk saat ini, terkait tuntutan masyarakat kepada perusahaan.

Kami hanya menghargai undangan dari kecamatan saja, berhubung Direksi kami tidak bisa menghadiri pertemuan tersebut, maka, beliau memutuskan kami untuk menghadiri acara tersebut.

"Yang bisa memutuskan permasalahan tersebut yaitu, selaku direksi PT.LONSUM langsung, itu berdasarkan permintaan dari masyarakat Desa bina karya,"pungkasnya.(Hamkam)
Share:

Selasa, 05 Maret 2019

Dinas Ketahanan Pangan Gelar Sosialisasi Lumbung Pangan



MURATARA MSM.COM - Pemerintah Kabupaten Muratara melalui Dinas Ketahangan Pangan menggelar sosialisasi lumbung pangan, Selasa (5/3). Hadir Kepala Dinas Ketahangan Pangan Ir Titin Martini dan Kabid Distribusi Otang Kusnadi.

Acara yang berlangsung di Kantor dinas Ketahanan Pangan diikuti Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Pengurus Lumbung Pangan dari 4 Kecamatan, yaitu Kecamatan Rawas Ulu, Karang Dapo, Karang  Jaya dan Kecamatan Nibung.



Kepala Dinas Ketahangan Kabupaten Muratara Ir Titin Martini mengungkapkan, saat ini lumbung pangan nyaris tidak tersentuh lagi. Padahal ditingkat masyarakat, lumbung pangan itu ada.

Hal itu bisa jadi, anggapan masyarakat tentang lumbung pangan yang biasa saja. Nyatanya, lumbung pangan sangat penting bagi ketahanan pangan. Sebab, lumbung pangan memiliki beragam fungsi.



"Lumbung pangan itu fungsinya pada saat ada bencana, kita sudah siap. Kemudian ketika panen, petani bisa menyimpan gabah didalam lumbung pangan itu" jelasnya.

Tidak hanya itu, lumbung pangan juga bisa untuk kegiatan sosial oleh pengurus lumbung pangan yang bersangkutan. Ia mencontoh, kelompok yang tidak mempunyai lumbung pangan, ketika panen dapat menitipkan hasil panen ke kelompok yang mempunyai gudang penyimpanan.

"Nah kalau ditingkat pemerintah lumbung pangan itu Bulog yang sudah bernilai ekonomis. Cadangan beras dikeluarkan ketika terjadi banjir dalam skala besar. Jika Kabupaten tidak memiliki cadangan, maka beras tersebut akan dikeluarkan" papar Titin.

Mengingat banyaknya fungsi dari lumbung pangan. Maka kedepan ia berharap ada keterlibatan dari produsen dan kegiatan teman usaha masyarakat. Hal itu untuk melihat sejauh mana ketersediaan, distribusi dan konsumsi.

"Nanti akan disimpulkan bagaimana menjadikan Muratara ini bangkit dibidang ketahanan pangan" ucap Titin Martini. (MJ).

Share:

Senin, 04 Maret 2019

Mukti Alfarizi Bayi 6 Bulan Penderita Hydrocepalus



MURATARA MSM. COM- Bayi laki-laki berusia 6 bulan, berdomisili Rompok Napal Maling, Dusun V, Desa Embacang Lama, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara(Muratara) mengharapkan uluran tangan pemerintah dan para dermawan.

Bayi munggil bernama lengkap Mukti Alfarizi ini menderita penyakit Hydrocephalus (Pembesaran kepala)

Keterbatasan ekonomi keluarga membuat putra bungsu dari pasangan Muhamad dan Siti Fatimah hanya dapat terbaring lemah di rumahnya.

Menurut keterangan Siti Fatimah , ibu kandung Mukti Alfarizi anaknya mengidap penyakit Hydrocephalus sejak dalam kandungan, Pada rongga otak (ventrikel) terdapat penumpukan cairan. Akibatnya, ventrikel di dalam otak terus membesar dan menekan struktur dan jaringan otak yang ada di sekitarnya.

“Jujur saja, kami sangat sedih melihat kondisi buah hati kami seperti ini, apalagi saat digendong ia selalu menangis” ungkapnya,

Lebih lanjut, menurut keterangan Siti Fatimah, Mukti Alfarizi lahir secara cesar di rumah sakit, pada agustus 2018 lalu. Dan, penyakit itu mulai tampak pada anaknya semenjak dalam kandungan. Saat ini orang tua Mukti Alfarizi, sangat membutuhkan uluran tangan dari semua pihak.

Dari penghasilan sang ayah, Muhammad sebagai pencari kayu dihutan, yang penghasilannya baru akan diterima selama tujuh sampai delapan bulan sekali, Dengan penghasilan yang tidak seberapa, hanya habis untuk biaya hidup sehari-hari, serta membeli obat seadanya.

“Perna ada saran dari dokter, bila Mukti Alfarizi dapat sembuh, namun harus dilakukan operasi, Untuk membiayainya kami tidak mampu dan hanya berharap bantuan para dermawan dan semua pihak,” harap Siti Fatimah, seraya mengusapkan tisu ke bagian matanya.

Selain itu, ia juga sangat berharap Pemerintah Kabupaten Muratara, dapat memberikan bantuan pengobatan terhadap anaknya, yang saat ini hanya bisa terbaring di atas tempat tidur dengan kondisi kepala semakin hari semakin membesar.

“Mudah-mudahan Pemerintah daerah bisa memberikan bantuan pengobatan pada anak saya ini. Kalau saat ini kami hanya bisa berdo’a dan pasrah saja mas dengan keadaan Mukti Alfarizi saat ini. Semoga pemerintah, membuka pintu hatinya membantu keluarga kami,” tutup Siti Fatima.(***)
Share:

Jumat, 01 Maret 2019

Bupati Terkesan Tutup Mata Masalah 430 Plasma



Ilustrasi



MURATARA,MSM.COM- Pasalnya, sudah beberapa kali pemerintah Pemkab  Muratara  mengadakan Mediasi, yang di pimpin langsung oleh Kabag Tapem Muratara untuk menyelesaikan permasalahan plasma milik warga Desa karang Dapo satu (1)  sampai saat ini belum menemui titik terang. Baru-baru ini.


Sementara itu, pihak pemerintah Desa bekerja sama dengan  pihak kecamatan sudah menyelesaikan segala permasalan perivikasi yang di minta oleh pihak Pemkab Muratara.

Namun, nyatanya sampai saat ini belum ada kontribusi yang pasti,dari pihak pemerintah kabupaten Muratara. Terkait penyelesaian plasma (430) milik masyarakat karang Dapo satu (1), yang di kuasai oleh PT.Dendi Marker indah lestari (DMIL),selama (22) tahun tersebut.

Lendra (34) warga Desa Karang Dapo (1)salah satu pemilik plasma (430) mengatakan, mengapa sudah puluhan tahun permasalahan secuil seperti itu belum juga selesai, ada apa dengan pemerintah daerah kita ini ? Jangan-jangan ada udang di balik batu.
Sedangkan desa-desa lain sudah menikmati hasil dari plasma mereka masing-masing. Contoh nya desa Noman, Maur, Rupit, dan desa  batu gajah sudah menikmati semua.
"Mengapa plasma milik desa karang Dapo (1) belum selesai-selesai sampai saat ini.? Ada apa ,? Dan mengapa,?," tanyanya.


Dilanjutkannya, Sampai saat ini pun kami belum tahu di mana letak lahan plasma  milik warg Desa karang dapo 1 yang  diberikan oleh PT.DMIL . "kami  sudah  bosan menunggu dan menunggu, terkait penyelesaian plasma tersebut.
Jika tidak selesai dengan cara jalan perundingan, maka jangan Salahkan kami  jika suatu saat, terjadi hal-hal yang tidak di inginkan yang mungkin bisa saja terjadi," anyamnya.

Selanjutnya, kita menilai nampaknya Bupati Muratara, H. M syarif hidayat terkesan menutup mata. Atas penyelesaian ini. (Hamkam)
Share:

Postingan Populer

Arsip Blog